<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713</id><updated>2012-02-16T14:27:16.261+07:00</updated><category term='Personal'/><category term='KM-Nasi Goreng'/><category term='Hobi'/><category term='KK-Jakarta Pusat'/><category term='Kuliner'/><category term='Teknologi'/><category term='Inspirasi'/><category term='KM-Soto'/><category term='KK-Jakarta Selatan'/><category term='KK-Malang'/><category term='Petualangan'/><category term='KM-Bakmi'/><category term='Iseng'/><category term='KK-Cirebon'/><category term='KK-Bandung'/><category term='Masak'/><category term='KK-Bogor'/><title type='text'>The Majestix Expeditionary</title><subtitle type='html'>Tempat orang gak jelas nulis segala hal yang sama-sama gak jelas.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>255</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-1896452749412944955</id><published>2010-01-22T15:20:00.008+07:00</published><updated>2010-01-22T23:49:35.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KK-Bandung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KM-Nasi Goreng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KK-Bogor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KM-Bakmi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petualangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KK-Malang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KK-Jakarta Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KK-Jakarta Pusat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KK-Cirebon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KM-Soto'/><title type='text'>Test Label</title><content type='html'>Postingan ini di buat untuk membuktikan kode yang diberikan oleh [&lt;a href="http://phydeaux3.blogspot.com/2007/05/automatic-list-of-labels-for-classic.html"&gt;phydeaux3&lt;/a&gt;] dapat berfungsi menampilkan label pada template Blogger Classic. Sayangnya Label tidak dapat menghitung jumlah halaman (Label Count)... sayang... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labels/Tags tersebut adalah:&lt;br /&gt;- Personal&lt;br /&gt;- Teknologi&lt;br /&gt;- Hobi&lt;br /&gt;- Petualangan&lt;br /&gt;- Masak&lt;br /&gt;- Kuliner&lt;br /&gt;- Iseng&lt;br /&gt;- Inspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DLL tapi ini mungkin juga akan berubah :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-1896452749412944955?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/1896452749412944955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=1896452749412944955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/1896452749412944955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/1896452749412944955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2010/01/test-label.html' title='Test Label'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-8875573617490235845</id><published>2008-10-03T22:04:00.000+07:00</published><updated>2008-10-03T22:07:07.277+07:00</updated><title type='text'>Masa Depan Tidak Ada Yang Pasti</title><content type='html'>Ketika Boeing 747 di luncurkan, beberapa pengamat memperkirakan Boeing 747 hanya akan di produksi sebanyak 400 unit saja, karena adanya pengembangan pesawat supersonic seperti Concorde, faktanya hingga tahun 1993 produksinya sudah melampaui 1000 unit, tahun 2008 sendiri sudah mencapai 1405 unit. Sebaliknya pesawat supersonic yang berhasil dikembangkan dan di produksi hanya Concorde saja, itupun sekarang sudah tidak beroperasi karena besarnya biaya operasional, secara sederhana bisa dikatakan tidak ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Linus Trovalds menciptakan Linux Kernel (bagian inti dari suatu Sistem Operasi), niatnya hanya “untuk senang-senang” (Just for Fun), ketika popularitasnya semakin menanjak seorang professor yang bernama Andrew S. Tanenbaum mengkritik Linux sebagai ketinggalan jaman (obsolete) karena mengembangkan kernel dengan tipe “Monolithic” berbeda dengan GNU Hurd yang kernelnya bertipe “Microkernel”. Sang professor meramalkan bahwa beberapa waktu kedepan Linux akan di tinggalkan, karena orang-orang akan menggunakan GNU Hurd atau BSD, faktanya pengembangan BSD tidak berjalan karena adanya tuntutan hak cipta kepada BSD yang menyebabkan pengembangan BSD menjadi lambat, begitupula dengan GNU Hurd yang ternyata implementasinya cukup kompleks yang memperlambat target release. Akhirnya para pengembang justru memilih Linux Kernel sebagai Sistem Operasi bebas (Free), dan kini Linux lebih popular daripada GNU Hurd dan BSD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para pegawai memutuskan untuk mengambil asuransi agar kehidupannya menjadi lebih tenang atau mengambil paket pension agar masa tuanya bisa tetap memiliki uang, Kini di tahun 2008 sebagian harapan itu tidak tercapai karena ternyata pihak yang mereka andalkan tidak mampu memenuhi janjinya. Tahun 2008, Lehman Brother menyatakan bankrut, hal ini menyebabkan kekhawatiran dan demo dari para pegawai yang sudah mengambil paket pension dari Lehman Brother. Di berita yang pernah gue saksikan (kalo gak salah di VOA), orang-orang Amerika yang diwawancari menyatakan kekhawatirannya karena setiap hari uang pension mereka terus berkurang atau hilang alias hangus. Beberapa orang yang diwawancara juga menyatakan mereka akan tetap bekerja meskipun nanti mereka memasuki usia pension akibat ketidakyakinan mereka terhadap paket pension mereka. Ketika orang-orang tahu AIG adalah perusahaan asuransi yang kuat, kini di tahun 2008 perusahaan itu nyaris bangkrut (atau masih akan ada kemungkinan untuk bangkrut?). Diberitakan bahwa beberapa nasabah (jika tidak salah termasuk di Singapura) beramai-ramai mencairkan polisnya karena kekhawatiran polis mereka akan hangus akibat ancaman kebangkrutan perusahaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat cerita diatas, semakin nyata bahwa kemampuan manusia dalam memprediksi masa depan memang lemah. Manusia hanya mampu menduga dengan akalnya, bahkan manusia mencoba membuat pemodelan terhadap suatu masalah atau domain. Sebagai contoh manusia mencoba membuat pemodelan perubahan cuaca dengan menggunakan computer super canggih, pemodelan pergerakan pasar, pemodelan pertumbuhan jumlah penduduk, dan berbagai pemodelan-pemodelan lainnya. Ketika pemodelan yang manusia buat ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, maka bukan salah dari fakta dari suatu kejadian tapi ketidakmampuan dan keterbatasan manusia dalam membuat pemodelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia memang terbatas dalam memahami masa depan, maka tidak pantas bagi manusia untuk menyombongkan diri, maka tidak ada salahnya (dan seharusnya) bagi manusia agar lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Masa depan memang tidak pasti, tapi kita tetap berharap hal-hal yang baik ingin tetap kita dapatkan, maka berdoa kepada Allah SWT tentu lebih utama, ketimbang menyombongkan diri dengan merasa akal kita adalah segala-galanya, merasa akal kita pasti mampu memprediksi masa depan, faktanya manusia terlalu lemah untuk memahami masa depan dengan akalnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan memang akan tetap menjadi misteri bagi manusia...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-8875573617490235845?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/8875573617490235845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=8875573617490235845' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/8875573617490235845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/8875573617490235845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/10/masa-depan-tidak-ada-yang-pasti.html' title='Masa Depan Tidak Ada Yang Pasti'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-9101216156847391325</id><published>2008-10-03T20:01:00.002+07:00</published><updated>2008-10-04T06:40:59.834+07:00</updated><title type='text'>Tsunami Finansial</title><content type='html'>Pertengahan September, jika kita mengikuti berita ekonomi, sebagian besar memberitakan masa depan ekonomi yang bakal suram akibat kasus “Subprime Mortgage”. Di Amerika, beberapa institusi finansial sudah banyak merasakan dampaknya, dari pengambilalihan “Fannie Mae” dan “Freddie Mac” oleh pemerintah AS, kebangkrutan “Lehman Brothers”,  dan “American International Group” (AIG) yang juga terancam bangkrut, tapi beruntung masih di suntikan modal oleh pemerintah. Perusahaan yang lain harus rela di akusisi oleh perusahaan lain. Bahkan pemerintah AS yang tadinya sangat membatasi investasi di pasar financial dari modal asing atas dasar nasionalisme, kini terpaksa harus “mengemis” pada negara lain untuk mau menanamkan modalnya di pasar finansial untuk menyelamatkan perekonomian AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perusahaan yang besar, berusia lebih dari 100 tahun seperti “Lehman Brothers” harus merelakan dirinya bankrut?. Gue yakin orang-orang yang bekerja di sektor finansial bukanlah orang yang bodoh, mereka tahu resiko apa yang akan terjadi pada aktifitas mereka. Setidaknya menurut gue, kehancuran perekonomian ini karena lebih mementingkan keuntungan semata, ketimbang mempertimbangkan faktor yang lain seperti resiko. Intinya kejadian yang menimpa institusi di AS tidak lepas dari faktor “kerakusan individual” para pelaku di sektor finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat rakus atau tamak memang sepertinya sudah menjadi sifat dasar manusia, tak peduli orang miskin sampai orang kaya, orang bodoh sampai orang pintar memang paling suka mengumpulkan kekayaan materi. Tak segan-segan orang melabrak aturan yang ada demi memuaskan kepentingan pribadi mereka. Beberapa perusahaan finansial yang sekarang terlilit masalah ternyata membayakan gaji untuk “top executive” sangat tinggi, meskipun secara finansial perusahaan tidak terlalu baik. Jadi dengan kekuasaannya para eksekutif ini membuat keputusan yang memberikan gaji dan bonus yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketamakan mereka terlihat bagaimana mereka begitu ekspansi memberikan kredit pada pasar “subprime” bukan pada pasar “prime”. Pasar “prime” mensyaratkan pemberian kredit pada seseorang berdasarkan kemampuannya, seperti besar gaji, status pegawai, riwayat peminjaman. Jika seseorang layak untuk di berikan pinjaman karena memenuhi syarat (seperti jumlah gaji, riwayat peminjaman dll) maka pinjaman mereka di sebut sebagai “prime mortgage”, sebaliknya orang yang tidak memenuhi syarat di sebut sebagai “subprime mortgage”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sekilas pemberian kredit subprime akan mempermudah pihak peminjam, karena syarat pengajuan kredit tidak rumit. Hal ini juga terjadi di Indonesia juga lho, contoh nyata adalah pemberian kredit kepemilikan motor yang syaratnya semakin mudah cukup bawa KTP, bayar uang muka yang tidak terlalu besar, motor bisa langsung di bawa. Syarat kredit seperti ini cukup menggiurkan, tapi juga beresiko. Seorang yang ingin memiliki motor untuk dijadikan Ojek  banyak juga yang melakukan hal ini, mengambil kredit motor dengan syarat yang mudah, tapi pada akhirnya harus rela motornya di tarik kembali oleh Dealer Motor karena tidak sanggup membayar cicilan. Lebih-lebih persaingan dalam dunia Ojek di Indonesia semakin ketat, kita bisa lihat hampir di setiap gang atau persimpangan jalan semakin banyak di temukan tukang ojek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain adalah semakin mudahnya pembuatan kartur kredit, cukup foto kopi KTP, slip gaji yang di rekayasa, maka kartu kreditpun sudah jadi. Ketika sudah jatuh tempo barulah bingung untuk membayarnya, lebih-lebih setiap keterlambatan akan mengakibatkan beban bunga yang ditanggung semakin besar. Jika tidak sanggup membayar, maka siap-siaplah para preman akan menyatroni rumah untuk menagih hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para pemberi kredit itu tidak tahu resiko memberikan kredit kepada peminjam yang kemampuan finansialnya tidak terlalu baik? Pastinya tahu, hanya saja di balik resiko yang cukup besar ini, ada kemungkinan keuntungan yang menggiurkan dari bunga yang tinggi. Begitupula yang terjadi dengan kasus “Subprime Mortgage” di AS, dimana perusahaan pembiayaan memberikan kemudahan pemberian kredit, terutama dalam pembiayaan perumahan, termasuk kepada mereka-mereka yang kurang layak untuk mendapatkan kredit. Banyak orang-orang yang mengambil kredit perumahan ini tidak tahu apa isi perjanjian yang mereka tanda-tangani, termasuk biaya tersembunyi (hidden cost) yang harus mereka bayar. Akibatnya bisa di prediksi, ketika orang yang mengambil kredit tidak lagi sanggup membayar, maka terjadilah gagal bayar atau kalo dalam istilah finansial sering di sebut sebagai default.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mayoritas para pengambil kredit tidak sanggup membayar (default), hal ini berdampak pada lembaga pembiayaan termasuk juga lembaga investasi yang menginvestasikan uang di sector pembiayaan perumahan. Kini kecerobohan bankir dalam memberikan kreditnya mulai terlihat, begitu pula dengan pengelola investasi yang mengejar keuntungan yang besar tanpa memedulikan resiko yang juga besar harus menerima kenyataan dari pecahnya pasar kredit perumahaan di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan yang ditimbulkan akibat ketidakhati-hatian dan keserakahan pelaku finansial kini harus ditanggung oleh masyarakat luas. Macetnya kredit mengakibatkan perusahaan tidak dapat melanjutkan usahanya karena ketiadaan modal, dan menumpuknya hutang, akibatnya banyak perusahaan di sektor finansial yang sudah atau terancam bangkrut. Akibatnya bisa di perkirakan, akan banyak penghapusan jabatan yang berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran di AS. Di tengah ekonomi yang semakin lesu akibat meningkatnya harga komoditi seperti harga Minyak Bumi yang semakin mahal, ancaman PHK yang cukup besar, akan memperparah kondisi perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak krisis ekonomi yang dialami oleh AS mau tidak mau pasti berdampak pada negara lain. Negara yang ekonominya cukup kuat seperti Jepang pun harus terkena imbas, apalagi Indonesia, terlebih AS adalah pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia setelah Jepang. Dengan krisis ekonomi yang terjadi di AS maka mau tidak mau akan menyebabkan penurunan konsumsi, yang juga otomatis berdampak pada penurunan ekspor Indonesia ke AS, yang tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia karena perusahaan-perusahaan yang mengekspor harus mem-PHK karyawannya karean barang yang mereka produksi tidak laku di jual ke AS, akibat di AS terkena krisis ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS dan para pelaku usaha di negeri mereka menganut sistem pasar bebas, jadi intervensi pemerintah terhadap pasar sangat minim atau bahkan tidak ada. Mereka beranggapan bahwa pasar memiliki mekanisme tersendiri. Nyatanya pasar bergerak liar, berbagai resiko dalam berinvestasi sepertinya tidak dihiraukan, semua demi mengejar keuntungan yang besar walaupun mereka tahu resikonya cukup besar. Kita pasar ternyata tidak memiliki mekanisme kontrol terhadap diri sendiri yang berujung pada krisis, ketidakkonsistenan malah terjadi. Ketika pasar sedang bergairah, para pelaku ekonomi ingin pasar yang bebas dari intervensi pemerintah, ketika ternyata mereka membuat kesalahan yang berujung pada kerugian dan kebangkrutan, para pelaku seolah-olah mengemis pemerintah untuk mengintervensi pasar dengan menyuntikan dana, yang kemungkinan besar akan diambilkan dari uang para pembayar pajak. Aneh, kalo untung aja tidak mau diatur, giliran rugi minta di talangin... licik sekali cara para pelaku ekonomi itu... Memang sih... sektor finansial merupakan sektor yang penting, jika suatu perusahaan "umum" bangkrut dampaknya standar, tapi kalo yang bangkrut perusahaan di sektor finansial seperti bank, lebih-lebih bank nasional, pasti sebisa mungkin akan coba di selamatkan, karena terlalu besar resikonya kalo suatu bank bangkrut, bisa-bisa tidak ada yang bisa menyalurkan kredit yang bisa berdampak pada kelesuan ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah nasib dunia jika menggunakan sistem yang mementingkan keuntungan semata, ketika terjadi krisis maka rakyatlah yang menjadi korbannya. Pemerintah AS kabarnya harus meminta persetujuan konggres untuk dapat mengucurkan uang (bailout) sebanyak 700 miliar USD untuk menyuntik membantu perusahaan yang bermasalah. Uang sebanyak itu akan diambil dari dana masyarakat yang dikumpulkan dari para pembayar pajak. Nasib memang, orang lain yang serakah ceroboh (atau bodoh?), tapi ketika terjadi krisis para pembayar pajaklah yang harus menanggung beban ini. Sungguh sistem yang tidak adil! Para manajer dengan gaji yang sangat besar, begitupula dengan bonus yang sangat besar termasuk fasilitas mewah yang didapat ternyata hasil kerjanya malah menghancukan ekonomi negara, masyarakat biasa yang pas-pasan yang harus menanggung dampaknya. Lebih-lebih ketika para manajer itu di pecat, merekapun masih dapat pesangon yang sangat besar (golden parachute) padahal kinerja mereka sangat buruk. Yah lumayanlah dengan prestasi menghancurkan perusahaan yang berdampak pada kehancuran ekonomi negara dan dunia masih di beri bonus, padahal pegawai biasa dan rendahan yang dianggap tidak “perform” harus terima di pecat tanpa pesangon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti inilah yang terjadi di Indonesia pada kasus pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang niatnya mulia, untuk menolong kondisi bank yang sekarat akibat kebobrokan manajemen, tapi yang terjadi uang itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, uang yang sangat besar itu dibawa lari oleh para pemilik bank, selain itu jaminan asset yang jaminkan ternyata nilainya sudah di “mark up”. Apakah pemerintah AS tidak belajar dari kasus BLBI di Indonesia? Semoga hal yang niatnya baik tidak berakhir menjadi sesuatu yang buruk. Dunia sedang menanti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-9101216156847391325?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/9101216156847391325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=9101216156847391325' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/9101216156847391325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/9101216156847391325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/10/tsunami-finansial.html' title='Tsunami Finansial'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-7198056070331740252</id><published>2008-09-05T22:00:00.009+07:00</published><updated>2008-09-22T13:31:39.860+07:00</updated><title type='text'>Idealisme Penyiaran</title><content type='html'>Semenjak punya &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt; yang bisa dengerin radio FM, gw jadi mulai suka denger-denger acara radio, sejujurnya gak terlalu banyak siaran radio yang cukup menarik, sampai akhirnya gue tune-in ke 99.9 FM, nama radionya CNJ (Classic News and Jazz). Isinya ada berita, tapi lebih sering menyajikan musik Jazz, terkadang kalo malam hari ada music Classic. Musik yang di suguhkan cukup menarik, enak di dengar dan di cerna (kayak makanan aja :p), biasanya sih Jazz yang Easy Listening atau Smooth Jazz, tapi jarang gue denger Jazz yang "agak berat" dari artis seperti Miles Davis, John Coltrane, atau era Swing seperti Duke Ellington. Secara umum Jazz yang ditampilkan memang lebih banyak Jazz masa kini, bukan yang jadul-jadul model tahun 30an sampe 60an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu ke belakang gue memang sudah jarang denger radio, sampai ketika gue coba ke gelombang 99.9 ternyata gue mendengar musik Rock, dan musik yang sangat tidak biasa di tayangkan radio ini. Gue pikir mungkin itu cuma sesaat, sampai di lain kesempatan gue coba denger lagi dan memang sepertinya sudah berganti format. Udah gitu ada penyiarnya yang gaya bicaranya sok gaul tapi menurut gue gak kedengaran gaul atau asik. Akhirnya gue coba cari tau apa yang terjadi dengan FM 99.9 di google, dan akhirnya dapatlah berita di Warta Jazz, yaitu &lt;a href="http://www.wartajazz.com/2008/08/20/selamatkan-radio-cnj-999-fm-jakarta/" target="_blank"&gt;Selamatkan Radio CNJ 99.9 FM, Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue ngerti, ternyata perubahan format acara itu akibat radio itu di ambil alih oleh Ninetyniners radio asal Bandung. Sejak gue denger radio CNJ, gue sebenarnya cukup salut dan bangga ada radio yang memiliki idealisme dalam menyiarkan aliran Jazz, hebatnya lagi hampir full Jazz dan nyaris tanpa iklan. Nah... karena gue hampir gak pernah dengar iklan, gue sempet bertanya-tanya dari mana pembiayaan operasional radio ini, apakah sekedar hobi dari si pemilik yang memang suka Jazz dan tidak perduli apakah dia untung apa tidak yang penting menyiarkan musik Jazz, atau memang sebenarnya ingin menjaring iklan tapi tidak pernah dapet karena pangsa pasar musik Jazz di Indonesia memang sangat minim?. Saat awal-awal menjadi pendengar CNJ, gue sempat bertanya-tanya, sampai kapan radio ini akan bertahan, dan ternyata waktu telah menjawabnya, radio ini sanggup bertahan sampai 20 Agustus 2008, 5 tahun setelah mengudara (menurut versi yang di dapat di internet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya di Indonesia Idealisme Penyiaran untuk target segmen tertentu memang masih sulit di laksanakan. Kecuali segmen Musik Dangdut dan Pop yang merupakan segmen yang sangat besar dari bangsa Indonesia, segmen musik selain Dangdut dan Pop sebagian besar memang tidak bisa bertahan lama, kalo cari info-info di internet, beberapa stasiun radio yang mendikasikan untuk menayangkan aliran musik tertentu seperti musik Rock juga sudah mati, Musik Jazz juga sama. Jadi aliran musik yang bukan Mainstream seperti Dangdut dan Pop memang sepertinya kurang bisa berkembang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa memang ada yang masih bertahan, seperti radio KLCBS di Bandung yang ketika gue main ke Bandung gak sengaja tunning ke 100.4 FM dan ternyata menampilkan musik-musik beraliran Jazz seperti halnya CNJ di Jakarta. Bedanya di KLCBS gue masih sempat mendengar iklan, beda dengan CNJ yang sepertinya nyaris tanpa iklan. Kalo kata temen gue yang asal Bandung konon katanya jumlah stasiun radio terbanyak di dunia, nah kalo yang ini memang harus di verifikasi lebih lanjut bener gak omongan temen gue ini. Kalau memang bener, ya gak heran juga kalo memang ada segmen musik tertentu di Bandung, karena sangat banyaknya stasiun radio, sehingga memunculkan stasiun radio yang mengkhususkan pada segmen tertentu (sok tau :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa stasiun televisi nasional juga begitu, contohnya tujuan pendirian TPI adalah sebagai Televisi Pendidikan Indonesia, tapi sekarang acaranya banyakan dangdut, sehingga tidak aneh juga kalo TPI di sebut sebagai Televisi Perdangdutan Indonesia. Selain TPI ada juga Metro TV, yang tadinya bercita-cita menjadi televisi berita seperti CNN, nyatanya sekarang banyak juga acara-acara selain berita, seperti musik (sempat ada acara musik latin), film, dan yang terakhir gw sempet liat ada Sitkom (komedi situasi). Bagaimanapun Metro TV masih lebih mending dalam mempertahankan idealismenya ketimbang TPI. Sepertinya memang tidak mudah untuk mempertahankan idealisme di dunia penyiaran Indonesia. Lebih-lebih tujuan akhir dari suatu acara sepertinya hanya mengejar rating semata yang ujung-ujungnya akan jatuh ke urusan pendapatan tanpa peduli apakah acara yang disiarkan akan berdampak positif apa negatif, yang penting rating bagus, dan untung besar. Maka tak heran acara di televisi sebagian besar (menurut gue) berisikan sinetron yang tidak layak tonton, lebih-lebih untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mempertahankan idealisme terlihat sulit di Indonesia, nyatanya masih ada saja pihak yang berusaha tetap mempertahankan idealisme ini, contohnya di Bogor ada radio yang mencoba menyiarkan acara-acara yang berkaitan dengan Dakwah Islam. Radio ini berada di gelombang 91.4 FM. Jangkauan siarannya yang pernah gue coba adalah sampai daerah Cilandak, dan UKI cawang (biasa dengerin saat nungguin Bis pulang). Secara materi, acara yang ditampilkan cukup bagus, walau kadang untuk hal tertentu materi yang disampaikan "tidak umum" dengan kondisi di Indonesia (tapi "tidak umum" belum tentu jelek lho... mungkin butuh waktu untuk bisa diterima masyarakat). Secara bisnis, radio ini menerima iklan walau tidak terlalu banyak. Kadang agak "janggal" juga ketika kita mendengar acara yang membahas soal hari akhirat (yang menurut gue terasa "mencekam" kalau di bayangkan), tiba-tiba ada jeda iklan (seperti iklan makanan atau tempat makan), jadi emang rada "janggal" juga hal yang "serius" ketemu dengan hal yang "duniawi"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya semoga orang-orang yang memiliki idealisme tersebut masih bisa bertahan di dunia penyiaran, meski di satu sisi tuntutan materi tidak bisa di hindari.... sebagai masyarakat gue berharap siaran yang diterima bisa memberikan tuntunan, pencerahan dan inspirasi yah hal-hal yang positif lah... bukan malah hal-hal negatif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw gw jadi berfikir juga, apa yang gue tuliskan di blog ini sudah membawa hal positif buat orang lain atau cuma sekedar "junk" di tengah samudera internet....? :p hehehe sory kalo memang blog ini ternyata tidak ada manfaatnya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-7198056070331740252?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/7198056070331740252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=7198056070331740252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7198056070331740252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7198056070331740252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/09/idealisme-penyiaran.html' title='Idealisme Penyiaran'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-182385172949513497</id><published>2008-08-12T19:28:00.002+07:00</published><updated>2008-08-12T20:15:25.955+07:00</updated><title type='text'>Interview</title><content type='html'>Hari ini gw dapet tugas... menginterview orang, jumlahnya lumayan, 3 orang :). Gile gak nyangka juga gue... akhir-akhir ini gue jadi suka di suruh meng-interview orang, padahal biasanya gue kan yang suka di interview waktu pas ngelamar pekerjaan :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang pengalaman menginterview cukup menarik juga. Gue jadi inget pertama kali interview rasanya aneh aja... biasa di interview tiba-tiba berada di posisi harus meng-interview, tapi namanya tugas ya harus di laksanakan walau gue sampe sekarang tetep kurang PD kalo harus interview sendiri, lebih sering gue berdua ama temen gue menginterview. Tapi seru juga... kesannya kita udah gimana gitu.... udah bisa mengiterview orang, padahal kitanya sendiri juga mungkin ngerasanya gak terlalu jago banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menginterview gw mungkin gak terlalu banyak, sama yang hari ini... jumlahnya bisa diitung dengan jari, yah sekitar 8 orang lah, yang akhirnya di terima 2 orang. Dan dari 2 orang itu gue cukup puas karena secara skill kedua orang itu lumayan OK pekerjaannya :D yah lumayan juga sih bisa merasakan meng-&lt;i&gt;assess&lt;/i&gt; kemampuan orang :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue bersyukur pernah punya pengalaman pake beberapa framework, seperti &lt;a href="http://springframework.org/" target="_blank"&gt;spring framework&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.hibernate.org/" target="_blank"&gt;hibernate&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://commons.apache.org/" target="_blank"&gt;apache commons&lt;/a&gt;, dll, karena framework ini lah yang biasa gue tanyain waktu interview, ternyata tidak semua orang yang dipanggil wawancara cukup familiar dengan framework tersebut. Kadang gue juga suka nanya perbedaanya antara "Abstract Class" dengan "Interface", kadang juga nanya soal "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Design_Patterns" target="_blank"&gt;Design Pattern&lt;/a&gt;"-nya si Gang of Four (GoF - Erich Gamma, Richard Helm, Ralph Johnson, &amp; John Vlissides) walau gue sendiri belum hafal semua, tapi setidaknya kalo orang yang di interview bisa jawab minimal menyebut salah satu pattern, setidaknya gue jadi bisa menilai kalo orang ini cukup memahami konsep OOP (Object Oriented Programming), dll.... Btw mungkin juga anda-anda tidak sepakat dengan pendapat gue ini, gak papa kok... ini emang opini gue aja sih dalam menilai konsep OOP seseorang :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di interview, biasanya suka di kasih soal test buat di jawab sebelum masuk ke interview. Entah kenapa ya? kalo gue pribadi lebih suka, atau lebih senang menilai orang dari wawancara ketimbang lihat hasil soal test yang dikerjainnya, karena dari situ kita bisa lihat respon orang yang kita interview. Ada yang di testnya biasa-biasa aja, tapi setelah di pancing saat interview, ternyata dia bisa melakukan atau menguasai suatu tertentu. Atau ada juga di CV tertulis menarik, setelah di wawancara ternyata biasa saja... cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw sempet dapet orang yang udah dapet SCJP Java 5, gue udah mikirnya bakal jago banget, dan gue bisa merasa keder kalo nanya-nanya, karena gue sendiri belum pernah ambil SCJP :p, tapi setelah di jalanin dengan mengiterview ternyata biasa-biasa aja, gak wah-wah banget skillnya, beberapa konsep tidak terlalu di kuasai, beberapa class juga tidak terlalu diingat. Contohnya, ada pertanyaan "class java apa aja yang ada di package "java.util"? Terus terang dulu gue juga jarang pake jadi kurang tau, tapi setelah lebih sering main di di dunia Java, secara tidak sadar kita jadi lebih tau, class apa aja... seperti Map, List, Set, Date, dll, nah jadi dari pertanyaan "class java apa aja yang ada di package java.util.*?" itu bisa dijadikan salah satu bahan penilaian apakah seseorang berpengalaman dengan Java API apa tidak?. CV boleh aja bilang "gue bisa ini bisa itu", tapi kadang pertanyaan tertentu saat interview bisa lebih di gunakan untuk menentukan atau menilai seberapa "hands-on" seseorang dengan suatu teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang gue pelajari selama menjadi peng-interview adalah..., kadang menilai seseorang untuk diterima kerja atau tidak itu ternyata sangat subyektif. Boleh jadi dia jago, di wawancara OK, tapi ya kadang kalo emang gak ada "chemistry"-nya ya gak bisa juga untuk diterima, atau bahasa halusnya... dan hal itu masih belum bisa di jelaskan secara akal sehat dan logika oleh gue... Untuk riwayat pendidikan, entah kenapa gue rasanya kurang terlalu memperhatikannya... Gue lebih suka langsung lihat CV dari pengalaman kerjanya ketimbang dia jebolan universitas mana atau berapa IP-nya... Tapi kalo untuk "fresh graduate" kadang jadi lihat tempat kuliah dan IP-nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gue meng-interview orang yang lulusan dari suatu universitas terkenal dari Australia, sebut saja "M University", ternyata pengalamannya menurut gue masih agak kurang, dan waktu pas di tanya memang sepertinya kurang menguasai pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Yah hasilnya bisa di tebak, gue sama temen gue gak merekomendasi orang ini ke HRD, kami malah menerima orang yang baru lulus beberapa bulan dari universitas lokal, meski dia tidak terlalu banyak pengalaman, entah kenapa dari cara dia menjawab dan menerangkan, kami mendapat kesan kalau orang ini bisa di kembangkan kemampuannya walau dia belum terlalu paham dengan pertanyaan yang kami ajukan. Dan setelah di terima, hasil pekerjaannya cukup lumayan untuk ukuran orang baru lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang gue mikir setelah itu, "Orang di terima pekerjaan itu emang kadang gak semata-mata karena kemampuan, tapi butuh hoki juga", gak tau ya pendapat gue itu bener apa enggak.... tapi yang jelas perasaan gue sekarang sih kayak begitu.... "Hoki" atau "Keberuntungan" memang suatu hal yang masih misteri :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-182385172949513497?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/182385172949513497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=182385172949513497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/182385172949513497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/182385172949513497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/08/interview.html' title='Interview'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-445115209495250744</id><published>2008-08-11T18:59:00.006+07:00</published><updated>2008-08-12T19:27:31.761+07:00</updated><title type='text'>2 Tahun Sudah...</title><content type='html'>Kemarin temen istri gue nikah, kami berdua menghadirinya. Tempat resepsinya cukup besar dan mewah untuk ukuran kota Bogor, letaknya pun strategis, tidak terlalu jauh dari ujung tol Jagorawi, yah sekitar 100an meter, dan yang tidak kalah penting, makanannya enak! :) Konon katanya untuk menyewa gedung ini saja paling tidak harus merogoh kocek sekitar 30juta, itupun kosong, tidak termasuk yang lain-lain hanya sewa gedung saja. Tamu undangannya pun tidak sedikit, karangan bunga tampak bertebaran dari berbagai Perusahaan, termasuk karangan bunga dari seorang mentri. Sudah pasti yang menggelar hajatan ini bukan orang biasa, setidaknya pejabat eselon menurut dugaan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kalo melihat resepsi semewah itu, rasanya sayang juga mengeluarkan uang sebanyak itu "hanya" untuk resepsi pernikahan. Terus terang ini jelas subyektif pendapat gue aja, karena kalo menurut pendapat gue nilai itu kalo di uangkan jumlahnya bakal lumayan untuk menyambung kehidupan setelah menikah, seperti beli rumah atau beli kendaraan :) Kebetulan gue juga dapet cerita (dasar gossip :p) kalo pengantennya sendiri secara penghasilan biasa aja, jadi gue ngebayangin bahwa &lt;i&gt;cash flow&lt;/i&gt; keuangan keluarga baru ini bisa (agak) kacau, karena biasanya harus membeli atau membayar kebutuhan rumah tangga yang dasar, kecuali kalo mereka memutuskan masih mau tinggal di rumah orang tua/mertua mungkin bisa lebih ringan atau bahkan bisa jadi masih dapet subsidi dari orang tua :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sendiri jadi inget kalo gue ternyata udah 2 tahun menikah, dan teringat masa-masa di mana gue sering bolak-balik tinggal di rumah orang tua dan mertua, jadi kadang 2 minggu di orang tua dan 2 minggu di mertua. Jadi kalo tinggal di mertua kadang suka ditelponin sama orang tua, begitu juga istri kalo tinggal di orang tua gue suka di telpon sama orang tuanya (mertua gue). Yah namanya juga orang tua ya... mungkin masih belum bisa 100% melepas begitu saja anaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat persisnya bulan Agustus 2006 atau 1 bulan setelah gue menikah, kawan istri gue nelpon gue pengen ngobrol-ngobrol dengan istri dan gue, kebetulan rumahnya gak terlalu jauh dari rumah mertua gue. Ternyata kawannya istri gue ini (dan gue baru nyadar kalo dia ternyata satu SMP ama gue :p) mau melahirkan. Nah berhubung dia mau melahirkan, dia berencana selama 6 bulan setelah kelahiran dia mau tinggal di rumah orang tuanya, karena kantornya dia lebih dekat ke rumah orang tuanya. Akibatnya dia meminta kami untuk "menjaga" rumahnya selama 6 bulan. Terus terang buat kami itu rejeki tersendiri karena setelah satu bulan memang sempet kepikiran untuk ngontrak sendiri, eh ini malah ada yang nawarin rumah untuk di tempatin, gratis lagi. Fasilitas di rumah seperti listrik, air dan telpon katanya sih di tanggung oleh yang punya rumah, wah makin tambah enak aja tinggal gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, akhirnya kami menempati rumah kawan kami ini. Kami bersyukur karena di berikan kesempatan untuk hidup mandiri dengan modal nyaris gratis. Tapi setelah berdiskusi dengan istri, sepertinya gak enak juga kalo kita menempati rumah tapi gak bayar apa-apa, akhirnya kami berdua memutuskan akan bilang sama temennya istri ini kalo listrik dan telpon biar kami aja yang bayar, dah ternyata kebetulan sekali... setelah melahirkan, kawan kami ini membutuhkan banyak biaya (tentu saja!) sehingga membayar listrik dan telepon tentu menambah beban mereka, jadi klop juga sih. Tapi untuk air yang punya rumah itu tetap yang membiayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kawan kami ini cukup strategis, letaknya persis di pinggir jalan. Akhirnya gue ngerasain juga tinggal di tempat strategis, dan kesimpulan gue adalah "tidak terlalu nyaman" :) bukannya tidak bersyukur, siapa yang gak mau di kasih ngontrak gratis! Tapi kalo kami nanti ngontrak atau beli rumah, kami sudah memikirkan untuk tidak tinggal di daerah yang strategis, karena:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Berisik, karena di pinggir jalan kadang sampai larut malam sering terdengar suara motor yang knalpontnya memekakkan telinga, padahal rumah ini terletak di jalan biasa, bukan jalan utama atau boulevard.&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Tidak terlalu aman, letak rumah ini berada di ujung trayek angkutan kota, jadi daerah ini cukup ramai oleh para calo angkot (kadang populer di sebut timer) dan tukang ojek. Jadi di depan rumah kawan kami ini ada pohon jambu, entah kenapa, rasanya kami sangat jarang merasakan jambu itu sampai matang, karena lebih sering di curi oleh orang-orang yang lewat di depan rumah, pernah gue beberapa kali memergoki, jam 10 malam, beberapa tukang ojek ngambil jambu sampe di bela-belain naik pohonnya, pas gue tegur langsung pada kabur gitu :) lucu deh liat orang nyolong panik dan kabur.... :)&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Cepet Kotor, karena di pinggir jalan ya mau gak mau debu-debu sering berterbangan masuk ke halaman, jadi yang namanya lantai pagi di pel, siang mesti udah penuh dengan debu, lebih-lebih kalo musim kemarau, tidak ketinggalan kaca juga jadi lebih sering kotor&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Biaya operasionalnya cukup mahal. Jadi rumah yang kami tempati ini berada di pinggir jalan dan itu ternyata memiliki konsekuensi, daya listrik yang terpasang tidak boleh kecil, kalo tidak salah listrik di rumah itu mencapai 2200 watt, untuk kami beruda jumlah itu terlalu besar, selain itu telepon di situ di hitung sebagai bisnis, jadi kalo di telpon rumah abodemennya sekitar 50 ribu di situ paling tidak harus 75 ribu. Seinget gue, biaya rutin untuk operasional rumah yang kami tempati itu paling tidak bisa mencapai hampir 500 ribu! jumlah yang tidak kecil menurut ukuran kami, segitu biaya air sudah di tanggung oleh yang punya rumah! kalo tidak tentu bisa lebih dari 500 ribu! Sejak saat itu gue ngebayangin betapa beratnya orang2 yang tinggal di daerah elit, dan ternyata bener, kawan gue tinggal sama tantenya di daerah menteng jakarta pusat, dan dia cerita biaya operasional untuk rumah mereka bisa mencapai 4 juta sebulan! dia cerita tantenya itu pengen pindah karena agak keberatan dengan biaya yang terlalu besar, kebetulan tantenya ini terpaksa tinggal disitu karena wasiat dari orang tuanya agar tetap tinggal dan tidak menjual rumah warisan, yang kebetulan si tantenya temen gue ini dapet jatah  rumah yang di menteng. Masak waktu gue cerita soal begini ke sodara gue, beliau bilang kalo biaya operasional segitu termasuk murah.... busyet... musti punya gaji berapa untuk tinggal di daerah strategis :)&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saat gue mulai pisah dari orang tua ini lah gue mulai berasa agak beratnya penyesuaian cash flow keuangan keluarga, jadi kembali ke soal penganten yang gue ceritaain di awal, gue bakal ngebayangin kalo mereka kemungkinan bisa agak kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga (karena secara gaji mereka biasa saja), lebih-lebih kalo orang udah menikah kadang keinginannya jadi bertambah :) seperti pengen jalan-jalan, nonton, belanja, beli mesin cuci, beli tv, dll. Ya mudah-mudahan si penganten baru itu bisa segera mandiri lah... Setelah menikah dan tinggal sendiri, memang harus ada yang di sesuaikan, seperti menyisihkan uang kita untuk membayar listrik, telpon, iuran warga, biaya kebersihan, dll. Kalo kita masih sama orang tua kan masih bisa &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt; jadi duitnya bisa lebih di hemat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, gue (dan istri gue) ngerasain, tinggal pisah dari orang tua itu memang lebih banyak menyenangkan, karena kita jadi lebih mandiri, dan pastinya lebih bebas kalo mau melakukan sesuatu :) seperti kalo kita males-malesan pengen tidur pagi sampe siang gak perlu harus merasa tidak enak pada mertua, kalo ada masalah antara suami istri juga tidak ada yang mendengar selama gak berisik tapinya yah ;p yah namanya juga berkeluarga, pasti masalah bakal selalu ada... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw kayaknya tulisan gue udah panjang juga yah...? padahal banyak banget yang pengen gue tulis, tapi oke lah.... nanti aja di lanjut ke tulisan berikutnya. Makasih buat yang udah mau baca tulisan ini sampe beres :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-445115209495250744?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/445115209495250744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=445115209495250744' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/445115209495250744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/445115209495250744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/08/2-tahun-sudah.html' title='2 Tahun Sudah...'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-1069736754417253672</id><published>2008-07-21T20:18:00.005+07:00</published><updated>2008-07-21T20:45:38.327+07:00</updated><title type='text'>Kontes Satu Tahun Perusahaan</title><content type='html'>Akhirnya gue udah ada ide buat ngisi kembali blog ini... gue mo cerita kalo kantor tempat gue kerja bulan ini genap berusia satu tahun (yup tempat gue gawe emang start-up company). Nah untuk merayakan satu tahun keberadaanya, kantor gue ngadain 3 kontes, yaitu: kontes ide/saran terbaik, kontes pendapat pegawai tentang perusahaan dan kontes yang ketiga yaitu kontes logo atau avatar satu tahun perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pegawai, yah gue mencoba untuk menyemarakan acara yang diadakan, gue ikut tiga-tiganya walau gue tau kalo kesempatan menang jadi juara 1 gak pernah tercapai. Sepertinya kalo untuk acara kontes atau lomba, hasilnya emang sudah sejak dari dahulu kala bisa ditebak, gue GAK PERNAH MENANG :( kadang sedih juga sih punya nasib kayak gitu.... