Masalah HD 200GB

 Thursday, June 23, 2005

Setelah beli HD 200GB ternyata gak bisa langsung di pake, gw kudu update BIOS dulu soalnya BIOS Motherboardnya gak dukung hardisk lebih besar dari 130GB. Setelah BIOS di update masalah belom selesai, ternyata bener apa yang dikata si rudi kalo HD 200GB itu gak ngebaca 60GB bagian terakhir sector HD. Mungkin gue salah bikin partisi OS buat WinXP & Win2K di extended partition, seharusnya di primary partition. Gue pertama cabut dulu HD yang lama, install HD baru dengan Win98 dan no problem, install Win2K & WinXP juga OK. Nah itukan nginstallnya waktu gak ada HD yang lama, rencananya gue mau pindahin data-data dari HD yang lama ke HD baru ternyata bermasalah. Waktu mindahin gue gak pake cara "Copy" tapi langsung "Move" dan berhasil tuh sebagian-data-data gue Move ke HD Baru.

Kan gue ada 2 HD lama, sebagian data di HD udah dipindah, dan gue mau mindah data dari HD satunya lagi.... alamak kebetulan HD yang satu ini ada OS-nya bisa buat boot-lah, ternyata partisi HD yang 200GB ancur gak kebaca tersisa tinggal Primary partition. Udah deh data-data yang gue pindahin ilang semua.... lemes gue data-data yang bertahun-tahun dikumpulin ilang dalam sekejap, dan itu karena kebodohan gue yang langsung main "Move" gak pake di "Copy" dulu. Untung gue ada program GetDataBack, alhamdulillah sebagian data yang sudah ke hapus akibat proses move sebelumnya, bisa diselamatkan sebagian. Emang gak semua bisa recover tapi setidaknya yang lebih baik daripada ilang semuanya kan? Mungkin dari 20GB data yang dipindah, yang selamet sekitar 15GB, itupun sebagian struktur direktorinya dah ancur!... tapi mending lah sebagian masih bisa diselamatkan. Data-data yang ilang itu untungnya bukan data-data program kerjaan gue, tapi installer doang. Meski installer tetep aja penting... soalnya ada aplikasi yang dulu pernah kami buat jalannya pake Tomcat versi 4.0 dan hanya mau jalan kalo JDK-nya versi 1.3.1 kalo di install JDK versi 1.4 yang lebih baru malah gak jalan... aneh? Dan kalo sampe installer-installer itu gak ada, sama ajakan gue gak bisa ngejalanin apa-apa kalo perlu installer itu... yah untungnya data-data installer itu sebagian masih bisa di restore....

Wah ngurusin HD ternyata menguras waktu gue selama 2 hari ini, dan karena gue gak mau waktu gue sia-sia lagi... ya udah deh HD 200GB yang baru itu gak akan diisi dengan OS dulu. Gue cuma mempartisi aja... gak sampe install OS, nah kalo gue partisi bagian terakhir dari HD lebih kecil dari 60GB ternyata kalo di Win2000 gak bisa di format. Ah gue pikir kebetulan, akhirnya gue bagi partisi lagi supaya partisi terkahir HD 200GB ada space sekitar 60GB dan ternyata kedetect sama Win20000 fiuh.... selamet... dari Windows XP gue copy lagu-lagu (sekarang gak berani gue mindah data pake "Move") ke sektor terakhir. Kalo dari Windows XP kebaca dengan sangat jelas data-data itu... Gue restart komputer pake Windows 2000 dan 60GB sektor terakhir memang kebaca, gue coba mainin lagu yang dah disimpen, ternyata kok gak muncul suara-suaranya... apa rusak, apa kenapa? tapi kalo dengerin lagu yang disimpin di sektor yang lain anehnya lancar. Berarti bener apa yang dibaca si rudi, kalo 60GB sektor terakhir dari HD 200GB emang gak kebaca, terus gue iseng pengen liat isi directory-directory lagu yang gue simpen di sektor terakhir, dan menarik ternyata isinya direktorinya tak terduga seperti gambar di bawah ini.