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjaan sibuk banget, gak sempet untuk submit kontes sampai deadline, kebetulan banyak juga yang belum submit, akhirnya panitia berbaik hati memperpanjang sampai 3 hari, tapi payahnya pas udah diperpanjang gue masih belum sempet nemu ide untuk di submit, akhirnya muncul juga di detik-detik terakhir untuk kontes itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk yang logo, gue tiba-tiba kepikiran untuk buat avatar yang pengennya sih lucu, idenya tentara jaman dulu yang pake baju besi lengkap dengan perisai dan senjata tombah dengan tubuhnya agak di cebolin biar lebih lucu. Apa daya gue gak bisa gambar, akhirnya gue ceritain ide ini ke temen gue, dan gue menyuruh kalo ada yang bisa ngegambar tolong gambarin dengan imbalan hadiahnya di bagi dua :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata gak ada yang mau, terpaksalah gue coba bikin, meski tidak sebagaimana gambaran yang ada di kepala, gue tetep menuangkannya sebisanya sesuai kemampuan gue, dan hasilnya gue berhasil menciptakan gambar dengan memainkan lingkaran, garis, dan gradasi dengan suatu image editor (bajakan :p) dan hasilnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISQSBMA1gI/AAAAAAAAAAM/UoWbav7Qu6E/s1600-h/masvent-logo.png"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISQSBMA1gI/AAAAAAAAAAM/UoWbav7Qu6E/s320/masvent-logo.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225460106887484930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gambar jadi... bingung apa lagi yang musti di tambahin, akhirnya kepikiran aja ditambahin tulisan, yang kira-kira mengammbarkan bahwa ini adalah gambar prajurit dari suatu legiun, makanya pake kata "legionnaire" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah men-submit kontes 1, 2 dan 3 (logo) akhirnya di umumkanlah hasilnya:&lt;br /&gt;Kontes 1 : Gue gagal, gak dinominasikan sama sekali&lt;br /&gt;Kontes 2 : Gue gagal juga, gak ada dinominasikan sama sekali&lt;br /&gt;Kontes 3 : Gue masuk nominasi, akhirnya..... :) dan ternyata sangat ketat yang voting hasil gue adalah 6 pilihan banding 6 pilihan, tapi beruntung di detik terakhir ada yang memilih karya gue... dan hasilnya adalah gue juara..... wah rasanya seneng juga rasanya pecah juga mitos, untuk pertama kalinya gue menang untuk suatu acara kontes-kontesan.... dan hasilnya lumayan.... bisa dilihat di bawah: External hardisk dengan grafir nama perusahaan... Mantap Hardisk Western Digital 120GB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISR54RPSSI/AAAAAAAAAAU/_oKW03Jtv84/s1600-h/masvent-hardisk.png"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISR54RPSSI/AAAAAAAAAAU/_oKW03Jtv84/s320/masvent-hardisk.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225461891199879458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kontes ke-3 ini hadiahnya paling gede Hardisk WD 120GB, sedangkan kontes ke-1 dan ke-2 dapet USB Flash Disk 4GB... Jadi gak papa deh gak juara di kontes ke-1 dan kontes ke-2 yang penting juara di kontes ke-3 yang hadiahnya paling gede :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Walau ini gambar diatas buatan gue n gue bukan penggambar professional, tolong jangan main embat gambar gue yach.... thx lho&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-1069736754417253672?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/1069736754417253672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=1069736754417253672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/1069736754417253672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/1069736754417253672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/07/kontes-satu-tahun-perusahaan.html' title='Kontes Satu Tahun Perusahaan'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISQSBMA1gI/AAAAAAAAAAM/UoWbav7Qu6E/s72-c/masvent-logo.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-7763280573617589208</id><published>2007-12-22T08:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T09:47:47.620+07:00</updated><title type='text'>Minggu ke-51 2007</title><content type='html'>Hari sabtu di minggu ke-51 2007, menjelang akhir tahun.... tiba-tiba jadi pengen nulis blog yang sudah lama nganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sejak Iedul Adha kemarin, gue sekarang lagi santai-santai nih di rumah. Bebas dari ngurus kerjaan rutin. Pulang kerja sebelum libur panjang, KRL ekonomi yang ke Bogor penuh banget (kapan sih KRL Ekonomi gak penuh?) cuman kali ini keretanya padet banget ampe badan gak bisa gerak-gerak. Payung gue yang gue taruh di kantong tas gue ilang gara-gara kepenuhan penumpang, bahkan ada ibu-ibu yang sampe antingnya aja ilang gara-gara penumpangnya kepenuhan :( Sebel juga payung baru di pake udah ilang, heran payung aja masih di embat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah sholat Iedul Adha, seharian kerjaannya banyakan di depan komputer, mau ngerjain sesuatu... eh yang ada malah main game, &lt;i&gt;wasting time&lt;/i&gt;! Sore hari, datanglah dari panitia kurbanya yang ngasih daging kambing sama sapi, lumayan gak perlu ngantri &amp; rusuh kayak di berita tv-tv buat dapet daging gratis... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kemarin baru pinjem motor, jadilah pas hari Jum'at pagi di sempet-sempetin jalan-jalan ke Bogor nyari soto kuning. Gue gak tau soto kuning mana yang enak, cuma kalo yang gue pernah baca katanya sih di sekitar Gang Aut. Kebetulan di sekitar Gang Aut ada beberapa yang jualan, ya udah ambil secara 'radom' aja. Gue sama istri gue ambil dua potong cungkring begitu juga istri gue ambil satu potong cungkring sama satu potong daging kepala. Sama nasi, harga soto yang kami harus bayar Rp 15.000 berarti sekitar Rp 7.500 per mangkok dengan perkiraan harga nasi sekitar Rp 1.500 dan cungkringnya Rp 3.000 per potong. Soal rasa yah.... lumayan enak, kuahnya warna kuning (namanya juga soto kuning!) enak, rasa santan dan bumbu rempah-rempahnya begitu berasa.... hmmm lumayan deh, kapan-kapan mungkin bisa di coba lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari makan soto, iseng-iseng motor gue arahin ke suatu perumahan 'mewah' di daerah antara TMP Dreded &amp; Bondongan. Perumahan ini memiliki suasana yang cukup menarik, enak untuk di buat rekreasi, hanya saja begitulah tipikal rumah di Indonesia, keren di perumahaanya tapi keliatan kampungan banget di sekitar perumahannya, jadi agak-agak kontras, seperti melihat 'surga' dan 'bukan surga'. Rencananya di sini mau di bikin tempat perbelanjaan dengan trotoar yang lebar-lebar, seperti nama jalan di Singapura yang memang beken sebagai tempat belanja. Di sini juga di udah di buka tempat wisata air yang konon katanya terbesar di Indonesia. Sayangnya gue kok gak tau tempatnya di mana, emang kebetulan gue juga gak ngiderin semua komplek itu. Secara keseluruhan, lingkungan di dalam perumahan itu sangat enak dan nyaman, pemandangannya indah dengan 'view' menghadap ke Gunung Salak dan Gunung Pangrango. Cuma ya itu dia, keluar dari perumahan itu kayak balik lagi ke kehidupan 'normal' -- macet, angkot ngetem sembarangan, polusi udara, panas, dll!, agak kontras antara keindahan di lingkungan perumahan dengan lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang harinya, kebetulan temennya istri gue main ke Bogor. Sambil berhujan-hujanan kami berdua naik motor ke tempat janjian ketemuan. Temen istri gue ini kebetulan lagi kerja di daerah Pekanbaru, dan dari cerita-ceritanyanya cukup menarik juga menurut gue. Jadi dia cerita di daerah Sumatra itu masih banyak banget hutan-hutan dan perkebunan, kata selama 3 jam perjalanan bisa jadi yang di lihat itu cuma hutan-hutan atau kebun kelapa sawit. Adakalanya di tengah perkebunan sawit ada rumah-rumah transmigran yang cukup ramai dan semarak, bahkan semenjak booming harga kelapa sawit, banyak dealer mobil yang menawarkan mobil-mobil kepada mereka, dan kerennya lagi mobil disana laku kayak 'kacang goreng'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya yang bisa menikmati itu kebanyakan adalah transmigran yang berasal dari pulau jawa, sedang penduduk aslinya kondisi ekonominya tidak berubah. Kalo kata temennya istri gue ini, memang di pulau ini suku-sukunya memiliki 'stereotype' tertentu. Kalo orang dari jawa ditanya mau pergi kemana, dia akan bilang cari kerja, kalo orang dari suku X (gak usah di sebut ya!) dia akan bilang cari angin (karena mereka itu males-malesan katanya), kalo orang dari suku Y ditanya dia akan jawab cari duit. Alhasil perekenomian di wilayah itu lebih banyak di nikmati oleh kaum pendatang. Penduduk asli yang males, katanya suka jadi 'preman', sehingga tak heran kalo temen gue ini bawa barang dengan truk kontainer, maka lebih aman jika membawa pengawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang gue jadi lebih paham, kenapa Polisi dan TNI di daerah suka bentrok fisik (kadang dengan senjata). Karena setelah jaman reformasi para tentara tidak di perkenankan membawa senjata, akibatnya perusahaan-perusahaan lebih memilih menggunakan Brimob untuk mengawal barang. Karena pernah kejadian kata temen kalo tentara itu kalah sama preman akibat gak punya senjata. Kalo udah begitu jelas aja ada kecemburuan sosial, soalnya sekarang polisi jadi terlihat 'lebih makmur' ketimbang tentara. Tapi kalo kata temen istri gue ini, semenjak polisi dipegang Jend. Sutanto suasana di jalanan sumatra jadi lebih aman ketimbang dulu. Memang yang namanya penjahat mah tetep ada, bahkan kalo kata istrinya, pernah suatu malam polisi sama perampok kejar-kejaran sambil nembakin di depan rumahnya... wah ternyata tinggal di sumatra masih serem juga ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya selama liburan ini, gue akhirnya sempet juga baca buku yang gue beli dengan harga diskon Rp 10.000 yang &lt;a href="http://www.inibuku.com/display.php?d=cb-kbk&amp;bkp=G01RALE01"&gt;aslinya harga Rp 65.000&lt;/a&gt;. Buku yang berjudul "Tyranny of the Bottom Line (Mengapa Banyak Perusahaan Membuat Orang Baik Bertindak Buruk)" cukup menarik juga menceritakan bagaimana perusahaan-perusahaan demi mengejar keuntungan mengorbankan kepentingan 'stakeholder' . Di situ di sebutkan bahwa 23% perusahaan yang terdaftar di Fortune 500 ternyata pernah terindikasi atau terbukti bersalah melakukan pelanggaran atau kecurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila emang parah juga tuh kiprah perusahaan-perusahaan besar kalo menurut buku itu. Di buku itu di ceritakan bagaimana suatu perusahaan yang sangat besar tiba-tiba memutuskan menutup pabrik untuk di pindahkan ke negara berkembang dengan alasan penghematan. Dan impactnya jelas terasa, pabrik yang ditutup itu telah menimbulkan kemerosotan ekonomi, pengangguran semakin banyak, kekerasan semakin banyak terjadi, begitu pula dengan tingak bunuh diri yang semakin banyak. Gue nangkep kesan bahwa si penulis buku ini ingin menekankan bahaya memfokuskan pada Bottom Line (angka rekap final tentang keuntungan/kerugian dari suatu neraca keuangan), ada hal-hal lain yang tidak pernah di perhitungan dalam laporan keuangan seperti dampak sosial, ekonomi bagi masyarakat sekitar yang terkena imbas dari perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ gue jadi mikir, ternyata perusahaan gede yang kelihatan mentereng tidak selamanya baik. Setelah gue menyatakan resign dari tempat yang sekarang rabu kemarin (meski belum ada surat resmi) gue jadi harap-harap cemas, dapet gak ya tempat kerja yang baru, yang suasananya lebih enak. Di pikir-pikir gue nekat juga &lt;i&gt;resign&lt;/i&gt; tapi belum di terima kerja di manapun, memang sih udah ada perusahaan yang bilang mau pake tenaga gue buat '&lt;i&gt;maintain system&lt;/i&gt;'-nya, tapi itu semua belum pasti juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe dasar nekat juga gue, udah punya tanggungan malah berhenti kerja. Tapi Bismillah deh, mudah-mudahan di awal tahun 2008 gue bisa dapet tempat kerja yang lebih baik. Gak muluk-muluk harapan gue, dapet suasana kerja yang kondusif, temen-temen dan lingkungan kerja yang baik, dan kalo bisa kompensasi materi yang diberikan lebih menarik :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-7763280573617589208?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/7763280573617589208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=7763280573617589208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7763280573617589208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7763280573617589208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2007/12/minggu-ke-51-2007.html' title='Minggu ke-51 2007'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-4894712491983853261</id><published>2007-06-24T20:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-24T21:09:56.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Test Blog</title><content type='html'>Asli udah ampir setahun gue gak pernah posting blog ini. Sebenernya sih bukannya males ngisi blog, hanya saja di tempat yang sekarang tidak memungkinkan untuk mengakses blogger dan blogspot, sehingga aktifitas mengisi blog terpaksa tidak pernah diisi lagi. Nah kebetulan sekarang lagi di tempat sodara lagi pake internet, jadi bisa numpang deh buat nulis.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya banyak banget lho kejadian yang gue alami setelah menikah, dari yang membahagiakan, dan menyedihkan ada. Tapi berhubung nulis postingnya ini lagi gak diniatin, jadi gue cuma mau cerita kalu hari ini gue baru pulang dari Sukabumi naik motor sama istri gue. Untung punya istri yang doyan di ajak naik motor, jadi semenjak gue nikah gue udah sering jalan-jalan naik motor bareng istri gue. Paling jauh gue udah menempuh Bogor-Majalengka via Bandung. Dan itu udah di lakukan 2 kali yang pertama pulang pergi menghabiskan jarak sekitar 600 KM pulang pergi, yang kedua habis sekitar 500 KM. Yah... lumayan bikin gempor deh.... tapi alhamdulillah kami berdua seneng-seneng aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... bingung mau nulis detailnya kayak gimana yah...? ya udah deh untuk sementara udahan dulu yach.... *gak sempet mikir mau nulis apa lagi*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-4894712491983853261?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/4894712491983853261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=4894712491983853261' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/4894712491983853261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/4894712491983853261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2007/06/test-blog.html' title='Test Blog'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-115155245405678683</id><published>2006-06-29T10:31:00.000+07:00</published><updated>2006-06-29T11:20:38.220+07:00</updated><title type='text'>Kabar dari Gue</title><content type='html'>Lumayan lama juga blog ini gak diisi nih...:p Jadi setelah agak lama gak diisi, gue pengen ngasih tau kalo Insya Allah gue udah ketemu jodoh gue... Nah, Insya Allah hari Sabtu tanggal 8 Juli 2006 gue akan menikah dengan jodoh gue itu :p Buat semuanya mohon doa restunya ya.. supaya kami bisa jadi keluarga yang bahagia, penuh keberkahan, dan mendapat ridho dari Allah SWT, Amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi sebagian orang, berita ini cukup mendadak, ya sorry kalo gak sempet cerita-cerita, lebih-lebih buat temen-temen gue yang lumayan deket. Sedikit cerita, calon istri gue ini adalah temen gue waktu SMA dulu, udah gitu pernah sekelas waktu kelas 1 dan 2 (yah... gak jauh-jauh lah :p). Entah kenapa tiba-tiba kok jadi sama temen lama, gue juga gak tau deh... sepertinya terjadi begitu saja... :p Tapi dari situ gue makin menyadari kalo jodoh itu memang bisa datang dari mana aja. Padahal dulu itu gue sempat bertekad, gak akan cari jodoh dari temen-temen sehari-hari kayak temen Sekolah, Kuliah, Kerja atau tetangga. Tapi nasib berkata lain... tiba-tiba gue bertemu teman lama, saling ngobrol dan yah... begitulah... (silahkan di dilanjutkan sendiri :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya sih... seinget gue, gue cuma butuh waktu yang relatif singkat untuk memutuskan bahwa dia "orang yang tepat" buat gue nikahi sebagai calon istri:p  Setelah yakin, gue langsung menghadap ke orang tuanya, ya apalagi kalo bukan untuk mengutarakan keseriusan gue dengan anaknya, dan alhamdulillah mereka setuju dan sepertinya cukup senang:p. Baru beberapa saat kemudian gue minta orang tua gue untuk ngelamar:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue gak tau apa langkah gue tadi terlalu cepat atau justru terlalu lambat, hmmm ya relatif lah. Tapi kayaknya sih dibanding-bandingin dengan beberapa orang, mungkin terlalu cepet kali ya...:p Tapi gak masalah, kalo kita udah cocok dengan calon jodoh kita, buat apa juga musti dilama-lamain. Kalo kata bokap gue, "Permudah pernikahan, persulit perceraian". Jadi langkah gue untuk ke arah sana malah didukukung banget ya Alhamdulillah deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keuntungan dapet jodoh dari temen sendiri adalah, loe dah tau gimana dia sebelumnya, loe dengan dia sama-sama udah tau modal masing-masing, kelebihan dan kejelekannya... Tapi disisi lain kalo loe berjodoh dengan temen lama, bisa jadi beberapa orang atau temen deket jadi usil buat ngeledek, seperti bilang "Busyet... gak bisa lebih kreatif apa cari calon?", "Loe gak gaul amat sih! masa dapetnya dia?", "Ya ampun, gak ada yang lain apa?", dll :p. Terlepas dari itu semua komentar itu... gue gak perlu diambil pusing... yang jelas gue udah ngerasa cocok, buat apa juga harus pusing dengerin komentar mereka, selain itu antara gue dan keluarga gue dengan dia dan keluarganya juga udah cocok, kan katanya orang nikah itu bukan hanya menyatukan 2 orang tapi juga keluarga besarnya... jadi ya udah apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti punya kekurangan, itu pasti! Manusia itu tidak ada yang sempurna. Karenanya sangat tidak realistis bagi kita kalo mengharapkan mendapatkan jodoh yang sangat sempurna, sampai kapanpun bakal sulit dicari! Ada yang cantik, tapi kelakuannya kok agak kurang OK, ada yang baik tapi pemikiran kita gak cocok atau nyambung dengan dia, dll. Alhamdulillah gue bisa sadar akan hal itu, sehingga dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya, gue yakin dia punya potensi tersendiri, dan yang paling penting pemikirannya cukup banyak yang nyambung dengan gue (penting banget tuh!)... Dari banyak kesempatan gue ngobrol dengan para cewek-cewek rasanya cuma dia yang membuat gue nyaman dalam ngobrol, sebagai lelaki loe jadi merasa di hargai, so dipikir-pikir kenapa juga gak dicoba untuk meminta dia dijadikan teman spesial?:p Toh gak ada ruginya... paling sial cuma di tolak:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo menurut calon gue, dia adalah tipe cewek dengan pemikiran masa lalu (konservatif?), katanya dia pengen kalo nanti sudah menikah dia ingin jadi ibu rumah tangga baik, yang lebih banyak menyibukan diri dengan aktifitas rumah tangga ketimbang mengejar karir pekerjaan yang tinggi, kalaupun harus bekerja dia pengen cari kerjaan yang tidak mengganggu waktunya dengan keluarga. Ya kalo kata gue sih terserah aja kalo emang dia maunya begitu, lagi pula gue seneng juga sih, dia punya pemikiran gitu... karena ternyata gue juga sepertinya termasuk tipikal lelaki dengan pola pikir masa lalu (konservtif?) :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena punya pemikiran itu dia pernah berdebat dengan temen-temen wanitanya di tempat dia bekerja, para wanita itu mengatakan "Jaman sekarang gak jaman lagi wanita tergantung sama laki-laki!", "Kalo loe kerjanya ngurus keluarga, lama-lama loe bakal direndahin sama suami!", "Jaman sekarang mah udah canggih, para wanita bisa tetep bebas kerja, kalo punya anak bisa diasuh ke pengasuh anak", dll. Terus terang gue gak tau komentar teman-temanya itu bener apa enggak, gue cuma diceritain aja sama calon gue. Ya berhubung gue setuju dengan pemikirannya, ya gue bilang aja ke dia, kalo gue pernah baca kalo "Pola pikir manusia terhadap kehidupan sosialnya itu tidak berjalan seiring dengan teknologi yang dikembangkan manusia", maksudnya dari waktu ke waktu teknologi yang diciptakan manusia itu semakin lama semakin canggih, seperti dulu manusia membangun rumah atau gedung yang sederhana, tapi seiring waktu semakin semakin besar, semakin tinggi menjulang, semakin canggih, komputer dari dulu sampe sekarang semakin canggih, semakin praktis, semakin banyak manfaat, dan lain-lain. Tapi pemikiran manusia terhadap kehidupan sosialnya berbeda dengan perkembangan teknologi. Pola pemikiran manusia yang sekarang &lt;u&gt;belum tentu&lt;/u&gt; lebih baik dibanding pola pikir manusia masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia masa lalu menganggap hubungan laki-laki dan perempuan haruslah dalam suatu ikatan pernikahan, beberapa manusia yang mengaku "modern" tidak percaya kalo laki-laki dan perempuan harus menikah, yang penting kasih sayang. Atau manusia masa lalu menganggap hubungan cinta itu harus dengan lawan jenis bukan dengan sesama jenis, tapi beberapa manusia yang mengaku "modern" menganggap kasih sayang tidak ditentukan oleh lawan jenis, selama saling menyayangi tidak masalah meskipun itu dilakukan dengan sesama jenis. Dengan suatu standar acuan tertentu, maka orang bisa menilai mana sebenernya yang lebih baik diantara pendapat-pendapat itu. Kalo menurut agama yang gue yakini, tentu saja yang lebih baik adalah pemikiran yang menurut sebagian orang "modern" adalah pemikiran kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang dan cinta, rasanya hal itu yang selalu dijadikan alasan. Temen gue pernah bilang jangan terlalu percaya dengan alasan cinta. Dia bilang, gak bisa menerima pemikiran dari seorang anak yang rela memilih kata-kata sang kekasih ketimbang kedua orang tuanya, kalo perlu kawin lari meski tanpa persetujuan orang tua, dan semua itu mengatasnamakan cinta!. Tak sadarkah orang-orang itu, bahwa dia meninggalkan kedua orang tuanya yang sudah memberikan kasih sayang tanpa pamrih dari orang tua demi seseorang yang baru dikenal dalam hidupnya dan semua itu dilakukan atas nama cinta! Padahal cinta dari kedua orang tuanya sudah lebih terbukti dan teruji ketimbang cinta dari orang yang baru dikenal itu! So intinya kawin lari tidak baik!, kecuali kalo kedua orang tuanya itu memang menjerumuskan ke arah keburukan atau bertentangan dengan ajaran agama ya tidak ada alasan untuk menuruti orang tua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut agama sangat dianjurkan untuk mempercepat pernikahan, maka dari itu gue rasa sebaiknya ya gue percepat aja. Tadinya mau entar-entar aja, tapi menunda pernikahan sampai waktu yang tidak jelas kayaknya juga gak baik, disamping bisa nambah-nambah dosa. Pernah gue membaca bahwa nabi bersabda (kalo gak salah) "Barang siapa sudah diberi kesanggupan untuk menikah, tapi dia tidak mau melakukan karena takut akan rejekinya, maka dia bukan umat ku" Wah dalem tuh, jangan sampe kita gak diaku hanya gara-gara kita takut gak ada rejeki (materi) Tadinya gue mikir gue harus mapan sebelum menikah, gue musti punya ini dan itu. gue merasa masih belum punya apa-apa, masih banyak yang harus gue capai sebelum gue menikah, tapi setelah itu dipikir-pikir rasanya alasan itu kurang tepat. Selama kita bersungguh-sungguh mau bekerja demi keluarga sedikit dan banyak hasil yang kita capai rasanya tidak menjadi masalah, lagi pula keberkahan dalam hidup tidak ditentukan oleh banyaknya yang kita terima, tapi ditentukan oleh banyak tidaknya kita bersyukur dengan anugrah Tuhan yang sudah diberikan kepada kita. *sok tahu... padahal masih jarang bersyukur juga:(* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang alasan lain untuk tidak mempercepat pernikahan, adalah karena alasan belum ada biaya untuk melaksanakan resepsi pernikahan. Ya hal ini juga sempat kepikiran buat gue, tapi gue piker-pikir syarat sah nikah sederhana aja yang penting ada mempelai pria, mempelai wanita, akad nikah, mahar dan saksi (sory kalo ada yang kelewatan:p). Tidak ada dalam aturan agama yang menyatakan bahwa jika pernikahannya tidak megah, digedung dengan mengundang sekian ratus orang dengan menu makanan yang berlimpah maka pernikahan kita tidak sah! Agama sudah mempermudah, mengapa juga kita harus mempersulit diri *sok tau deh gue*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang ya bagaimanapun kita hidup tidak bisa lepas begitu saja dari aturan adat. Kalo menurut gue, kalo kita sudah yakin dengan apa yang sudah digariskan oleh agama, kenapa juga kita tetap ngotot mempertahankan aturan adat yang jelas-jelas buatan manusia yang tidak sempurna. Alhamdulillah calon gue setuju dengan kesederhanaan, gak mau mempersulit dengan aturan adat yang kalo di laksanain bisa-bisa bikin gue atau orang-orang semakin gak berani untuk menikah. Jadi gue dengan calon gue sudah sepakat untuk menikah dengan mengadakan resepsi di rumah calon gue secara sederhana, apa adanya. Kami gak mau memaksakan diri untuk melaksanakan resepsi secara besar-besaran atau megah, hanya untuk menjaga gengsi, karena kenyataannya kami ya seperti itu apa adanya, jadi kalo ada yang datang ke resepsi kami ya seperti itulah kami apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang pernikahan itu sekali seumur hidup jadi ya wajar kalo dirayakan gede-gedean, menurut gue sih gak masalah selama itu didalam kemampuannya, kalo enggak ya jangan dipaksa. Lagipula kebahagian dan keberkahan suatu pernikahan tidak ditentukan oleh besar kecilnya acara resepsinya. Jangan sampe deh melaksanakan resepsi secara besar-besaran melebihi kemampuannya sampe pake berhutang kepada orang lain. Kata sebuah buku, Allah berfirman "Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan adalah makhluk yang sangat ingkar kepada Rabbnya." Selain itu jangan sampe mengadakan resepsi gede-gedean sampe melupakan saudara yang kurang mampu. Agama sudah melarang mengkhususkan undangan resepsi bagi orang kaya saja, menurut Rasulullah SAW, dari HR Bukhari, Muslim "Seburuk-buruk makanan ialah makanan pada sebuah walimah (resepsi pernikahan) yang didalamnya hanya berisikan orang-orang kaya dan terlarang bagi orang-orang miskin" (Hal 237 dari buku "Kado Perkawinan" Pustaka Azzam, cetakan kesepuluh Agustus 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... dengan niat ibadah, Bismillah... gue coba kuatkan diri dan mental untuk menikah, belajar untuk bertanggung jawab terhadap hidup kita dan keluarga. Gue sadar, sesadar-sesadarnya bahwa nikah itu tidak mudah, penuh cobaan, penuh godaan, penuh pengorbanan dan hal-hal yang belum tentu nikmat, tapi ya sudahlah... niatkan saja sebagai ibadah siapa tau niat baik ini bisa diterima oleh Yang Maha Kuasa, sehingga apa yang kita bayangkan sulit nantinya justru malah di mudahkan... Amien. Lagipula ada yang mengatakan bahwa membiarkan diri sendiri dalam ketakutan dalam menghadapi pernikahan, dikhawatirkan dia bisa merusak diri sendiri! Ketakutan menghadapi pernikahan itu mungkin seperti ketakutan berbicara di depan umum, pada awalnya sangat takut tidak tahu harus berbicara apa didepan umum. Barangkali menikah seperti itu, sekilas terlihat sulit, tapi siapa tahu setelah dijalani tidak sesulit yang dibayangkan, mudah-mudahan. Jadi... teman-teman, kami mohon doanya ya... semoga kami dapat menjadi keluarga yang siap dan kuat menghadapi berbagai cobaan, bisa bahagia di dunia dan akhirat, amien!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Barangkali ada yang mau datang ke tempat walimah, Insya Allah acaranya hari Sabtu 8 Juli 2006 jam 10 pagi sampai jam 5 sore di rumah calon mertua gue:p, alamatnya di Jalan Pamikul 5, Bantar Jati, Bogor Utara. Kalo dari Stasiun Bogor, jalan kaki sebentar ke arah Istana Bogor atau bisa naik angkot 02 turun di depan halaman Istana Bogor (Depan SMA 1 Bogor), terus naik angkot 08, nanti ke sopirnya bilang turun di Pamikul, terus jalan kaki sebentar deh. Kalo dari jalan tol terus aja ke arah tugu kujang (setelah KFC) terus ngikutin aja trayek angkot 08 . Kalo punya petanya Gunther W. Holtorf "Jakarta Jabotabek edisi 12 2001/02", lokasinya ada di halaman "201 K 09"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB2: Kalo ada kata-kata gue yang salah atau menyinggung perasaan, sok tau, sok ngerti. Harap di maklum ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-115155245405678683?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/115155245405678683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=115155245405678683' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155245405678683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155245405678683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/06/kabar-dari-gue.html' title='Kabar dari Gue'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-115155154412373177</id><published>2006-06-28T08:08:00.000+07:00</published><updated>2006-06-29T10:25:44.453+07:00</updated><title type='text'>Berat di Dosa</title><content type='html'>Akhir-akhir ini sering banget denger berita bencana alam. Tahun sebelumnya ada Tsunami, tahun ini ada bencana gempa di DIY &amp; Jateng, Lampung, Merapi mau meletus dan gak jelas kapan mau berhentinya, banjir air di musim kemarau di berbagai daerah seperti di Sinjai, dan berbagai bencana-bencana lainnya. Parah banget… kalo menurut perhitungan ilmiah bisa jadi beberapa bencana alam ini akibat aktifitas normal dari alam, tapi bisa juga akibat kesalahan manusia seperti penebangan hutan yang kebablasan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sebabnya seperti yang disebut itu sih memang masih masuk akal, tapi entah kenapa gue sih lebih suka ngeliat dari sisi yang gak ilmiah, gue sih mikirnya, mungkin kejadian ini semua gara-gara orang-orang yang tinggal di daerah bencana banyak dosa. Sorry kasar banget ya tulisan gue ini! orang udah susah kena musibah masih disalahin juga kalo mereka punya banyak dosa, sehingga terkesan gue gak perlu berkasih-kasihan pada korban bencana alam itu. Gue juga gak tau kenapa gue mikir seperti itu, tapi akhir-akhir ini gue lebih suka aja ngehubungin bencana alam yang terjadi dengan dosa-dosa manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi beberapa waktu yang lalu gue iseng tuh baca kisah para nabi-nabi, seru juga ternyata dan sedikit banyak membuat gue jadi sedikit berfikir. Kalo baca cerita para nabi, terkesan kalo manusia jaman dulu itu kayaknya deket banget hubungan antara manusia dengan Tuhan-nya. Gak kayak sekarang yang udah gak ada lagi nabi, manusia jaman dulu pada punya nabi sebagai manusia pilihan yang memiliki kelebihan untuk berkomunikasi dengan Tuhan, seperti mendapat wahyu atau petunjuk.. kalo sekarang kan gak ada... Selain terkesan dekat dengan Tuhan, gue nangkep kesan kalo jaman dulu itu Tuhan lebih cepat memberikan hukuman kepada manusia yang durhaka kepada Tuhan-nya ketimbang jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue bilang… ‘Manusia jaman dulu punya nabi jadi kalo mereka gak mau denger apa yang nabi bilang, maka bencana atau azab langsung terjadi dan waktunya tidak lama-lama, sedangkan jaman sekarang manusianya sudah tidak punya Nabi lagi, sehingga Tuhan masih berbaik hati untuk memperlambat datangnya azab di banding umat manusia yang terdahulu. Jadi adil laah…’ kata temen gue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi inget kisah umat Nabi Luth. Nabi Luth merupakan nabi yang hidup sejaman dengan Nabi Ibrahim. Di ceritakan bahwa pada saat itu umat Nabi Luth banyak yang melakukan perbuatan dosa yang belum pernah dilakukan umat manusia sebelumnya, yaitu praktik Homoseks (hubungan sesama jenis). Diceritakan bahwa Nabi Luth tidak henti-hentinya menghimbau umatnya untuk segera insyaf agar kaum laki-lakinya kembali ke jalan yang normal yaitu hanya berhubungan dengan istri-istri mereka, bukan dengan para lelaki yang lain. Setiap di himbau mereka malah marah dan mengancam akan mengusir nabi Luth dari lingkungan mereka, menurut cerita daerah itu bernama Sodom. Tuhan sudah berkehendak untuk menghukum mereka, dan katanya cerita nih…, Nabi Ibrahim berdoa kepada Tuhan agar menyelematkan saudaranya Nabi Luth dari azab itu, Tuhan mengabulkan doa itu dengan mengirimkan dua malaikat ke kota tempat nabi Luth. Kedua malaikat yang menyamar sebagai laki-laki ganteng itu bertemu dengan dua anak perempuan nabi Luth di batas kota. Kedua malaikat itu minta kepada anak nabi Luth suapaya dipermukan dengan nabi Luth. Kemudian putri nabi Luth melaporkan adanya tamu itu ke ayahnya. Malam hari Nabi Luth baru bisa menjemput tamunya yang ganteng, karena kalo siang-siang bisa-bisa umatnya bakal tau ada laki-laki ganteng dan bakal merebut tamu laki-laki ganteng itu untuk dijadikan pemuas nafsu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar emang udah parah, meski udah dijemput malem-malem, tau juga para penduduk kalo nabi Luth lagi kedatangan tamu laki-laki yang ganteng, dan mereka menggedor-gedor rumah Nabi Luth supaya bisa mendapatkan laki-laki ganteng yang sebenarnya adalah malaikat. Nabi Luth sampai memperingatkan para penduduknya untuk berlaku sopan, jangan membuat malu dia di depan tamu-tamunya. Dasar emang udah gitu kelakuannya, mereka ngotot pengen dapetin tamu cowok yang ganteng. Saat itulah Nabi Luth di beritahu oleh tamunya bahwa dia sebenarnya adalah malaikat yang menyuruh nabi Luth untuk keluar dari kota Sodom, karena pagi harinya akan ada azab besar di kota itu sebagai balasan perbuatan tercela kaum nabi Luth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya nabi Luth keluar bersama anak-anak perempuannya dan Istrinya. Pada pagi hari saat matahari mulai terbit terlihat batu-batu besar yang menghujani kota itu, bumi di putar balikkan, musnah semua manusia. Istri Nabi Luth menurut cerita termasuk istri yang durhaka, keikutsertaannya bersama Nabi Luth dan putri-putrinya di iringi dengan keraguan, dan Istri nabi Luth termasuk golongan yang mendapat azab. Di cerita para nabi dikisahkan bahwa tidak semua nabi itu orang yang beriman, salah satunya adalah keluarga Nabi Luth yaitu istrinya. Sedang Nabi Nuh, anggota keluarga yang tidak beriman adalah anaknya, dan semua anggota yang tidak beriman itu merasakan siksa yang pedih akibat perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dengan sekarang, praktik homoseks sudah tersebar luas dan tanpa malu-malu. Mereka tampak tidak malu mempertontonkan penyimpangan mereka. Mereka justru tidak mau perilaku mereka dianggap menyimpang, mereka meminta masyarakat menganggap aktifitas mereka adalah wajar dan normal, apakah mereka lupa kalo azab yang di turunkan kepada umat Nabi Luth akibat perbutan homoseks?. Pernah ada di salah satu acara talk show, orang-orang yang melakukan praktik homoseks ini ditanya apakah mereka tidak takut kepada Tuhan, karena perbuatan mereka dianggap melanggar larangan Tuhan? Mereka malah menjawab bahwa justru mereka menjalankan perintah Tuhan untuk memberi cinta dan kasih sayang kepada manusia lain, dan mereka menganggap perilaku mereka adalah wujud dari perintah Tuhan dalam cinta dan kasih sayang, hanya saja dalam bentuk yang beda. Tapi kok bisa sih beralasan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang malah mungkin lebih parah, mereka sampe perlu meminta pemerintah mereka untuk mengakui keberadaan mereka, salah satunya adalah dengan membuatkan undang-undang yang mengizinkan pernikahan sesama jenis. Lelucon apalagi ini? :( Dan beberapa Negara memang sudah ada yang mengakomodir permintaan mereka. Kalo semua manusia hanya mencintai sesama jenisnya saja bisa habis sudah eksistensi manusia di muka bumi, gak bakal ada lagi keturunan manusia! Meskipun begitu sepertinya Tuhan saat ini masih cukup sabar untuk tidak menurunkan azab yang pedih kepada para manusia-manusia yang melampaui batas seperti umat nabi Luth!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dipikir-pikir umat jaman sekarang ini dosanya lebih banyak daripada umat-umat yang terdahulu. Kalo kata temen gue, umat jaman dulu jenis dosa yang dilakukan gak sebanyak jenis dosa yang dilakukan oleh umat masa kini! Tuhan masih baik untuk menunda itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah kejadian bencana alam di Indonesia ini, gue jadi mikir jangan-jangan Tuhan sudah mulai menegur manusia Indonesia supaya kembali ke jalan yang lurus. Kalo menurut Islam, semua orang yang mengakui Islam tidak boleh memiliki Tuhan selain Allah, tapi yang terjadi sebaliknya. Konon di DIY sebagian orang-orang sangat percaya akan kekuatan Nyi Roro Kidul, sehingga apa-apa selalu dihubungkan dengan dia. Secara sadar atau tidak sadar meski mengaku beragama Islam, tetep aja mereka masih percaya dengan Nyi Roro Kidul, dan perbuatan ini merupakan perbuatan Syirik yang merupakan salah satu dosa besar. Meski begitu, anehnya orang sekarang gak sadar-sadar kembali ke jalan yang lurus dan malah gak malu dan terang-terangan berbuat syirik. Lihat aja contohnya di koran-koran, sekarang para dukun gak malu-malu menawarkan iklan kemusyrikan meskipun dengan pemanis kata-kata dari agama. Mereka menawarkan janji kebahagiaan dengan aneka susuk, pelet, jimat, santet, penglaris dan lain-lain. Biar lebih keren, para dukun pun lebih suka menyebut mereka sebagai Paranormal, Supranaturalis, dan lain-lain tapi hakikatnya sih tetep aja Dukun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berfikir kalo kesialan yang di dapet itu akibat dosa sendiri, gue juga jadi harus jujur mengakui kalo gue pernah mengalami kejadian gak enak dan itu sepertinya akibat dosa gue. Jadi gue pernah kehilangan dompet, isinya sih gak seberapa, tapi di dalem itu ada semua barang penting seperti KTP, kartu ATM, SIM, Kartu Pass, dll. Biasanya gue naro dengan benar, entah kenapa pada suatu hari gue teledor naro dompetnya sehingga dompetnya jadi hilang. Setalah dipikir-pikir kayaknya beberapa waktu sebelumnya gue emang pernah melakukan kesalahan yang kalo menurut gue sih biasa aja karena waktu itu gue lagi kesel, tapi sebenernya itu dosa karena membuat orang jadi sakit hati… dan akhirnya gue harus ikhlas mengakui kalo kejadian yang menimpa gue itu emang layak gue terima, semua itu akibat dosa-dosa yang gue lakukan tanpa gue sadari.… Barangkali kita (kita? Gue kali ya? :p) harus instrospeksi terhadap semua aktifitas yang kita lakukan, menurut kita biasa-biasa aja, tapi boleh jadi itu semua dosa yang seharusnya tidak boleh dilakukan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gue pernah kehilangan barang dan uang, setelah diinget-inget, ternyata gue emang lupa bayar zakat, padahal bayar zakat adalah kewajiban dan gue sempat melalaikan itu. Bener emang kata temen gue, Allah menyuruh setiap manusia yang sudah masuk kategori wajib zakat untuk selalu mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat. Jika kita menolak maka Allah pasti akan memaksa kita untuk mengeluarkan uang yang seharusnya itu dengan bentuk atau cara yang lain, entah itu dalam bentuk kehilangan uang/barang, kecopetan, di tipu, kebakaran, kecelakaan, sakit, dan lain-lain. Dan rasanya lebih baik jika kita mengeluarkan uang kita untuk zakat dengan sukarela ketimbang mengeluarkan uang kita dengan cara yang tidak enak seperti disebut tadi… :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mungkin saja, bencana alam yang datang bertubi-tubi ini bukan tidak mungkin adalah peringatan dari Tuhan kepada hambanya supaya sadar dan kembali ke jalan yang lurus! Wallahualam… Ampunilah hambamu ini ya Allah…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-115155154412373177?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/115155154412373177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=115155154412373177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155154412373177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155154412373177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/06/berat-di-dosa.html' title='Berat di Dosa'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114915523909492147</id><published>2006-06-01T16:25:00.000+07:00</published><updated>2006-06-01T16:50:46.106+07:00</updated><title type='text'>HUT Bogor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/1600/istana_bogor.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/400/istana_bogor.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Wah ternyata dah lama juga blog ini gak diisi... Katanya nih (kalo gak salah), tanggal 3 Juni itu hari Ulang Tahun kota Bogor. Nah biasanya pada seminggu sebelum dan sesudah tanggal ulang tahun Bogor, Istana Bogor di buka untuk umum. Waktu SD gw dah pernah ke sini tapi rada-rada lupa gitu deh... nah kalo yang ke dua, gue di ajakin si &lt;a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/" target="_blank"&gt;luluk&lt;/a&gt; jalan bareng komunitas sahabat museum (thanx ya luk!). Seru juga bisa main ke istana bogor. Mana waktu pas acara jalan ini, gw sampe telat-telat ditungguin oleh orang-orang waktu mau ke Istana Cipanas sebelum mampir ke Istana Bogor.... (sorry ya luk...!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu bayangan gue Istana Bogor itu gede buangget.... setelah main ke Istana Bogor dengan komunitas Sahabat Museum, wah ternyata ekspektasi gue terlalu berlebihan. Emang sih istananya gede... tapi gak segede yang gue perkirakan. Oke gue emang salah... gue ngebayangin istana ini segede istana para bangsawan eropa seperti yang ada di film-film barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu... kok gue kayaknya pengen lagi main ke Istana Bogor... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(foto: Kota Bogor dari sebelah utara Istana Bogor, credit: &lt;a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/" target="_blank"&gt;luluk&lt;/a&gt; -- gak papa ya luk, foto loe gue pajang? :p)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114915523909492147?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114915523909492147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114915523909492147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114915523909492147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114915523909492147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/06/hut-bogor.html' title='HUT Bogor'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114742777807355992</id><published>2006-05-12T16:00:00.000+07:00</published><updated>2006-05-12T16:56:18.093+07:00</updated><title type='text'>Setelah Kerusuhan</title><content type='html'>Kemarin, setelah ada rusuh di stasiun bogor, gue menyempatin liat kondisi stasiun... sepertinya kaca-kaca yang pecah udah pada diberesin, jam yang menggantung di stasiun masih keliatan ancur... yang kasian dunkin... dia ikut kena timpuk, sebagian kacanya ada yang retak... :D memang dasar tega orang-orang itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo diliat dari kacamata para penumpang yang ngamuk itu ya wajar kalo mereka marah, tapi emang kebangetan kalo sampe ngerusak. Udah lama nunggunya... eh yang diberangkatin malah Pakuan gimana gak kesel... nah kadang gue mikirnya malah gini... (sok berteori konspirasi -- tidak bisa di pertanggung jawabkan lho...) jadi bisa jadi si PT KAI itu sengaja ngetes... bagaimana tingkat resistensi masyarakat tentang pengurangan jumlah perjalanan KRL ekonomi... soalnya katanya nih jadwal jam tertentu ada yang udah gak ada, tapi jadwal kereta Pakuan semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari aspek bisnis jelas... mengoperasikan kereta ekspres pakuan jauh lebih menguntungkan... karena kalo menurut peraturan (yang gue juga entah gak tau UU or perpu no berapa) kalo tarif KRL ekonomi itu ditentukan oleh pemerintah, sedang kalo tarif Pakuan itu haknya PT KAI. Nah hal itu sudah dibuktikan pada saat kenaikan BBM kemarin yang sampai 100%. Jadi KRL kelas ekonomi tarifnya masih tetap Rp 2.500 untuk relasi Bogor-Jakarta Kota. Sedangkan tarif KRL ekspres pakuan dari tadinya 10.000 naik menjadi 13.000 (atau masih 11.000?) untuk relasi Bogor-Gambir/Jakarta Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT KAI bebas-bebas aja untuk menyesuaikan (bahasa halus dari menaikan :p) tarif KRL ekspres, tapi untuk KRL ekonomi jelas mereka gak bisa ngapa-ngapain kecuali diizinkan oleh pemerintah... ini sama halnya seperti PT PLN, untuk menaikan harga mereka harus minta izin kepada pemerintah. Sebagai lembaga yang berstatus sebagai PT, sebenernya mereka di tuntut untuk memberikan keuntungan, tapi apa yang mau dikata... kedua BUMN itu terus merugi akibat kendala dalam menentukan besaran tarif yang layak untuk hitungan bisnis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu juga, gue pernah baca kalo nantinya ke depan kereta komuter yang pulang pergi di Jabotabek akan ditingkatkan fasilitasnya tidak seperti sekarang yang secara kasar bisa disebut seperti kereta ternak aja... (tapi emang bener gue pernah liat tuh KRL di naikin sama kambing). Nanti katanya sih semua kereta ekonomi, standar fasilitasnya akan seperti KRL ekspres...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajarlah... karena emang KRL ekspres yang sekarang di pake ini kan sebenarnya emang kelas ekonomi di negeri jepang asalnya sono... Tapi yang jadi pertanyaan... kalo standar di tingkatin apa iya harganya tetap... kayaknya sih gak mungkin deh...&lt;br /&gt;Kalo 10 tahun lagi KRL bisa seperti itu, hmmm gue sih kok agak pesimis ya... entah kenapa? kayaknya mental para penumpang dan pegawai PT KAI belum bisa sampe kesana... artinya penumpang sadar akan kewajibannya seperti membeli karcis, gak naik di gerbong . Kalo pegawainya kayaknya juga jauh dari yang diharapkan, para kondektur masih doyan nerima duit orang bayar di atas, bahkan kebiasaan ini sudah masuk ke KRL ekspress bukan hanya ekonomi aja... parah! pantes aja KRL gak maju-maju.. duitnya ditilep sih sama orang2 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue juga kesel tuh sama orang yang gak bayar karcis... apa gak malu naik kok gak bayar... emang keretanya KRL moyangnya? Sebenernya gue juga pernah sih dulu waktu pas baru awal banget keterima kuliah, gue sama temen gue mau ke depok dari pocin. Temen gue bilang "lagi males keluar duit..." terus gue nyeletuk... udah cuma beda satu stasiun ini "gak usah bayar..." eh temen gue nyeletuk.. "iya gak bayar sekarang... tapi entar di akherat bayarnya...". Langsung setelah ngedenger temen gue nyeletuk... gue jadi mikir2 juga... dan akhirnya gue memutuskan mending beli abodemen aja biar gak usah dosa gara-gara males beli karcis akibat jaraknya nanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya balik lagi ke soal gue sebel sama orang yang gak beli karcis... jadi pernah tuh gue naik kereta penuh dan gak dapet tempat duduk, kebetulan orang yang duduk di deket gue berdiri, berhubung gue yang paling deket, gue bisa aja sih ambil kesempatan buat duduk, tapi berhubung di samping gue ada cewek... gue kasih aja ke tuh cewek buat duduk, dan gue akhirnya masih tetap berdiri... setelah beberapa waktu datanglah kondektur, dan gue liat ternyata tuh cewek yang gue kasih kesempatan duduk ternyata bayar duit serebu ke kondekturnya... berarti dia kan gak beli karcis... entah kenapa gue jadi kesel aja... siiiiiaaaallllll meskipun cewek kalo dia gak bayar karcis mah gue juga gak ridho... tau gitu kan mending gue embat aja tuh tempat duduk  jelas-jelas gue punya abodemen... jadi gue merasa lebih berhak. Gak usah deh gue kasih tempat duduk ke cewek yang gak punya karcis itu... dan setelah itu gue jadi mulai mengeraskan hati untuk tidak mudah kasian kepada para cewek-cewek dalam memberikan tempat duduk... lagipula ini kan sudah jaman kesetaraan gender, rasanya sah-sah saja ngeliat para cewek berdiri sementara para cowoknya duduk... Sebel juga kadang gue kalo liat cewek-cewek yang di kereta pada manja minta di kasih duduk dari para cowok... kalo ibu-ibu hamil, nenek-nenek, nyokap gue, atau orang terdekat gue... ya gue sih gak papa... tapi kalo bukan... pengen juga rasanya bilang "siapeeee loe..." tapi kayaknya gue kok belum bisa sampe ke situ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah perasaan ngomongin stasiun kok jadi soal gak bayar karcis yah.... ah sudahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~sekedar meluapkan uneg-uneg...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114742777807355992?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114742777807355992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114742777807355992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114742777807355992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114742777807355992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/05/setelah-kerusuhan.html' title='Setelah Kerusuhan'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114731739083940445</id><published>2006-05-11T10:05:00.000+07:00</published><updated>2006-05-11T10:16:30.863+07:00</updated><title type='text'>Rusuh di Stasiun Bogor</title><content type='html'>Tadi pagi waktu pas mo berangkat kerja... keretanya gak jalan2 entah kenapa apa keretanya mogok... atau emang ada gangguan sinyal... tapi gara2 gak jalan-jalan orang-orang jadi pada kesel. Akhirnya stasiun di lempar-lemparin batu sama para penumpang... serem juga liatnya... gue sih gak ikut2an, cuma memperhatikan sekilas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada satupun pegawai PT KA yang keliatan (iyalah... siapa juga yang mau ditimpukin orang2 pake batu kerikil) Kantor pemberangkatan kacanya pada pecah, termasuk juga jam gantung di stasiun ikut di lempar sama batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang pada punya handphone berkamera pada ngerkam kejadian itu... brutal! Tapi kalo dilihat dari sisi penumpang mungkin bisa dimaklum kalo mereka marah-marah. Mereka itu kan naik kereta buat kerja... tapi kalo kereta gak berangkat berarti bisa telat atau terlambat. Kalo sampe terlambat, di beberapa kantor kan di potong gajinya... Wajar kalo mereka marah juga udah kalo gak punya karcis suka di marah2in, tapi kalo kereta ada apa-apa mereka gak bisa protes atau nuntut... mungkin hari ini puncak kekesalan mereka kali... lumayan deh kaca-kaca di stasiun pada harus di ganti akibat vandalisme sebagian penumpang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heran siapa yah yang jadi provokatornya sampe bisa kaca-kaca pada ancur...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114731739083940445?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114731739083940445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114731739083940445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114731739083940445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114731739083940445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/05/rusuh-di-stasiun-bogor.html' title='Rusuh di Stasiun Bogor'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114663547018659652</id><published>2006-05-03T12:43:00.000+07:00</published><updated>2006-05-03T13:03:46.190+07:00</updated><title type='text'>Lyric : Someday My Prince Will Come</title><content type='html'>&lt;i&gt;Berhubung lagi sering dengerin lagu "Some Day My Prince Will Come"-nya Cassandra Willson dan "Some Day My Prince Will Come"-nya Miles Davis jadi iseng deh posting liriknya, daripada blognya kosong... :)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Someday My Prince Will Come - Cassandra Wilson&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someday my prince will come&lt;br /&gt;Someday I'll find a love&lt;br /&gt;And how thrilling that moment will be&lt;br /&gt;When prince of my dreams comes for me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He'll whisper I love you&lt;br /&gt;And steal a kiss or two&lt;br /&gt;Though he far away&lt;br /&gt;I will find my love someday&lt;br /&gt;When my dreams comes to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someday we'll say and do&lt;br /&gt;The things we've been longing to&lt;br /&gt;And I'll know him the moment we meet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For my heart will start skipping a beat&lt;br /&gt;Someday when my dreams come true&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somewhere waiting for me&lt;br /&gt;There's someone I'm longing to see&lt;br /&gt;Someone I can't help but adore&lt;br /&gt;Who will thrill me for ever more&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;etc...etc...bla...bla...bla..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;~yeah... Some Day My Princess (not Prince!) Will Come... :)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114663547018659652?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114663547018659652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114663547018659652' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114663547018659652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114663547018659652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/05/lyric-someday-my-prince-will-come.html' title='Lyric : Someday My Prince Will Come'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114437621062224809</id><published>2006-04-07T09:04:00.000+07:00</published><updated>2006-04-07T09:37:32.430+07:00</updated><title type='text'>Hello World :)</title><content type='html'>Hmmm sudah lama tak ber YM, lama tak blogging... secara kebetulan (sebeneranya tidak pernah ada kebetulan dalam hidup ini kan...? :p) hari ini membuka YM dan lihat salah satu status dari friendlist yang merujuk ke salah satu alamat blog. Di bukan dan ternyata... url yang ada di status itu adalah alamat blogspot temen, ya sudah baca-baca deh... jadi berasa nostalgia dulu sering juga nulis-nulis juga di blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca beberapa blog orang-orang, rasanya jadi pengen nulis juga... ya akhirnya jadilah tulisan ini. Mau ngomongin apa... masih gak tau juga... :) Mau nulis yang serius-serius kok lagi males juga nulisnya, mau yang sehari-hari... ya hidupnya gitu-gitu aja... isinya cuma buat kerja dan kerja... :) Mau nulis resep... sebenernya udah foto-foto untuk suatu resep sederhana tapi akh... rasaya terlalu males juga untuk menulis ini... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gw cuma pengen komentar yang sekarang sedang kepikiran di otak aja... ternyata beberapa temen2 yang gue tau pada udah lagi pada punya rencana masa depan, ada yang nulis di blognya sedang menggejar seorang cewek/cowok, ada juga yang di YM memberi kabar kalo dia mau nikah... nah kalo di kantor, temen gue si T udah tanya-tanya biaya buat nikah... wah sepertinya si T udah pengen cepet2 aja... Well gue doain deh fren, supaya ente cepet2 dapet jodoh... :) (atau jangan-jangan udah ada? :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm dasar gak penting banget sih gw ngeblog... hmmm yah gw hanya sekedar ingin mengatakan apa kabar dunia? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114437621062224809?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114437621062224809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114437621062224809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114437621062224809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114437621062224809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/04/hello-world.html' title='Hello World :)'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114060728111990327</id><published>2006-02-22T18:13:00.000+07:00</published><updated>2006-02-27T16:00:56.643+07:00</updated><title type='text'>Indonesia &amp; Lee Kwan Yew</title><content type='html'>Hmmm baru baca-baca berita kalo mantan PM Singapura Lee Kwan Yew sedang berkunjung ke Indonesia. Nah gara-gara itu jadi tertarik baca artikelnya di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lee_Kwan_Yew" target="_blank"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;. Benar pula lain ladang lain belalang. Lain pemimpin lain hasilnya. Lee Kwan Yew itu satu angkatan dengan mantan presiden Soeharto dan doi jadi pemimpinnya juga ya gak beda-beda jauh lah, tapi lihat hasilnya... Singapura maju, Indonesia masih kurang maju :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah baca quote dari suatu buku, di buku itu dibilang (kira-kira) "Jika pemimpin rusak, maka rusak pula orang-orang yang dipimpinnya". Yah memang seperti itu kenyataannya, Indonesia apes punya pemimpin gak beres, mentalnya mental pengemis... gini deh jadinya negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalo baca artikel tentang &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lee_Kwan_Yew" target="_blank"&gt;Lee Kwan Yew&lt;/a&gt; jadi bertanya kenapa Indonesia gak bisa? Singapura memutuskan memisahkan diri dari Fedrasi Malaya dengan segala kekurangan, sumber daya alam kurang, sumber daya manusia kurang... tapi sekarang? Negara itu maju banget... dan katanya sih tingkat pendapatan perkapitanya termasuk yang tertinggi di antara negara ASEAN!. Gak punya SDA tapi hasilnya... memang pada akhirnya semua tergantung pada SDM!. Cuma emang ada juga cerita miring, kalo negara itu maju karena di negara itu jadi surganya para koruptor, jadi para koruptor yang berhasil maling duit rakyat, pada nyimpen duitnya di Singapur, terus duit yang disimpen diputer buat bisnisnya mereka, dan bukan tidak mungkin duitnya itu juga dibuat beli perusahan-perusahaan di luar negeri... tapi untuk rumor yang terakhir itu... entahlah benar atau tidak... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara maju yang tadinya negara miskin kalo gue perhatiin kayaknya sih emang punya identitas tersendiri dibanding negara yang miskin. Orang-orang yang tinggal di negara maju seperti Jepang katanya (dari koran) punya harga diri yang tinggi. Meskipun kerjaan mereka biasa-biasa aja tapi kalo ada yang memandang rendah atau kasihan melihat pekerjaan mereka, sekalipun itu atasannya mereka bisa tersinggung. Mereka menganggap mereka bekerja untuk menghasilkan sesuatu, rasa kasihan hanya pantas dialamatkan untuk anak kecil saja. Yah intinya mereka menghargai pekerjaan mereka apapun jenis pekerjaan yang mereka lakukan (tentu saja selama tidak merugikan orang lain... ya gak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo menilik ke Indonesia, kok jauh banget. Sekarang ini secara tidak sadar bangsa Indonesia sedang mengalami pengubahan paradigma dalam memandang hidup -yang suka tidak suka- dilakukan oleh pemerintah sendiri. Sebagai gambaran dulu jaman gue kecil suka diajarin kalo kita gak boleh ngambil sesuatu yang bukan milik kita, dan dulu mayoritas orang-orang sepertinya meyakini dan menjalankan prinsip itu. Contohnya dulu nyokap gue pernah kehilangan dompet di angkot, dan beberapa waktu kemudian datang orang yang nemunin dompet itu ke nyokap gue untuk ngembaliin, kebetulan yang ngembaliin itu kenek angkot. Nyokap gue seneng, gak ada yang ilang, kenek angkot yang nemuin itu mau dikasih duit sama nyokap gue... tapi dia nolak... katanya niatnya dia emang cuma mau ngembaliin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo sekarang kayaknya susah banget deh ketemu orang kayak kenek tadi, mungkin karena rakyat sekarang ngeliat para pemimpinnya jadi maling, jadi ya akhirnya masyarakatnya jadi maling juga. Kemarin gue baru ngobrol sama tukang bubur, dia cerita masa sesama profesi aja sekarang tega-teganya berbuat jahat. Nah tukang bubur ini cerita kalo ada orang beli gorengan, kebetulan tukang gorengannya gak ada kembalian karena duitnya 50 rebuan. Duit 50 rebunya itu dia simpen dulu karena lagi nunggu tukeran duit dengan orang lain, dan duitnya itu sengaja disimpen begitu aja. Kebetulan gak ada siapa-siapa disitu kecuali tukang jualan gorengan, pembelinya sama temannya tukang gorengan. Baru juga diajak ngobrol sebentar aneh duit 50 ribu itu jadi ilang. Kemungkinan besar yang ngambil itu temennya tukang gorengan. Memang bukan nuduh sih, tapi secara logika gak mungkin ada orang yang ngambil kecuali temennya si tukang gorengan. 'Gak habis pikir... duit temennya sendiri tega di ambil' kata tukang bubur cerita ke gue, padahal itu duit juga bakal buat di setor... Jaman sekarang emang susah sampe memaksa orang jadi tebal muka untuk jadi maling... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo jaman dulu, orang malu mengakui kalo dirinya itu orang miskin, meskipun gak perlu diragukan lagi kalo orang itu emang bener-bener miskin. Sebisa mungkin orang itu gak akan deh ngaku ke orang-orang kalo dirinya itu orang miskin. Tapi sekrang setelah kenaikan BBM, pemerintah mengadakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara tidak sadar pemerintah sudah menurunkan harkat dan derajat bangsa Indonesia. Orang-orang yang dulunya malu kalo disebut orang miskin, sekarang gara-gara BLT orang pada rame-rame mengaku dirinya orang miskin biar dapet duit 100 rebu. Sampe ada warga yang menyandra atau mengancam ketua RT/RW supaya namanya bisa dicantumkan sebaga warga miskin... sampe untuk jadi orang miskin aja butuh pengakuan dari pemerintah... benar-benar turun level...! Padahal duit 100 rebu juga dipastiin gak bakal cukup buat biaya hidup sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo pemerintah mau kerja keras, pasti pemerintah lebih memikirkan bagaimana caranya memberi lapangan pekerjaan... tapi pemerintah gak mau susah payah memikirikan rakyatnya, biar rakyatnya diem lebih baik kasih aja duit BLT ketimbang membuatkan lapangan pekerjaan, alhasil sekarang makin lebih banyak orang bangga sebagai orang miskin ketimbang beberapa tahun sebelumnya. Dan ini secara tidak langsung akibat kesalahan pemerintah dengan membikin program BLT ketimbang bikin program lapangan pekerjaan baru model-model program padat karya atau apalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya pemimpin-pemimpin di negeri ini perlu belajar dari pemimpin di negara lain seperti Lee Kwan Yew atau bisa juga belajar bagaimana Jepang menjadi maju setelah restorasi Meiji. Dua negara itu sumber daya alamnya gak banyak kayak Indonesia tapi dua negara itu jauh lebih maju dari Indonesia. Emang sih... memimpin penduduk yang banyak lebih susah ketimbang memimpin penduduk yang jumlahnya sedikit, lebih-lebih penduduk itu masih mengidap mental 'bangsa terjajah' ya sudahlah... begini jadinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh iya rada OOT, ngomong-ngomong soal Lee Kwan Yew, lucu juga waktu baca salah satu kebijakan pemerintah waktu dia menjabat sebagai PM. Dia pernah mengeluarkan kebijakan untuk menyarankan kaum lelaki untuk menikahi wanita-wanita berpendidikan tinggi, pasalnya wanita-wanita yang berpendidikan pada jarang yang menikah. Gue jadi bertanya-tanya dalam batin "Apa emang ada korelasi wanita yang belum kawin dengan tingkat pendidikannya"? tapi kalo pemerintah Singapura pernah membuat kebijakan seperti itu jangan-jangan emang iya? :( Mungkin para laki-laki keder kali ya kalo nikah dengan wanita yang pendidikannya lebih tinggi, takut gak bisa ngimbangin dominasi dari wanita yang berpendidikan tinggi kali ya :p *sok tau deh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw hari ini gw puas dah bisa nambah ilmu baru, gue sekarang jadi mulai ngerti make salah satu modul HSSF dari library &lt;a href="http://jakarta.apache.org/poi/" target="_blank"&gt;Apache POI&lt;/a&gt; buat bikin file Excel. Gue jadi nyoba setelah ada tuntutan dari pekerjaan! yah akhirnya... ada hikmahnya juga user minta macem-macem kayak bikin file excel... jadi memaksa gue untuk belajar hal baru seperti pake library untuk bikin file Excel (.xls)... sayangnya baru belajar 'pake' belum sampe 'bikin' :(&lt;br /&gt;Yah mungkin suatu saat nanti :) *boleh dong ngayal:p*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya... selamat memperbaiki dan meningkatkan skill dan pribadi masing-masing :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114060728111990327?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114060728111990327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114060728111990327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114060728111990327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114060728111990327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/02/indonesia-lee-kwan-yew.html' title='Indonesia &amp; Lee Kwan Yew'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113928960251285396</id><published>2006-02-09T19:17:00.000+07:00</published><updated>2006-02-09T19:09:25.463+07:00</updated><title type='text'>Bukunya Temen</title><content type='html'>Hmmm isi blog lagi ah, baru dapet pinjeman account internet nih... :) Jadi ceritanya gw dipinjemin buku sama temen gue... nah bukunya itu membahas tentang nikah... *hehehe berasa lucu aja sih... gw kok jadi baca buku model gini? :p* Nah di halaman 29 dari buku itu di tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jadi,jika Anda sudah merasa gelisah jika pada malam-malam yang sepi mencekam tidak ada teman yang mendampingi,inilah saatnya bagi Anda untuk menikah. Jika Anda sudah mulai tidak tenang saat sendirian, itulah saatnya Anda perlu hidup berdua. Jika Anda sudah begitu resah saat melihat akhwat di perjalanan,itulah saatnya Anda menguatkan hati untuk datang meminang. Hanya dua kalimat saja yang perlu Anda persiapkan untuk meminang: Alhamdulillah bila diterima dan Allahu Akbar bila ditolak. Begitu Bilal bin Abi Rabah, muazin Rasulullah SAW. itu mencontohkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah gitu di bab yang lain dari buku itu di kutipkan ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (sorga)&lt;/i&gt;" (An-Nuur:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah di buku itu dituliskan pertanyaan dari orang-orang yang mempertanyakan kebenaran ayat ini "Apa memang benar wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik? Jika memang benar demikian, mengapa adakalanya seorang wanita yang baik mendapatkan suami yang akhlaknya dikenal kurang baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian penulis buku mengingatkan para pembacanya bahwa firman Allah dalam Al-Qur'an sudah pasti kebenarannya dan tidak mungkin terdapat kesalahan didalamnya. Apabila dirasakan ada hal yang berbeda dengan firman Allah pada ayat tertentu, kita perlu menengok kemungkinan-kemungkinan lain berdasarkan nash yang mengaturnya, termasuk perkecualian-perkecualian yang ada serta memperhatikan prinsip-prinsip agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang (kata buku itu), salah seseorang di antara kita terlalu meninggikan kriteria. Ia menyempitkan hal yang telah diluaskan Allah, menyulitkan hal yang telah dimudahkan Allah, membatasi hal yang telah dilapangkan Allah, sehingga ia menemui kesulitan. Sebagian kemudian berputus asa setelah lama tidak mendapatkan yang sesuai dengan kriterianya, sementara usia mulai menua dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... jadi kalo baca bab itu... kita harus yakin kalo jodoh yang didapatkan itu selevel...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di bab yang sama penulis melanjutkan dengan beberapa pembahasan berkaitan dengan ayat diatas diantaranya...&lt;br /&gt;1. Yang Tampak dan Yang Tersembunyi&lt;br /&gt;2. Terkadang itu sebagai Ujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo yang pertama itu menceritakan belum tentu sesuatu yang tampak oleh manusia tampak seperti apa adanya... seperti dikisahkan dari HR Bukhari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seorang Laki-laki lewat di hadapan Nabi SAW. Lalu Nabi SAW bertanya (kepada para sahabatnya), 'Bagaimana pendapat kalian mengenai laki-laki ini?' Mereka (para sahabat) menjawab, 'Laki-laki ini pantas jika melamar dinikahkan, jika meminta tolong ditolong, dan jika berkata di dengar.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi diam. Kemudian lewat lagi laki-laki muslim dari kalangan fakir miskin, maka Nabi SAW bertanya 'Bagaimanakah pendapat kalian tentang laki-laki ini?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, 'Laki-laki ini pantas jika melamar ditolak lamarannya, jika meminta tolong tidak diberi pertolongan, dan jika berkata tidak didengar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah bersabda, 'Laki-laki yang terakhir ini lebih baik daripada sepenuh bumi laki-laki seperti itu'"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah menjelaskan sekilas tentang hadits diatas penulis buku juga menambahkan hadits yang lain seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seorang laki-laki berkata, 'Ya, Rasulullah, sesungguhnya si Fulanah banyak mengerjakan shalat, mengeluarkan sedekah, dan berpuasa (sunnah), namun ia suka mengganggu tetangganya dengan ucapannya.' Beliau berkata, 'Wanita itu masuk neraka.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berkata, 'Ya, Rasulullah, kabarnya si Fulanah sedikit mengerjakan puasa sunnah dan ia hanya bersedekah dengan sedikit makanannya, namun ia tidak pernah mengganggu tetangga-tetangganya.' Beliau berkata 'Wanita itu masuk surga.'"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Ahmad, al-Bazzar, dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Al-Hakim berkata, "Sahih isnadnya/" Dan, diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abi Syaibah dengan isnad sahih pula)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada bagian akhir pembahasan tadi si penulis buku menulis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Kita mempertanyakan mengapa ada wanita yang baik-baik mendapatkan suami yang keji, padahal Allah menjanjikan wanita yang baik bagi laki-laki yang baik. Kita juga mempertanyakan mengapa ada lelaki yang baik dan lurus agamanya, justru mendapatkan istri yang judes-nya "setengah mati". Kita mempertanyakan itu berkenaan dengan kebeneran janji Allah pada surah an-Nuur ayat 26 sambil --pada saat yang sama-- kita melupakan, barangkali mata wadag kita yang tidak sangup melihat dibalik yang tampak. Yang kelihatan tidak sanggup melihat di balik yang tampak. Yang kelihatannya tidak sebanding, boleh jadi sesungguhnya benar-benar setara nilainya di hadapan Allah, sehingga tidak ada yang meleset dari janji Allah. Wallahu a'lam bish-shawab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo dibagian selanjutnya yaitu "Terkadang itu sebagai ujian" penulis mengutipkan cerita seorang mentri bernama al-Asma'i semasa pemerintahan Kalifah Harun al-Rasyid. Singkat cerita si mentri ini tersesat dan bertemu dengan seorang wanita cantik di tengah padang pasir, dst... dst.. (capek nulisnya :p) intinya dia punya suami yang bisa dikatakan tidak selevel dengan dia lah... sampai mentri yang bernama al-Asma'i ini berkata kepada wanita cantik itu "Saya menyesali keadaanmu. Kamu, dengan segala kemudaan dan kecantikanmu, sangat bergantung pada orang seperti dia (suaminya). Untuk apa kamu bergantung kepadanya? Apa karena hartanya? Sedangkan, ia orang miskin. Karena akhlaknya? Sedangkan akhlaknya begitu buruk. Atau karena kamu tertarik karena ketampanannya? Padahal, ia seorang tua yang buruk rupa. Mengapa kamu tertarik padanya? &lt;br /&gt;Kemudian wanita itu pucat pasi. Lalu, ia berkata dengan suara yang amat keras, "Hai Asma'i, akulah yang menyesali keadaan kamu. Aku tidak menyangka seorang perdana mentri Harun al-Rasyid berusaha menghapuskan kecintaan di hatiku kepada suamiku dengan jalan menjelek-jelekan suamiku."&lt;br /&gt;Kemudia wanita itu menambahkan "Wahai Asma'i, Tidak kah kau tahu mengapa aku melakukan semua itu? Aku mendengar Nabi yang mulia bersabda, 'Iman itu setengahnya adalah kesabaran dan setengahnya lagi adalah syukur.' Aku bersyukur kepada Allah karena ia telah menganugerahkan kepadaku kemudaan, kecantikan, dan akhlak yang baik. Aku ingin menyempurnakan setengah imanku lagi dengan kesabaran dalam berkhidmat kepada suamiku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm cerita yang menarik... dan masih banyak bahasan yang di ulas oleh buku itu... sebenernya sih pengen cerita kesan tentang buku yang pernah dibaca ini, tapi kok kayak males dan nanti bisa-bisa jadi resensi buku, tapi di bilang resensi buku jelas pembahasannya tidak cukup berkualifikasi untuk dikatakan sebagai resensi... Yah lumayan.... tapi yang pasti gw musti balikin bukunya secepatnya nih...&lt;br /&gt;&lt;!--Saatnya untuk menikah, M Fauzil Adhim--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~jarangngebloglaginih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113928960251285396?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113928960251285396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113928960251285396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113928960251285396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113928960251285396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/02/bukunya-temen.html' title='Bukunya Temen'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113741583509643762</id><published>2006-01-16T19:38:00.000+07:00</published><updated>2006-01-16T19:52:13.996+07:00</updated><title type='text'>Howgh</title><content type='html'>Hmm ternyata posting terakhir blog gue itu tanggal 7 Desember 2005 so udah lebih dari satu bulan ternyata blog ini gak terisi... rasanya ini rekor paling lama blog ini 'idle', tapi mau gimana lagi... emang sekarang situasinya gak seperti dulu lagi... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tidak ada lagi koneksi internet, soalnya di tempat yang baru gw gak dapet koneksi internet. Sebenernya ada jatah koneksi internet, tapi gw gak dapet jatah :( sedih deh, jadi udah lebih dari sebulan gak pernah konek ke internet. Kalaupun blog ini di tulis karena memanfaatkan kebaikan temen yang mau 'share' account internetnya ke gue :). Di sini aksesnya lumayan 'strict' banyak gak boleh akses site-site tertentu seperti yahoo mail, friendster dll. Makanya gue agak seneng juga waktu blogspot n blogger gak di 'ban' so... sesekali memanfaatkan fasilitas dari tempat kerja nih.... *duh maap ya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... sebenernya banyak banget yang pengen di tulis tapi berhubung terlalu banyak sampe lupa deh apa yang mau ditulis... Pengen nulis pengalaman jalan-jalan... mau nulis apa yang kepikiran, tapi kayaknya sekarang lagi gak ada yang dipikirin, soalnya jatah alokasi untuk berfikir sudah di alihkan hanya untuk 'kerjaan' :p, udah jarang baca-baca, kecuali baca manual :p. Untung sekarang workloadnya udah agak menurun... jadi bisa deh 'mencuri' waktu untuk nulis ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah dah malem nih... mau balik, tp kok donlotan 7MB dari tadi masih belum beres-beres ya... kayaknya terpaksa musti di 'cancel' :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan2 diisi lagi deh, tapi sekarang gw musti cabut nih, dah jam 8 malem disini, bisa-bisa nyampe rumah jam 10 malem nih.... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113741583509643762?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113741583509643762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113741583509643762' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113741583509643762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113741583509643762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/01/howgh.html' title='Howgh'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113393278212667419</id><published>2005-12-07T12:08:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T16:42:13.096+07:00</updated><title type='text'>Sehat itu Mahal!</title><content type='html'>Daripada kelamaan gak diisi, mungkin ada baiknya gue tulis sesuatu ke blog ini...  Tentu saja selalu dengan cerita-cerita yang gak jelas dan panjaannng seperti biasa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi waktu pas hari sabtu kemarin gw dateng ke kawinan temen, terus ketemu temen tanya gimana kabarnya temen gw yang lain apa anaknya udah pulang dari rumah sakit? Terus kata temen baru aja balik beberapa hari yang lalu, jadi sore harinya gw ke sana, untuk tanya sekedar tau kabar aja. Jadi ceritanya temen gw yang gw kunjungin ini baru beberapa hari balik dari rumah sakit, soalnya anaknya harus di operasi gara-gara ada sedikit kelainan fungsi sistem pembuangan kotora dan infeksi, jadi anaknya temen gw ini bayinya gak bisa buang air besar akibat di dalam saluran pembuangannya itu terdapat suatu lapisan kulit, semacam membran yang menghalangi jalan keluarnya kotoran. Tapi masih mending masih punya saluran pembuangan, soalnya di kasus yang lain malah ada yang sama sekali gak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue cerita waktu bayinya udah berumur 3 hari kulitnya tambah kuning, kotoran yang ada dalam tubuh gak bisa dikeluarkan akibat terhalangnya saluran pembuangan. Rumah sakit yang memeriksa gak berani operasi, soalnya dulu pernah ada dua kejadian yang sama persis kayak kejadian bayinya temen gue, yang pertama meninggal setelah dioperasi, yang kedua cacat, dan RS menyarankan untuk periksa ke RSCM. Ke sananya temen gue penuh perjuangan juga, soalnya gak ada mobil yang bisa bawa kesana, tapi untungnya temen gue (yang gue tanya waktu pas di kawinan) bisa jadi dia yang nganterin temen gue kesana, sampe di RSCM anak yang umurnya baru 4 hari ditusuk-tusuk sama jarum infus... kebayang gak bayi baru 4 hari udah harus di tusuk dengan jarum infus, mana standar jarumnya untuk orang dewasa bukan untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus temen gue cerita, namanya bayi kan susah dicari saluran peredaran buat di tusuk jarum infus, nah adakali sampe lebih dari 12 kali bayi yang umurnya belum 1 minggu itu di tusuk-tusuk jarum infus. Gw yang ngedengerin ceritanya aja gak kuat apalagi ibu-bapaknya pasti lebih gak tega lagi kali... bayinya lebih-lebih nangis kejret terus. Tusuk jarum di tangan kiri gak ketemu, ganti tangan kanan, gak ketemu, ganti ke kaki kiri gak ketemu, ganti kaki kanan juga gak ketemu, akhirnya karena sudah terlalu banyak tusukan sudah tidak memungkinkan lagi untuk mencari lokasi akhirnya dipilih kepala, serem gak tuh.. padahal di kepala kan tempat ngumpulnya saluran saraf seluruh tubuh... temen gue cerita masak pagi-pagi anaknya di infus di bagian ubun-ubun, eh sorenya udah di pelipis diatas kuping... gimana gak serem tuh :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untungnya operasi saluran pembuangannya sepertinya sukses, yang jelas waktu sebelum operasi entah udah berapa kali saluran ditusuk-tusuk untuk ngecek kelainannya dimana. Beres operasi langusng pada keluar deh tuh kotoran yang selama 4 hari gak di buang. Pasca operasi bayinya temen gue tambah gemuk, temen gue salut soalnya bayinya sekarang jadi gemuk, tapi justru disitu masalahnya. Kemungkinan akibat tusukan-tusukan jarum infus lebih-lebih pake jarum standar orang dewasa bikin bayinya terkena radang mungkin infeksi yang mengakibatkan bengkak-bengkak, sehingga terlihat lebih gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue disuruh ke rumah sakit HK, karena katanya disana bisa ngerawat bayinya itu, tapi kata si dokter, kalo mau ke rumah sakit HK dia harus pake ambulan yang paling bagus, tapi jangan yang paling mahal, sebab kalo dateng ke RS HK itu pake ambulan jelek gak bakal dilayani Menyedihkan sekali...! :( Mana temen gue cerita dia dah gak punya duit, untung temennya ada yang sudi minjemin dan nganterin langsung kesana. Sampe sana temen gue ditawarin mau masuk kelas 1 atau kelas 2, temen gue gak ngerti terus dijelasin kalo kelas 1 bayar uang mukanya sampe 10 juta, itu baru kamar belum termasuk dokter yang sampe 15 juta, belum termasuk perawat yang bayarannya sektiar 10 juta, belum termasuk obat dll. Kalo kelas 2 katanya bayar uang muka 2 juta, belum termasuk dokter, perawatan dan obat, akirnya temen gue ambil yang kelas 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pas di RS HK, bayinya temen gue itu ditelantarin, terus temen gue kan protes ke susternya kok bayinya gak segera ditangani, bayinya di biarin begitu aja. Terus si susternya bilang entar kalo dia sudah menunjukan bukti pembayaran uang muka administrasi. Istrinya temen gue langsung teriak "Astaghfirullah..." kok segitu teganya bayi udah gak berdaya, masih semepet-sempetnya ngomongin duit dulu, lebih-lebih susternya ini pakek jilbab. Emang sih orang pake jilbab belum tentu jaminan selalu lebih baik dari orang-orang yang gak pake, tapi di mata orang awam (setidaknya termasuk gue) punya anggapan kalo mereka itu setidaknya punya pemahaman agama yang lebih baik, jadi kalo ngeliat perlakuannya yang tidak ramah kok jadi bertanya-tanya kemana ajaran saling berkasih sayang dan saling membantu yang dianjurkan oleh agama kok rasanya hilang dan gak berbekas! makanya gak heran juga temen gue cuma bisa bilang "Astaghfirullah" aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah temen gue nunjukin kuitansi yang menunjukan kalo dia udah bayar uang administrasi sebesar 2 juta, baru deh bayinya di urus, dibersih-bersihin di masukin ke inkubator dan hal-hal tetek bengek lainnya lah... Terbuki memang, kalo uang itu bisa memperlancar urusan. Saat itu temen gue bilang ke gue, "buat kita-kita yang gak terlalu mampu lebih baik jangan pernah sakit deh, biar orang-orang kaya yang pada punya duit aja yang sakit..." Yah wajarlah temen gue kalo sampe ngomong gitu, temen gue udah habis duit yang sangat banyak buat membiayai anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue juga cerita kalo dia dikasih resep obat dimana harga obatnya mahal-mahal, terus temen gue juga cerita kalo dia sempet telpon &lt;a href="http://arifianto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dr. Apin&lt;/a&gt;, temen kami waktu SMA buat tanya-tanya soal penanganan bayinya. Temen gue cerita, ternyata dokter yang ngerawat ngasih resepnya yang paling mahal padahal ada resep antibiotik yang harganya masih lebih murah, bahkan temen gue bilang dia di kasih tau dr. Apin kalo sebenernya dalam kasus tertentu pake ASI juga udah cukup. Gila ya... ketidaktahuan ataupun kebodohan pasien dimanfaatkan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, lebih-lebih diatas penderitaan orang lain. Dalam hal ini gue jadi bertanya "Apakah hal seperti ini orang itu masih masuk kategori mendapatkan 'ilmu yang bermanfaat'?