Directory

Padahal jelas-jelas di direktori itu cuma ada lagu, gak ada direktori di dalamnya... cuma ada beberapa lagu tapi anehnya kok muncul folder-folder dengan nama gak jelas. Lebih-lebih dengan karakter terlarang untuk nama file/directory spt '*', '/', '\', '?' dst disini malah muncul, malah ada tulisan kaya bahasa pemrograman (C/C++) model-model LOWORD, If/Else FALSE:TRUE, udah gitu tertulis partisinya ada 300GB jelas-jelas HD gue cuma 200GB dan partisinya 60GB kok bisa tertulis 300GB aneh?

Seetlah liat direktory itu waktu pas booting ulang, si komputer ngedetect kalo ada error di HD gue, terus otomatis di 'chkdsk' dan nama-nama folder berubah jadi nama file terus kalo data-datanya di apus ada file-file yang 'orphan' maksudnya dia di HD tersimpan tapi gak bisa diakses karena gak ada reference untuk ngaksesnya spt nama file, nama folder dll. Terpaksa sektor terakhir itu di format ulang, tentu saja formatnya pake Windows XP gak pake Windows 2000 yang jelas2 gak bisa baca sektor terakhir. Beres di format, gue masuk ke Windows 2000 untuk 'unmount' partisi terakhir itu, jadi nantinya si windows 2000 gak bakal ngedetect partisi hardisik sektor terakhir. Itu dilakukan pake Disk Manager (Start > Control Panel > Administrative Tools > Computer Managament >Disk Management).

Aneh... ternyata percuma juga punya HD gede-gede kalo OS-nya gak dukung... yah terpaksa 60GB terakhir cuma bisa di pake di WindowsXP & Windows 98 (kalo di format dengan FAT32). Padahal kalo gue develop kerjaan lebih suka pake Windows 2000 :(

4 Comments:

Anonymous Anonymous said...

48-Bit LBA Support for ATAPI Disk Drives in Windows 2000

The following conditions are necessary for the correct functioning of 48-bit LBA ATAPI support:
• A computer with a 48-bit LBA-compatible Basic Input/Output System (BIOS) installed.
• A computer with a hard disk that has a capacity of greater than 137 gigabytes (GB).

http://support.microsoft.com/?id=305098

Semoga Berhasil !

Tuesday, June 28, 2005 4:39:00 PM  

Anonymous Anonymous said...

If you have a 48-bit compatible BIOS that can support a hard disk that has a capacity of more than 137 GB, only the first 137 GB of the hard disk is addressable. The remainder of the hard disk is not used.

Jadi bukan 60 GB sisanya, temen lu salah tuh (RUDI)! , tapi 137 GIGA aja yang kebaca, sisanya kaga.

STATUS
Microsoft has confirmed that this is a problem in the Microsoft products that are listed at the beginning of this article. This problem was first corrected in Windows 2000 Service Pack 3.Important Although support for 48-bit LBA is included in Windows 2000 Service Pack 3 (SP3) and later, it is still necessary to create the registry change that is described in the "Resolution" section of this article.

Tuesday, June 28, 2005 4:59:00 PM  

Blogger alvifauzan said...

Buat bung/non anonymous thanx ya buat infonya, kayaknya emang kudu downlot Win2K Service Pack terbaru nih... plus edit-edit registry

Thanx Banyak... tapi tetep gue kapok nginstall OS di HD dengan kapasitas > 137GB, dah mending HD gue yang 200GB buat nyimpen data aja... (abis berkali2 install gak pernah beres sih -- mungkin emang belum diinstal Service Pack kali ya...?)

Wednesday, June 29, 2005 2:48:00 PM  

Anonymous Anonymous said...

Jika anda menginstall Windows 2000, mendingan pake cd installer windows yang udah di slipstreaming SP3 atau SP4.

kalo nggak punya, bikin aja sendiri.

cuma butuh :
1. CD/DVD Writer
2. CD Installer Windows 2000 (pro/Svr/Adv Svr) yg belon di pakein SP
3. File Service Pack
4. ISO Buster
5. NERO Burning ROM

trus bisa di coba langkah-langkah berikut :
(di contohin pake windows XP, tapi pada dasarnya sama aja, nggak ada bedanya)

http://www.helpwithwindows.com/WindowsXP/winxp-sp2-bootcd.html

Thursday, June 30, 2005 3:43:00 PM