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gile... itu yang terlintas waktu temen gue cerita cobaan yang menimpa keluarganya, segitu teganya jaman sekarang RS, perawat dan dokter-dokternya dalam memperlakukan para pasien yang ditimpa kesulitan :( udah kesusahan, mereka kasarannya "di kepruk" dengan bayar ini itu, beli sesuatu yang belum tentu bener-bener dibutuhin. Kemana rasa kemanusiaan dan empati? ah jaman sekarang kayaknya cuma bisa mimpi dan berharap aja kali ketemu dengan yang namanya empati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo kita melihat dari sudut pandang RS, ya kita juga harus maklum... biaya operasional rumah sakit tentu sangat mahal, untuk menjaga sanitasi agar tetap terjaga tentu butuh biaya yang tidak sedikit, selain itu peralatan medis yang mereka punya didapatkan tidak dengan gratis, mereka harus beli pula dengan harga yang sangat mahal, sebagian dari alat-alat medis itu masih diimpor dan mahal2. Kalo kita liat dari sisi Perawat dan Dokter, mereka juga manusia biasa yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka juga punya keluarga. Pekerjaan yang setiap hari mereka lakukan berkali-kali bukan tidak mungkin dapat membuat mereka menjadi jenuh, lebih-lebih kompensasi yang mereka dapatkan mungkin dirasa tidak sebanding dengan tuntutan hidup mereka, mereka punya keluarga yang harus di nafkahi, dan kalo dilihat dari itung-itungan bisnis, mereka sudah berkorban waktu, pikiran dan uang yang tidak sedikit untuk meraih gelar dokter atau perawat, dan tentu saja yang namanya bisnis gak boleh rugi, tapi sayangnya hal ini bisa berakibat buruk baik langsung ataupun tidak langsung kepada para pasien mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata temen gue, dia punya Askes waktu pas mau bayar pake itu pihak RS kayak ogah-ogahan, bahkan katanya ada beberapa RS yang tegas menolak menerima Askes atau asuransi kesehatan tertentu. Hmm mungkin pihak RS menolak karena kalo bayar langsung urusannya lebih cepet dan jelas, ketimbang pake Askes, karena pihak RS harus menempuh birokrasi yang berbelit untuk mencairkan uang dari pihak Askes, dan bukan tidak mungkin ada masalah juga waktu pas pencairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar memang kita hidup di jaman "Serba Materi" segala-gala dinilai dengan materi, cuma gimana ya... kayaknya kalo hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan publik, kemanusiaan seperti kesehatan ini apa gak bisa menyisakan empati buat orang-orang yang gak mampu? Duit-duit dan duit... itu masalahnya! Emang seharusnya urusan kesehatan ini juga jadi perhatian pemerintah, sebab kalo manusia sehat tentu dia bisa beraktifitas dan menghasilkan sesuatu lebih baik ketimbang orang yang sakit-sakitan, pada akhirnya yang untung kan negara juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue pernah cerita, kebetulan orangtuanya adalah dokter, dia bilang kalo sebenernya dana anggaran kesehatan itu ada (meski gak terlalu gede-gede amat), bahkan diantaranya anggaran yang tersedia itu bisa dialokasikan untuk membiayai program peningkatan kesehatan ibu dan anak. Tapi apa yang terjadi, ternyata pihak yang berwenang lebih suka mengalokasikan anggaran kesehatan tersebut untuk meningkatkan prasarana kesehatan (baca: proyek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang gak salah sih meningkatkan prasarana, seperti membangun gedung, memperbaiki atap atau langit-langit yang bocor, mengecat bangunan atau prasaranan yang lainnya, tapi kenapa mereka (pihak yang berwenang) gak sekalian mengalokasikan atau berinvestasi uang yang sangat banyak awal-awalnya saja sehingga peningkatan prasarana yang dilakukan bisa awet sampe tahun-tahun berikutnya, sehingga pada tahun berikutnya dana yang tersedia bisa di alihkan buat peningkatan kesehatan masyarakat, tapi nyatanya hal itu tidak dilakukan, karena kalo peningkatan prasarana kan berarti proyek... dan kalo ada proyek berarti ada keuntungan yang bisa diharapkan dari sana (yah seketip dua ketip mah dapet lah buat kantong pribadi...) tapi ya itu akibatnya prasarana mulu yang di urusin, yang peningkatan kesehatan malah dibiarin aja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huaaah... denger cerita temen gue ini berasa bikin gue lemes, saat itu gue jadi berfikir emang benar kali ya... ternyata punya anak itu sangat-sangat muuuuuaaaahallll tapi meski mahal para orang tua pasti tetap akan mengupayakannya demi anaknya... saat itu gue mulai tersadar betapa besarnya pengorbanan kedua orang tua kita yang sudah melahirkan, mendidik dan membesarkan kita, korban waktu dan biaya. Pancaran wajah temen gue sama istrinya masih keliatan pucet, ya wajarlah selama 2 minggu lebih tidur di rumah sakit, dan tempat tidurnya pun asal-asalan, untungnya istrinya temen gue masih sehat coba kalo sakit dobel deh biayanya. Gue ngebayangin temen sebaya... seumuran udah ngerasain beratnya jadi orang tua, gue sih masih leha-leha di rumah sendirian... hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gue gak ketemu temen gue ini, mungkin gue belum tentu cerita dan berfikir masalah beginian, kita memang sudah sewajarnya sebagai anak diwajibkan untuk berbakti kepada orang tua masing-masing, mengingat jasa dan kasih sayang mereka selama ini kepada kita. Mendengar pengorbanan sorang wanita saat melahirkan, dimana saat itu nyawanya jadi taruhannya... maka sangat wajar jika Rasulullah sampe menyebut Ibu kita sampe 3 kali baru Ayah kita sebagai orang yang paling di prioritaskan untuk di hormati. OOT, tapi kalo buat para ibu atau orang tua yang tega membuang anaknya ketempat sampah, atau sengaja menggugurkan kandungannya tanpa alasan yang jelas apa masih pantas untuk di hormati? :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue yang lain pernah gue tanya, waktu pas istrinya mau melahirkan dia ikut melihat gak, dengan semangat temen gue bilang "Ikut doong, gue jadi tau beratnya ngelahirin anak, dan karena gue tau susahnya ngelahirin anak, gue jadi makin sayang sama istri gue... " Huaaah apa bener/enggaknya omongan temen gue itu... yah masing2 dari kita, biar entar ngerasain masing-masing... bener apa enggak tuh omongannya temen gue... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sulitnya punya anak, gue jadi sadar kenapa banyak juga dari temen-temen gue yang masih belum siap untuk menikah dan punya anak... karena salah satu alasannya mungkin adalah MAHAL dan BERAT!!!!! tapi ya namanya rejeki siapa tau nanti ada jalannya... tapi rejeki kan juga harus diusahakan, ya gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ngomong-ogmong soal rejeki, kayaknya memang saat ini belum waktunya gue untuk ketemu salah satu sumber rejeki alias belum dapet kerjaan baru, wawancara gawe udah dilakonin tapi masih belum ada kepastian... hmmm mungkin nanti bukan saat ini. Yah kalo emang belum, gue ambil sisi baiknya saja berarti gue musti istirahat dulu, dan sepertinya gue emang musti jalan-jalan ke Istana Cipanas &amp; Istana Bogor seperti yang gue rencanain bareng &lt;a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/"&gt;Luluk&lt;/a&gt; bersama sahabat Museumnya (buat Luluk kalo baca tulisan ini :p "luk pastiin aja, gue mau ikutan loe &amp; sahabat museum ke 2 tempat itu :D"). Sayangnya... kalo menurut email yang dikirimin sama Luluk, kayaknya para pengunjung gak boleh bawa kamera ke dua tempat itu... ah sebel deh... Tapi kalo di halaman istana bisa di poto-poto sih mungkin gak ada ruginya bawa kamera kali ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cape baca ya....? hehehe, gue masih masih ada cerita sedikit lagi nih... berhubung entar gw mau main ke Istana Cipanas, gue jadi teringat dengan cerita temen gue. Temen gue cerita dia pernah digampar sama di suruh &lt;i&gt;push up&lt;/i&gt; sama tentara penjaga Istana Cipanas gara-gara jalan di depan pager Istana Cipanas, ternyata setelah temen gue nanya-nanya ke orang yang tinggal di sekitar Istana, ada kepercayaan kalo arwah presiden RI pertama sering lewat dan mondar-mandir di depan pager istana. Sejak saat itu orang gak ada lagi yang boleh lewat di depan pager Istana Cipanas, dan makanya gue gak heran kalo di depan Istana Cipanas gak disediain trotoar buat para pejalan kaki, ternyata itu penyebabnya. Gue sih gak terlalu percaya dengan yang gitu-gitu (berbau takhayul) tapi anehnya gue kok seneng-seneng aja diceritaain temen gue soal hal-hal yang berbau takhayul... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~udah ah cape nulis nih... lagian yang baca juga (pasti) dah pada bosen :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113393278212667419?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113393278212667419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113393278212667419' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113393278212667419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113393278212667419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/12/sehat-itu-mahal.html' title='Sehat itu Mahal!'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113323609770064927</id><published>2005-11-29T10:15:00.000+07:00</published><updated>2005-11-29T11:22:23.953+07:00</updated><title type='text'>Record Set</title><content type='html'>Kemarin gw dites... disuruh bikin aplikasi sederhana yang ngambil record set yang sangat gede... Pertama datang gak tau mau ngapa-ngapain, janji jam 10 tapi udah sampe jam 10 masih belum ada tanda-tanda mau dites. Untung di kantor itu ada si Fajar Ujian sama Irwan 99, jadi deh gw ngobrol-ngobrol sambil nunggu-nungguin tes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ngobrol gw sempet tanya ke mereka "sampe kapan loe pada mau terus-terus coding?" si Irwan bilang "pengen sampe tua", "busyet loe gak bosen tuh?" tanya gue, eh terus dia bilang "Gue suka coding kok, mungkin sampe tua gue bakal coding, siapa tau gue bisa kayak &lt;a href="http://www.martinfowler.com/" target="_blank"&gt;Martin Fowler&lt;/a&gt;, atau yang kayak yang bikin JUnit, siapa namanya?" tanya si Irwan. "Erich Gamma... yang bikin buku &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Design_Patterns"&gt;Design Pattern&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gang_of_Four_%28software%29"&gt;Gang of Four&lt;/a&gt;?"  gue mencoba menjawab. "Nah itu dia, mereka itu udah pada tua-tua tapi tetep masih pada mau coding, dan siapa tau gue bisa menghasilkan sesuatu kayak mereka...".&lt;br /&gt;Pada saat itu gue terdiam, dalam hati gue mengiyakan omongan lawan bicara gue... Iya yah kenapa juga harus meninggalkan sesuatu yang loe senangi meski kata orang pekerjaan itu ya... "begitulah" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ngobrol2, pas jam 12 kurang seperempat gue dipanggil buat test, tesnya bikin file pake jsp dengan web server Bea Weblogic dan DB Oracle, busyet dua barang itu belum pernah gue sentuh sama sekali... Akhirnya gue coba bikin, ternyata error gak bisa jalan karena waktu pas mau di deploy terjadi kegagalan, setelah ngecek webapps yang lain, baru inget kayaknya gue belum bikin file web.xml yang disimpen di direktori WEB-INF/, ohhh iya coba aja dan.... akhirnya berhasil deh ngedeploy direktori tempat gw bikin file. Beres deploy coba-coba ngecek passing parameter, untung bisa... nah yang repot waktu gue mau bikin koneksi ke database. Seumur2 belum pernah bikin koneksi ke Oracle, walau langkah-langkah make JDBC standar, tapi takutnya ada hal teknis tertentu yang gue gak tau, dan bener aja tuh... untuk konek DB yang gue tau ada dua cara satu lewat DriverManager, satu lagi lewat DataSource, nah gue mau pake DataSource aja karena gue pikir hasilnya lebih cepet, ternyata tidak... bukan karena DataSource-nya tapi karena gue gak tau setting DataSource di Bea... huuuh nyebelin mana waktu testingnya udah dibatasin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue pake DriverManager aja, wah ternyata gak bisa connect, setelah dicek pantesan driver Oraclenya belum gue masukin ke direktori WEB-INF/lib, setelah dimasukkin akhirnya bisa deh DriverManager-nya jalan, tapi waktu pas mau bikin connection kok gak bisa, setelah di cek sana-sini ternyata gue musti declare secara lengkap yaitu java.sql.Connection... baru deh bisa... fiuhhh untungnya bisa. Setelah itu bisa baru deh gue bisa bikin Querynya... bikin querynya sih sederhana, yang lama nyeting buat koneksi ke DB, jadinya waktu tes yang harusnya beres jam 1 siang harus diterusin sampe jam 2 sian deh... :( Tapi masih untung, hasil tesnya bisa gue anggap gak banget-banget lah, mengingat gue belum pernah sama sekali pake dua barang itu Weblogic &amp; Oracle... programnya jalan, meski waktu ngakses paging halaman query ke 900 (atau data ke 900*15 = 13.500 dari 1,2 jutaan data!) waktunya aksesnya lama banget sampe 1 menit :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beres tes, gue balik ternyata gw di panggil sama orang PPSI, hmm berarti jadi juga nih gw bakal dinasehatin ini itu supaya mengubah niat gw cabut... Dan rencananya hari ini harusnya, tapi berhubung orangnya lagi belum ada waktu, terpaksalah gue menunggu, sambil menunggu, gue menulis blog ini aja :). Oh iya pas sore kemarin temen gue ngasih tau, gue disuruh dateng ketemu orang HRD buat interview sore, hari ini... wah lumayan nih buat nambah2 peluang :) so.. wish me luck ya hehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113323609770064927?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113323609770064927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113323609770064927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113323609770064927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113323609770064927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/record-set.html' title='Record Set'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113290340779663914</id><published>2005-11-25T14:17:00.000+07:00</published><updated>2005-11-25T16:03:49.466+07:00</updated><title type='text'>Rasa Takut</title><content type='html'>Sambil nunggu donlotan kelar, iseng ah mo nulis :) Jadi dulu gw kadang suka ngeliat acara 'Fear Factor' yah reality show yang nayangin tantangan-tantangan dengan duit yang sangat menggiurkan, kalo gak salah hadiah buat yang juaranya nyampe 50 ribu USD, jumlah yang gede kan? Kalo liat para pesertanya, mereka bener-bener emang niat banget ngelakuin tantangan-tantangan yang pastinya bikin takut ataupun jijik, ngambil sesuatu di kotak penuh ular, atau kalajengking, atau makan-makan yang menjijikan model-model makan usus sapi mentah, atau apalah... tapi salutnya... ada aja yang selalu bisa melewati tantangan itu (demi duit gede... siapa sih yang gak mau? :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya balik lagi ngomongin soal rasa takut, dulu kalo gak salah di film Star Wars episode II apa episode I ya, yang menceritakan kalo Anakin Skywalker diramalkan memiliki masa depan yang gelap, kalo gak salah karena di dalam diri Anakin Skywalker kalo gak salah masih ada rasa takut (kalo salah mohon dimaklum, gw bukan fans Star Wars sih). Waktu pas gue nonton itu, gak sempat mikir kenapa gara-gara rasa takut kok dia susah jadi ksatria sejati... tapi sekarang-sekarang gw pikir itu emang ada hubungannya kali ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap orang memiliki rasa takut, dan rasa takut yang ada dalam diri setiap orang bakal mempengaruhi perilakunya. Tanpa kita sadari sebenernya hampir di setiap dari kita mungkin memiliki rasa takut, seperti takut kepada ketidakpastian, seperti takut akan masa depan. Gw pernah ngalamin, dan mungkin masih... terus gue pernah tanya ke temen gue yang gue anggap dia sudah memiliki sesuatu kelebihan dibanding gue, waktu pas gue tanya apa dia pernah khawatir akan masa depannya dan dia jawabannya pun sama takut juga, takut ketidak pastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal yang termasuk ditakuti manusia adalah takut mati dan takut miskin, takut jatoh level sosial dll. Siapa sudi jadi orang miskin? jadi orang miskin kayaknya sih banyakan gak enaknya daripada jadi orang gak miskin. Orang miskin melakukan lebih berat tapi hasil yang didapat lebih kecil ketimbang orang yang gak miskin, udah gitu secara sosial posisinya di masyarakat di anggap 'rendah'. Kalo ngomongin siapa diantara manusia yang paling takut gue rasa justru orang-orang yang dianggap paling banyak memiliki sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang gak punya mobil gak perlu takut mobilnya bakal dimaling... lha gimana mau takut orang mobil aja gak punya, kalo orang punya mobil pasti jadi tambah rasa takut, takut kalo mobilnya di maling, atau takut kalo cat mobilnya lecet, kalo di lampu merah takut di kepruk sama kawanan perampok dll. Kalo orang miskin dia biasanya gak punya rasa takut lagi untuk jadi orang miskin, gimana mau takut orang dia udah miskin? nah kalo orang kaya pasti lebih takut jadi orang miskin karena didalam benaknya jadi orang miskin gak enak, dia bakal turun level orang-orang yang dulu hormat ke dia karena dia punya harta sekarang takut orang gak akan hormat lagi sama dia karena dia udah gak punya harta, dulu dia bisa tidur nyenyak di kasur yang empuk dan nikmat, kalo jadi orang miskin mungkin harus tidu di kolong jembatan, atau tempat yang gak enak, banyak kutu, mana kalo ada kamtib bakal di uber-uber, kalo kaya bisa beli makanan enak yang dimau, kalo jadi orang miskin makan sehari aja belum tentu kali, masih sukur deh kalo masih idup, pokoknya gak enak lah jadi orang miskin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat takut turun jabatan soalnya kalo udah gak ngejabat, dia gak bakal punya kuasa, dia gak bisa merintah-merintah orang seperti biasa, kalo jadi pejabat tanpa diminta orang-orang bakal dateng ke dia sambil tidak lupa bawa hadiah-hadiah, kalo berkunjung ke daerah selalu dapet fasilitas, kalo dijalanan orang-orang disuruh minggir supaya mobil para pejabat bisa lewat, wah kayaknya enak deh. Nah kalo dah gak jadi pejabat mana bisa kayak begitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut turun level entah turun level secara kekayaan atau strata sosial biasanya mereka lebih reaktif ketimbang orang yang levelnya lebih rendah. Coba kalo kita baca atau denger berita akhir-akhir ini, karena alasan ekonomi yang buruk banyak perusahaan harus mem-PHK karyawannya, level karyawan yang di PHK biasanya level rendah yang pastinya gajinya udah pas-pasan dan kalo di PHK bakal gak ada penghasilan, kenapa gak para bos dan pemilik modal yang berkorban, misal mereka gak perlu nerima bonus tahunan, atau mereka mengurangi gaji mereka. Tapi apa mereka mau? kayaknya mustahil kan? Kalo mereka harus mengurangi gaji atau bonus mereka, gaya hidup mereka yang sudah dibangun harus dikurangi levelnya... Gue rasa mereka pada akhirnya takut kalo kenikmatan yang telah mereka terima akan pergi dari mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain mungkin kita pernah rasakan, punya presiden yang menjabatnya lama banget ampe lebih dari 30 tahun, kenapa dia gak dari dulu-dulu aja berhenti waktu dia udah ngejabat selama 10 tahun gitu... gue rasa dia takut kalo habis gak jadi presiden dia gak bakal menikmati fasilitas seperti waktu jadi pejabat. Setiap ada orang populer dia bakal waspada, khawatir kalo-kalo orang yang populer ini suatu saat akan menggeser popularitas dia, kalo itu bawahannya maka bakal disingkirin dari posisinya... kalo ada orang yang mengkritik dia, maka dia bakal masukin ke penjara dengan tuduhan subversi... sebenernya masalahnya sederhana dia gak mau ada orang yang ngutak-atik posisinya sebagai pejabat, karena dia takut menghadapi kenyataan kalo akhirnya dia gak menjabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus takut kehilangan jabatan contohnya cukup banyak, seperti Joseph Stalin pemimpin Uni Soviet yang gak segan-segan menghabisi lawan-lawan politiknya seperti Trotsky supaya dia mulus jadi pemimpin tertinggi. Kalo di Cina mungkin kasus Partai Komunis, meski komunis internasional sudah hancur, tapi partai ini tetap di pertahankan meskipun pada prakteknya mereka sudah sama sekali tidak menjalankan ajaran komunis, mereka tetap berkeinginan mempertahankan Partai Komunis semata-mata mempertahankan posisi-posisi strategis mereka sebagai pemimpin, kalo partai Komunis hancur, maka bisa dibayangkan akan banyak pejabat-pejabat komunis yang sekarang sudah menikmati hidup karena posisinya mereka bakal kehilangan posisi, disamping bakal ada kemungkinan para pejabat-pejabat bakal kena perhitungan oleh orang-orang yang membenci sepak terjang mereka selama menjabat menjadi pejabat partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menjaga posisi mereka, mereka tak segan-segan menggunakan cara-cara yang tidak bermoral seperti membunuh, mengintimidasi, menyiksa dll untuk orang-orang yang dianggap menggoyang posisi status quo mereka. Stalin bahkan pernah mengatakan "Kematian satu orang manusia adalah tragedi, tapi kematian jutaan orang hanyalah masalah statistika". Ketika tahun 1989 timbul gerakan mahasiswa di China yang menginginkan penyelenggaraan lebih terbuka dengan penerapan sistem demokrasi, para pejabat komunis tahu kalo sistem demokrasi ditegakkan maka cara-cara pemaksaan dari partai komunis selama ini akan dipertanyakan maka mereka menganggap demonstrasi mahasiswa yang dilakukan di lapangan Tianemen dianggap mengganggu stabilitas negara, utamanya kekuasaan partai Komunis. Deng Xio Ping yang menjadi pemimpin saat itu tegas memerintahkan tentaranya untuk membunuh para mahasiswa yang sedang protes secara damai sehingga timbul peristiwa berdarah di lapangan Tianemen yang dikutuk oleh banyak negara di dunia. Deng Xio Ping berkata "Lebih baik membunuh 200 ribu orang demi kestabilan selama 20 tahun" jelas karena mereka takut posisi mereka nanti tidak stabil, jadi mereka lebih memilih membunuh orang. Semua kelakuan ini kalo ditelusuri ya buntut-buntutnya karena mereka takut kalo partai hancur, mereka (para pejabat komunis) juga akan ikut jatuh... Dan demi mempertahankan mereka di posisi yang sekarang mereka lebih rela membunuh orang lain dari pada mereka harus turun jabatan. Betapa jahatnya rasa takut jika menghinggapi orang yang punya kekuasaan... (termasuk orang-orang kaya juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus yang lain mungkin kita bisa lihat Amerika, selama ini mata uang mereka USD secara tidak resmi sudah dijadikan standar pembayaran uang, kalo mau transaksi ya pake dollar. Tapi kata siapa gitu, sebenernya uang dollar itu tidak memiliki arti apa-apa kalo nanti orang menggunakan standar pertukaran mata uang selain dollar, misal euro. Hal ini terjadi karena setiap dollar yang dicetak tidak didukung dengan backup, biasanya kalo suatu mata uang diterbitkan maka pemerintah menyediakan logam emas sebagai backup, jadi kalo terjadi apa-apa dengan mata uang itu, setidaknya ada harapan emas yang di cadangkan bisa di manfaatkan, nah di amerika sejak PD II kalo gak salah setelah pertemuan di "Bretton Woods" setiap dollar (USD) yang dicetak tidak digunakan dengan backup, jadi kalo nantinya ada apa-apa dengan dollar maka mereka tidak bias banyak menolong karena mereka tidak memiliki backup emas, bahkan ada yang bilang jika situasi itu terjadi maka kertas uang dollar tidak akan lebih berharga ketimbang kertas toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ada kecendrungan mata uang Euro mulai menguat dan amerika khawatir kalo sampai Euro yang nantinya dijadikan standar pembayaran, maka orang-orang yang punya dollar bakal menukarkan uangnya dengan Euro dan berarti mau gak mau bank sentral amerika (The Fed) harus mengambil dollar yang mereka terbitkan dan menukarkan dengan Euro, nah masalahnya gimana mereka (The Fed) bisa memberikan Euro karena bank sentral gak punya cadangan Euro, mau beli Euro dari pasaran juga gak bisa karena saat uang dollar mereka di terbitkan mereka tidak membackup dengan emas jadi... ya saat itu bisa dikatakan ekonomi amerika bisa jatuh hanya dalam hitungan hari (btw itu juga kata orang lhooo... gw juga gak terlalu tau habis bukan orang ekonomi sih... :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut akan terjadinya bencana itu, maka katanya sih pemerintah amerika berusaha memperluas kekuatan militernya untuk melindungi sumber penting bagi hajat hidup orang banyak, contohnya Minyak! Negara industri manapun selalu membutuhkan minyak karena minyak hingga kini masih menjadi sumber energi yang utama, tanpa energi tak ada produksi, tak ada produksi berarti tak ada pendapatan, tak ada pendapatan artinya miskin! Diharpakan dengan menguasai sumber energi mereka dapat memaksa orang-orang atau negara-negara yang akan beralih menggunakan mata uang lain di ancam dengan tidak akan mengirimkan minyak ke negara mereka, makanya gak heran demi menguasai sumber minyak di seluruh dunia seperti di Afghanistan dan Irak. Kalo mereka menggunakan alasan bahwa penyerangan mereka kesana karena disana tidak ada HAM, kenapa mereka tidak melakukannya ke negara yang lain model-model di afrika karena disana lebih banyak pelanggaran HAM, tapi nyatanya tidak dilakukan, karena disana tidak ada minyak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disisi yang lain rasa takut itu bisa menjadi positif, contohnya orang takut kena siksa di alam setelah hidup (akhirat) maka mereka akan takut untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama mereka, kalau sampe terjadi kenapa orang sekarang lebih banyak melanggar ajaran agama, semata-mata mereka lebih takut akan menjadi miskin daripada masuk neraka, karena memang untuk saat ini sengsaranya jadi miskin lebih nyata ketimbang Neraka. Kemiskinan kita rasakan, Neraka tidak kita rasakan sekarang. Kalo ngeliat gitu memang ada kalanya rasa takut memang harus ada, dan diperlukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi susah juga ya menghilangkan rasa takut dari diri ini, mungkin orang yang sudah mentalnya terlatih saja yang bisa mengendalikan perasaan takutnya. Suatu ketika gw cerita ke temen tentang rasa takut gw terhadap sesuatu, dia cuma bilang "Ya lahaulla wala kuata... aja deh!" (ejaannya bener gak ya?) entah kenapa, sepertinya kata-kata itu sedikit bisa menentramkan hati meski gue juga gak tau apa arti dan maknanya... hmmm...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113290340779663914?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113290340779663914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113290340779663914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113290340779663914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113290340779663914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/rasa-takut.html' title='Rasa Takut'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113273136688001707</id><published>2005-11-23T18:18:00.000+07:00</published><updated>2005-11-23T18:20:48.030+07:00</updated><title type='text'>Minggu ini....</title><content type='html'>Apakabar blog hari ini? kabar gue.... huah gw sebenernya pengen banyak cerita sesuatu, sayang cerita itu terlalu pribadi untuk dituliskan di blog ini :D Mungkin gue cerita yang gak terlalu pribadi aja... jadi gw sudah memutuskan kalo gue sepertinya memang musti stop dari kerjaan gue yang sekarang. Berat memang tapi sepertinya hal itu harus di lakukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gue mengajukan enggak mau meneruskan kerjaan gue yang sekarang, ekspresi muka dia jadi kecewa... gue udah menduga, tapi apa mau dikata... gue merasa harus melakukannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huh, males juga nih mau cerita2 yang beginian... mungkin sebaiknya gue bikin blog tersendiri yang cuma gue doang yang tau... jadi gue bebas nulis hal2 yang pribadi... masalahnya sayang juga ada 'cerita' kalo gak di dokumentasikan ke dalam blog :) mau nulis pake ms word, gak asik banget kayaknya... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohhh what a life.... kok bisa ya kejadiannya seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehmm... tanggung mau balik, yang ada gue malah pengen baca-baca yang berbau mistik, dasar kurang kerjaan! (padahal sih banyak kerjaan yang harus diselesein!). Gue jadi cari-cari artikel tentang mistik model2 'mutih', 'pati geni' duh gak guna banget deh... eh tp lucu juga... gw dapet alamat blog yang berisi amalan-amalan, namanya juga "aneh-aneh" model-model "Ilmu Jaya Teguh", "Ilmu Lembu Sekilan", "Brojomusti" alamatnya di &lt;a href="http://sisilain.blogdrive.com/" target="_blank"&gt;sisilain.blogdrive.com&lt;/a&gt;. Bacaannya gak ngarti, kayaknya pake bahasa jawa. Lagian gw iseng banget ya... Ahhh kalo ngeliat tulisan ini gw jadi teringat si Jere, kalo dia ngomongin hal-hal mistik, begitu meyakinkan sekali seolah-olah itu nyata dan benar adanya... Emang... kalo liat profilenya di Friendster, Favorite Book-nya diisi "Primbon" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari bener apa enggak isinya, yang jelas "Primbon" bisa dikategorikan karya sastra asli produk dalam negeri, hanya saja karena lebih berkonotasi klenik... kalo denger kata "Primbon" jadi inget aja dengan masalah kejawen dan mistik2. Lagipula soal kepercayaan terhadap suatu hal di luar rasio itu terjadi di banyak belahan bumi mana saja... Orang barat percaya angka 13 angka sial, orang Asia Timur percaya angka 4 bawa sial dan angka 9 bawa hoki. Pernah juga si Jere cerita, kalo di Hong Kong meskipun orang udah pada sukses mengejar dunia, mereka masih percaya dengan hal-hal yang berbau "mistik", katanya si Jere kalo sebagian orang Hong Kong percaya hoki atau keberutungannya itu bergantung pada bakti pada kedua orang tuanya (bukankah ini memang inti ajaran Confusius?), nah salah satu wujud berbakti kepada orang tua adalah kalo orang tua sudah meninggal maka anak-anaknya harus menjaga baik-baik kuburan orang tuanya, kecuali kalo mau celaka. Katanya si Jere nih, kalo para pengusaha sukses disana umumnya selalu merahasiakan lokasi dimana orang tua mereka dimakamkan, karena kalo sampe lawan bisnisnya tau... maka lawan bisnisnya bakal ngacak-ngacak kuburan itu, sehingga hoki-nya dalam usaha bakal hilang, sehingga usaha mereka bakal hancur. Blah... kadang-kadang gue gak habis pikir, jaman sekarang yang teknologinya dah canggih, apa masih pantes percaya yang begituan...? hmmm susah juga sih... Pada dasarnya manusia kan butuh suatu keyakinan tertentu yang bisa dia dia jadikan suatu pengangan -- seperti halnya dalam beragama kali ya... Kalo dengan mempercayai hal-hal yang "tidak rasional" itu membuat mereka lebih tenang dan bahagia bukankan itu bagus... toh tujuan manusia menjadi tenang dan bahagia akhirnya tercapai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya orang timur lebih percaya dengan hal-hal yang berbau mistik ketimbang orang barat yang percaya pada rasionalitas dan tidak terlalu mempercayai model-model begituan. Selama manusia masih hidup yang namanya masalah gak akan pernah lepas dari hidupnya, bedanya kalo orang timur ketika tertekan dengan keadaannya hidupnya, pelariannya ke dukun-dukun untuk minta aji-ajian biar lebih tenang dan mantap dalam mengarungi badai kehidupan (ya elah bahasanya) atau bisa juga kembali kepada ajaran agama yang diyakininya, kalo orang barat mungkin semua harus dianggap sebagai hal yang ilmiah dan masuk akal, maka gak heran kalo orang barat kena masalah hidup lebih suka dateng ke psikolog ketimbang dukun sebagaimana orang timur. Sok tau deh gue :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari cara mana yang benar, tapi gue percaya kalo mereka yakin dengan apa yang mereka lakukan itu akan memberikan ketenangan dan kebahagiaan, maka rasanya sah-sah saja bagi kita yang katanya udah hidup di jaman modern masih percaya dengan hal-hal mistik :), tapi rasanya kurang proporsional juga kalo kita terlalu percaya hal-hal itu begitu saja, alih-alih kita tidak berfokus pada aktifitas positif, yang adalah aktifitas destruktif yang diakibatkan terlalu banyak memikirkan hal-hal berbau klenik. Entahlah... hanya Tuhan saja yang tau... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~waktunya pulang, cukup sekian tulisan 'gak jelas' untuk hari ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113273136688001707?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113273136688001707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113273136688001707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113273136688001707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113273136688001707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/minggu-ini.html' title='Minggu ini....'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113229946623827713</id><published>2005-11-18T14:24:00.000+07:00</published><updated>2005-11-18T15:21:21.406+07:00</updated><title type='text'>Gak Jelass....</title><content type='html'>Gue mau nulis sesuatu yang gak jelas, abstrak, gak tau mulainya dari mana, hmmm tapi baiknya mungkin gue mulai dari khotbah jum'at yang di ucapkan oleh khatib yang menyatakan di jaman perang dunia ke-dua, Hitler pernah mengatakan bahwa (kira-kira) "Ucapakanlah kebohongan terus menerus kepada orang lain, maka lambat laun kebohongan itu akan dipercaya sebagai suatu kebenaran". Hmmm kata-kata itu rasanya pernah gue baca, kalo gak salah di bukunya Amy Goodman tapi yang bilang bukan Hitler melainkan Joesef Goebbels, mentri propaganda di era Nazi berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya di FIB lagi ada pameran, disalah satu stand ada yang jual buku dengan judul "9 Komentar tentang Partai Komunis", buku itu di tulis oleh mantan anggota partai komunis tionghoa (PKT), nah dibuku itu disebutkan berbagai kebohongan atau kelicikan-kelicikan yang diperbuat oleh PKT, seperti pernah PKT menyatakan beberapa alasan kenapa mereka tidak membenci Amerika, seperti: karena Amerika tidak pernah menjajah Cina seperti halnya Inggris dan Jepang, Mereka memberikan bantuan senjata bagi PKT, dll. Di lain waktu ketika terjadi krisis di semenanjung Korea yang berujung pada pembagian Korea Utara yang didukung China, dan Korea Selatan yang didukung Amerika. PKT dengan mudahnya berbalik sikap 180 derajat dengan pernyataan sebelumnya dan mengatakan bahwa bangsa Amerika adalah bangsa yang jahat harus dimusnahkan, propaganda ini disebarluaskan ke anak-anak muda China agar mau berperang di semenajung Korea. Berbagai media yang berusaha mengungkap pernyataan PKT yang dulunya mendukung Amerika di sensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu di buku itu disebutkan, tanpa malu-malu PKT menyatakan bahwa PKT-lah yang membebaskan China dari penjajahan Jepang, sedang partai saingannya Kuomintang (KMT) dianggap sebagai partai yang pengecut karena tidak berperang menghadapi Jepang, menurut buku itu sebenarnya yang pengecut adalah PKT, karena justru persenjataan yang memadai hanya dimiliki oleh KMT sehingga KMT lah yang banyak berperang melawan Jepang, sedangkan PKT hanya memiliki persenjataan ringan dan dengan dalih memerangi Jepang mereka menghindari berperang dengan Jepang &amp; KMT dengan melakukan perjalanan panjang yang lebih dikenal sebagai Long March, dimana di dalam sejarah Komunis China aksi Long March ini selalu diagung-agungkan sebagai tonggak berdirinya kekuasaan komunis di China, termasuk naiknya Mao Tse Tung sebagai pemimpin China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut buku itu aksi Long March sebenarnya tidak lebih dari aksi melarikan diri dari peperangan dengan Jepang. Tapi di buku yang lain di tulis oleh Jules Archer dalam buku Kisah para Diktator, disebutkan bahwa perjalanan Mao Tse Tung beserta pengikutnya dalam aksi Long March merupakan perjalanan yang sangat luar biasa dimana pada awal perjalanan terdapat lebih dari 90.000 orang tentara yang ikut serta dan pada saat akhir perjalanan yang tersisa tinggal sekitar 20.000 orang saja, kemudian Jules Archer menambahkan kalo dibandingkan dengan perjalanan Hannibal (Jendral dari Carthago) sewaktu menyerang Kerajaan Roma, perjalanan Hannibal ini tidak lebih dari sekedar darmawisata. Suatu bentuk pengakuan betapa beratnya Long March, meski menurut buku yang lain aksi Long March tak lebih dari aksi pengecut melarikan diri dari kewajiban membela negeri Cina dari penjajahan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke soal Nazi, gue jadi inget ada film yang mengisahkan pengadilan penjahat perang Nuremberg. Disitu tergambar sosok Hermann Goering yang begitu yakin dengan tujuan partainya, dimana dia sendiri sebenarnya mengakui bahwa rakyat Jerman sebenarnya memang tidak menginginkan Perang. Waktu pas buka &lt;a href="http://en.wikiquote.org/wiki/Hermann_Goering" target="_blank"&gt;wikiquote&lt;/a&gt; emang ada kata-kata yang cukup "berkesan" dari Goering, berikut gue kutipkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Göring: "Why, of course, the people don't want war. Why would some poor slob on a farm want to risk his life in a war when the best that he can get out of it is to come back to his farm in one piece. Naturally, the common people don't want war; neither in Russia nor in England nor in America, nor for that matter in Germany. That is understood. But, after all, it is the leaders of the country who determine the policy and it is always a simple matter to drag the people along, whether it is a democracy or a fascist dictatorship or a Parliament or a Communist dictatorship."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gilbert: "There is one difference. In a democracy, the people have some say in the matter through their elected representatives, and in the United States only Congress can declare wars."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Göring: "Oh, that is all well and good, but, voice or no voice, the people can always be brought to the bidding of the leaders. That is easy. All you have to do is tell them they are being attacked and denounce the pacifists for lack of patriotism and exposing the country to danger. It works the same way in any country."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In an interview with Gilbert in Göring's jail cell during the Nuremberg War Crimes Trials (18 April 1946)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ngeliat omongannya Goering ini jadi teringat dengan ucapannya George W Bush yang selalu menggembar-gemborkan perlunya perang terhadap Irak, Afghanistan, dll dengan dalih melindungi Kebebasan Demokrasi di Amerika dll, ternyata benar sekali ucapannya Goering kalo mau membawa rakyatnya berperang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"All you have to do is tell them they are being attacked and denounce the pacifists for lack of patriotism and exposing the country to danger. It works the same way in any country."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya ngomong-ngomong soal Nazi jadi inget dengan film &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rat_Race" target="_blank"&gt;Rat Race&lt;/a&gt;, ceritanya tentang perlombaan mendapatkan hadiah yang sangat besar, salah satu pesertanya adalah pasangan keluarga yahudi, kebetulan waktu pas di jalan anak perempuannya ngeliat ada museum Barbie, tentu saja anak perempuan itu menyangkanya museum itu berisi boneka Barbie produksi Mattel, ternyata museum itu berisi hal-hal yang berkaitan dengan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Klaus_Barbie" target="_blank"&gt;Klaus Barbie&lt;/a&gt;, yang pada kenyataannya memangbenar pernah ada tokoh yang bernama Klaus Barbie, dia pernah memimpin Gestapo (Polisi Rahasia) Nazi. Bahkan konon ada anekdot, kalo boneka Barbie sekarang ini kan gak pernah bareng pasangannya yaitu boneka Ken, nah ada orang yang mengusulkan supaya boneka Barbie berpasangan aja dengan Boneka Klaus Barbie :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113229946623827713?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113229946623827713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113229946623827713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113229946623827713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113229946623827713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/gak-jelass.html' title='Gak Jelass....'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113203389701928390</id><published>2005-11-15T12:23:00.000+07:00</published><updated>2005-11-15T12:51:37.100+07:00</updated><title type='text'>Ngeblog vs Manual</title><content type='html'>Buat orang yang melakukan suatu pekerjaan yang disukai, tentu hasilnya akan jelas berbeda dengan orang yang melakukan pekerjaan yang tidak disukai, begitupula dengan gue. Buat orang yang baca blog ini tentu bisa melihat betapa relatif panjanganya tulisan-tulisan gue ini. Bahkan saking panjangnya ketika blogger menerapkan kebijakan anti blog spam, blog gue ini di deteksi sebagai blog spam, dimana salah satu definisinya adalah tulisannya yang terlalu panjang sehingga si server dengan suatu algorimanya sendiri memberi tanda otomatis kalo blog gue adalah blog spam! Menyebalkan! kalo gue mau nge-publish tulisan gue, gue jadi harus selalu mengisi verifikasi. Untunglah setelah gue mengisi form yang disediakan blogger untuk meminta direveiew oleh orang dari blogger yang menentukan apakah blog gue blog spam/bukan? Akhirnya sekarang status sebagai blog spam sudah diremove dari blog spam, dan gue gak perlu lagi sekarang ngisi kode verifikasi setiap mau nge-publish tulisan gue :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong soal panjangnya tulisan gue di blog ini, rasanya kontras sekali dengan kerjaan gue!. Sejak beberapa hari yang lalu, gue sebenernya sudah bertekad untuk mengerjakan utang manual sistem yang harus gue serahin sebelum akhir tahun 2005 ini berakhir, bukannya dikerjaain... yang ada ditunda-tunda mulu. Heran juga kalo nulis blog bisa panjang-panjang, waktu mau bikin "manual sistem" dari dulu sampe sekarang masih gak juga beranjak dari 2 halaman! Bingung mau nulis apa, mungkin karena kalo nulis manual musti pake bahasa yang formal makanya sampe sekarang utang manual yang harus gue kerjain masih belum ada progress. Rencananya hari ini gue mau nerusin nulis manual, eh malah gue nulis blog ini! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue juga jadi inget, betapa lamanya gue dulu nyelesain laporan kerja praktek (KP), kalo gak salah dari bulan Desember sudah dimulai tapi males-malesan karena waktunya emang banyak buat fokus ke kerjaan, pas bulan Maret tahun berikutnya sebenernya waktu luang udah lebih banyak karena emang udah gak kerja lagi, tapi laporan KP gak kunjung juga kelar, baru pas akhir bulan Juni baru deh kelar. Kalo di itung-itung udah berapa lama tuh gue ngerjain laporan KP?. Kalo liat dari situ bisa dibilang gue bukan orang yang bisa menulis tapi kalo ngeliat panjangnya gue nulis blog kok rasanya kontras?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalo nulis laporan atau manual gue sudah terikat dengan aturan-aturan tertentu, sedang kalo nulis blog gue bebas sebebas-bebasnya dari aturanbagimana membuat tulisan blog. Kalo nulis laporan atau manual, tema dan tujuan dari tulisan sudah ditentukan, sedang kalo blog apa yang lagi kepikiran di otak bebas untuk diungkapkan gak peduli apakah blog ini punya tema tulisan ataupun tujuan. emang kayaknya Blog bisa jadi sarana yang tepat buat mengekspresikan pengalaman atau pemikiran gue. Yang jelas dari pengalaman gue yang susah buaaaanget untuk bikin kelar "manual sistem" gue jadi teringat tulisan yang bilang "Engineer's can't write good documentation", dan sepertinya itu berlaku juga buat gue.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ayo-dong-jangan-males-bikin-manual!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113203389701928390?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113203389701928390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113203389701928390' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113203389701928390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113203389701928390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/ngeblog-vs-manual.html' title='Ngeblog vs Manual'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113169485358712499</id><published>2005-11-11T14:35:00.000+07:00</published><updated>2005-11-11T16:03:32.543+07:00</updated><title type='text'>Apa Kabar?</title><content type='html'>Fhewww kayaknya dah lumayan lama juga nih blog di anggurin. Meski dah lewat lebih dari seminggu, sebelumnya Gw mo ngucapin Mohon Maaf Lahir dan Bathin, mohon di maaf kalo ada salah2 kata/tulisan dari gue yang menyinggung perasaan baik sengaja/tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal lebaran, jadi teringat persis seminggu yang lalu pas hari Jum'at temen kelas jaman gw kelas 2 SMA nelpon, ngajak ngumpul di rumah temen yang kebetulan lagi ada di Bogor. Kalo ada tawaran main dari temen-temen kelas 2 (kelas 2-6 tepatnya) di usahain gak bakal gw tolak, habis gimana ya... susah senang sudah pernah kami rasakan bersama (ya elah bahasanya...). Dari jalan-jalan bareng, jalan kaki atau naik bak mobil terbuka bareng gara-gara waktu itu angkot pada mogok, nginep sambil bakar ayam, men-"jarah" rumah temen2 cewek... dan aktifitas yang rasanya sulit dilupakan sebagai kenangan yang berkesan (meski kata "berkesan" tidak selalu indah lho...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar temen-temen gue saat itu bervariasi, ada yang dapet musibah dimana dia harus di kuret karena keguguran, ada juga yang mau ketemu calon mertua di kota Malang, ada juga yang ngasih surat undangan pernikahan untuk bulan november ini dll, Bayak sekali kabar hari itu!. Berhubung waktu itu gue sama temen-temen kumpul di tempat temen gue Guna, jadi gue mo cerita tentang dia. selama ini dia dinas di suatu dirjen yang dianggap orang sebagai dirjen "basah", selama ini dia ditempatin di kota Jayapura, Papua. Biasalah kalo ketemu gak jauh2 tanya-tanya kabar gimana. Temen-temen gue kalo becanda biasanya tanpa ampun, paling gak kudu kuat mental lah, temen gue yang lain sempet becandain si Guna yang badannya masih kurus kerempeng. si Guna cuma bisa mesem-mesem aja, terus temen gue nyeletuk lagi "Tapi bagus lah loe masih kurus, berarti loe masih jadi orang jujur, tar kalo gue liat badan loe agak gemukkan berarti ada kemungkinan loe udah kena pergaulan gak beres di sono".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, emang dirjen tempat temen gue gawe termasuk "basah" bahkan kalo seandainya dirjen ini dipisah dari Departemen yang sekarang, katanya sih Departemen itu bakal kurang kerjaan. Cuma ya karena urusannya deket sama bau-bau duit, konotasi sebagian orang ya rada jelek juga, bahkan si Guna pun mengakui kalo dia itu disana jadi orang aneh, karena mayoritas temen-temennya banyakan dah terkontaminasi oleh budaya yang tidak terpuji. "Bayangin aja dari 40 orang yang gawe, paling yang bener-bener bersih cuma ada 2 orang doang, pait gak tuh! Dulu gw sempet bertekad daripada orang-orang ngomongin kejelekan tempat gue gawe, mending gue coba ngubah dari dalem, kenyataannya susah! Kalo terus-terusan kayak gini, mending begitu ikatan dinas gue habis, lebih baik gue cabut aja dari tempat itu" sepertinya dia juga agak frustasi juga dengan kondisi tempat dia gawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus gue nyeletuk becanda "Wah, gun tapi bagus lah kalo loe masih tetep seperti dulu, jangan sampe deh gun entar di akherat kita-kita bisa ketemu di surga, tapi pas cari-cari loe ternyata loe gak ada di surga" *ini contoh becanda yang berusaha jujur, tapi sadis! padahal "kita" disitu juga belum tentu yakin bisa masuk surga*&lt;br /&gt;Dengan spontan si Guna bilang "Astaghfirullah, ya Allah", yang lain nimpalin "Yah gun kalo loe emang bisa bertahan dengan sikap loe yang sekarang kita doain deh biar loe kuat, ya masing-masing dari kita emang gak ada yang mastiin sampe berapa lama kita bisa kuat megang prinsip, ya mudah-mudahan aja loe masih di beri kekuatan" timpal temen-temen gue yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh iya ngomong2 temen loe seangkatan apa ada yang dah banyak berubah?" tanya gue&lt;br /&gt;"Sebagian emang udah pada berubah, kebawa lingkungan"&lt;br /&gt;"Ada yang udah ditangkep KPK belum?" tanya gue&lt;br /&gt;"Ada, temen gue seangkatan ada yang sekarang dah di penjara sama KPK gara-gara gak bisa mempertanggung jawabkan darimana dia bisa beli rumah sama mobil, padahal baru beberapa tahun kerja"&lt;br /&gt;"Loe pastinya banyak doong yang nawar-nawarin sesuatu ke elu"&lt;br /&gt;"Banyak, waktu itu aja gue sempet ditawarin tiket pesawat bolak-balik Jakarta-Jayapura kalo gue mau, cuma gak gua ambil. Mungkin orang-orang yang nawarin ke gue itu keliatan rela, baik dan hormat sama gue, tapi mana gue tau kalo dibelakang gue, dia maki-maki gue, gue gak mau kayak gitu" kata si Guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus si Guna nerusin ceritanya "Emang kadang berat juga punya profesi kayak gue, kalo keliatan biasa atau miskin orang bakal ngerasa aneh, tapi kalo gue kaya, yang ada orang bakal curiga. Istri gue sempet tuh di 'panas-panasin' sama salah seorang kerabatnya, kerabat istri gue bilang kalo sodaranya dia, tempat kerjanya sama ama gue, pas pensiun tanahnya berhektar-hektar tersebar dimana-mana, masak sih hidupnya gue sama istri gue masih gini-gini aja. Terus istri gue bilang 'Kalo mau, Aa Guna juga bisa, udah banyak orang yang nawarin, bahkan waktu itu sempet ada orang yang siap ngasih tiket pesawat pulang pergi, ada juga waktu itu yang nawarin amplop isinya 30 juta, tapi di tolak sama Aa Guna. Kalo mau mah Aa Guna juga bisa kayak gitu! cuma apa ya tega kalo sampe Aa Guna di tangkep, terus dipenjara nanti siapa yang ngurus keluarga? Apa tega ngeliat Aa Guna kaya gitu?'. Setelah istri gue bilang gitu langsung diem dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati gue, wah gue bersyukur masih punya temen yang kayak gini! Contoh baik kayak gini yang baik untuk di tiru (meski berat banget!). Selain itu gue juga jadi &lt;i&gt;terinspirasi&lt;/i&gt; kelak kalo cari temen hidup harus yang punya prinsip kayak istrinya temen gue ini :) *boleh dong bercita-cita :p*. Kata orang-orang termasuk ceritanya si Guna juga, kalo sesungguhnya "Harta, Istri dan Anakmu adalah sumber fitnah". Terus si guna bilang "Tapi kalo kita bisa membuat ketiganya jadi baik, maka ketiganya justru bisa jadi sumber kebaikan dan pahala". Dalam hal ini gue harus mengakui juga omongannya temen gue ini, emang gue pernah denger ada laki-laki baik, hanya karena tekanan istri yang selalu manas-manasin suaminya supaya memanfaatkan jabatannya akhirnya kalap, ngambil jalan pintas, terus jadi maling negara, dan akhirnya hidupnya malah gak bahagia. Kalo keinget cerita tadi, gue jadi inget aja pesennya bokap semalem "Orang cari gaji itu jangan gedenya aja, tapi cari yang berkah". Dan sampe sekarang gue masih bertanya-tanya apa sebenernya definisi 'eksak' dari "berkah" itu kayak gimana... Kalo "Birkah" gue mungkin tau, itu singkatan dari "Bibir Merekah", istilah temen-temen SMA gw ke seorang adik kelas cewek yang kece &amp; bibirnya terlihat seksi :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113169485358712499?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113169485358712499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113169485358712499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113169485358712499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113169485358712499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/apa-kabar.html' title='Apa Kabar?'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113039773193800054</id><published>2005-10-27T14:18:00.000+07:00</published><updated>2005-10-28T10:55:53.100+07:00</updated><title type='text'>Suka, Sayang, Cinta</title><content type='html'>Dapet dari buletin di friendster, terdengar "terlalu muluk" tapi bagus juga sih buat dibaca iseng-iseng :)&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jgn menangis."&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan menawan."&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat orang yang kau suka menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat orang yang kau sayang menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat orang yang kau cintai menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SUKA adalah hal yang menuntut.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;SAYANG adalah hal memberi dan menerima.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113039773193800054?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113039773193800054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113039773193800054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113039773193800054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113039773193800054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/suka-sayang-cinta.html' title='Suka, Sayang, Cinta'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113022991975006889</id><published>2005-10-25T14:49:00.000+07:00</published><updated>2005-10-25T16:09:46.823+07:00</updated><title type='text'>Sit In</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu gue main ketempat dulu gue ngajar, semeseter ini emang gue gak ngajar sama sekali, kebetulan temen gue ada yang kuliah disana. Temen gue bilang asal almamater dosen yang ngajar sama ama gue, tapi temen gue gak tau siapa namanya. Akhirnya gue iseng bilang ke temen gue, kalo gue mau ikutan kuliahnya dia, yang secara kebetulan nama mata kuliahnya sama dengan mata kuliah yang dulu gue ajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya temen gue bilang kalo yang ngajar angkatan 2001, dan itu berarti dibawah gue, tapi sebenernya sih temen gue juga gak yakin juga angkatan berapa?. Akhirnya pada hari yang ditentuin, gue bareng sama temen gue ke tempat kuliah. Kemudian temen gue sama mahasiswa yang lainnya siap2 masuk ke tempat kuliah, temen gue bilang dosennya udah dateng. Terus gue liat ada laki-laki yang mau masuk ke gedung. Perasaan gue kenal, aha benerlah temen gue bilang kalo dia emang lulusan satu almamater sama gue. Cuma kali ini temen gue salah, dia bukan angkatan 2001 mungkin yang dimaksud lulusan tahun 2001 (kali ya...), karena jelas laki-laki yang mau ngajar ini jelas kakak kelas waktu gue kuliah dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha lucu juga kalo ketemu orang satu almamater ditempat lain, waktu pas masuk kelas gue sapa "Pak ngajar disini?".&lt;br /&gt;Laki2 itu nengok dan bales bilang "Eh, kirain siapa... lagi ngapain?" tanya dia&lt;br /&gt;"Biasa iseng, penasaran katanya temen gue yang ngajar kuliah asalnya dari **, eh ngomong katanya ada dua orang yang ngajar, siapa satu lagi?" tanya gue sama dia&lt;br /&gt;"Si ***" bales dia&lt;br /&gt;"Si ***************?" tanya gue lagi sambil nyebut nama lengkapnya&lt;br /&gt;"Iya dia"&lt;br /&gt;"Ohhh, eh gue numpang Sit In ya...? :)" kata gue minta izin&lt;br /&gt;"Ohh iya" bales dia&lt;br /&gt;Mungkin para mahasiswa yang di kelas pada penasaran liat gue yang orang luar kok ngobrol ditengah kelas sama dosen, untungnya pelajaran belum dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pelajaran dimulai, dia mengeluarkan beberpa lembar kertas hasil print yang berisi materi kuliah. Gue perhatiin kayaknya ngajarnya langsung ke programmingnya, dan gue menduga beberapa konsep OOP masih belum dipahami oleh sebagian besar mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain ladang emang lain belalang, ya emang beda cara satu orang menyampaikan materi. Sejujurnya gue ikutan sit in kuliah ini pengen ngebandingin cara gue ngajar dulu, dengan orang lain, siapa tau gue bisa banyak belajar dari orang lain. Benar saja, paling gak ada beberapa anak yang coba bertanya berkaitan dengan materi kuliah yang saat itu membahas java keyword untuk "public" dan "private" (untuk keyword "protected" di-pending sampai materi "inheritance" diberikan"). Pertanyaannya kadang diajukan dengan cara yang lucu, polos sehingga satu kelas hampir banyak dari mahasiswa yang hadir tertawa dengan pertanyaan yang diajukan itu. Gue yang denger, diem2 aja, tapi gue tau pasti para mahasiswa yang tertawa itu sebenernya juga penasaran dengan jawaban, hanya mereka terlalu gengsi mengajukan pertanyaan itu, gue hargai banget mahasiswa yang berani nanya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pertanyaan hanya diatanyakan oleh mahasiswa yang itu-itu aja, paling cuma 3 orang aja, sisanya diem2 aja. Suatu saat ada mahasiswa yang bertanya ke dosennya, situasi kapan kata kunci "public" dan "private" sebaiknya digunakan?&lt;br /&gt;Sang dosen menjawab "semua itu tergantung dari desainnya..."&lt;br /&gt;Gue saat itu sedang memposisikan sebagai orang awam, dan gue rasa jawaban seperti itu terlalu abstrak, kurang memberikan gambaran yang jelas, akhirnya tanpa bermaksud "mengganggu", gue angkat tangan meminta izin untuk menambahkan penjelasan sang dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang dosen memberi izin, dan gue mulai siap untuk mencoba membantu menjelaskan jawaban sang dosen. Gue mencoba menjelaskan dengan agak terbata-bata, sejujurnya gue agak gugup juga waktu pas mulai berbicara, padahal waktu pas dulu gue ngajar gak sampe gugup gini. Akhirnya setelah beberapa saat gue berbicara, mulai hilanglah rasa gugup itu, gue memberikan contoh analogi penggunaan "private", gue gunakan contoh manusia, disitu gue jelaskan "...setiap manusia adalah objek yang terdiri dari objek-objek, anda objek saya objek, tapi saya gak bakal bisa mengutak atik bagian tubuh yang terlindung dari kalian, seperti hati, jantung, otak, coba bayangkan apa jadinya kalo saya bisa mengutak-ngatik komponen tubuh anda, misal otak anda? nah itulah padanan penggunaan private, yaitu melindungi anggota objek dari campur tangan objek lainnya. Contoh yang lain mesin mobil, kita gak akan bisa mengutak-atik cara kerja dan komponen-komponen yang ada didalam mobil, apa kita bisa secara langsung mengakses atau mengatur cara kerja masing-masing komponen yang ada didalam mesin? enggak kan? yang bisa ngatur cuma mesin itu sendiri, nah itulah kira-kira analogi penggunaan kata kunci private, jelas gak?" kata gue bertanya, seolah gue yang jadi pengajar dikelas itu, gue jadi lupa kalo gue disitu cuma lagi sit in. Gue melihat beberapa mahasiswa menganggukan kepala, ya jadi gue anggap mereka paham analogi gue, jadi gue serahin lagi semua ke dosennya. Dosennya membenarkan analogi gue, kemudian dia menambahkan "jadi gunakan 'private' sesuai kebutuhan, apa yang harus emang disembunyikan bisa kita berikan status 'private'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara gue "ngerecokin" sang dosen memberikan penjelasan, kayaknya beberapa mahasiswa mulai melihat kalo gue emang sebenernya bukan mahasiswa, gak heran setelah kuliah beres, gue sempat ngobrol lagi dengan dosen, waktu pas keluar para mahasiswa yang ada di luar kelas menyapa gue "balik pak?". Mereka manggil gue "pak"? wah mereka kayaknya salah panggil tuh, tapi gue gak ambil pusing, gue bales aja "iya". Terus mereka tanya "emang rumahnya dimana sih pak?"&lt;br /&gt;"Itu deket dengan si H (temen gue)" bales gue,&lt;br /&gt;"Oooh deket rumahnya si Boby (nickname temen gue)?".&lt;br /&gt;"Iya..." bales gue&lt;br /&gt;Terus salah satu dari mereka spontan bilang "pak ajarin java dong, pak...".&lt;br /&gt;Gue bilang "boleh aja kapan-kapan..." sambil senyum gue ngeloyor balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata gue gak balik dulu, gue mampir dulu ke toko buku, baca beberapa buku yang dijual disana. Ada yang buku yang berisi kisah-kisah, gue gak beli tapi baca aja :), dan salah satu ceritanya ada yang cukup menggelitik, jadi ceritanya itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang lelaki bernama fulan, mukanya pas-pasan, pendek, pokoknya bisa dibilang gak menarik, tapi si fulan ini punya istri yang sangat cantik sekali, pokoknya gak seimbang antara si lelaki dengan perempuannya. Ketika si fulan memandang istrinya dia bilang "Wahai istriku alangkah cantiknya dirimu, begitu melihat wajahmu aku menjadi bersyukur kepada tuhan atas anugrah yang telah diberikannya". Kemudian sang istri membalas, "Kelak suatu saat kita mungkin bisa bertemu di surga bersama-sama"&lt;br /&gt;"Tapi bagaimana kau bisa tahu bahwa kita suatu saat bisa bersama-sama disurga nanti?"&lt;br /&gt;"Begini, kau merasa beruntung mendapatkan aku (yang cantik ini) sehingga engkau menjadi bersyukur, bukankan orang yang bersyukur akan masuk surga? Sedangkan aku mendapatkan engkau (yang gak ganteng), maka aku bersabar ketika melihat engkau, bukankah orang yang bersabar juga akan mendapatkan pahala untuk masuk ke surga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah baca itu gue jadi senyum-senyum, gue balik halaman-halaman yang lainnya sepertinya ceritanya menarik-menarik, tapi entah kenapa gue kok gak beli buku itu ya? Gue malah beli dua buku yang lain, salah satunya malah buku memasak tentang "Pastry dengan cita rasa Oriental" yang padahal isinya belum tentu dipraktin sama gue, tapi untungnya adik gue gak keberatan mempraktekan salah satu resep yang sederhana, sayangnya proses pembuatannya gak gue foto jadi yah males juga gue nampilin disini :) *ternyata susah juga bikin pastry keliatan berlapis-lapis*.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113022991975006889?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113022991975006889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113022991975006889' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113022991975006889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113022991975006889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/sit-in.html' title='Sit In'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112970028711088151</id><published>2005-10-19T12:11:00.000+07:00</published><updated>2005-10-19T12:57:25.030+07:00</updated><title type='text'>19 Oct 2005</title><content type='html'>Tadi malam, waktu lagi baca-baca manual di komputer, tiba-tiba komputer menampilkan pesan biru kematian... Teken keybord "Numlock", lampu led yang ada tulisannya "Numlock" tidak bereaksi, yang berarti komputer telah Hang dengan sempurna!. Terpaksa tombol reset harus digunakan!. Arrgh dasar komputer tua, kabel2 udah kendor, bikin sistem gak stabil, kadang bikin hardisk gak kedetect, alhasil waktu hardisk di scan, ternyata di hardisk sudah ditemukan Bad Sector (lagi!) :( Padahal lagi disuruh nyelesein manual penggunaan kerjaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, waktu tadi gue udah naik kereta, tiba2 dapet telpon dari rumah, ternyata dompet gue ketinggalan! Duh kok bisa gak kerasa gini ya? mana Abodemen, KTP semua ada di dompet itu. Duit dikantong cuma ada 3000 perak lagi! tau deh bisa balik gak ya? :) Ongkos balik naik angkot 2000, berhubung gak bawa Abodemen, berarti gue musti beli karcis kereta yang harganya 2000, wah berarti kurang nih duit di kantong... duh bego banget sih bisa sampe lupa bawa dompet *kudu ngutang nih!*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini baca email, ternyata proposal yang dikirim udah di terima, tinggal cari tau gimana kelanjutannya negonya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini buka milis, ternyata situs mhs1298 dihidupkan kembali, setelah sebelumnya disimpen di &lt;a href="http://www.mhs1298.or.id" target="_blank"&gt;www.mhs1298.or.id&lt;/a&gt; yang kini cuma berisi phpinfo. Sekarang pindahnya ke &lt;a href="http://mhs1298.homeip.net" target="_blank"&gt;mhs1298.homeip.net&lt;/a&gt;. Ternyata design webnya masih pake yang dulu gue buat... Sebenernya waktu gue buat designnya, tujuannya sebagai draft sementara aja, waktu itu gue kasih ke si bangkis ama si benny biar nyuruh anak2 yang lain yang lebih jago design buat memperbaiki tampilannya biar keliatan lebih bagus, clean, elegant, dan gak norak. Gue kurang puas dengan tampilan navigasi di sebelah kiri sama tulisan mhs1298 yang gue bikin di bagian atas kiri, terlalu simpel dan terlihat kurang pro :p *emang bikin logo itu susyah...!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat si rudi, draft yang dah serahin sebelumnya ke si benny &amp; bangkis malah udah ditambahin segala sama dia, sekarang bagian berita dan gossip udah ada isinya, gak statis kayak sebelumnya *tapi dimana halaman buat ngisinya?*. Forumnya juga udah dibikinin, gallerynya juga ada tapi kayaknya masih ada error... daftar yang ulang tahun kayaknya juga masih statis belom diimplement *sekarang udah oktober, bukan agustus!*, thanx buat rudi dan yang lainnya yang udah berusaha mencoba mengimplementasikan. Sory gue belom sempet bantu-bantu lagi (atau sebenernya emang  dasarnya lagi males?).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112970028711088151?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112970028711088151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112970028711088151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112970028711088151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112970028711088151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/19-oct-2005.html' title='19 Oct 2005'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112953628136091482</id><published>2005-10-17T14:26:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T15:04:41.363+07:00</updated><title type='text'>Buka Puasa Bersama</title><content type='html'>Jum'at, anak2 98 ngadain buka puasa bersama (lebih tepatnya makan bersama kali ya :p) di Tamani Melawai, Sebelum sampe sana gw janjian dulu sama Dani. Rencananya gw mau sholat maghrib di suatu tempat yang gw juga gak tau... tapi si dani bilang sholatnya di deket kantornya aja, sekalian buka dulu disana. Untung hujan yang cukup deras itu akhirnya berhenti, sehingga gue agak tenang juga untuk menuju lokasi. Akhirnya sampelah gue di daerah PI deket kantornya si dani, ternyata motor gak boleh masuk kawasan situ, tapi satpamnya bilang "parkir aja di depan pintu, aman kok!" yah udah terpaksa motor dititipin deket pintu masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak dari PI ke melawai gak terlalu jauh, jadi bisa agak santai kesananya... Ya gw disuruh buka puasa di kantin kantornya sekalian, dan kebetulan sekali dia bilang, "udah loe mau minum sama makan apa? tenang gue traktir kok..."&lt;br /&gt;"tumben2an loe traktir gue dan?" kata gue becanda, habis kayaknya baru sekarang dia nraktir gue... :)&lt;br /&gt;"gaji gue lebih gede... muehehehe" kata dia&lt;br /&gt;"nah gitu doong dan :) dari dulu kek! :p" akhirnya gw mesen somay pake duitnya si dani *sering2 aja dan :)*.&lt;br /&gt;Beres makan, sholat maghrib, terus langsung cabut... ternyata gak terlalu lama waktu yang dibutuhin untuk nyampe ke lokasi, beberapa anak udah ada yang disana, disana gue pas banget ketemu temen bawa motor, si benny dan bangkis, gak lama kemudian ketemu si aryo yang juga keliatan nyampe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe disana ternyata baru beberapa orang yang udah nyampe. Sepertinya cukup banyak juga orang2 yang pada buka di tempat itu. Gue gak tau menu apa yang recommended di tempat itu. Akhirnya gue ngikutin anak2 aja yang pada mesen Chicken Maryland. Soal rasa lumayan lah, cuma gue gak suka sama yang saus warna putih itu, gak tau mustard apa santen ya... gak matching aja rasa gurih campur rasa manis-asem. Pake minum Tropical Punch, total Damage sekitar 50 rebu (+ pajak jadi 55 rebu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sabtunya ada buka puasa bersama anak2 2-6 temen gue sekelas waktu SMA. Rencanannya ngedadak banget, hari rabu di omongin, sabtunya langsung deh kumpul. Tipikal anak2 2-6 (yang lain2 juga sama aja sih), kalo bikin rencana dari jauh hari biasanya gak berhasil tapi kalo ngedadak kadang malah berhasil. Akhirnya di putuskan untuk buka puasa bareng di Mangiare (baca Manjare) di Jalan Pakuan Bogor, gak jauh dari LIA dan SMA 3 bogor. Kalo dari Gramed pajajaran mungkin sekitar 100 meteran lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini tahun ke-3 buka puasa anak2 2-6 yang dilakukan di luar, biasanya dulu2 kalo buka puasa bersama suka di tempat salah satu anak-anak 2-6. Waktu udah berubah, dan memang gak akan pernah sama lagi... sekarang tiap orang udah sibuk, jadi kayaknya gak keburu untuk bikin acara di rumah salah seorang temen, paling praktis ya makan di luar bareng-bareng. Selain itu, semakin banyaknya temen2 yang sudah berkeluarga membikin acara buka puasa bersama semakin sedikit aja yang dateng :) Yang dateng kemarin paling cuma ada 8 orang anak 2-6 *dikit banget!* Dan yang dateng ya cuma yang masih belum berkeluarga, kecuali santo yang istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya banyak yang pengen diceritain, tapi kok kayaknya males nulisnya... Uhh... tapi puas bisa ketemu temen2 lama...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112953628136091482?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112953628136091482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112953628136091482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112953628136091482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112953628136091482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/buka-puasa-bersama_17.html' title='Buka Puasa Bersama'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112927967381693431</id><published>2005-10-14T15:31:00.000+07:00</published><updated>2005-10-14T15:47:53.823+07:00</updated><title type='text'>Hujan Kemaren</title><content type='html'>Setelah kemaren ngajar, gw mampir dulu ke depok, pas pulangnya bensin udah mau abis, terpaksa cari2 pom bensin, untung dapet pom bensin yang buka, soalnya gue mungkin pelanggan terakhir yang dilayanin sama tukang pom bensinnya. Ternyata setelah ngelayanin gue, mereka tutup operasional sementara untuk buka puasa bersama :) Apes aja yang belakangan gue mau ngisi gak dilayanin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah full ngisi bensin, tiba2 ujan deres banget... udah gitu setiap lewat pom bensin rata-rata pada tutup gitu, mungkin tutup karena pada buka puasa kali, untung gue udah ngisi bensin... coba kalo belom, bensin abis dan ujan deres, hari gelap banget! gak tau gue mo gimana lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kehujanan, terpaksa nyampe rumah telat, tapi untung masih selamat. Pas pagi tadi bokap bilang, kalo gue termasuk beruntung. Emang kenapa tanya gue ke bokap, terus gue ditunjukin kalo motor yang kemarin gue naikin ban-nya sekarang bocor!. Ugggh bener2 untung bocornya bukan pas di tengah perjalanan yang hujannya deres dan gelap gulita (udah bocor kok masih dibilang untung ya? :p). Coba kalo kemaren bannya bocor pas ditengah jalan... alamat gawat deh... jalannya gelap, sepi, dan gak ada tukang tambal ban... gak bisa gw ngebayangin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus gue cek ban motor yang bocor, ternyata ada paku yang nancepnya cukup dalem, dan kayaknya nancepnya udah lama soalnya dalem. Berarti semenjak perjalanan paku udah nancep tapi gak bikin bannya bocor, baru pas nyampe rumah bannya jadi bocor, tepatnya pagi tadi... aneh juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini hujannya juga deras sekali... Mudah2an nyampe dengan selamat pulang pergi ke acara Buka Bersama anak2 98...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112927967381693431?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112927967381693431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112927967381693431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112927967381693431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112927967381693431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/hujan-kemaren.html' title='Hujan Kemaren'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112919567109766023</id><published>2005-10-13T16:27:00.000+07:00</published><updated>2005-10-13T16:27:51.100+07:00</updated><title type='text'>Praktikum</title><content type='html'>Kemarin si apit ngedadak gitu ngasih tau gue suruh gantiin dia jadi pengajar praktikum untuk mata kuliah 'Pemrograman Web' di UIN yang di Ciputat itu... Tadinya sih gw gak yakin bisa... Tapi berhubung kerjaan lagi agak lowong... makanya yah gak ada salahnya di coba...di samping si apit ngeracunin gue, dia bilang "Akhwatnya manis-manis lho.... &gt;:)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dateng agak kepagian, tanpa persiapan apa-apa buat materi yang bakal di kasih, habis si apit ngeyakinin gitu kalo yang di ajar baru basic HTML, yah kalo masih itu sih gw mau. Tapi sejujurnya gw paling males ngajar kalo gak ada guideline. Setelah tanya-tanya sana-sini ternyata gw musti ngajar praktikum ke gedung laboratorium di lantai 6! yang letaknya hampir di paling ujung kompleks UIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya ngajar jam 11.10, tapi anak2 baru dateng jam 11.30-an. Udah gitu ternyata ada bentrok. Gw ngajar buat dua kelas, kelas A &amp; B, kalo menurut absensi kelas A yang duluan masuk jam 11.10, sedang kelas B baru jam 13.50, tapi di daftar penjaga lab malah kelas B dulu baru kelas A. Ternyata kelas A keluarnya telat, sedangkan anak2 kelas B udah pada siap, berhubung mereka (kelas B) minta langsung diajar... ya udah langsung aja praktikumnya gw kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata setelah itu, ada anak-anak dari kelas A mau masuk praktikum, dan ada satu orang yang agak marah-marah gitu gara2 ngerasa jatah praktikumnya di serobot anak kelas B. Gw suruh mereka sabar lebih-lebih nih bulan puasa, habis ini baru giliran mereka. Setelah gw jelasin, eh tuh mahasiswa malah bilang "Kita udah bayar nih, kok malah kayak gini" dengan nada tidak puas. Gua juga agak gondok digituin, tapi ya kayaknya emang harus sabar... lagian kesalahan administrasi ini emang sepengetahuan gue apa...? lagi pula status gue pun sebatas pengajar praktikum serep aja untuk gantiin Bapak Hafizzudin Amin (aka Apit) untuk kamis ini aja, dan gue dah bilang ke mahasiswanya belum tentu minggu depan mereka akan gue ajar lagi. Sayang juga sih sebenernya, kayaknya para mahasiswanya udah cukup bisa berkomunikasi dengan gue :p Sayangnya gue gak mengintensifkan untuk komunikasi (personal) dengan salah seorang Akhwat yang manis, kan siapa tau bisa kenalan :) *huuuh dasar :p*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi gue mau nerima permintaan si apit untuk gantiin dia hari ini sebenernya sih lebih karena rasa penasaran! kayak gimana sih ngajar praktikum anak2 UIN :) Disamping ingin membukikan omongannya si Apit yang katanya Akhwatnya manis-manis &gt;:) dan ternyata memang &lt;u&gt;ada beberapa kok yang mukanya manis...&lt;/u&gt; (hmmm yg inisial namanya D manis juga tuh, kalo pake bahasa anak cewek "mukanya lucu juga") :p~ *duh bisa hilang nih pahala puasa gue hari ini :p*. Ternyata daya tangkap mereka ya lumayan lah, beberapa ada yang cepet ngerti kalo diterangin beberapa emang ada yang belum, tapi dibanding gue ngajar dulu kayaknya daya tangkep dalam menerima pelajaran mahasiswa disini lebih baik *no offense!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma berhubung tempatnya jauh... (Ciputat gitu loch... :p) aduh kok kayaknya kalo tiap kamis musti gantiin si apit ngajar praktikum kayaknya belum tentu bisa nih pit... :p. Hmmm kayaknya emang semester ini gw emang gak boleh ngajar-ngajar dulu kali ya, termasuk di tempat yang dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~pengacara=pengangguran-banyak-acara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112919567109766023?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112919567109766023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112919567109766023' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112919567109766023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112919567109766023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/praktikum_112919567109766023.html' title='Praktikum'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112891923370096093</id><published>2005-10-10T10:34:00.000+07:00</published><updated>2005-10-10T12:29:59.670+07:00</updated><title type='text'>09 Okt 2005</title><content type='html'>Penasaran dari sebelum-belumnya kok gak berhasil nginstal php secara manual diatas PHP... Buat ngetes gw dah buat file info.php yang isinya manggil phpinfo(). Pas nginstal secara manual Apachenya gagal ngeload PHP module, terus pas instal pake veri PHP yang lain gak gagal ngeload, tapi waktu manggil info.php kok blank gak ada apa-apa. Akhirnya install ulang Apache n PHP, ternyata masih gak bisa... terus gw penasaran ngecek file info.php yang dibuat... ternyata... terang aja gak bakal muncul habis harusnya memulai php dengan tag '&amp;lt;? dan diakhiri dengan '?&amp;gt;' eh gw malah mulain dengan '&amp;lt;%' dan diakhiri dengan '%&amp;gt;' terang aja gak jalan..... Huuuh udah pusing sana sini, ternyata salah bikin test case :) *gara2 kebanyakan main di JSP*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siangnya pas gw lagi main gw ketemu dengan temen. Dia lagi ngegendong bayi. Dasarnya penasaran gw tanya...&lt;br /&gt;"Eh bayinya siapa ini?"&lt;br /&gt;"Bayi gue nih..." sambil becanda&lt;br /&gt;"Mana gue percaya itu bayi loe... coba bayi ini berapa umurnya?" tanya gw penasran&lt;br /&gt;"Gak tau..."&lt;br /&gt;"Huuu gimana sih? mana ngakunya anak loe, ditanya umurnya aja gak tau sih...?" kata gw bales ngeledek&lt;br /&gt;"Ya ini sebenernya juga gue dititipin temennya gue, dia lagi nyusul nyokapnya..."&lt;br /&gt;"Jadi temen loe bukan nyokapnya ini bayi?" tanya gue&lt;br /&gt;"Bukan, temen gue juga di titipin sama ibunya bayi ini, soalnya dia lagi jadi  pembicara seminar"&lt;br /&gt;"Ohhh gitu, lucu nih bayinya... coba sini gue coba gendong..." kata penasaran menawarkan diri menggendong bayi.&lt;br /&gt;Terus bayinya gue gendong, diem aja gak ada reaksi... gak takut atau nangis malah bayinya diem aja waktu gue gendong.&lt;br /&gt;"Eh vi, sumpah loe udah cocok lho..." kata temen gue&lt;br /&gt;Dalam hati, "huh?" gue dah gak inget kali udah berapa orang yang ngomong persis seperti komentar temen gue itu...&lt;br /&gt;"Vi, bayinya kayaknya anteng tuh digendong sama loe... gue tinggal dulu yah, gue mau cari temen gue, sekalian cari nyokapnya bayi ini..." kata temen gue&lt;br /&gt;"Eh, yang bener doong ini anak orang gue gendong-gendong, entar kalo ada apa-apa gue gak mau tanggung jawab ah..." kata gue rada males...&lt;br /&gt;Terus gue pegang pantat bayi itu, kok perasaan agak anget... sial gw takut aja kalo bayinya ngompol atau BAB, males aja kalo beneran kejadian...&lt;br /&gt;"Eh kalo dia ngompol gimana nih?" tanya gue&lt;br /&gt;"Tenang, dia pake pempers kok..." kata temen gue.&lt;br /&gt;"Tar ya gue cari nomernya temen gue...?" kata temen gue, sambil cari2 mana nomor temennya.&lt;br /&gt;Ya udah bayinya gue gendong aja gue ajak keliling-keliling, terus gue ajak ngobrol. Duh kadang kepikiran aja gue kayak orang 'bego' ngajak bayi ngobrol.. "Eh liat tuh ada mobil, itu ada pohon..." Tetep aja ya namanya bayi cuma diem aja gue ajak ngobrol. Gue rasa karena masih umurnya sekitar 5-6 bulanan ya wajar kalo emang lebih banyak diem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi teringat dengan ponakan gue yang namanya firda, dia sempat dititipin sama sepupunya nyokap, karena kebetulan waktu itu mereka belum bisa nemu pengasuh bayi yang cocok. Selama dititipin, ya udah si firda jadi hiburannya orang serumah, waktu itu umurnya paling baru 4 bulan pokoknya baru bisa tengkurep terus kalo mau belajar 'berangkang' (sory gak tau bhs indonesianya, kalo sundanya sih 'ngorandang'). Kadang gue juga suka ngegendong si firda, makanya pengalaman ngegendong kali ini bukan hal yang baru. Kadang takut juga ngegendong bayi orang lain, soalnya bikin bayi kan susah, lama dan biayanya tidak sedikit :) Makannya ada juga temen gue yang takut ngegendong bayi, habis takut kenapa-napa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati perkembangan bayi jadi teringat dengan lirik lagunya "What a Wonderful Life"-nya Louis Armstrong yang bilang "They learn much more, than we ever know" Dan gue setuju sekali dengan lirik itu. Dulu si firda waktu umurnya sekitar 6-7 bulan kan suka diajarin nyanyi "Cicak-Cicak di Dinding", yang liriknya "Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk HAP lalu ditangkap..." Setelah beberapa kali di perdendangkan di depan si firda, kalo setelah sampe lirik "datang seekor nyamuk" dia bakal langsung nyaut "AAAP" dengan semangatnya... Wah dari situ gue berangggapan ternyata umur segitu sudah sanggup membedakan jenis kata dan nada. Cuma yang konyolnya waktu pas diajarin lagu "Balonku ada 5" setiap nyampe bagian "Meletus balon Hijau DOOOOR" dia masih nyautinnya dengan "AAAP" seperti lagu cicak-cicak di dinding, bukannya "DOOR" atau minimal "DOOL" (kan bayi biasanya masih cadel gak bisa nyebut huruf R)... Ah kalo inget kejadian itu gw jadi sering senyum-senyum sendiri :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya balik lagi ke cerita bayinya temennya-temennya-temen gue :D, lama juga tuh gue gendongnya ada kali 5-10 menitan... Gak enak aja anak orang gue gendong-gendong, takut kalo kenapa-napa gue ikut ketempuhan. Gak lama kemudian dateng dua orang wanita, ternyata itu temennya temen gue sama nyokapnya bayi yang gue gendong.&lt;br /&gt;"Eh itu digendong sama siapa?" kata nyokapnya ngomong ke bayinya. Gue senyum2 aja gak enak gendong anaknya dia (gue juga gak kenal sama sekali dengan nyokapnya bayi)&lt;br /&gt;"Yuk ikut?" kata ibunya yang punya bayi menjulurkan kedua tangannya ke arah si bayi yang digendong gue...&lt;br /&gt;Ternyata bayinya gak ngerespon...&lt;br /&gt;"Vi, sumpah deh... tuh bayi gak mau lepas dari gendongan lu tuh hehehehe" kata temen gue becanda&lt;br /&gt;Ya mana gue tau, habis nyokapnya udah mau ngegendong, bayinya malah gak mau ngerespon, ada kali sampe dua atau tiga kali diajak nyokapnya untuk ngegendong gak ngerespon. Akhirnya gue kasih aja langsung ke tangan nyokap yang punya bayi ini. Untungnya gak nangis bayinya... coba kalo nangis gue bisa di maki-maki sama yang punya bayi kali :) Mungkin bayi itu udah cocok kali digendong sama gue hehehe :) Dulu si firda juga sempat kayak gitu, mau di gendong nyokapnya malah gak mau lepas dari gendongan gue.&lt;br /&gt;"Vi kayaknya loe cocok tuh jadi baby sitter..." komentar temen gue setelah liat kejadian tadi&lt;br /&gt;Ya kalo sekedar gendong sih gue OK-OK aja... tapi kalo di suruh ganti popok... huh &lt;i&gt;no way&lt;/i&gt; aja lah! :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bayinya di ambil sama ibunya, gw jadi ngobrol-ngobrol dengan temen gue, yang sebenernya juga baru gue kenal beberapa minggu. Lumayan banyak yang diobrolin, tapi gue gak akan lupa komentar provokatif-nya ke gue&lt;br /&gt;"Lo itu seperti sedang mencoba membohongi diri sendiri!"&lt;br /&gt;"Dari mana loe yakin gue seperti itu?" tanya gue penasaran&lt;br /&gt;"Ya gue percaya dengan feeling gue, feeling gue biasanya gak pernah boong" kata temen gue&lt;br /&gt;Dalam hati, "huh?" belum lama kenal dengan gue kok dia berani menilai gue seperti itu? Apa feelingnya yang salah dan kacau! atau emang guenya yang terlalu bego untuk sadar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~huh!...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112891923370096093?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112891923370096093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112891923370096093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112891923370096093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112891923370096093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/09-okt-2005.html' title='09 Okt 2005'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112832664279742299</id><published>2005-10-03T14:19:00.000+07:00</published><updated>2005-10-03T15:04:02.853+07:00</updated><title type='text'>Account</title><content type='html'>Errr... kayaknya baru tau hari ini kalo cara autentifikasi untuk pake internet di kampus udah ganti. Berhubung gue selama ini nebeng account (males minta sih) jadilah efeknya gw gak bisa nginternet, akhirnya terpaksa minta tanda tangan sama bos untuk minta di bikinin account, dan akhirnya gw bisa kembali berinternet kembali :) Tapi karena autentifikasinya baru, maka kalo ada yang biasa main ke ruangan terus numpang nge-net kayaknya sekarang dah gak bisa lagi, soalnya yang sekarang satu account cuma bisa di pake satu saat aja, jadi gak bisa sharring lagi buat berinternet kayak dulu :|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya puasa kapan mulainya yach? Sekalian aja gue mau minta maaf kalo2 ada ucapan, perbuatan, tindakan atau tulisan gue yang pernah menyakiti hati kalian-kalian, mohon dimaafkan ya... :) semoga bulan ramadhan kali ini bisa menjadikan kita lebih baik dari waktu sebelumnya (amin ya rabbal alamin *spell?*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112832664279742299?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112832664279742299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112832664279742299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112832664279742299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112832664279742299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/account.html' title='Account'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112824870985301249</id><published>2005-10-02T17:21:00.000+07:00</published><updated>2005-10-02T17:25:09.860+07:00</updated><title type='text'>Jari sang Raja</title><content type='html'>Kemarin sempet baca sekilas suatu buku motivasi, di buku banyak menceritakan kisah-kisah salah satunya adalah kisah tentang seorang raja yang hidup pada jaman dahulu. Alkisah sang raja memiliki hobi berburu, suatu saat sedang berburu ternyata hewan buruannya hampir mencelakakan sang raja, tidak sampai meninggal, tapi salah satu jari tangan sang raja putus. Sang raja tidak puas dengan kejadian ini, dia tanya ke penasihat utamanya. Sang penasihat juga bingung mau diapakan lagi jari tangan yang sudah putus itu, akhirnya dia hanya bisa bilang ke sang raja supaya bersyukur. Mendengar jawaban sang penasehat, marahlah sang raja yang baru putus jarinya itu di suruh bersyukur. Penasihat itu diberhentikan dari jabatannya, dan penasihat itu juga di masukkan ke penjara sebagai hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ada jarinya yang sudah putus, sang raja tidak takut atau trauma untuk menjalankan hobinya, berburu. Bersama dengan penasihat raja yang baru, sang raja beserta beberapa anggota kerajaan pergi berburu ke suatu hutan. Ternyata sang raja dan penasihat-penasihat terdekatnya terpisah dari kelompok berburu kerajaan. Mereka tersesat sampai akhirnya mereka ditangkap oleh suku liar (barbar) yang hidup di hutan itu. Sang raja ditangkap dan akan dijadikan sebagai korban persembahan bagi para dewa-dewa suku itu. Ketika persiapan ritual pengorbanan akan dilakukan, ternyata diketahui bahwa jari sang raja ada yang tidak lengkap. Karena jarinya tidak lengkap, maka korban persembahan ini dianggap tidak layak, maka akhirnya sang raja di lepaskan, dan sang penasehat raja yang baru tadilah yang menggantikan posisi sang raja sebagai calon korban persembahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terlepas dari sasaran korban persembahan, dengan seorang diri sang raja itu berusaha kabur menyelamatkan diri dari tempat tinggal suku liar kembali ke kerajaannya. Setelah sang raja sampai dikerajaan dia teringat, bahwa keselamatannya kali ini berkat jarinya yang tidak utuh, maka dia kembali teringat dengan penasihat kerjaannya dulu yang pernah menyuruhnya bersyukur yang kini masih dipenjarakan. Sang raja menyuruh anak buahnya untuk membebaskan mantan penasihatnya itu. Kemudian sang raja menceritakan kejadian yang telah menimpanya kepada mantan penasihatnya. Raja meminta maaf dan berterima kasih kepada mantan penasihatnya itu. Sebaliknya sang penasihat itu juga mengucapkan terima kasih kepada sang raja, "Jika hamba tidak dipenjara, mungkin saat ini hamba sudah mati karena menjadi korban persembahan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang penulis buku itu menuliskan, moral dari cerita ini yang kira-kira berbunyi "Saat bahagia kita harus tetap bersyukur, di saat sulit kitapun harus tetap bersyukur". Whaaa nasihat moral yang baik... tapi kok kayaknya susah juga yah jadi orang bisa bersyukur :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112824870985301249?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112824870985301249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112824870985301249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112824870985301249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112824870985301249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/10/jari-sang-raja.html' title='Jari sang Raja'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112781150509808413</id><published>2005-09-27T15:46:00.000+07:00</published><updated>2005-09-27T16:28:55.786+07:00</updated><title type='text'>Hmmm....</title><content type='html'>Berhubung masih dalam suasana "musim nikah" gw jadi pengen cerita nih yang berkaitan dengan nikah, jadi waktu pas di nikahannya temen, ada temen yang bilang...&lt;br /&gt;"Dulu ada yang nanya sama si X dan si Y (sebut saja begitu), mereka barengan ditanya kapan target menikah, si X bilang secepatnya, dan si Y bilang setahun dari sekarang. Ternyata 'secepatnya' dengan 'setahun' itu lebih cepet setahun, buktinya sekarang si Y lagi nikah :)" kata temen gue&lt;br /&gt;"Dua-duanya setahun sebelumnya udah kebayang belum siapa jodohnya?" tanya gue?&lt;br /&gt;"Dua-duanya sama-sama belum kebayang bakalan jodohnya... tapi yang targetnya setahun ternyata akhirnya bisa tercapai juga..." kata temen gue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain kesempatan, ceritanya temen gue sebelumnya ini gue ceritain ke temen gue yang lain, dan terus iseng gue nanya ke temen gue, "jadi gimana target loe?"&lt;br /&gt;"Target gue tahun 2005 ini" kata temen gue dengan santai...&lt;br /&gt;"Eh serius loe? sekarang kan tahun 2005?" kata gue gak percaya&lt;br /&gt;"Serius, masak gue boong!" kata temen gue&lt;br /&gt;"Emang loe udah ada calonnya?" tanya gue&lt;br /&gt;"Beloooom...!" kata temen gue dengan santai&lt;br /&gt;"Sialan loe... loe serius apa ngeledek? yang bener dooong" kata gue becanda penasaran&lt;br /&gt;"Eh sebenernya sih gue lagi deket dengan seseorang, tapi gue juga gak tau deh, gue takut dia cocok apa enggak, habis cowok kan pikirannya gak bisa ditebak" kata temen gue&lt;br /&gt;"Hehehehe, gue jadi inget dengan suatu omongan yang bilang 'Hal yang ditakuti 'semua' wanita di dunia adalah takut salah memilih pria yang tepat untuk dinikahinya...' dan kayaknya loe salah satunya deh hehehehehe"&lt;br /&gt;"Ya itulah, gue juga masih belum tau nantinya mau gimana..." kata temen gue *belum tau, tapi kok bisa yakin banget ya kalo dia bakal nikah tahun ini?*&lt;br /&gt;"Yah di pikir-pikir aja dulu... siapa tau dia cocok, gue pernah baca tuh di koran ada quotes aktifis wanita dari afrika yang gue juga gak inget namanya yang kira-kira bilang 'Kebahagiaan hakiki seorang wanita adalah menikahi pria yang mencintainya, bukan menikahi pria yang dicintainya'..." kata gue sok tau gitu...&lt;br /&gt;Dia diem, kayaknya bengong juga... makanya gue terus tanya...&lt;br /&gt;"Loe ngerti gak maksudnya?" tanya gue balik&lt;br /&gt;"Enggak....?" kata dia&lt;br /&gt;"Ya... gue juga sebenernya gak tau pasti sih :p, tapi kalo menurut gue, kira-kira si aktifis wanita asal afrika ini mungkin pengen bilang, meski loe gak cinta sama seorang pria tapi kalo pria itu cinta sama loe ya loe mending kawin ama pria itu, meskipun di saat yang bersamaan loe sebenernya cinta sama seorang pria tapi pria itu belum tentu cinta sama loe..., gitu kali..." kata gue sok tau lagi...&lt;br /&gt;"Ohhh..." dia diem dan keliatan mikir...&lt;br /&gt;"Ya... yang penting loe bahagialah..." kata gue&lt;br /&gt;"Ya doain aja..." kata dia&lt;br /&gt;dst... dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh gara2 pada mau nikah, gue jadi kena efek samping gini. Bikin gue jadi mikir dan nulis hal-hal "beginian..." :) *aduuuuh...*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112781150509808413?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112781150509808413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112781150509808413' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112781150509808413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112781150509808413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/hmmm.html' title='Hmmm....'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112756045617744638</id><published>2005-09-24T17:47:00.000+07:00</published><updated>2005-09-24T18:16:10.223+07:00</updated><title type='text'>Sabtu 24 September 2005</title><content type='html'>Hari ini rencananya mau ketemu diaz sekalian datang ke nikahannya Haryo, ternyata doi lagi gak enak badan, yah semoga cepet sehat aja deh. Terus di nikahan itu juga ketemu anak2 fasilkom spt Pipil &amp; cw-nya, Arih, Waddah, Dwi, Topik 98, Bangkis, Aryo dan banyak anak 99 lainnya. Terus beberapa anak2 99 yang udah nikah kayaknya ada yang bentar lagi mau punya anak spt si Madit, Ifat?. Yah lumayan banyak lah, dan sptnya dalam waktu dekat ini mungkin anak 98 juga bakal ada yang mau nikah, habis waktu gue telpon ternyata doi lagi cari barang buat seserahan di blok m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beres dari nikahan, pada main ke kampus. Hari itu anak 98 yang ada dikampus gue, bangkis, waddah, aryo, ardhi (sbg konsultan mk - kata pak benny lho :p), terus ada juga si kiky botax yang juga baru rapat dan pengen pulang cepet-cepet katanya sih biar lebih tenang menghadapi hari esok, karena besoknya doi mau jalan-jalan ke dufan (baru tau gue kalo ke dufan perlu ketenangan dulu :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya waktu pas gue mau ngambil kunci ruangan, entah kenapa nih satpam kok kayak gak mau ngasih sampe bilang "Males gue.. lagian buat apa sih? ngerjain gue loe..." terus gue bilang "Buat ngecek kerjaan?".&lt;br /&gt;"Dah biar si ali aja yang ngambil..."&lt;br /&gt;Kebetulan di ruangan satpam ada 3 orang, dua orang yang lain sih senyum2 aja denger si satpam ini rada "rese". Terus kunci ruangan diambilin sama salah seorang satpam yang ada di ruangan itu (kalo gak salah namanya Ali Subchan) yang kayaknya tenang-tenang aja, santai dan gak rese kayak satpam yang ini.&lt;br /&gt;"Kalo ke sini bawa kueh-kueh napa...?"&lt;br /&gt;"Ya boleh deh entar..." kata gue sambil becanda&lt;br /&gt;"Entar lagi... kapan tuh" dia jawabnya dengan rada kurang simpatik&lt;br /&gt;"Ya entar deh, tanggung bulan nih..." kata gue sambil becanda, meski rada gondok juga sih di waktu sebelumnya dia nimpalin dengan nada sinis... kalo dengan nada becanda sih gue ok-ok aja...&lt;br /&gt;Setelah nerima kuncinya... gue ditanya ama si bangkis &amp; waddah, "loe di tanyain apa ama si X?"&lt;br /&gt;"Biasa, minta jatah... bla... bla... bla..."&lt;br /&gt;"Ya sebenernya emang gak ada salahnya sih kalo sesekali kita emang ngasih sesuatu ke mereka, tapi kalo caranya gini kayaknya gak asik aja..." kata gue&lt;br /&gt;"Gue juga bingung kenapa sekarang dia jadi rese... sejak kapan ya?"&lt;br /&gt;"kayaknya sejak dia kawin deh dia jadi kayak gitu, gue juga gak ngerti..."&lt;br /&gt;"Wah ternyata gue kira gue doang yang ngerasa di gituin, ternyata loe-loe juga pada ngerasain ya?" kata gue baru tau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... mungkin si satpam itu emang lagi ada masalah pribadi jadi rada rese, mungkin kita yang harus lebih maklumin (walau rasanya rada gondok juga sih di-"sinis"-in)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah setidaknya hari ini gue bahagia lah, ketemu dengan teman-teman lama (kapan lagi kita bisa becanda-becanda dan cela-celaan kayak di ruang ristek tadi...? :p). Semoga kalo gw entar ketemu kalian, loe pade masih tetep asik kayak sekarang... :) *mungkinkah? :p*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112756045617744638?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112756045617744638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112756045617744638' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112756045617744638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112756045617744638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/sabtu-24-september-2005.html' title='Sabtu 24 September 2005'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112728329795465027</id><published>2005-09-21T12:58:00.000+07:00</published><updated>2005-09-21T13:59:08.523+07:00</updated><title type='text'>Belajar...</title><content type='html'>Gara-gara dibilang skill gw basic, gw sekarang jadi rada rajinan dikit buat baca tentang teknologi Java hehehe. Ternyata terlalu banyak (sangat2 banyak malah) yang musti gue kejar :(. Tapi yang basic aja dulu deh dipelajari model-model belajar pake Ant, sama JUnit yang kayaknya paling mungkin gue pelajari saat ini :D Duh kayaknya telat banget yah baru belajar gituan? tapi kata orang bijak tidak ada kata terlambat untuk terus belajar *jadi semangat!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus gue juga jadi denger teknologi yang terbaru di lingkungan Java. Yang sekarang lagi gue baca sekarang adalah soal &lt;a href="http://www.springframework.org"&gt;Spring Framwork&lt;/a&gt; yang katanya sedang naik daun, dan diperkirakan bakal mengimbangi penggunaan EJB. Dari dulu aja ampe sekarang aja gue belom bisa bikin EJB! dulu pernah coba2 JBoss tapi kayaknya gue &lt;i&gt;give up&lt;/i&gt;, gak ngerti dimana errornya setiap coba. Terus temen gue bilang dia pernah kerja pake aplikasi open source yah model2 JBoss ternyata kadang manualnya itu suka ada yang kelewatan nerangin sesuatu, yang intinya bikin gak jelas. Tapi emang waktu itu lagi gak sempet buat serius belajar, jadi ya sudah ditinggalkan dulu lah niat belajar EJB lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum juga EJB gue pelajari, sekarang ada Spring Framework. Katanya EJB terlalu kompleks, terlalu dependent sama container, dan susah untuk melakukan unit testing dsb (katanya sih, gue sendiri belum pernah cobain). Sebelum Spring Framework, sebelumnya juga udah ada Struts, Tapestry, untuk data mapper juga ada Hybernate, iBatis, TopLink --dan semuanya itu belum ada yang di cobain :( Menyedihkan memang semua yang disebutin tadi belum ada satupun yang sempat di coba. Masalahnya emang susah juga sih coba, kalo kita gak punya contoh nyata buat kita belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi software developer itu emang lumayan kompleks, perkembangannya terlalu cepat, sangat cepat malah dari yang pernah di bayangkan. Jadi kalo kita ketinggalan dikit, udah banyak deh ketinggalan jauh. Padahal untuk mempelajari teknologi-teknologi yang ada, tidak sedikit investasi yang harus dikeluarkan, yah minimal investasi waktu. Kita harus merelakan waktu kita untuk belajar hal-hal baru berkaitan dengan teknologi yang berkembang saat ini. Begitu kita menguasai teknologinya... eeeh teknologi yang lain udah ada lagi, teknologi yang udah capek2 di pelajari entah gimana nasibnya? kita musti belajar lagi yang baru dari awal.... terus dan terus setiap waktunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar terus menerus emang sebenernya penting sih. Gue jadi teringat dengan omongan temen gue saat makan siang. Dia bilang kalo jadi sofware developer itu susah, terlalu banyak yang harus kita pelajari, belum lagi ilmunya cepet banget berkembangnya, jadi kalo kita mau membikin master ke suatu teknologi, kita kayak berjudi. Apa ilmu yang telah kita perdalam kelak bener-bener akan dipake apa enggak? Kalo kata temen gue, kalo kerjaan yang lain kayaknya "lebih enak", misal jadi auditor keuangan, dari dulu sampe sekarang ya tetep aja pake ngitungnya ya gak jauh-jauh dari neraca laba rugi. kasarnya, gak bakal banyak ilmu yang benar-benar dramatis berubah dari yang dulu-dulu (itu katanya lho, gw sendiri kenyataan sebenernya juga gak tau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bener apa enggak kata temen gue, yang jelas kayaknya emang perlu banget sih belajar terus menerus untuk terus ningkatin skill kalo emang mau tetep exist di dunia perdeveloperan software (bahasanya tidak memenuhi kaidah bahasa yang baik nih!). Sekarang tinggal pinter-pinternya kita aja  buat mengivestasikan waktu untuk belajar pada teknologi yang diperkirakan memiliki masa depan yang cerah *padahal itu susah banget memprediksinya* :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~fiuhhh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112728329795465027?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112728329795465027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112728329795465027' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112728329795465027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112728329795465027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/belajar.html' title='Belajar...'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112698119443910760</id><published>2005-09-18T01:18:00.000+07:00</published><updated>2005-09-19T13:27:11.643+07:00</updated><title type='text'>18 sept 2005</title><content type='html'>"...Only hope can keep me together&lt;br /&gt;Love can mend your life but &lt;br /&gt;Love can break your heart..."&lt;br /&gt; -- Message in the Bottle, The Police&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Too much love will kill you!"&lt;br /&gt; -- Queen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kapan loe mau nikah?..."&lt;br /&gt;"Yaa secepatnyaaa..." diucapkan dengan agak ragu&lt;br /&gt;"Emang udah ada cowok yang deket sama loe?"&lt;br /&gt;"Ya, ada beberapa sih..." masih terkesan di ucapkan dengan keraguan&lt;br /&gt;diam, tiba-tiba di bilang...&lt;br /&gt;"Habis kalo nunggu loe pasti kelamaan sih...! hehehe" diucapakannya dengan becanda&lt;br /&gt;sempat gue, bengong sejenak, bingung mau bales apa... dan gua bilang&lt;br /&gt;"Ya loe jangan nunggu gue..." gue bales dengan becanda juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Temen gue waktu kuliah bilang, 'man and woman can't be a true friend!'"&lt;br /&gt;"Jadi kita gak bisa jadi 'true friend' dong vi?"&lt;br /&gt;"Entahlah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Si x asik juga, meski sudah berkeluarga masih akrab dan suka becanda seperti dulu..."&lt;br /&gt;"Emang biasanya gimana?"&lt;br /&gt;"Tau deh, cuma ya dia asik aja, meski udah jadi ibu-ibu dia masih akrab aja kayak dulu.."&lt;br /&gt;"Kalo gue dah jadi ibu-ibu, gue entar kayak gimana ya...?" sepertinya dia sedang berkhayal ke masa depannya&lt;br /&gt;"Udah loe ngapain mikir jauh-jauh jadi ibu-ibu, yang penting sekarang gimana caranya loe bisa nikah biar bisa jadi ibu-ibu...!" Kata gue dengan becanda (yeaah, selera becanda yang buruk!)&lt;br /&gt;"Oh iya yah... hehehe..." dia seperti di bangunkan oleh gue dari khayalan tentang masa depannya&lt;br /&gt;"eh tapi vi, omongan loe tadi sensitif tuh!" dia seperti tidak terima respon spontan gue sebelumnya, meski dengan nada becanda&lt;br /&gt;"Sorry kalo loe tersinggung..., loe udah tau kan becandanya gue...? jangan di masukin ke ati!"&lt;br /&gt;"Ya, gua tau..., tenang aja..." sepertinya dia bisa menerima penjelasan gue, tapi gue gak tau yang sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;End of the this day...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112698119443910760?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112698119443910760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112698119443910760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112698119443910760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112698119443910760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/18-sept-2005.html' title='18 sept 2005'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112668561298357899</id><published>2005-09-14T19:47:00.000+07:00</published><updated>2005-09-14T19:15:02.683+07:00</updated><title type='text'>Oknum di Stasiun Pasar Minggu</title><content type='html'>Kejadiannya kemarin, gw habis sama temen gue ke daerah pondok pinang buat ngelamar, tapi kayaknya gue rada kurang sreg dengan tempatnya yang jauh. Lebih-lebih kalo mau kesana harus naik bis Deborah yang menyebalkan karena pelayanannya mengecewakan, selalu padat benar-benar gak manusiawi, udah gitu jalannya lelet, dan tarifnya yang rada mahal kalo dibandingin bis yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya abis dari situ gue mau pergi buat upload kerjaan gue, ternyata disana lagi pada sibuk menyiapkan rekrutmen pegawai, jadi kayaknya gue gak bisa kesana. Akhirnya gue putusin aja balik, dan gue turun di cilandak. Tanya kanan kiri ternyata gak ada tuh kendaraan umum yang dari cilandak ke depok, terpaksa harus ke Pasar Minggu dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pasar minggu, gue nyebrang lewatin jembatan, setelah sampe situ gua rencananya mau ke stasiun pasar minggu, berhubung trotoarnya penuh sama pedagang kaki lima, gue rada males, dan kepikiran untuk nyusurin rel kereta aja. Ternyata kereta yang mau dinaikin gue udah mau sampe stasiun, gue buru-buru lari ngejar ke arah stasiun. Sebelum masuk stasiun eh gue ditahan sama petugasnya nanyain abodemen gue, gue rada kesel juga, tapi gue keluarin juga dompet gue yang berisi abodemen gue. Gak masalah kan harusnya, karena gue jelas punya abodemen jadi ya boleh masuk stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa, petugas yang nahan ini bukannya langsung mempersilahkan gue untuk masuk ke stasiun dan berterima kasih karena gue udah nunjukin abodemen gue, dia malah cari masalah. Kebetulan waktu pas gue ngeluarin abodemen, dia liat ada SIM gue. terus petugas pemeriksa karcis di stasiun itu pengen liat SIM gue.&lt;br /&gt;"Buat apa?" kata gue dengan nada kesel&lt;br /&gt;"Liat dulu..." kata petugasnya rese&lt;br /&gt;"Pak saya buru-buru, apa lagi sih saya kan punya abodemen"&lt;br /&gt;"Diem, sini serahin SIM kamu!"&lt;br /&gt;Dalam hati gue, "jangan rese deh... mentang-mentang loe petugas jaga jangan sok over acting deh."&lt;br /&gt;"Buat apa sih! Inget pak bapak ini aparat, yang sopan dong!" kata gue kesel liat kelakuan pegawai ini&lt;br /&gt;"Ini juga udah sopan, kamu jangan macem-macem ya!"&lt;br /&gt;"Macem-macem apa pak? udah lah... saya mau buru-buru itu kereta saya mau berangkat!"&lt;br /&gt;"Tar dulu!!!, tau gak kamu ini punya salah!"&lt;br /&gt;"Salah apa pak?" kata gue kesel&lt;br /&gt;"Kamu lewat nyusurin rel, kamu bisa baca gak tulisan dilarang jalan di rel?" bentak pegawai ini sambil nunjuk papan peringatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh sial bener gue, waktu dan tempat lagi gak pas. Kalo itu petugas cuma sendiri gue mungkin siap-siap aja kalo emang harus berantem satu lawan satu, soalnya gue pikir badannya lebih kecil dari gue, tampangnya aja rada kurang wibawa gitu. Sayangnya ini wilayah dia sama temen-temennya, paling enggak ada dua orang temennya di belakang dia. Wah ini sih repot kalo sampe jadi urusan adu fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kereta yang tadinya mau gue naikin, lewat di depan gue. Dan gue digiring dia masuk ke sebuah ruangan di samping mushola stasiun pasar minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue coba iseng, kali aja gue berhasil bujuk.&lt;br /&gt;"Pak entar dulu deh, saya belum sholat nih, entar aja urusannya di beresin kalo saya udah sholat deh". kata gue dengan nada masih rada kesel&lt;br /&gt;"Ah... kamu, bukannya dari tadi-tadi sholat"&lt;br /&gt;"Yah pak saya juga baru nyampe sekarang pak! masak saya boong"&lt;br /&gt;"Alaaah... sekarang pake sholat dibawa buat alesan, udah masuk dulu kesana"&lt;br /&gt;Sial! dalam hati gue rada tersinggung juga, gue emang sebelumnya niat mau sholat dulu kalo emang keretanya gak buru-buru dateng, tapi karena keretanya dateng niatnya mau di stasiun berikutnya aja, jadi dia nangkep seolah-olah gue cari alesan. Tapi terserah dia lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue akhirnya di bawa suatu ruangan di samping mushola, WC dan deket loket pembelian karcis bagian selatan-timur. Gue liat, udah ada beberapa orang yang spertinya sedang diintrogasi. Sepertinya mereka yang diinterogasi itu orang-orang yang gak pada beli karcis. Paling gak gue liat di ruangan interogasi yang kecil itu ada sekitar 4 orang petugas PT KA. Gue rasa mereka bagian tukang meriksa karcis stasiun pasar minggu. Di luar ruangan juga gue liat paling enggak ada 1-2 orang. Dalam hati gue membatin, wah pasti gue bakal dikerjaain disini. Waktu gue masuk ke ruangan interogasi di dibagi jadi dua bagian oleh sekat triplex. Di bagian depan emang buat tempat interogasi yang ada kursi dan meja, sedang bagian yang lain kosong melompong. Gue dibawa sama petugas yang rese itu ke ruangan yang kosong. Satu petugas yang sepertinya cukup senior diantara pegtugas pemeriksa karcis ini udah siap. Sambil menggerekan jarinya dia mengisyaratkan gue sama petugas yang ngeggiring gue untuk bawa gue masuk ke ruangan yang kosong/bagian belakang. Gue liat ruangan itu sepi banget, paling cuma ada gue sama petugas ini. Petugas yang senior ini badannya lumayan gede, dan sepertinya cukup punya wibawa juga di banding yang ngegiring gue sebelumnya. Badannya gede, umurnya gue taksir sekitar 37-45 tahunan lah, kalo berbicara gigi bawahnya terlihat kecoklatan, akibat sering ngerokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang aja waktu gue cuma sendirian di ruangan kosong sama petugas ini agak jiper juga, kaki gue rada gemeteran juga, soalnya gue sempet ngebayangin kalo sampe gue kena maen fisik bakal lumayan juga, ditambah tempatnya yang rada terpencil jauh dari perhatian calon penumpang kereta lainnya. Terus dia memulai pembicaraan sambil nanya&lt;br /&gt;"Kamu tau gak apa gunanya rel kereta api?"&lt;br /&gt;"Buat lewat rel kereta api" kata gue rada kesel&lt;br /&gt;"Udah tau, tapi kenapa kamu lewat"&lt;br /&gt;"Emang salah saya apa pak?" tanya gue ksel&lt;br /&gt;"Kamu lewat jalan kereta, itu slah kamu!" kata petugas yang senior ini&lt;br /&gt;"Pak, di Bogor, orang-orang yang dari pasar tiap hari malah lewat jalan kereta, malah sampe disediain tempat beli tiket segala, jadi harusnya gak apa-apa dong!" kata gue&lt;br /&gt;"Saya gak mau tau, kamu sudah melanggar undang-undang, kamu gak liat papan peringatan?" Sambil mau nyeret gue buat ngeliat papan peringatan itu&lt;br /&gt;"Iya saya udah liat!" kata gue udah males, pasti dia ini emang mau ngerjain gue&lt;br /&gt;"Terus kenapa?" kata gue rada ngebentak&lt;br /&gt;"Kamu itu salah! ini berat hukumannya, menurut undang-undang kamu bisa kena denda 1 juta" kata dia ngotot&lt;br /&gt;"Gak masalah pak, kalo emang begitu perarturannya. Tapi sebelumnya saya mau liat undang-undang itu" kata gue ngotot gak mau kalah&lt;br /&gt;"Urusan undang-undang itu urusan orang sana, bukan urusan saya" kata petugas yang rambutnya jabrik ini. Di sini gue ngeliat kalo dia gak menguasai undang-undang seperti polisi-polisi, dan memang dia seperti polisi karena sekarang dia pegang SIM gua. Gue pikir orang kayak gini sih jangan diajak debat terus, bisa-bisa gue makin dikerjaain, padahal urusan gue bukan hanya ini aja. Gue udah tau pasti UUD (ujung-ujungnya minta duit). Setelah itu gue coba ikutin aja apa yang dia mau.&lt;br /&gt;"Dah sekarang mau bapak gimana?, saya mau urusan ini cepet beres!. Saya mau ambil SIM saya pak" sambil gue berusaha ngerebut dari tangannya&lt;br /&gt;"Kamu ini salah!!! kita bisa kasih keringanan kalo kamu mau bayar 50 ribu buat administrasi" kata dia tanpa malu-malu&lt;br /&gt;"Yang bener aja pak, gede amat! gak ada saya duit segitu" kata gue gak terima&lt;br /&gt;"Terserah..." kata dia sok gak peduli&lt;br /&gt;"Pak, hari ini saya lagi sial pak, saya ngelamar kerjaan gak lolos, bapak jangan tambah kesialan saya lagi dong pak!" kata gue coba ngeles, kebetulan gue emang gak jadi nerima kerjaan yang di tawarin jadi ya gue emang gak boong kalo hari itu gue bilang gue gak di terima gawe.&lt;br /&gt;"Bapak tau sendiri kan! Jaman sekarang susah cari kerja, jadi bapak jangan tambah masalah saya lagi doong!" kata gue coba ngeyakinin dia&lt;br /&gt;"Sama aja, saya ini orang bego makanya kerja saya cuma kayak gini!!! tapi kamu jangan sok pinter deh, kamu ini udah salah jangan macem-macem deh" kata dia gak mau kalah&lt;br /&gt;"Pak, kalo gitu bapak udah tau, bapak orang susah, saya juga orang susah, bapak jangan gitu lah, kita sama-sama orang susah, bapak jangan mempersulit saya doong, saya ini udah sial hari ini!" kata gue gak mau kalah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati gue ngebatin, duh nih orang apa gak pernah nonton sinetron rahasia ilahi, udah jadi orang susah, malak lagi, coba kalo loe gak jadi pegawai disini mungkin loe gak bakal bisa pake kekuasaan loe buat ngerjain gue. Tapi itu gak akan gue omongin, kalo orang kayak gini udah susah deh buat di ceramahin, bukannya malah insyap, yang ada gue malah lebih dikerjain, lagian gue juga tau diri, gue emang gak sepenuhnya bener, tapi diperes gara-gara jalan diatas rel kayaknya baru sekarang gue alamin dan ini konyol! Karena di bogor malah orang-orang kalo dari pasar anyar sering masuk lewat dengan nyusurin rel kereta!, jadi yang salah siapa petugas PT KA di stasiun bogor apa di pasar minggu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena gue udah gak tahan ditahan-tahan &amp; dikerjain, udah gue langsung kasih tawaran&lt;br /&gt;"Udah deh pak, saya masih banyak urusan, besok saya musti cari gawean lagi. Saya cuma ada uang sepuluh ribu buat bapak" kata gue sambil ngeluarin duit dari dompet, gue agak khawatir kalo sampe dia liat duit 50 rebu dan minta dari gue, dan untungnya lagi gue juga ada duit 10 rebu, kalo enggak masak gue ngeluarin 50 rebu sambil minta kembalian 40 rebu? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kayaknya liat juga gua punya duit 50 rebu, terus gue langsung ngomong sebelum dia minta 50 rebu gue&lt;br /&gt;"Pak biar saya ada duit 50 rebu, itu buat nyawa besok pak, nih duitnya buat bapak" kata gue sambil ngasih selembar duit sepuluh rebuan ke tangan petugas jabrik yang juga petugas paling senior di ruangan itu.&lt;br /&gt;"Baik, kali ini kamu saya maafkan, tapi kalo sampe di ulangi lagi saya gak matanggung jawab" kata dia sok wibawa, gue rasa itu kata yang digunakan untuk mengganti ucapan terimakasih karena udah gue kasih duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah deh pak, kalo gitu saya minta SIM saya" gue minta SIM yang masih ditahan&lt;br /&gt;Terus dia nyerahin SIM itu ke gua, dan gue bilang&lt;br /&gt;"Oke pak, saya pergi dulu deh, oooh iya pak sekalian juga ya doain saya dong biar besok lulus lamaran kerja ya" Gue iseng sok-sok akrab ke petugas itu, sampe tangan gue pegan pundaknya kaya sama temen biasa :p. Gue liatin di depan udah gak ada lagi orang yang diinterogasi, tapi jumlah pegawainya lumayan lah bikin gue babak belur kalo sampe ada adu fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah kalo gue berontak, gue bisa babak belur juga nih, di ruangan sama di samping ruangan udah di jagaain gitu sama petugas-petugasnya. Tapi gue lega udah beres deh urusan gue. Cuma gue ngebatin aja... cari duit tambahan kok gini caranya? Tadinya bilang gue salah karena melanggar undang-undang dan gua bisa kena denda 1 juta, terus dia dibikin ringan jadi cuma 50 rebu, eh gue bayar 10 rebu kok doyan juga, undang-undang model apaan tuh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma gue penasaran aja kalo dibayar 5 rebu mau apa enggak ya? gue rasa enggak kali ya... orang temen gue pernah cerita waktu dia dikerjain polisi terus kasih duit 5 rebu, polisinya malah bilang "Eh duit 5 rebu mah gak bisa buat beli rokok ji sam su" Sial!!!!..., gue rasa yang ini juga bakal kayak gitu reaksinya, cuma emang gue belum pernah coba, dan males lah nyobain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluar dari situ, gue bertanya-tanya kenapa kok petugas penjaga karcis stasiun pasar minggu jadi "kreatif" gini (jangan jangan di stasiun lainnya kayak gini juga?). Sebenernya mereka itu bermafaat, utamanya buat nangkepin para penumpang yang pernah beli karcis, untuk hal ini gue sangat mendukung kerja merea yang penting jangan memeras (tapi kayaknya sih iya, kalo dari yang gue liat di ruangan "interogasi" tadi). Tapi setelah punya pengalaman buruk dengan mereka (para penjaga karcis), gue jadi menganggap mereka ini seperti Leukimia (Kanker Darah?), kalo Leukimika itu kan katanya produksi sel darah putih yang berlebih melebih produksi normal, sehingga ketika kuman-kuman gak ada maka sel darah merah akan ikut dimakan, mungkin itulah perumpamaan gue buat mereka. Karena udah gak ada orang yang bisa ditahan/dikerjain karena gak beli karcis, akhirnya dicari-carilah segala alasan buat memeras orang-orang seperti gue ini yang jelas-jelas punya abodemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan mereka gue gak sepenuhnya menyalahkan mereka 100%, gue rasa ini satu bentuk kemisikinan mental yang mereka punya, dan juga mungkin para petugas itu juga frustasi dengan keadaan mereka sekarang. Setiap orang punya celah buat mengambil "kesempatan". Kalo pejabat tingkat tinggi bisa mark up anggaran, anggota DPR bisa jadi calo anggaran, polisi bisa nilang orang, kondektur bisa dapet uang dari penumpang yang gak beli karcis, sedangkan mereka? ya mereka akhirnya ikut-ikutan meras orang yang salah (gak beli karcis dll) ataupun mencari-cari kesalahan orang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan negara ini bakal beres!, yah salahkan belanda kali... :p VOC bangkrut gara-gara korupsi, gue rasa orang indonesia hanya meneruskan tradisi yang pernah ada sebelumnya juga....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112668561298357899?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112668561298357899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112668561298357899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112668561298357899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112668561298357899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/oknum-di-stasiun-pasar-minggu.html' title='Oknum di Stasiun Pasar Minggu'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112666717007627659</id><published>2005-09-13T09:39:00.000+07:00</published><updated>2005-09-14T14:00:16.160+07:00</updated><title type='text'>Gawe</title><content type='html'>Iseng, sekarang gue post lamaran gawe kemana-mana. Terus waktu senin kemaren gw di panggil wawancara. Gue akui gue ketinggalan banyak ngikutin perkembangan teknologi Java, terus di tanya-tanya gitu ternyata dia agak kecewa juga kalo ternyata skill java gue dianggap basic. Ya gak papa lah, tapi gue bilang "Gue bisa belajar kalo memang nantinya di percaya...". Dia juga nyari orang yang punya sifat perfeksionis dll. Banyak hal yang di bicarakan tapi akhirnya dia sih bilang, yah kayaknya kamu bisa di teruskan ketemu bos saya, saya cuma nyaring aja apa gue ini layak kerja di tempat dia apa enggak. Perusahaannya masih baru, dan jauh pula di Kelapa Gading, wah bikin gue mikir2 juga gue ambil apa enggak, tapi sepertinya dia menjanjikan ilmu yang baru buat gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian yang rada konyol, dia nanya "Ini IP kamu sekian koma sekian?".&lt;br /&gt;"Iya.." jawab gue.&lt;br /&gt;"Kenapa bisa sampe cuma segitu?"&lt;br /&gt;Gue gelagepan juga... emang sih IP gue gak terlalu keren2 banget, tapi gue coba ngeles aja "Yah saya akui sih, saya emang banyak lemah di kuliah-kuliah model-model analisa numerik, fisika, dll, jadi yah segitu lah"&lt;br /&gt;"Kalo nilai kuliah pemrograman gimana?"&lt;br /&gt;"Yah kadang dapet B, kadang dapet A" kata gue&lt;br /&gt;"Wah harusnya kuliah pemrograman itu bisa dapet A doong"&lt;br /&gt;"Iya harusnya sih... cuma saya sering juga dapet nilai nanggung, dikit lagi dapet batas bawah nilai A, jadi ya begitulah..." Kata gue ngeles... :D&lt;br /&gt;"Ohhh... gitu, apa lagi ya...? Oh iya kamu kenal anak fasilkom 98 namanya ****?"&lt;br /&gt;"Oh iya kenal, ngomong-ngomong ada hubungan apa ya bapak dengan dia?"&lt;br /&gt;"Saya ini kakaknya..." kata dia dengan santai&lt;br /&gt;Glek... (gaya donal bebek). Dalam hati gue pengen ngomong, pantes aja dia nanya-nanya IP gue, terang aja dia bandingin ama adeknya yang lulus dengan IP bagus bgt dan kelar kuliah dalam waktu 3,5 tahun... Nasib... nasib... :)&lt;br /&gt;"Ternyata dunia ini memang sempit ya?" Kata dia..&lt;br /&gt;"Iya ya pak...". dst... dst... dst...&lt;br /&gt;Benerean habis wawancara itu baru gue tau bagaimana begonya gue... Awalnya sempet gak PD juga, habis tampang yang ngewawancara itu masih keliatan muda mungkin gue pikir lebih muda dari gue, tapi setelah tau kalo dia kakaknya si **** yah gue rada bisa excuse... terang aja dia bisa "mempertanyakan kualitas gue" habis bandingannya (mungkin) sama adeknya yang pinter... dan gue rasa kakaknya ya gak beda jauh juga pinternya...&lt;br /&gt;Dan untuk sekarang gue mungkin nunggu panggilan dia? bener apa enggak gue emang cukup qualify buat dia. Dan gue juga mikir kalo sampe di terima dan kerja di kelapa gading yang ujung dunia itu, buat gue cukup "worthed" apa enggak...?. Susah juga emang cari gawe yang bisa sesuai keinginan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih agak siang, gue iseng mampir ke rumah sodara gue yang gak terlalu jauh dari tempat gue wawancara, yah itung-itung silaturahmi :). Sampe di sana gue ketemu dengan sepupunya nyokap (gue manggilnya Bude). Terus gue ngobrol-ngobrol...&lt;br /&gt;"Mbak L (sebut aja gitu, anaknya Bude) masih kerja di (perusahaan) U?" tanya gue.&lt;br /&gt;"Masih..."&lt;br /&gt;"Sekarang jabatannya apa bude?"&lt;br /&gt;"Sekarang jadi manajer Brand Image untuk produk S (suatu produk deterjen -red)"&lt;br /&gt;"Wah udah sibuk doong sekarang...?" kata gue basa-basi&lt;br /&gt;"Sibuk banget, tiap hari itu pulangnya malem terus, kadang jam 10 kadang lebih dari jam 11 malem, padahal tempat kerjanya itu cuma di gatot subroto, situ aja"&lt;br /&gt;"Lho itu kan deket, bude..."&lt;br /&gt;"Lha makanya itu, kadang mbak L ya juga ngeluh kerjanya sibuk terus, tapi ya emang dasarnya mbak L itu seneng belajar karena perusahaannya itu sering n'reining ke mana-mana, kemarin aja dia baru pulang training dari Bangkok"&lt;br /&gt;"Kerja sampe malem gitu, emang kerjanya apa aja sih bude?" kata gue penasaran&lt;br /&gt;"Yah macem-macem, namanya orang usaha saingannya kan banyak jadi sering rapat-rapat. Bude aja pernah nemenin mbak L kerja hari sabtu, padahal sebenernya libur, cuma karena kerjaan hari jum'at-nya belum beres ya di terusin hari sabtu. Udah gitu bosnya tuh sering banget nelpon dari luar negeri buat konsolidasi, kalo nelpon dari luar negri kan tau sendiri roamingnya gimana? Bude pernah gak sengaja liat tagihannya itu sampe x rupiah tiap bulan (yang jelas digit 0-nya ampe 6 deh -red)"&lt;br /&gt;"Tapi kan di ganti doong bude, kan ada rainburst?"&lt;br /&gt;"Enggak!! itu tuh pake duit sendiri. Makanya sekarang kalo bude suka liat tagihan pulsanya, mbak L itu malah marah-marah"&lt;br /&gt;"Tapi kan gajinya mbak L ya gede kan?" gue balik tanya&lt;br /&gt;"Emang, gajinya kalo dibandingin kebanyakan orang, emang gede, tapi ya pengeluarannya banyak juga"&lt;br /&gt;"Kan mbak L termasuk eksekutif, ya pergaulannya lumayan banyak makan biaya doong bude?"&lt;br /&gt;"Oh iya, katanya kalo disana itu kalo gak ikut sama temen-temennya bisa tersisih dari pergaulan, makanya kalo mereka makan ke tempat-tempat tertentu ya mau gak ikutan, padahal sekali makan habisnya banyak banget. Cuma ya namanya juga manajer ya kalo gak gitu nanti di mata relasi jadi gimana kan kalo sampe gak ikut-ikut temen-temennya?"&lt;br /&gt;"Itung-itung nge-loby ya?" kata gue menimpali&lt;br /&gt;"Iya..."&lt;br /&gt;"Kemarin aja mbak L kan habis ulang tahun, kalo di rumah mungkin duit 100 ribu aja udah bisa kalo dirayain sama orang serumah aja, cuma karena disana temen-temennya kebiasaannya itu suka ngerayain jalan kemana, ya mau gak mau mbak L itu ya musti kaya temen-temennya, apa lagi kalo sekali jalan habisnya tuh...." Kata bude, dengan geleng-geleng.&lt;br /&gt;"Gak kepikiran pengen jadi PNS aja bude biar santai kerjanya...?" Iseng gue nanya&lt;br /&gt;"Pengen juga sih, cuma kapan ada waktunyabuat ikutan test-test?, orang sibuk banget kerjaannya"&lt;br /&gt;"Ngomong-ngomong kerja di perusahaan U itu saingannya ketat-ketat dong?"&lt;br /&gt;"Ohh ketat banget..."&lt;br /&gt;"Saya pernah baca buku, katanya dulu perusahaan U &amp; P saingan berat ya, sampe saingannya nyuri ide buat produknya" Tanya gue iseng...&lt;br /&gt;"Oh iya itu bener, gak hanya itu saingannya juga sama perusahaan W, kalo perusahaan W lebih hebat lagi soalnya dia itu perusahaan keluarga, jadi lebih solid"&lt;br /&gt;"Persaingan harga jadi ketat dooong?" tanya gue&lt;br /&gt;"Uuuuh ketaatt banget vi, Masak bos-bosnya mbak L baru mau rapat buat nurunin harga produknya, di saaat yang sama perusahaan saingannya tuh malah udah jual dengan harga yang lebih murah, gimana gak ketat...?" Kata bude gue&lt;br /&gt;"Kalo gitu caranya,untungnya perusahaan jadi dikit doong?"&lt;br /&gt;"Iya, orang kemarin-kemarin aja saking tipis keuntungannya, yang dulu-dulunya suka ada bonus akhir tahun, kemarin itu udah gak ada lagi bonus akhir tahun"&lt;br /&gt;Dalam hati gue, "Ngenes amat, udah kerja berangkat pagi mulu, pulang selalu mau tengah malem, pulsa gak di bayarin, gak ada bonus akhir tahun pula..., kalo gitu sih biar rada gede gajinya ya sering stress kali ya...". Dan emang bude juga pernah bilang kalo mbak L pernah ngeluh kalo dia itu kayak udah gak punya kehidupan pribadi, waktu pas gue tanya apa mbak L udah punya pacar, eh bude malah bilang "Boro-boro cari pacar, kerjanya sibuk gitu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dst.. dst... dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari udah siang, dan gue disuruh makan disana, gue sih sebenernya gak mau, cuma mau gimana lagi. Akhirnya ya gue makan bareng juga dengan mereka, terus gue liat di meja makan ada gelas yang ada tulisannya "DB2", "Websphere" pokoknya produk dari perusahaan yang sempat dikenal dengan sebutan "Big Blue", gue jadi inget dengan Mas W yang juga kakak iparnya mbak L (atau menantunya bude). Terus gue tanya, "Sekarang gimana kabarnya mas W? masih kerja di perusahaan I?"&lt;br /&gt;"Masih..." kata bude gue&lt;br /&gt;"Sibuk dooong bude..." tanya gue&lt;br /&gt;"Sibuk banget, minggu-minggu kemarin tuh sering banget mas W pulangnya jam 3-4 pagi terus paginya berangkat kerja lagi. Kemarin aja mas W baru pulang dari di opname gara-gara terlalu capek"&lt;br /&gt;Dalam hati gue, "Busyet, emang segitu dahsyatnya ya kerjaan sampe waktu 24 jam terasa kurang?"&lt;br /&gt;Yah begitulah,... mungkin gue pikir karena mereka kerja di perusahaan besar dan mapan target keuntungan itu selalu prioritas, jadi gimana caranya ya mereka harus tetep bisa eksis di persaingan, kalo perlu memaksa para pegawainya kerja melebihi waktu normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ngeliat gitu, bener juga kalo ada yang bilang "Bisnis itu seperti Perang". Perang merebut konsumen, Perang merebut peluang pasar, Perang dalam menciptakan peluang, dll. Gila... gue baru tau kalo di perusahaan besar &amp; establish yang persaingan pasarnya ketat, iklim kerjanya memang "se-sadis" itu... (telat banget sih gue taunya)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya gue coba mendatangi ke tempat gawe sama temen gue apit di daerah Pondok Pinang, apa lagi kalo buat ngelamar-lamar gawean lagi :p. Sebelum kesana pasti lewat daerah Lebak Bulus, ternyata setelah sekian lama gue gak pernah  lewat sana, sekarang disana telah berdiri satu pusat perbelanjaan baru bernama "Giant" tepat berhadapan di depan "Carrefour". Dan saat itu gue membatin, pasti para manajer di kedua tempat itu selalu "sibuk berat" buat mempertahankan pasarnya sampe sering balik malem-malem seperti mbak L atau mas W.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112666717007627659?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112666717007627659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112666717007627659' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112666717007627659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112666717007627659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/gawe.html' title='Gawe'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112623226372132664</id><published>2005-09-09T09:10:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T10:05:22.176+07:00</updated><title type='text'>Buku "Emak"</title><content type='html'>Akhirnya beres juga baca "Emak" karya Daoed JOESOEF. Buku yang isinya menceritakan kisah hidup Ibu dari Daoed JOESOF yang akrab di sebut Emak, secara keseluruhan cukup menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan secara umum enak dibaca, tidak membosankan, ceritanya mengalir, hanya sayang dari Bab XI hingga Bab XIV ceritanya terasa terlalu berat, seperti bagian yang menceritakan soal kehidupan emak dengan negara republik &amp; demokrasi, ceritanya agak terkesan janggal mengingat tokoh utama "Emak" adalah seorang yang tidak berpendidikan dan tidak bisa baca tulis latin, namun di cerita itu di ceritakan tokoh "Emak" terkesan cukup fasih dan faham dengan aneka istilah-istilah demokrasi, yang umumnya hanya di mengerti oleh orang terpelajar di zaman itu. Lihat pula &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0311/02/pustaka/660482.htm" target="_blank"&gt;resensi buku Emak&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daoed JOESOEF merupakan orang Indonesia pertama yang oleh Sorbonne dianugrehi gelar doktor tertinggi dari jenisnya, yaitu Doctor d'Etat (apa hubungannya sama Coup d'Etat ya?  :p) atau doktor negara, dengan predikat cum laude. Dia pernah menjadi mentri pendidikan di Kabinet Pembangunan III, dimana salah satu kebijakannya adalah soal NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus) yang sempat jadi bahan perdebatan. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur &lt;i&gt;Centre for Strategic and International Studies&lt;/i&gt; / CSIS (1972-1998). Lihat pula wawancara &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/23/naper/lebi.htm" targtet="_blank"&gt;Daoed JOESOF dengan Kompas&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku "Emak" terlihat bagaimana Daoed JOESOF begitu mengagumi sosok Emak-nya. Di dalam buku itu memang terkesan tokoh "Emak" sebagai tokoh yang sempurna nyaris tanpa cacat. Tapi gue akui emang menarik juga membaca buku ini, terlihat begitu kuatnya pengaruh karakter Emak bagi kehidupan keluarga JOESOF. Hampir semua Bab cukup menarik, tapi ada bab yang cukup menarik bagi gue yaitu Bab XXI yang berjudul Emak dan Subang Berlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bab "Emak dan Subang Berlian" menceritakan bagaimana emak menyikapi morat-maritnya kondisi resesi ekonomi dunia di tahun 30-an. Orang Amerika menyebut resesi ekonomi dunia ini sebagai "Great Depression", orang Belanda menyebutnya "Economische Malaise" sedang orang pribumi menyebutnya "Ekonomi Meleset". *Peringatan! ini spoiler lho...* Jadi diceritakan bagaimana efek "Ekonomi Meleset" yang membuat perusahaan-perusahaan bangkrut, para pegawai diberhentikan, toko-toko tutup. Efek lain dari "Ekonomi Meleset" adalah berhenti satu persatu teman-teman sekolah penulis dan saudara-saudanya akibat orang tuanya tidak sanggup lagi membayar biaya sekolah, dan hal itu ikut meresahkan penulis buku dan saudara-saudaranya yang masih kecil-kecil. Anak-anak yang masih kecil itu juga di ceritakan oleh orang yang biasa mengurus sapi-sapi milik ayahnya bahwa susu yang mereka jual sering tidak laku, sering tekor akibat pembelinya yang orang-orang belanda pada balik ke negerinya, ditambah lagi kewajiban ayahnya yang harus merelakan sapi-sapinya di jual ke orang lain untuk membayar utang kawan ayahnya, akibat sang ayah yang menjadi penjamin bagi utang temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah ketakutan anak-anak akan masa depannya, dengan tenang Emak menenangkan anak-anak bahwa mereka tidak perlu khawatir karena selama ini emak masih punya perhiasan subang berlian yang indah yang sewaktu-waktu bisa di jual jika keadaan terdesak. Anak-anak semua penasaran 'kok mereka tidak pernah melihat atau melihat emak menggunakan berlian itu setiap pergi ke pesta hajatan. Dengan tenang emak menceritakan kalo emak hanya memiliki subang berlian saja, tidak memiliki pasangannya seperti cincin berlian atau peniti. Tanpa pasangan tentulah subang berlian yang di pakai tidak akan serasi kata emak. Setelah Emak berhasil meyakinkan anak-anaknya bahwa Emak masih memiliki subang berlian, tenanglah anak-anak itu dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang penulis (Daoed JOESOF) diceritakan merantau dan berhasil mengumpulkan uang untuk membeli pasangan bagi subang berlian emaknya, sang tokoh pulang kampung dan mengajak emak beserta saudara-saudaranya untuk pergi ke toko emas di "Hongkongstraat" dengan penuh kebanggaan. Reaksi emak hanya diam, kemudian matanya berkaca-kaca dan air matanya mulai meleleh di pipinya. Anak-anaknya menjadi kikuk, tidak tahu apa yang harus dilakukan selain berpandangan. Setelah menyapu air mata yang meleleh di pipinya, emak mencium dahi dan ubun-ubun anak-anaknya. "Emak bangga mempunyai anak-anak seperti kalian, terutama kau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hening sejenak emak melanjutkan, "Subang berlian itu tidak ada. Seumur hidup emak belum pernah memiliki benda berharga seperti itu. Kalaupun nanti kau membelikan emak cincin berlian, cincin inilah yang bakal menjadi perhiasan berlian emak yang pertama". Semua anaknya hening dan emak melanjutkan kata-katanya "Subang berlian itu emak sebut-sebut supaya hati kalian tentram. Tak baik anak-anak sekecil kalian hidup dalam ketakutan, gelisah, cemas dan khawatir. Sekarang kalian sudah besar-besar, sudah lama bersekolah, dan sudah pintar, sudah bisa berpikir sendiri. Tetapi seusia kalian dahulu itu, disaat masih ingusan, kalian memerlukan adanya kepastian dan ketenangan supaya kalian dapat belajar dengan baik, bisa menikmati masa kanak-kanak dengan tentram". Kemudian penulis menceritakan akhirnya dia baru mengerti mengapa bapaknya dahulu terbatuk-batuk setiap kali mendengar emak menyebut-nyebut subang berliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah mungkin bagian cerita itu lah yang lumayan menarik menurut gue, bagaimana dewasanya sikap orang tuanya (dalam hal ini tokoh "Emak") terhadap anak-anaknya yang tidak akan membiarkan ketakutan, kegelisahan, kekhawatiran menghinggapi anak-anaknya, meskipun memang terpaksa harus berbohong (ini mungkin yang disebut kebohongan yang baik - white lie?). Rasanya ideal sekali memiliki emak, ibu, mama atau apalah yang seperti itu, ibu yang selalu memberikan rasa tenang bagi anak-anaknya. Gue jadi gak heran kalo sang penulis buku "Emak" begitu kagum dengan sosok emak-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca bagian ini, gue bagai berkaca pada diri sendiri, bagaimana gue ngerasa kayaknya masih jauh banget dari sikap dewasa seperti itu, yang tetap tenang dan bisa menenangkan orang-orang terdekatnya. Terasa ideal sekali tokoh "Emak" digambarkan sebagai pelindung dan pemberi ketenangan bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo lagi iseng, kadang gue nonton tv yang acaranya infoteimen dimana isinya kadang gak jauh-jauh soal cerai para seleb. Gue ngebandingin antara para seleb dengan tokoh "emak" yang dah gue baca ini kok jauh yaa... kalo membandingkan, kok para seleb jadi terkesan egois, tidak memperhatikan stakeholder dari keluarga yang lainnya yaitu anak-anak. Entah gue gak tau gimana rasanya jadi anak yang tumbuh dari orang tua yang bercerai, mungkin secara psikologis akan jadi trauma bagi mereka bahkan sampai dewasa seperti kata artikel di rubrik konsultasi yang biasa ada di majalah atau tabloid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dari kita adalah pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri. Idealnya setiap pemimpin mampu memberikan perlindungan dan rasa nyaman bagi yang dipimpinnya. Setelah baca "Emak" gue ngerasa kalo bertanggung jawab, mampu memberikan perlindungan dan rasa nyaman bagi yang dipimpin atau lingkungannya sebagai salah satu indikator kedewasaan bagi setiap manusia. Kalo seorang ayah atau ibu tidak akur sehingga membuat anak-anak mereka menjadi merasa tidak nyaman dan aman sebagai anak apakah itu membuktikan kalo ayah dan ibu yang tidak akur itu belum memiliki kedewasaan? Entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita juga pernah mendengar akhir-akhir ini banyak anak-anak yang masih kecil sudah mencoba bunuh diri, ini gejala apa? Mungkinkah ini salah satu indikator kegagalan orang tua memberikan rasa aman bagi anak-anaknya. Mungkin anak-anak yang mencoba bunuh diri ini merasa buntu, tidak tahu harus menyandarkan tempat perlindungan kepada siapa? Mungkin ini juga efek buruk dari sinetron-sinetron yang memberikan gambaran bagaimana bunuh diri. Apa ibu-ibu jaman sekarang sudah terlalu sibuk, sehingga anak-anak lebih memilih melakukan bunuh diri ketimbang meminta perlindungan kepada ibu-ibu mereka?. Kalo ngeliat gitu gue sih bersyukur ngerasa masih lebih beruntung punya kedua orang tua yang selalu terbuka untuk di jadikan tempat berkeluh kesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, jaman sekarang pergaulan anak muda makin bebas, sampe yang namanya MBA (Married by Accident) sudah jadi hal yang umum. Kalo perkawinan terjadi atas dasar 'kecelakaan' apakah perkawinan itu akan serta-merta membuat pasangan yang MBA itu otomatis akan memiliki kedewasaan dalam bersikap?. Kalo tidak, wah kayaknya kasian anak-anak yang tidak tau apa-apa sejak kecil harus merasakan ketakutan dan ketidaknyamanan. Efek ketidak-dewasa-an orang tua bisa macem-macem bentuknya, salah satunya ya jadi bercerai itu. Gue pernah lihat ada pasangan keluarga yang bercerai saat anak mereka masih balita. Dulu waktu kedua orang tuanya belum bercerai gue suka liat muka anak balita yang ceria, banyak senyum dan tawa, pokoknya kalo gue liat tingkah polah anak itu ngegemesin, yah.. bikin gue yang ngeliat ekspresi mukanya aja jadi ikut bahagia. Tapi sekarang setelah kedua orang tuanya bercerai, gue liat anak itu terlihat lebih murung, banyak diem, gue jadi sedih juga ngeliatnya, anak sekecil itu harus ngerasain ketidakbahagiaan sejak kecil, padahal umur anak itu waktu lucu-lucunya buat seorang anak :(, Gue gak tau, apa itu juga membuktikan kalo anak kecil pun bisa merasakan ketidak bahagiaan yang ada di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benarlah apa yang pepatah lama katakan, "Wanita adalah tiang negara". Kalo para wanita berhasil mendidik, memberikan rasa sayang dan tentram bagi anak-anaknya, tentu mereka telah menyiapkan generasi masa depan yang mentalnya lebih kuat dan lebih bahagia, bebas dari ketakutan dan trauma masa kecil. Konon katanya ada yang bilang, jaman yang semakin maju ini telah menghasilkan suatu keironisan, dimana jaman yang maju atau modern telah mampu menghasilkan gedung-gedung yang megah, teknologi yang semakin canggih, tapi dibalik itu semua, (katanya lho) yang dihasilkan hanya manusia-manusia yang kerdil jiwanya.... (blah... nulis apa gua ini? :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... andai semakin banyak wanita-wanita jaman sekarang yang memiliki kedewasaan, mampu memberikan kasih sayang, ketenangan dan rasa aman bagi keluarganya sebagaimana tokoh "Emak" yang baru gue baca ini... (yang jelas bukan kayak tokoh "Emak" di sitkom "Bajay Bajury")&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112623226372132664?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112623226372132664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112623226372132664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112623226372132664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112623226372132664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/buku-emak.html' title='Buku &quot;Emak&quot;'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112556783201191070</id><published>2005-09-01T16:32:00.000+07:00</published><updated>2005-09-01T18:40:13.486+07:00</updated><title type='text'>Inner Circle</title><content type='html'>Gue nulis ini sebenernya dalam keadaan males, cuma gue juga lagi bosen buat ngapa-ngapain termasuk coding &amp; ngeweb, jadi ya coba nulis di blog ini. Kebetulan waktu itu gue iseng cari artikel tentang &lt;a href="http://www.google.co.id/search?q=sudjono+humardani&amp;hl=en&amp;lr=&amp;start=10&amp;sa=N"&gt;Sudjono Humardani&lt;/a&gt; di google. Ada yang pernah denger nama itu? :p Di internet ternyata agak susah juga cari artikel yang menceritakan kisah atau sepak terjangnya tokoh ini. Buat yang belum pernah denger nama itu, dia adalah termasuk tokoh orde baru bahkan mungkin termasuk pendiri orba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah baca beberapa buku, umumnya memoar dari para purnawirawan nama dia sering disebut-sebut. Contoh dalam buku memoar mantan Pangkopkamtib Jendral Soemitro tentang kasus Malari nama dia ikut disebut, begitu juga dengan memoar yang juga karya terakhir Z.A. Maulani (mantan ketua BIN di era Habibie) namanya pernah disebut, di bukunya Soemitro Djoyohadikusumo, nama dia juga sempat di sebut. Di buku-buku itu nama Sudjono Humardani lebih banyak disebut berperan sebagai asisten pribadi presiden (Soeharto) bersama dengan Ali Murtopo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Murtopo &amp; Sudjono Humardani memang orang kepercayaan Soeharto saat masih menjadi Panglima Kodam Diponegoro. Setelah Soeharto menjadi Presiden, keduanya tetap dipakai dan dijadikan orang kepercayaannya. Ali Murtopo ngurusin soal penggalangan masyarakat, sedang Sudjono Humardani ngurusin macem-macem. Bahkan menurut memoar mantan Pangkopkamtib Jendral Soemitro, Soedjono Humardani termasuk orang yang menjadi penasihat spiritual bagi Soeharto, termasuk waktu kejadian 30 September dia ikut ngebatu "secara spiritual" agar Soeharto tetap di berikan kekuatan, pokoknya kalo kata memoar itu, urusan nyedian sajen, tumbal, dan aneka macem hal-hal yang berbau spiritual itu masuk urusannya Humardani. Memang saat itu (atau bahkan hingga kini) yang namanya masalah kebatinan itu banyak di lakonin para pemimpin/tentara biasanya supaya terlihat berwibawa, tenang, dll. Liat juga tulisan &lt;a href="http://www.deepee.com/openlist/keuangan/0825.html" target="_blank"&gt;Mistik dalam pol-ek-sos-bud-han-kam-de-el-el di Indonesia&lt;/a&gt; (in english).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jadi orang kepercayaan itulah setiap sepak terjangnya dia seolah-olah jadi keputusan pemimpinnya (dalam kasus ini Soeharto). Dalam memoar-memoar yang gue sebut tadi biasanya mengesankan kelakuan para asisten pribadi (aspri) yang seringkali menyalahi wewenangnya. Spt Soemitro Djoyohadikusumo saat menjadi mentri sudah membuat peraturan bahwa suatu komoditi dikelola oleh suatu pihak tiba-tiba aspri juga memberikan izin pengelolaan suatu komodiati yang sebenernya bukan wewenangnya kepada kroninya. Hal ini sering menyulitkan para pembantu (mentri-mentri) diaman keputusannya ini sering bertentangan dengan keinginan para aspri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil search tentang Sudjono Humardani, gue juga dapet link artikel yang di tulis oleh &lt;a href="http://nu-uk.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=124" target="_blank"&gt;Gus Mus yang berjudul Bithanah&lt;/a&gt;. Ternyata peranan orang kepercayaan itu memang strategis!. Seringkali seseorang jadi sukses atau gagal ditentukan oleh siapa yang ada di sekitarnya. Kadang pemimpin yang baik kalo punya anak buah yang gak baik citranya justru akan jadi jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata temen gue, paling enak itu emang jadi orang kepercayaan, soalnya kita bisa melakukan segala sesuatu dengan mengatasnamakan pimpinan kita, tanpa kita harus merasa bertanggung jawab kalo ternyata yang kita lakukan itu salah (kecuali di akherat). Kayak tokoh aspri yang gue sebut, seringkali suatu mentri sudah memberikan keputusan, tiba-tiba keputusan itu di serobot oleh aspri dengan mengatasnamakan perintah dari atasannya dia, padahal mungkin itu untuk kepentingan pribadi, tapi siapa yang tau, dan siapa yang berani nenatang? Mungkin bener juga kata temen gue, emang paling enak jadi orang kepercayaan bisa melakukan segala sesuatu atas nama pemimpin tanpa perlu takut untuk mempertanggung jawabkan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok habis nulis ini gue jadi teringat dengan cerita Kinoshita Tokichiro sebelum ganti nama jadi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Toyotomi_Hideyoshi" target="_blank"&gt;Toyotomi Hideyoshi&lt;/a&gt;, yang berpindah-pindah tuan agar suatu saat bisa menemukan tuan yang tepat bagi dia untuk mengabdi sebagai seorang shogun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~masih-belum-tamat-bacanya-:(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112556783201191070?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112556783201191070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112556783201191070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112556783201191070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112556783201191070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/09/inner-circle.html' title='Inner Circle'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112530489533597683</id><published>2005-08-29T14:46:00.000+07:00</published><updated>2005-08-29T17:13:52.743+07:00</updated><title type='text'>Ngobrol Cerita Drama</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu gue(G) ngobrol sama temen gue(T) dan temen kantornya(K) dua-duanya cewek, suatu saat temen gue itu ngomong...&lt;br /&gt;T: Eh gw entar ngopy lagu loe ya...&lt;br /&gt;G: Boleh...&lt;br /&gt;K: Eh loe punya lagu-lagu dari acara-acara drama gak, yah model2 drama korea "Full House"&lt;br /&gt;G: Wah sorry... gue mah gak punya musik model begitu, lagian loe demen baget sih nonton acara gitu...&lt;br /&gt;T: Eh ceritanya bagus lagi... gue aja kalo balik naik bis, biasanya gue bakal milih bis yang masih sepi penumpang, terus gue mesen ke kondekturnya supaya di stel ke indosiar, kan kalo udah disetel ke situ orang kan gak bakal berani mindah-mindahin lagi, terus gue duduk di bangku depan ato kedua buat bisa tenang deh buat nonton "full house"... (deeeuhh.... bangga banget non! :p -red)&lt;br /&gt;G: (dengan gaya ngeledek) Ah acara begitu aja lo demenin, mau aja loe di boongin&lt;br /&gt;K: Eh tapi acaranya beneran bagus...&lt;br /&gt;T: Iya... bilang aja loe sirik gak bisa kayak cowok yang diacara-acara itu...&lt;br /&gt;G: Sialan loe... gue sih gak sirik ato apa, cuma gue ngasih tau aja... jangan sering-sering deh nonton film begitu, entar loe gak bisa ngebedain mana yang nyata mana yang khayalan. Realistis deh... hidup gak selalu seindah spt di akhir cerita drama-drama itu...&lt;br /&gt;K: Justru, acara-acara drama kayak gitu laris, banyak yang nonton karena berdasarkan cerita nyata lagi!!&lt;br /&gt;G: Nyata darimana? Itu cerita gak ada bedanya sama cerita Cinderella versi modern yang akhir ceritanya selalu happy ending, pada kenyataannya hidup gak selamanya selalu berakhir happy ending...!&lt;br /&gt;T: Nyata lagi..., liat dong diceritanya gimana seorang cewek pada akhirnya bisa merubah kelakuan cowoknya yang tadinya jahat jadi lebih baik&lt;br /&gt;G: Ah gue gak terlalu percaya... Emang bener manusia bisa berubah, tapi berubah jadi lebih baik secepet yang di cerita-cerita itu gue gak percaya. Gue ngasih tau aja, entar gara-gara kebanyakan nonton acara itu bisa-bisa loe jadi ngarepin atao ngerasa bisa melakukan hal-hal spt yg dilakukan cewek-cewek di film drama ke cowok-cowok ato calon-calon cowok loe spt ngerubah sifat dll, padahal kenyataannya gak gampang buat ngerubah sifat orang...&lt;br /&gt;K: Eh... tapi bener ada kok di kehidupan nyata...&lt;br /&gt;G: Apa contohnya?&lt;br /&gt;K: Contohnya, sancai yang bisa ngerubah to ming se jadi lebih baik...&lt;br /&gt;G: (Dalam hati gue pengen ketawa) Hehehe Loe ngasih contoh dari acara model gitu juga... jelas loe gak bisa ngebuktiin kalo cerita-cerita di drama itu beneran ada di kehidupan nyata... gue pengen contoh orang yang nyata bukan contoh dari cerita drama yang jelas-jelas gak nyata...&lt;br /&gt;K: Ada, contohnya pasangan artis X &amp; Y!&lt;br /&gt;G: Ah selebriti lagi loe contohin, gue mah sekarang gak terlalu percaya deh sama artis-artis... Gue paling gak suka kalo mereka di tanya tips-tips melanggengkan pernikahan, terus ngasih tipsnya seolah-olah udah jadinya ahli pernikahan, nyatanya berapa bulan/tahun kemudian mereka cerai...&lt;br /&gt;K: Jangan ngedoain loe...&lt;br /&gt;G: Gue gak ngedoain, tapi bukannya itu kenyataan yang sering diberitain...?&lt;br /&gt;.... dst ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya ternyata cewek-cewek itu (yah setidaknya dua orang yang ngobrol dengan gua ini) demen banget cerita drama yang romantis model-model "Full House" meski... ah sudahlah... :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112530489533597683?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112530489533597683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112530489533597683' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112530489533597683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112530489533597683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/ngobrol-cerita-drama.html' title='Ngobrol Cerita Drama'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112495997556218459</id><published>2005-08-25T14:58:00.000+07:00</published><updated>2005-08-25T16:13:33.760+07:00</updated><title type='text'>Makanan Sehat Jaman Sekarang?</title><content type='html'>Oke gue dah gak terlalu kesel, server itu akhirnya berfungsi tapi bukan sama gue sih tapi sama temen gue... yo wis masalah beres! Sempet ada error di satu server dimana autentifikasi pake LDAP ternyata gagal. Agak bingung cek source code udah sama, cek setingan web server juga udah sama, library yang dibutuhin juga udah ok, terus salah dimana? Tanya-tanya sana sini kok gak bisa, mereka agak bingung juga tapi akhirnya ketemu juga... ternyata masalahnya di DNS server IP-nya salah tulis! Huuuuah ternyata emang setingan IP yang gak lengkap! pantes gak bisa konek ke LDAP server :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas udah beres-beres nyeting server, malemnya gue balik kemaleman, tukang bubur udah abis dagangannya, tukang baso juga, yang ada tinggal tukang Ayam Goreng. Gue emang jarang makan Ayam Goreng, gak tau kenapa males aja :). Biasanya selain jualan ayam goreng biasanya juga jualan pecel lele. Gue pesen ayam goreng, terus gue iseng ngeliatin penggorengannya yang gede dan banyak minyaknya itu, kok warnanya butek/keruh warnanya item spt oli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh gawat pikir gue, katanya kalo minyak goreng kelamaan dipake buat goreng dia bisa menyebabkan kanker (disamping kanker yang lain alias kantong kering :p). Pengennya sih gue gak jadi mesen, tapi kan kasian juga... Ah bodo lah sekali-kali makan gak papa kali ya. Rasanya sih ya lumayan lah, meski minyak gorengnya item buanget! Yang bikin enak soalnya pake nasi uduk dan sambel yang rasanya passsss, gue ampe lupa kalo ayam goreng yang gue makan ini di goreng di minyak yang udah gak sehat. Cuma emang sih abis makan perut rasanya agak-agak mules, mungkin ini efek akibat cuci tangannya gak terlalu bersih. Mo cuci bersih juga air kobokannya cuma dikit, dan gak ada sabun, ya mana bisa bener-bener bersih...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu gue jadi mikir, kalo mau hidup sehat kayaknya harus diimbangi juga dengan makan makanan yang sehat, yang kayaknya sekarang makin susah aja. Mungkin ini imbas dari kemajuan jaman, dan tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, bikin permintaan sumber makanan jadi ikut tinggi. Gara-gara permintaan tinggi para produsen (petani, peternak/nelayan) jadi mulai meninggalkan cara tradisional dan beralih pake cara-cara modern yang ada kalanya belum tentu sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kalo makan ayam, kadang bertanya-tanya apa ni ayam kena flu burung apa kagak? Terus apa ayam ini disuntik hormon yang bikin ayam cepet gemuk, sampe2 umur sekitar 3 bulan udah bisa dipotong. Katanya beberapa obat yang mengadung hormon penggemuk ini juga udah ada yang dilarang, soalnya hormonnya ini nanti ikut masuk ke tubuh kita setelah makan ayam itu... Mungkin yang masih sahat ayam kampung kali ya? tapi apa ya masih ada ayam kampung yang bener-bener kampung jaman sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan ikan juga sama aja, katanya berita di TV bilang kalo sekarang ikan-ikan hasil tangkapan nelayan udah di awetin pake formalin, sampe-sampe laler aja gak doyan, emang sih keliatan masih seger tapi pasti gak sehat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan baso, sama aja. Kalo beli baso yang kenyal dan harganya murah kayaknya perlu waspada juga soalnya ada kemungkinan kenyalnya itu pake boraks. Kata orang sih sebenernya kalo mau baso kenyal tanpa boraks bisa asal daging yang dipake masih baru dipotong dari tukang jagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan sayur juga..., sekarang sayur pake disemprot-semprot sama pestisida biar daunnya bebas dimakan serangga. Tapi jadinya sayurnya jadi ada racunnya, katanya sih itu bisa bikin kanker. Makanya kalo ada sayur yang bilang bebas pestisida biasanya lebih mahal (beras juga gitu sih). Kata guru biologi waktu jaman SMA sayur yang baik itu justru yang ada bekas di makan hewan model ulet atau serangga karena itu membuktikan di sayur itu gak ada racunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gue makan gado-gado di langganan gue biasa beli ternyata ada ulet. Terus temen-temen gue yang liat ulet pada jadi gak nafsu makan, sama gue uletnya gue buang dan gue terusin lagi makan gado-gadonya. Terus temen gue bilang, "kenapa masih loe makan juga gado-gado yang ada uletnya itu?", terus gue bilang aja dengan kalem "kalo ada ulet, berarti sayur ini bebas racun pestisida dan berarti ini sehat buat dimakan". Biarin aja gue makan bekas ulet, toh setelah makan gue masih sehat-sehat aja... *itu sebenernya karena laper aja sih :p*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang ini kalo mau sehat, emang kayaknya agak susah juga. Kalo kita makan sate, kerak yang suka muncul di daging katanya juga bisa bikin kanker. Beli minuman energi ternyata juga mengandung sakarin (pemanis buatan) yang katanya juga gak sehat. Beli buah aja juga kadang gitu, mungkin karena paranoid kali ya gue sekarang kalo makan apel musti di kupas kulitnya, gak peduli kata orang kulit apel itu sehat. Sehat sih sehat kalo gak ada residu pestisida, kalo ada gimana? mau makan jadi sehat malah bisa sakit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah mungkin ini efek negatif dari pertumbuhan penduduk yang pesat, untuk memenuhi kebutuhan sumber makanan semuanya dilakukan dengan teknologi yang instan yang ada kalanya gak sehat buat tubuh. Denger-denger katanya produk makanan hasil transgenik juga masih diperdebatkan soalnya keamanannya bagi manusia. Ada salah satu tulisan di koran yang bilang jangan membayangkan transgenik itu seperti cangkok pohon X antara varietas Y dengan varietas Z tapi bisa jadi gak ada hubungannya sama sekali antara keduanya. Misal, bisa aja nanti ada ayam yang dibikin jadi ayam transgenik pake DNA-nya sapi, agak ngeri juga tuh (setidaknya saat ini) kalo makan yang transgenik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan ayam bisa kena flu burung, tetelo, kemasukan hormon&lt;br /&gt;Makan daging bisa kena antrax, sapi gila&lt;br /&gt;Makan ikan bisa keracunan formalin&lt;br /&gt;Makan sayur bisa keracunan pestisida&lt;br /&gt;Makan gorengan bisa kena kanker&lt;br /&gt;Minum manisan bisa kena efek negatif pemanis buatan&lt;br /&gt;Malah katanya cewek kalo pake kosmetik/lipstik juga bisa kena efek negatif bahan berbahaya spt 'Lead' (logam berat?) soalnya bahan itu yang bikin lipstik gampang nempel di kulit/bibir, katanya coba cek lipstik di gosok2 sama emas minimal 18 karat, kalo lipstik/kosmetik jadi item berarti lipstik itu mengadung bahan berbahaya *katanya lho*.&lt;br /&gt;dll...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya makanan jaman sekarang makin jarang yang aman buat di konsumsi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112495997556218459?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112495997556218459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112495997556218459' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112495997556218459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112495997556218459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/makanan-sehat-jaman-sekarang.html' title='Makanan Sehat Jaman Sekarang?'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112469399757431976</id><published>2005-08-22T13:43:00.000+07:00</published><updated>2005-08-22T15:04:09.920+07:00</updated><title type='text'>Rak Buku</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/blog/rak-buku.jpg" alt="Rak Buku" style="float:right;margin:10px;"&gt;Akhirnya jadi juga rak buku pesenan gue. Sebenernya kalo mau, mungkin bisa aja bikin sendiri, tapi dipikir2 apa ya bisa gue bikin rak yang rapih?. Belum lagi gue gak punya waktu yang bisa di pake buat ngerjain rak buku sendirian. Mending nyuruh orang aja buat ngebuat rak buku. Dibilang murah yah gak terlalu murah, dibilang mahal yah gak terlalu mahal. Kalo kita mau buat sendiri sebenernya bisa dengan biaya sekitar 450 rebu++ buat beli bahan spt multiplex, plitur, paku, dsb. Tapi karena gue bayar orang, yah tambah ongkos 250 rebu jadi total yah abis 700 rebuan++. Standarnya segitu kali ya?, ya... daripada bikin sendiri hasilnya belum tentu bagus... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue belum sempat pindah-pindahin buku sama ngerapiin susunannya. Sekarang makin keliatan kalo ternyata koleksi buku gua masih dikit... paling baru sekitar +- 75 buku :) Buku sebanyak itu juga masih ada yang belum di baca, model-model buku dengan judul "American Economic History" sampe sekarang masih belum gue baca, lagian buku gituan ngapain juga yah gue beli? :-\ Yang gue inget dulu belinya juga di penjual buku bekas, yang harganya sekitar 30 rebu, mungkin dulu tertarik beli karena pengen liat gambar-gambarnya (padahal gambarnya dikit). Kadang emang perlu sih, buku majang foto ato gambar di dalemnya biar lebih menarik. Kan katanya ada yang bilang "satu gambar bisa lebih berarti dari sejuta kata-kata" *sok tau ah :)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan yah rak buku ini bakalan penuh? mungkin 5 taun lagi atau lebih kali, baru bakal penuh tuh rak buku (tergantung duit yang di punya buat beli buku lah...). Paling gak sekarang buku-buku gue udah punya tempat yang lebih layak ketimbang dulu campur aduk sama barang-barang gak jelas. Btw kok foto rak di sisi kiri bawah kok jadi keliatan miring, lebih kecil ya? efek dari lensa kamera kayaknya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112469399757431976?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112469399757431976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112469399757431976' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112469399757431976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112469399757431976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/rak-buku.html' title='Rak Buku'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112461861175121599</id><published>2005-08-21T17:35:00.000+07:00</published><updated>2005-08-21T17:11:19.006+07:00</updated><title type='text'>Server *#@$...</title><content type='html'>Error... apa yang harus di seting?, asli udah gak kepikiran lagi musti ngapain. perasaan udah beres setingannya, tapi masih gak jalan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya hari ini gue jadi orang 'ke-rajin-an', dateng hari minggu niat nyeting-nyeting server (meski sampe sekarang belom berhasil). Yang lainnya mana nih!!!! tau gak jelas!!! :(&lt;br /&gt;Ada yang gak jelas kabarnya, Ada yang alasannya nengok orang, malah bosnya pergi ke LN... duh bos kok gak pas benget sih perginya... Pas mau di pake, engkau malah pergi, ah nasib punya bos yang ultra sibuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama kalo error ini gak beres...!!!!! tau deh... gagal... gagal... deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya kalo mau sabar pasti gue yakin bisa beres, errornya kayaknya bisa diberesin.... masalahnya moral gue udah mulai down nih, minggu-minggu ngerjain sendiri gak ada yang nemenin. Gue jadi ngerasa cuma gue doang yang peduli...&lt;br /&gt;Kadang kepikiran juga gak mau jadi orang yang peduli, mau gagal mau gak emang gue pikirin, toh gue gak terikat apa-apa. Tapi kok gue gak bisa (atau gak tega?) seperti itu!!!! Gue ngebayangin kalo gue gak peduli mungkin sekarang lagi istirahat, santai gak perlu pusing mikir macem setingan tetek-bengek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue dulu udah bilang kalo gue cuma mau beres-beres aplikasi, dan gak mau beres-beres setingan server, gue gak mau peduli urusan nyeting server dan orang-orang setuju sampe udah nunjuk orang segala buat setingan server. Ternyata meski udah ada orang yang di kasih tanggung jawab, kok nyatanya kerjaannya gak sampe tuntas, nanggung gini, sampe gue musti ikutan nyeting server... gimana nih?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar nasib, kenapa sih gue merasa gak tega... Coba gue bisa kayak 'mereka-mereka' yang bisa 'tega' gak peduli apa server udah beres apa enggak... Yah setidaknya gue coba bertanggung jawab, meski gue ngerasa hari ini kayaknya gue dibiarin sendirian :(&lt;br /&gt;Udah nyuruh dateng minggu, gak ada satupun dari yang nyuruh yang datang hari minggu... Terserahlah mereka punya alasan, tapi paling gak setor muka ke sini kek buat nambah-nambah semangat &amp; moral, meskipun mereka gak ngapa-ngapain disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana sore ini langit terlihat mendung kayak mo ujan gede... :( Moga2 aja gue gak ke ujanan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~musti-sabar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112461861175121599?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112461861175121599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112461861175121599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112461861175121599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112461861175121599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/server.html' title='Server *#@$...'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112444993454208848</id><published>2005-08-19T17:49:00.000+07:00</published><updated>2005-08-19T19:33:15.016+07:00</updated><title type='text'>Seminggu Ini</title><content type='html'>Kayaknya udah agak lama nih gue gak ngisi blog ini... gue pengen nulis pengalaman gue selama ampir seminggu ini deh. Gak ada yang istimewa yah cuma sekedar mencoba mencatatkan beberapa hal yang udah gue jalanin dalam pertengahan bulan agustus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu gue dapet kabar kalo sepupunya nyokap gue masuk rumah sakit dan harus operasi akibat perdarahan di otak, kemungkinan karena hipertensi, entahlah. Gw pengen nengok tapi kayaknya waktunya masih belum memungkinkan, mungkin entar deh kalo beliau udah pulang ke rumah aja, baru gue tengok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin, gue gawe bawa motor. Pas balik abis maghrib, ya biasalah sekarang kalo depok macet emang udah banyak perumahan di sekitar sana, cuma ada yang aneh aja waktu gue mau lewatin RS Bhakti Yudha, yang depan pom bensin situ, kok orang banyak banget yang berkerumun, ternyata... ada kecelakaan. Ada orang yang kayaknya jatuh dari motor, gue gak tau itu gara-gara jatoh apa ketabrak, yang jelas rame banget deh orang nonton disana. Gue jadi inget omongan orang yang bilang kalo di Indonesia itu orang kena musibah kecelakaan malah jadi tontonan, dan dalam hal ini gue setuju, soalnya banyak motor-motor yang parkirin motornya di pinggir jalan sampe bikin sempit jalan aja. Dan tau gak kenapa motor-motor itu diparkir di pinggir jalan? apa lagi kalo para pengendara motor yang markirin motornya itu pada nonton korban kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya gue juga pengen menepi dan mau liat korban yang malang itu, ternyata korban itu udah tewas di tempat, mayatnya tergeletak begitu aja di tengah-tengah jalan depan RS bhakti yudha. Segitu korban udah pake helm cuma kayaknya benturannya cukup keras bikin orang itu langsung tewas seketika. Gue liat di balik mayat darah seger masih ngocor dengan deras dari kepala.... hiiii gue langsung merinding. Untung mukanya udah di tutup sama kertas koran jadi gue gak perlu liat kayak gimana ekspresi korban kecelakaan itu. Sempet sih gue pelototin darah kentel yang masih ngalir, gue coba kuat-kuatin supaya gak mual... ah dasar emang gue gak kuat liat darah ngocor dengan deras... gue langsung cabut aja deh dari pada nonton. Lagian kalo mo nonton mau liat di mana... orang pada penuh gitu nontonin mayat yang tergeletak di pinggir jalan tanpa ada berani inisiatif mindahin mayat yang masih ngocor darah segernya ke pinggir atau di bawa ke RS yang padahal deket gitu... -- gue juga gak berani sih, mindahin tuh mayat... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu gue jadi berasa rada mual, kalo lagi inget dengan korban kecelakaan tadi gue langsung bawa motor dengan pelan-pelan yah itung-itung ikhtiar takut jadi korban berikutnya, tapi kalo lagi gak inget,.... udah deh kumat kebiasaan buat ngegas motor dalam-dalam ampe kecepatannya 80-90 Km/Jam lebih padahal jalan dah gelap gitu :( Padahal baru beberapa waktu sebelumnya liat orang kena celaka sampe mati, keluar darah seger... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah dasar emang ajal, meski gue udah liat langsung beberapa kali korban orang naik motor gue rasa gak perlu lah sampe kapok untuk tetep naik motor, toh ajal udah diatur sama Tuhan. Dulu temen gue pernah bilang kalo dia gak mau naik motor karena sodaranya dia ada yang mati gara-gara naik motor, alasan yang menurut gue gak bisa diterima. Kenapa? Orang mati bisa di banyak tempat, ada yang gara-gara naik motor, kereta, mobil, pesawat atau di tempat tidur!. Nah kenapa orang musti takut naik kendaraan karena ada orang yang mati gara-gara naik kendaraan, tapi gue belum pernah denger ada orang takut untuk tidur di tempat tidur, padahal jumlah orang yang mati di tempat tidur juga banyak kan...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rebo alias 17-08-2005 gue cerita semangat untuk renang. Pagi-pagi gue dateng, eh ternyata tutup... kenapa yah? apa pada upacara kali petugasnya? Siangnya gue mau tukerin floppy drive yang rusah, eh tokonya juga tutup ya udah bablas ke toko buku, dan saat itu juga uang di dompet langsung menguap buat bayar buku... (kebiasaan!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya tetangga gue yang biasanya tinggal di depok lagi main ke bogor dan kebetulan dia baru aja ngelahirin anak laki-laki. Mumpung belum balik lagi ke depok ikut suaminya, ya gue sempetin nengokin orok itu, wah ternyata oroknya lagi tidur. Umurnya paling baru seminggu lah... ya kalo umur segitu kan kerjanya gak jauh-jauh dari tidur, jadi belom bisa buat di godain buat mainan :).&lt;br /&gt;Kalo orang lagi punya bayi, kenapa yah kalo ngobrol dengan gue seolah-olah kayak jadi juru bicara anaknya. Misal gue nanya ketemen gue kapan nyampe di bogor, temen gue jawabnya seperti lagi 'ngudang' (bhs jawa, indonesianya apa ya?) "Aku nyampe sini hari minggu ooom..." yah gitu deh persis kayak ngobrol sama bayinya, padahal bayinya sih tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus gue iseng nanya ke temen gue, anaknya entar bakal manggil dia apa? Gue pikir bakal "Papa-Mama", "Papi-Mami", atau "Bapak-Ibu" ternyata bukan itu, mereka malah manggil mereka dengan sebutan "Ayah-Bunda"... Hmmmmm kayaknya kok sekarang banyak yah orang tua muda yang seneng memanggilkan diri mereka dengan sebutan "Ayah-Bunda" ketimbang "Papa-Mama", "Bapak-Ibu", dst... padahal itu kan sebutan dari orang-orang jaman duluuu banget sampe-sampe kalo di pelajaran bahasa indonesia ada pelajaran membuat surat ke orang tuabiasanya di mulai dengan kata "Kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta... dst dst...", apa sekarang balik lagi jadi ngetrend ya? soalnya bukan kali ini aja gue ketemu suami-istri muda yang memanggilkan diri mereka ke anaknya dengan sebutan "Ayah-Bunda"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis listrik mati! kereta gak jalan... ya udah mo gimana lagi?&lt;br /&gt;Hari itu juga gue dapet kabar kalo bokapnya Helmy 98 wafat, turut berduka cita ya my semoga arwah almarhum bisa di terima di sisi-Nya, dan yang ditinggalkan tetep tabah &amp; tawakal. Amien... Memang ajal pasti akan datang pada setiap yang bernyawa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malemnya gue masih flu &amp; radang tenggorokan, jadi mungkin gue gak bisa ikutan jalan-jalan spt yang udah di rencanain (sory man! buat yang udah ngajakin gue). Dan ternyata sang bos juga nyuruh gue untuk tetep lembur hari sabtu-minggu jika memang di perlukan, dan kayaknya emang sabtu-minggu ini diperlukan untuk lembur deh :( *sigh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm yah segitu lah cerita minggu ini, apa lagi ya? Oh iya, tadi abis sholat Jum'at, ada anak psiko yang jadi fasilitator cml baru lulus kuliah, dan dia bawa 'martabak italy' (baca: pizza :p) ke ruangan kami... (sebagai rasa syukur dia, gue rasa) yah lumayan buat ngisi perut beberapa orang :D sering-sering aja ada yang bawa makanan gratis kayak gini *maunya :)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~terpaksa-lembur...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112444993454208848?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112444993454208848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112444993454208848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112444993454208848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112444993454208848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/seminggu-ini.html' title='Seminggu Ini'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112357061804311845</id><published>2005-08-09T13:51:00.000+07:00</published><updated>2005-08-09T14:08:55.886+07:00</updated><title type='text'>Fatwa MUI</title><content type='html'>&lt;i&gt;Fatwa terbaru udah beberapa minggu dikeluarkan, tapi perdebatannya masih berlanjut sampe hari ini kayak di acara TV-TV semalem dan beberapa minggu yang lalu... seru juga liat orang debat... siapakah yang bakal "menang", yang pro/kontra kah? *penasaran*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Fatwa MUI, Mulai Imam Perempuan Hingga Liberalisme&lt;br /&gt;Nurul Hidayati - detikcom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Munas VII Majelis Ulama Indonesia ditutup Jumat (29/7/2005) oleh Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta. Hasil Munas MUI yang patut disimak adalah 11 fatwa yang dirilis lembaga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa terbaru itu diumumkan Kamis (28/7/2005) malam. Untuk mengingatkannya, ada baiknya kita simak fatwa-fatwa tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) MUI mengharamkan pelanggaran hak atas kekayaan intelektual termasuk hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) MUI mengharamkan perdukunan dan peramalan termasuk publikasi hal tersebut di media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) MUI mengharamkan doa bersama antaragama, kecuali doa menurut keyakinan atau ajaran agama masing-masing, dan mengamini pemimpin doa yang berasal dari agama Islam. Fatwa ini dikeluarkan karena doa bersama antaragama dianggap sebagai sesuatu yang bid'ah atau tidak diajarkan dalam syariah agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) MUI mengharamkan kawin beda agama kecuali tidak ada lagi muslim atau muslimah untuk dinikahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) MUI mengharamkan warisan beda agama kecuali dengan wasiat dan hibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) MUI mengeluarkan kriteria maslahat atau kebaikan bagi orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) MUI mengharamkan pluralisme (pandangan yang menganggap semua agama sama), sekularisme dan liberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) MUI memfatwakan, hak milik pribadi wajib dilindungi oleh negara dan tidak ada hak bagi negara merampas bahkan memperkecilnya, namun jika berbenturan dengan kepentingan umum yang didahulukan adalah kepentingan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dapat mencabut hak pribadi untuk kepentingan umum jika dilakukan dengan cara musyawarah dan tanpa paksaan serta harus menyediakan ganti rugi dan tidak untuk kepentingan komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) MUI mengharamkan perempuan menjadi imam salat selama ada pria yang telah akil baliq. Perempuan mubah jika menjadi imam salat bagi sesama perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) MUI mengharamkan aliran Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) MUI memperbolehkan hukuman mati untuk tindak pidana berat. (nrl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/07/tgl/29/time/102255/idnews/412287/idkanal/10" target="_blank"&gt;detik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112357061804311845?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112357061804311845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112357061804311845' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112357061804311845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112357061804311845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/fatwa-mui.html' title='Fatwa MUI'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112348591730496800</id><published>2005-08-08T14:10:00.000+07:00</published><updated>2005-08-09T13:35:41.670+07:00</updated><title type='text'>Gak Jelas Judulnya</title><content type='html'>Gue gak tau minggu ini apa bisa dibilang minggu yang baik atau buruk, minggu ini kedua hardisk yang ngendon di komputer terdeteksi ada bad sector, Windows XP gak bisa booting, mau coba di benerin tapi perlu floppy disk, tapi floppy disk gue udah rusak, terpaksa pinjem dari temen masih gak berhasil dan akhirnya gue beli tapi ternyata juga masih rusak yah gue kayak rugi bandar nih beli barang yang gak kepake... untung masih garansi. Selain itu server baru masih ngaco, entah kenapa pathnya ngaco apa mungkin gara-gara ganti server dari IIS ke Apache jadi ngaruh ke sistem path... entah yang jelas gue puyenk ah kalo inget hal itu... belum lagi kerjaan yang lain yang perlu di selesein... deadline... deadline... deadline...!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi yang lain, ternyata hasil pengumuman spmb menjadi berita yang cukup baik bagi tetangga gue... setidaknya dia keterima di universitas negeri seperti harapannya meski itu pilihan kedua, begitu juga dengan anaknya temen nyokap gue yang meski gagal keterima di fasilkom ui ternyata masih berhasil keterima di IPB meski tanpa jurusan sebagaimana, sama seperti anak-anak via jalur PMDK (tau gitu kan mending ikut PMDK doong... :p) tapi kedua orang tuanya malah seneng soalnya anaknya gak perlu umpel-umpelan naik kereta, cukup kuliah di dalam kota bogor. Yah gue ikut senenglah mereka berdua setidaknya telah berhasil mencoba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/1600/achie-anaknya.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/320/achie-anaknya.jpg" border="0" alt="Achie &amp; Anaknya" /&gt;&lt;/a&gt;Kebahagiaan yang lain datang dari temen sma gue Isti yang hari minggu tadi nikah. Meski gak semua teman-teman SMA hadir, senang juga rasanya gue bisa ketemu dengan temen-temen lama saling cerita pengalaman masing-masing selama ini. Beberapa teman sma yang sudah menikah tidak lupa membawa anak mereka seperti Fanny istrinya Guna, temen gue 3 tahun sekelas di SMA (sayang dia gak bisa dateng karena dinas di daerah terpencil), ada juga Trian dan Achie yang bawa satu anak perempuan mereka yang lucu, kalo gak salah namanya "Atthira" (gak tau bener apa salah itu namanya, habis gue gampang lupa sama nama orang yang 'aneh') yang juga pernah gue ceritaain di blog ini sekitar setaun yang lalu. Sepertinya mereka cukup bahagia menjadi orang tua yang di karunia seorang putri yang lucu, gak rewel (gak gampang nangis), dan cantik seperti ibunya :) *hush istri orang tuh*. Memang ada perubahan yang agak keliatan di wajah Trian temen sekelas gue waktu kelas 3, dia terlihat lebih gemuk, agak sedikit gelap kulitnya dan wajahnya agak terlihat lebih tua. Entah kenapa gue kok ngerasa orang-orang yang udah nikah dan punya anak kadang kala (gak semua sih) wajahnya terlihat lebih tua seperti terjadi juga sama temen SD gue yang juga keliatan lebih tua setelah di menikah dan punya anak. Tapi sikap gemar bercanda tetep gak ilang dari sifat si Trian, masih menyenangkan sebagai teman ngobrol (sayang waktu untuk saling bercerita cukup terbatas). Trian gak malu-malu sambil bercanda mengakui kalo sekarang perutnya dia sudah mulai mancung kedepan (buncit) seperti banyak "di idap" (emang penyakit?) laki-laki kalo dah umur 20 tahun keatas, hehehe jadi serasa nyindiri diri sendiri nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang banget bisa ketemu temen-temen lama, entah kapan lagi ada kesempatan seperti ini lagi... Yah sepertinya tahun 2005 ini banyak sekali temen-temen dari SMA gue yang dah banyak menebar undangan perkawinan utamanya yang cewek-cewek. Semoga mereka bisa jadi keluarga yang bahagia, punya keturunan yang baek-baek, awet sampe kakek nenek, dan gak gampang mengumbar nafsu minta cere' setiap ada masalah rumah tangga seperti di tayangan inpotaimen yang isinya gak jauh-jauh dari berita percerean orang tenar... (heran gak bosen apa mereka nayangin berita dengan tema itu-itu mulu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan penganten yang baru berbahagia itu datang ke resepsinya agak telat, jadi pas pengantennnya dateng, ruangan resepsi udah sangat padet bange diisi oleh para undangan yang kian waktu kian banyak. Imbasnya antrian makanan jadi cukup panjang sampe beberapa meter di setiap jenis makanan! dan itu bikin gue ama temen-temen gue rada males buat ngantri makanan. Cuma gara-gara males ngantri jadinya ada temen gue yang wakut pas balik perutnya masih berasa laper  (salah sendiri kenapa gak sabar ngantri... :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya udah balik dari kawinan temen gue, gue temenin temen gue makan di kedai baso. Sambil makan biasalah ngobrol-ngobrol, gak inget habis ngebahas apa terus temen gue jadi cerita soal kerjaannya dia. Dan dari cerita dia gue harus akui gue kagum dengan prinsip yang dia pegang. Temen gue ini cewek dan di pekerjaannya yang sebelumnya dia udah punya posisi lumayan lah kalo gak salah jadi Manajer Purchasing. Kalo kata orang bagian Purchasing atau pengadaan barang biasanya menggiurkan, banyak diincer soalnya banyak penjual barang yang sangat berkepentingan supaya barang-barang dia di beli sama orang Purchasing. Temen gue ini memang mengakui kalo dia sering di iming-imingin duit atau ditanya mau minta duit berapa dari para calon supplier supaya perusahaan tempat temen gue gawe mau beli barang dari mereka. Mungkin masih muda, temen gue gak terlalu tertarik dengan soal gituan yah dari situ gue salut dengan prinsipnya yang dia pegang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil nerusin makan baso, dia juga cerita alasan dia keluar dari perusahaan baru-baru ini semata-mata karena menuruti permitaan orang tuanya, dan yang gue juga gak tau harus menilai gimana (itu juga kalo gue punya hak menilai) adalah pernyataan dia yang seolah-olah mengakui kalo dia selama ini agak salah dalam "menilai hidup". Temen gue sepertinya merasa "agak bersalah" karena dulu dia begitu mengagung-agungkan "cita-cita untuk berkarier", hal yang biasa atau lumrah bagi wanita yang hidup di jaman sekarang. Yah memang bener sih prestasi dia sebagai Manajer Purchasing yang membawahi beberapa orang adalah prestasi yang lumayan untuk orang baru dan masih berusia muda. Bahkan sepertinya kalo dia mau meneruskan kerja di situ ada harapan kariernya pasti akan lebih baik, dan gue tau emang temen gue ini lumayan gampang bergaul dengan berbagai jenis orang. Tapi ya itu yang menurut gue "unik" dari temen gue ini, karier yang lebih baik telah terbuka lebar, tapi disaat yang sama dia tanpa banyak debat mau dengan suka rela melepaskan cita-cita untuk berkarir demi permintaan dari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih waktu kerjanya lumayan padat, seringkali temen gue ini musti balik tengah malam dan itu terjadi bukan sesekali tapi hampir sering. Keluarganya memang sangat mengkhawatirkan dengan kesibukan yang membuat dia harus pulang lewat tengah malem, lebih-lebih tempat kerjanya di jakarta yang lumayan jauh membuat orang tuanya "memaksa" temen gue untuk berhenti kerja dari tempat itu. Temen gue bilang "Gue disuruh bokap nyokap gue berhenti, dan gue yakin omongan orang tua gue pasti bener dan gau akhirnya bener-bener berhenti meski gua tau gue besoknya gue gak tau mau ngelamar kerja di mana lagi, gak ada kerjaan pengganti. Tapi gue yakin omongan orang tua gue pasti bener". Omongan yang bener-bener bikin gue sempet mikir dan akhirnya bikin gue malu, ternyata gue gak seperti temen gue yang begitu meyakini omongan orang tuanya, mungkin gue belum tentu bisa seperti itu kalo jadi dia, lebih-lebih kalo masa depan gue sebenernya secara karir sangat berprospek seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue salut, gue hormat sama orang yang begitu setia mematuhi perintah ataupun nasehat kedua orang tuanya, dan gue pengen juga sih... bisa seperti itu. Temen gue begitu yakin omongan orang tuanya pasti selalu ada benarnya, dan dia begitu yakin juga kalo suatu saat dia bakal dapet tempat kerja yang deket (mungkin gak jauh2 dari bogor) dengan gaji dan karir yang juga tidak kalah bagus, salut gue dengan keyakinannya. Sepertinya nasehat orang tuanya telah membuat dia memiliki pandangan hidup yang gak selalu harus terus mengejar karir sebagai "sekedar" ajang pembuktian kalo dia telah atau bisa jadi orang sukses, sekarang dia melihat ada juga "cara kesuksesan lainnya" selain mengejar karir seperti memikirkan untuk mulai berumah tangga misalnya. Memang jaman sekarang kayaknya sih bukan barang aneh liat cewek punya karir, posisi, materi yang bagus, umur sudah cukup tetapi masih memilih melajang demi mengejar karir yang lebih baik, dan itu hal yang kayaknya wajar-wajar aja di jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue perhatiin kadang-kadang yang ngejalanin santai dengan status lajangnya, tapi yang pusing malah orang tuanya. Gue sempet ngobrol sama nyokapnya temen gue. Gue sempet iseng nanya "kapan bu X mau dinikahin? :)"&lt;br /&gt;"Tau tuuuuh..., di sekolain tinggi-tinggi malah bikin males untuk cepet-cepet nikah, santai-santai aja kayaknya..., malah bilang udah punya rencana gak mau mikir nikah untuk dua tahun kedepan, tau gitu gak usah disekolain tinggi-tinggi kalo jadi males nikah" kata nyokapnya temen gue dengan nada becanda. Emang sih becanda, tapi gue yakin sebenernya dari nada bicara atau hasil ngobrol dengan nyokapnya tetangga gue, beliau lebih senang kalo anaknya bisa lebih cepet nikah lebih baik... (sok tahu deh gue). Gue gak tau apa kasus di Indonesia doang, beberapa temen-temen cowok yang gue sempet tanya rata-rata malah gak mau punya cewek yang karir dan penghasilannya lebih baik dari dia, tau di luar negri apa kayak gini juga?. Untuk urusan setuju apa enggak istri kerja, gue memperhatikan paling gak ada tiga pendapat dari cowok, yang satu pengen punya istri bener2 tinggal di rumah jadi IRT yang baik melayani keluarga, yang satu gak setuju kalo istri gak gawe, karena jaman sekarang kebutuhan hidup berkeluarga besar, sudah selayaknya cewek ikut kerja bantu ekonomi keluarga, dan yang ketiga tipe cowok yang "moderat" yang mebolehkan istri kerja tapi kerjaannya yang gak nyita waktu keluarga seperti jadi guru, dosen, atau dokter, lagian katanya lagi... kalo bener-bener gak ada kerjaan malah jelek yang ada takutnya malah kerjaannya jadi ngegosip gak jelas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gue sempet ngborol bareng temen waktu kuliah, kalo gak salah waktu itu lagi ngebahas suatu acara kontes bakat nyanyi (Indon'Idol) terus nyambung ke juri yang galak, terus ada pertanyaan diantara kami, si juri yang galak itu udah nikah apa belum sih, kata yang lain "belum", terus ada yang heran "Kalo gak salah dia juga jadi manajer di media-media hiburan, kenapa ya belum mau kawin, padahal duit dah banyak, karir udah bagus, mau apa lagi..?". Terus teme kuliah gue yang cewek bilang "Kalo cowok, makin tinggi karir dan gajinya, makin besar kemungkinan untuk dapetin jodoh, tapi kalo cewek, makin tinggi karir dan gajinya, maka kemungkinan untuk dapetin jodoh makin kecil, soalnya pasti cewek yang sukses bakal nyari cowok yang sama suksesnya dengan dia". Tau deh bener apa enggak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi ke temen gue yang berani melepas karir yang bakal menjanjikan demi permintaan orang tua sepertinya gue jarang deh... (atau gue gak tau aja kalo sebenernya banyak?). Gue sih salut aja demi orang tua dia rela melepas "cita-cita berkarir". Entah kenapa gue merasa salut aja temen gue punya prinsip gitu. Kebetulan gue juga suka banget kalo ada cerita soal kesetiaan atau rela berkorban seperti di cerita-cerita klasik jaman dulu utamanaya cerita Cina Klasik tentang kesetiaan seorang prajurit sama jendralnya, seperti ceritanya jendral Wu Ch'i (430-381SM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jendral ini kalo perang barang bawaannya sama beratnya dengan bawaan prajurit-prajuritnya, kalo tidur gak milih di matras tapi di tanah sama seperti prajuritnya, kalo makan lauk pauknya sama dengan yang dimakan prajuritnya, pokoknya sama bawah sangat sangat perhatian dan gak ada jarak deh, meskipun Wu Ch'i ini sangat disiplin, dia tetap berani menghukum mati anak buahnya karena keluar dari formasi pasukan meskipun anak buahnya itu berhasil membunuh 2 musuh. Pernah ada seorang prajurit kena racun di tenggorokannya, dan Jendral Wu Ch'i tanpa ragu mengeluarkannya sendiri racun itu, waktu cerita itu di sampaikan ke si ibu dari prajurit yang kena racun itu, dia malah menangis, orang yang nyeritaain bilang harusnya bangga anaknya bisa sehat lagi gara-gara racunnya berhasil di keluarin, padahal gak gampang ngeluarin racun lebih-lebih sama jendralnya sendiri bukan sama orang lain. Terus ibu itu bilang "Ketika pimpinan komanda melakukan hal yang sama kepada suamiku beberapa tahun yang lalu, suamiku tetap setia pada kedudukannya dan akhirnya mati dalam perang demi komanda yang telah menolongnya itu. Sekarang hal yang sama pasti akan terjadi pada anakku. Ia merasa berhutang nyawa kepada jendral itu dan akan tetap setia sampai mati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau cerita tentang kesetiaan Ali RA yang rela menggantikan posisi Rasulullah waktu hendak hijrah ke Madinah. Orang kalo di suruh gantiin posisi sebagai komisaris perusahaan mungkin banyak yang mau... siapa sih yang gak mau berada di posisi enak?, tapi Ali disuruh gantiin posisi yang resikonya adalah mati yaitu berpura-pura tidur sebagai sang nabi di rumah nabi yang udah dikepung dari segala penjuru, jelas orang yang mau menggantikan seperti itu biasanya punya kepercayaan, keyakinan yang sangat besar dengan junjungannya, yah mungkin istilahnya "Rela berkorban segala-galanya demi orang yang di hormati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi gue kisah-kisah seperti ini seperti romantisme masa lalu yang kayaknya jarang ditemui lagi di jaman sekarang (mungkin gue salah?). Orang sekarang lebih seneng jadi pemimpin sampe aneka jenish tips &amp; trik banyak beredar model-model buku dengan judul "Bagaimana menjadi pemimpin yang baik, bijaksana &amp; di segani" atau "Bagaimana bisa hidup mandiri tanpa menjadi pegawai orang lain" dsb yah sesuatu yang mirip seperti itu, tapi gue belum pernah liat ada buku-buku yang berjudul seperti "Bagaimana menjadi anak yang bisa membahagiakan orang tua", "Bagaimana menjadi pegawai yang setia", dsb. Toh semua posisi baik jadi atasan (Kawula) ataupun sebagai bawahan (Abdi) sama baiknya. Pemimpin gak bakal bisa ngapa-ngapain tanpa anak buah yang cakap, begitu juga anak buah gak bakal berarti apa-apa tanpa memiliki pemimpin yang visioner... Sama baiknya, sama mulianya... Semuanya balik ke niat &amp; pelaksanaannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus apa hubungannya sikap temen gue ama cerita-cerita diatas? gak tau... gue sendiri juga bingung..., sebenernya gue nulis apaan sih nih kok ngelantur...? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~karena-otak-manusia-berfikir-secara-paralel...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112348591730496800?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112348591730496800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112348591730496800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112348591730496800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112348591730496800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/gak-jelas-judulnya.html' title='Gak Jelas Judulnya'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112315119528102062</id><published>2005-08-04T17:07:00.000+07:00</published><updated>2005-08-04T20:13:00.136+07:00</updated><title type='text'>Hasil SPMB</title><content type='html'>Gue kira hari ini ada pengumuman spmb, ternyata baru tanggal &lt;a href="http://www.spmb.or.id/hasil.php" target="_blank"&gt;5-6 Agustus 2005&lt;/a&gt; besok pengumumannya keluar. Sebenernya sih gue dah gak ada urusan lagi ama SPMB atau yang jaman gue dulu beken dengan sebutan UMPTN. gue cuma penasaran aja gimana nasib tetangga gue, sama anak temennya nyokap gue, lulus apa enggak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue penasaran lulus apa enggaknya tetangga gue, soalnya dulu gue sempet iseng nanya kalo gak keterima mau masuk mana, dia bilang mau ikutan ujian STAN, kalo masih gak lulus juga mungkin bakal di modalin jualan koran! gue pikir dia sih becanda, eh waktu itu lagi rame-rame kumpul orang, terus ada yang iseng orang nanya ke bokapnya tetangga gue ini. orang itu nanya kalo anaknya gak lulus mau masuk kemana, dia bilang harus masuk negeri kalo gak bisa masuk mending jualan koran, barangkali bener tuh omongan temen gue kalo dia gak lulus dia di suruh jualan koran. Kebetulan bokapnya tetangga gue ini menjabat sebagai kajur di suatu univ swasta, dan dia bilang gak mau anaknya spt mahasiswa-mahasiswanya yang kadang-kadang kurang kerjaan (gue yakin gak semua kayak gitu sih), jadi lebih baik milih masuk D3 negeri daripada masuk swasta... ya mudah2an aja tetangga gue ini nasibnya gak harus jadi tukang koran, gak tega aja gue liat sodara kembarnya kuliah di IPB (kebetulan sodara kembarnya dah keterima lewat jalur PMDK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo anaknya temen nyokap gue lain lagi, anaknya termasuk pinter, kebetulan dia termasuk punya prestasi bagus di sma-nya yang kebetulan sama juga dengan sma gue dulu (so what...?). Dia kalo mau masuk IPB pasti bisa keterima, gue yakin... maklum temen2 gue dulu dengan nilai rapor spt itu banyak yang keterima di IPB tanpa harus capek2 ikut UMPTN. Sayangnya (jika itu bisa disebut sayang) sekarang jalur penerimaan mahasiswa baru lewat jalur PMDK (tau deh namanya sekarang apa sih? PPKB? USMI? what everlah...) di IPB gak bisa memilih jurusan spt dulu. Jadi setiap anak yang keterima via jalur PMDK ini selama setahun gak punya jurusan sama sekali, nanti kalo udah setahun bisa di liat dari IP/Prestasi nah baru deh dia di jurusin sama IPB ke tempat yang 'menurut mereka pas'. Nah cara ini bikin anaknya temen nyokap gue gak suka dengan cara itu, padahal bokapnya udah nyuruh dia coba aja, tar kalo setahun gak cocok baru ikut SPMB lagi... dasarnya gak suka dengan cara PMDK baru di IPB dia pilih masuk ke UI masuk lewat jalur PMDK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pas di umumin ternyata dia gak lolos masuk UI via PMDK, yang lolos temennya dia, dia sebenernya urutan kedua (secara prestasi kali ya...) cuma karena nerimanya cuma satu jadi dia gak lolos. Udah gitu yang bikin kecewa adalah temen yang keterima di UI itu ternyata juga keterima di univ. beken di Singapur jadi dia lebih pilih ambil yang singapur daripada UI, sayangnya kekosongan itu gak otomatis bikin dia bisa PMDK, ya terpaksa lah musti ikut UMPTN juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini situasi yang dilematis bagi orang pinter seperti itu, kalo kegagalan terjadi mungkin kekecewaan akan lebih besar ketimbang orang yang biasa-biasa aja, orang biasa kalo gagal kan nyarai alasan (excuse) kenapa dia gagal kan lebih banyak dari orang pinter hehehehe. Kalo ngebandingin beda banget ama gue dulu, gue boro-boro berprestasi, yang ada juga berprestasi dari urutan paling bawah hehehe, jadi gue tau diri aja gak coba deh lamar-lamar ikutan PMDK, yakin soalnya pasti gak qualify. Kalaupun seumpama bisa keterima di suatu jurusan gue juga gak yakin bakal seneng dengan jurusan itu, kalo gak suka buat apa juga gue coba masuk. Itu juga sebabnya gue gak mau ikutan tes masuk ke STAN, gimana mau masuk ke sana nilai ulangan harian akuntasi aja cuma dapet 3 itu juga karena gurunya gak tega ngasih nilai 0, habis kan kalo di akuntansi salah diatas pasti yang kebawah salah juga. Intinya ngimpi aja deh bagi gue bisa keterima di univ lewat jalur PMDK hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru keadaan itu jadi memaksa gue gak bisa liat pilihan lain kecuali harus lolos UMPTN kalo mau masuk univ negri, ya udah deh segala soal-soal jaman dulu di coba-coba, ah kalo gue inget saat-saat itu gak nyangka juga kalo gue bisa rajin :p (sayang sekarang kok susah ya gue mo rajin lagi). Bagi gue saat itu nothing to lose, gak lulus ya berarti emang otak gue emang segitu kemampuannya... tapi kalo anaknya temennya nyokap gue ini jelas beda dong situasinya dia pinter selalu juara dan dia pasti bakal khawatir banget kalo sampe2 gak lolos SPMB tahun ini. Mungkin kalo gak lolos SPMB bisa jadi penyesalan soalnya bokap-nyokapnya kurang sreg dengan gambling dengan ikut SPMB (jika ikutan SPMB bisa disebut gambling) padahal jelas2 kalo dia mau dia pasti keterima di IPB tanpa tes (meski tanpa punya jurusan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, temennya nyokap gue ini sampe nelpon-nelpon segala ke gue nanya seluk beluk ikutan SPMB (ya elah gak salah tuh, masak nanya ke gue sih...) Gue emang lulus UMPTN, tapi semua itu gue pikir lebih bisa di sebut faktor mujur deh... soalnya gue pas udah lulus baru tau kalo temen2 se-SMA yang daftar ke jurusan yang gue pilih ternyata cukup banyak juga dan pasti lebih jago-jago dan pinter dari gue termasuk &lt;a href="http://www.tabulas.com/~vian199" target="_blank"&gt;shinta 99&lt;/a&gt; tapi gue gak ngerti kenapa juga gue malah jadi satu2nya orang yang keterima, aneh tapi ya alhamdulillah juga sih soalnya pas jaman gue masuk ke PTN adalah angkatan terakhir yang bayaran persemesternya masih lebih murah (sekitar 550 rebu per semester, angkatan berikutnya bayarnya 1,5jt++, sekarang malah ditambah kudu bayar uang pangkal 25jt :( ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue inget pertama kali tau gue jebol UMPTN dikasih tau &lt;a href="http://arifianto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Apin&lt;/a&gt;, temen SMA gue (makasih ya pin!). Gue beneran gak nyangka juga sih bisa jebol UMPTN pilihan yang pertama lagi, dan tetep gue masih belum yakin sebelum baca sendiri ada nama gue di koran yang mengumumin (yah itung2 seumur hidup sekali nama gue bisa nongol di koran).&lt;br /&gt;Mungkin karena gue bisa lolos itu kali temennya nyokap gue nanya gue gimana cara lulus, yah gue juga bingung jawab gimana cara lolosnya spmb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan temennya nyokap gue ini pernah diceritain sama nyokap gue kalo gue pernah jadi data kontrol UMPTN (ah... masa-masa itu... :p masih inget gak ben kita berpartner ngejar shift..). jadi temennya nyokap gue ini pengen tau gimana sebenernya nasibnya lembar jawaban UMPTN kalo udah diserahin ke pengawas sampe pengumuman kelulusan, termasuk dia juga tanya soal mitos-mitos yang beredar seputar UMPTN. Karena ditanya ya gue jelasin sejauh yang gue tau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak mitos-mitos yang beredar katanya kalo hasil ujian UMPTN/SPMB yang robek atau keinjek gak bakal diperhatiin dan langsung di buang... dan hal itu juga yang ditanyain temennya nyokap gue ini. Gue yakin mitos itu boong... kenyataannya gak seperti itu kok. Kalo emang ada orang pinter gagal lulus UMPTN/SPMB memang ada beberapa kemungkinan seperti keteledoran peserta atau bisa juga kesalahan pihak pengawas atau bisa juga sih kesalahan data kontrol. Kesalahan yang umum dari peserta adalah dia teledor mengisi data pribadi dan data ujian. Kalo kita daftar UMPTN biasanya kita akan dikasih formulir yang harus diisi dengan mengarsir lingkaran dengan pinsil 2B, nah kesalahan yang muncul kadang kala mereka lupa mengisi/mengarsir lingkaran ini dengan pinsil 2B. Biasanya kan di form nama kita musti mengisi dengan huruf/angka di bagian atas, dan melingkari huruf/angka yang beresuaian di kolom bagian bawah angka itu, nah biasanya para peserta cuma menulis huruf/angka tapi lupa mengarsir lingkaran yang bersesuaian di kolom bawahnya. Kalo kasusnya seperti ini jelas bukan salah komputer atau data kontrol tapi salah dari si peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu juga bisa menjelaskan kenapa ada orang pinter tapi kok gak lulus, boleh jadi saat dia mendaftar dia lupa mengarsir lingkaran2 untuk kode jurusannya. Gimana komputer mau memasukan seseorang lolos/tidaknya ke suatu jurusan kalo komputer tidak tau peserta itu mau masuk kemana, Garbage in Garbage out... Begitu pula dengan pas saat ujian biasanya para peserta cuma konsen pada mengisi jawaban tapi dia lupa mengisi/mengarsir kode peserta ujian dan kode soal, karena gimana komputer bisa mencocokan jawaban si peserta dengan jawaban yang sesuai kalo dia tidak tau kode soalnya. Ini kejadian nyata terjadi sama anak 99 fasilkom (muzamil) dia sebernya lulus sma tahun 97 tapi dia dua kali gagal tes ujian karena dua kali dia ikut umptn dia lupa melingkari/mengarsir kode soal... konyol kan! sebanyak apapun jawaban kita yang benar selama kita gak mengisi/mengarsir kode soal ya gak bakalan deh lolos UMPTN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas data kontrol tidak diperkenankan untuk menambahkan lingkaran/mengarsir kecuali jika memang ada arsiran tapi tetap tidak terbaca komputer baru lah itu boleh di benarkan oleh data kontrol. Oh iya dulu gue sama temen gue pernah waktu pas jadi data kontrol menemui beberapa lembar jawaban yang memang masih keselip di amplop ujian. Jadi setelah beres ujian biasanya kan lembar jawaban di kumpulkan dan dimasukan kedalam amplop, nah ada kalanya mungkin karena kebanyakan ngasih lem, lembar jawaban itu masih nempel di dalem amplop. semua amplop dari tempat ujian kan di ceknya di sini, jadi jumlahnya bisa banyak banget amplopnya bisa ampe ratusan jadi kebayangkan kemungkinan untuk ngecek apa semua udah di keluarin itu masih ada kemungkinan untuk keselip. Apalagi kalo ngerjainnya pas malem2 ketelitian para pegawai kan makin lemah (ya mereka kan juga manusia... :p). Tapi tetep kok kalo ada yang keselip itu pasti di cek lagi apa bener ada yang keselip apa enggak, waktu itu gue sama temen gue sempet nemuin ada setidaknya ada 10 lembar jawaban yang masih terselip di amplop-amplop yang masing2 terpisah. Yah kalo udah di sini emang udah takdir juga sih kalo sampe gak ditemui oleh tim data kontrol... tapi yang jelas gak pernah tuh ada niatan dari tim data kontrol untuk sengaja membiarkan lembar jawaban gak di perlakukan sebagaimana layaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus temennya nyokap gue ini juga cerita kalo anak dia di tempat les hasil Try Out selalu lolos dengan skor sekian2, terus dia nanya kalo skor di UMPTN itu kayak gimana? terus terang gue juga gak tau gimana kayaknya sih itu urusan panitia deh, cuma yang gue bingung kok bisa2nya setiap bimbel bikin ancer2 passing grade untuk setiap jurusan, tau dari mana dia kalo taun lalu jurusan X minimal score untuk keterima adalah sekian2. Boong kali, boleh jadi... soalnya gue geli sendiri dulu kalo dapet brosur iklan dari tiap bimbel, biasanya di brosur itu tertulis "50% orang yang diterima di jurusan X universitas Y (pokoknya univ. bergengsi lah) adalah lulusan bimbel Z", terus bimbel yang lain juga ngiklanin hal yang sama yang bilang "50% orang yang diterima di jurusan X universitas Y adalah lulusan bimbel A" dst.. kalo ada 3 bimbel yang masing2 ngaku 50% jelas jumlahnya jadi 150% dan gak mungkin lah... emang dasar bisnis, ada kalanya sesekali keliatan mentereng memang diperlukan tak peduli jika memang harus berbohong (mudah2 sih gak gitu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kalo gak salah di Balairung UI ada acara model2 seminar persiapan UMPTN dan disitu di ada anak SMA yang nanya kenapa sih hasil UMPTN gak diumumin aja secara terbuka berapa passing gradenya buat tiap jurusan di tiap universitas negeri. Jawaban dari sang ketua panitia UMPTN saat itu yang kebetulan jadi nara sumber adalah, dia sangat senang sekali kalo hal tersebut dilakukan mengingat ini jamannya keterbukaan, tapi keputusan tetep ditentukan oleh hasil rapat diantara para rektor dari tiap universitas, dan mereka memang bersepakat untuk tidak memberitahu berapa minimum score untuk setiap jurusan, alasannya adalah kasian bagi peserta UMPTN yang keterima di jurusan dan universitas yang nerima passing gradenya rendah, nanti setelah lulus bukannya seneng tapi malah gak semangat begitu tau ternyata jurusan yang di pilihnya nerima passing gradenya rendah (yah mungkin takut turun gengsi lah kalo ketauan berapa skor2nya), karena alasan itu ya lebih baik sih katanya di rahasiain aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gue ceritain hal ini ke temen nyokap gue baru sih agak maklum, dia bilang anaknya lagi agak tertekan nih gara-gara mau SPMB, eh udah gitu gue sok2 memberi nasehat, ya kalo kayak gitu harus dibangkitkan semangat &amp; optimismenya (yeah right... kenapa gak diri gue sendiri yang coba ngelakonin!). Eh tapi kan bener orang kalo mau ujian ya harus di kasih semangat biar gak mikir gagal mulu... apalagi memang beban juga sih kalo sampe dia gak lulus padahal diakan termasuk anak berprestasi disekolahnya dan seharusnya bisa keterima PMDK di suatu univ. Emang kebetulan juga di keluarganya dia itu ada sodaranya yang pinter tapi ya gak lolos UMPTN jadi mungkin kayak trauma gitu lah takut hal yang sama (gagal UMPTN) kejadian juga sama dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah mudah2an sih hasil pengumuman besok tetangga gue dan anaknya temen nyokap gue itu bisa lulus SPMB, ya sukses lah semoga tercapai apa yang terbaik.... (dan adakalanya yang terbaik itu tidak harus selalu lolos SPMB, betuuuul? *gaya kiwil*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ternyata-sudah-7-tahun...cepat-sekali-sang-waktu-berlalu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112315119528102062?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112315119528102062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112315119528102062' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112315119528102062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112315119528102062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/hasil-spmb.html' title='Hasil SPMB'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112297049193363933</id><published>2005-08-02T15:05:00.000+07:00</published><updated>2005-08-02T15:52:58.646+07:00</updated><title type='text'>Poster Propaganda</title><content type='html'>Ternyata poster-poster propaganda cukup keren juga untuk dilihat dan bisa untuk membangkitkan semangat (terlepas baik/buruknya tujuan dari propaganda itu sendiri...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo pengen cari poster-poster propaganda, bisa juga kita cari di &lt;a href="http://images.google.com/images?q=propaganda+poster"&gt;google&lt;/a&gt;, sayang belum nemu poster propaganda yang berasal dari indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini ada sedikit gambar poster propaganda, yang sengaja gue upload di blogger, sip.... sekarang gw gak harus ke photo hosting yang lain semacam photobucket soalnya blogger sudah menyediakannya, gratis lagi...! :p (sptnya feature ini baru deh di blogger)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/1600/23_1_poster.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/320/23_1_poster.jpg" border="0" alt="Amerika Serikat" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/1600/jugen1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/320/jugen1.jpg" border="0" alt="Nazi Propaganda" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/1600/pla60.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/320/pla60.jpg" border="0" alt="Tentara Pembebasan Rakyat (TNI-nya RRC)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/1600/womentofactories1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/320/womentofactories1.jpg" border="0" alt="British" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112297049193363933?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112297049193363933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112297049193363933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112297049193363933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112297049193363933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/08/poster-propaganda.html' title='Poster Propaganda'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112228856171128152</id><published>2005-07-25T17:45:00.000+07:00</published><updated>2005-07-25T19:02:21.540+07:00</updated><title type='text'>Aneh</title><content type='html'>Rasanya aneh gw mimpi balik lagi jadi anak sma, cuma di mimpi ini sekolahannya pindah ketempat lain yang agak terpencil tapi sekolahannya tingkat, cuma tingkatnya susah banget di naikin, rasanya aneh aja masak balik lagi jadi anak sma. jadi inget juga dulu pernah mimpi balik lagi jadi anak sd, mana waktu pas di ngimpi kok ngimpinya lagi ngerjain soal ebtanas sd... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Alam Bawah Sadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya gw baru aja ngobrol dengan orang yang baru balik dari Berlin, ternyata bener kata temen gue, kalo mau ketemu orang kudu janjian dulu, bahkan adakalanya untuk bertemu dengan orang tuanya sendiri mereka harus buat janji dulu, semuanya serba teratur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tepat kedisiplinan mereka adalah orang yang disiplin, kalo janjian sekitar 10 menit sebelum janjian udah stand by dan mereka lebih baik nunggu, gak akan ngetuk kecuali memang sesuai jadwalnya, wah gue jadi malu cerita gini, soalnya ternyata gw janji ama temen aja masih suka ngaret nih :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik, kata orang yang ngobrol dengan gue ini, dia bilang orang Jerman itu suka heran kok orang-orang macam Indonesia bisa (berani?) hidup tanpa punya asuransi? sebenernya mungkin itu sama aja kayak kita heran kenapa para gembel-gembel yang kerjanya mungutin makanan sisa-sisa orang kok masih berani untuk hidup sampe sekarang? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal asuransi kayaknya disana sudah diwajibkan kali ya? soalnya soal peraturan mereka strict misal kita bawa mobil melewati marka jalan yang sudah di tentukan. kalo disana katanya kalo sopir taksi ngeliat ada mobil yang agak mepet masuk marka jalannya yang bukan seharusnya maka mending taksi itu nabrak mobil yang agak mepet itu, supaya kalo ada polisi nanti orang yang agak mepet ke marka jalan malah harus ngasih ganti rugi si taksi (padahal si taksi yang nabrakin) dan pasti si taksi yang menang soalnya si taksi jalan di jalur yang benar sedang yang di tabrak itu agak masuk dikit ke jalurnya si taksi. Si taksi itu dibayar pake asuransinya si pemilik mobil yang dianggap merugikan si taksi, itulah sebabnya asuransi itu di perlukan minimal untuk mengganti rugi orang lain, kalo disini kan kebalik orang ngasuransiin mobil untuk mobilnya sendiri kalo disana katanya harus punya asuransi untuk orang lain yang nantinya bakal kena celaka gara2 kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang ini kata orang yang ngobrol bareng gue, saat ini ekonomi Jerman agak kurang baik karena penganggurannya banyak bahkan katanya terburuk sejak pasca PD I (era di awal nazi) gak heran kalo ada kecendrungan makin menguatnya dukungan ke partai Ultra Nasionalis. Setelah penyatuan 2 Jerman, katanya sih masih diperlukan recovery ekonomi utamanya untuk ex Jerman Timur, ditambah sekarang ada ke khawatiran karena makin banyak pendatang yang semakin banyak di Jerman spt pendatang dari Turki, Polandia, Czhek. Selain itu timbul ke khawatiran dengan pertumbuhan penduduk yang cendrung minus, karena sepertinya orang jerman sekrang lebih tertarik memelihara hewan ketimbang membina hubungan keluarga dan menghasilkan keturunan. Mungkin suatu saat jika kondisi ini terus berlanjut orang Jerman pada akhirnya akan jadi minoritas di negeri sendiri. Dan itulah yang ditakutkan oleh orang-orang jerman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ada juga yang menarik, kata orang yang ngobrol dengan gue kalo di jerman sana ada pembatasan pekerjaan untuk lulusan tertentu. Misal lulusan sarjana (S1) gak boleh kerja jadi pegawai yang tidak menggunakan kualifikasi pendidikannya model-model jadi supir taksi atau sejenisnya... kalo di indonesia diterapkan bisa gak ya? soalnya lulusan S1 aja sekarang banyak yang masih nganggur dan ngambil kerjaan yang harusnya bisa dikerjain oleh orang dengan kualifikasi yang lebih rendah spt D3,SMA,SMP tapi apa mau dikata cari kerjaan sekarang mungkin susah jadi kerjaan yang berkualifikasi lebih rendah gak papa diambil daripada nganggur. tapi kasian juga yang seharusnya bisa kerja disitu lahannya di rebut sama orang yang lulusan sarjana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba kalo di indonesia tumbuh partai ultra nasionalis, yang mungkin hampir se-ekstrim nazi dimana slogannya "german only for germans" mungkin karena itu pembantaian terhadap orang yahudi bisa terjadi, atau turki di era mustafa kemal yang memiliki slogan "turki hanya untuk orang turki" makanya adzannya ga pake bahasa arab tapi bahasa turki, kalo ada slogan "indonesia hanya untuk orang indonesia?" nanti kayak gimana ya? wah tapi serem ah kalo ada partai yang kayak gini lahir rezim totaliter baru... ah gw ngayal mulu, tapi itu bisa jadi kenyataan kalo kondisi ekonomi tidak segera baik. Indikator paling gampang untuk melihat ekonomi baik/gak liat aja banyak gak para pengaggurannya... sok tau deh gue....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~carilahpekerjaan,vi-kokbentahmaujadiunemploy...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112228856171128152?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112228856171128152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112228856171128152' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112228856171128152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112228856171128152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/07/aneh.html' title='Aneh'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112163464729549836</id><published>2005-07-18T04:08:00.000+07:00</published><updated>2005-07-18T04:10:47.303+07:00</updated><title type='text'>Democrazy?</title><content type='html'>Hari ini waktu sudah menunjukan pukul 2.43 pagi, gw masih aja belum juga bisa tidur. Kebetulan saat ini gw lagi kepikiran masalah demokrasi (or democrazy?). Terus terang ada beberapa tulisan yang sepertinya meruntuhkan sedikit keyakinan gue tentang "superioritas" sistem demokrasi dibanding sistem-sistem yang lain. Pemuja demokrasi seringkali menyebut istilah "Vox Populi Vox Dei" yaitu "Suara Rakyat adalah suara Tuhan". Jika semua rakyat di suatu wilayah itu kumpulan para bangsat apakah berarti keinginan atau kelakuan rakyatnya yang bangsat bisa tetap disebut keinginan dari Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kutipan dari buku yang ingin gue tuliskan yang sedikit banyak ada hubungannya antara pemaksaan vs demokrasi. Buku yang pertama dari buku dengan Judul "Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan dan Jawabannya" tulisan dari Adian Husaini, M.A. dan Nuim Hidayat, terbitan Gema Insani, Cetakan ke-3 April 2004 M halaman 165, berikut ini adalah kutipan paragraf yang menurut gue cukup menarik untuk direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...&lt;br /&gt;Apakah semua peraturan di bidang keagamaan itu harus dibuang, agar agama menjadi wilayah yang otonom dari negara? Jelas sekali, pendapat yang menyatakan bahwa "agama, pada intinya, harus menjadi wilayah yang otonom dari negara" adalah pendapat yang naif dan impian belaka. Pendapat semacam ini juga sangat aneh. Mereka tidak protes, misalnya, saat negara mengintervensi kehidupan privasi mereka, seperti memaksa rakyat memaki helm atau melarang merokok di tempat-tempat tertentu. Mereka juga tidak protes jika diwajibkan memakin SIM saat mengemudi. &lt;u&gt;Mengapa mereka tidak ngotot bahwa celaka atau tidak itu urasan pribadi&lt;/u&gt;. Mereka juga tidak protes jika negara melarang warganya mengkonsumsi narkoba. Nah, apa salahnya jika negara juga melarang dan memberikan sanksi pada warganya yang "meninggalkan shalat lima waktu:, "berzina", "meminum khamar", "tidak berpuasa di bulan Ramadhan", dan berbagai jenis kemaksiatan lainnya? BUKANKAH LEBIH BAIK DIPAKSA MASUK SURGA, DARIPADA DENGAN IKHLAS MASUK NERAKA?!&lt;br /&gt;..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dari buku yang lain yaitu buku dengan judul "Sepak Terjang Bisnis para Taipan" karangan Sterling Seagrave (Judul Asli: Lord of the Rim: The Invisible Empire of the Overseas Chinese) terbitan Pustaka Alvabet, Cetakan ke-4 Mei 2005. Dari bagian Epilog ("Matahari Terbit di Pesisir") halaman 334-335  *panjang nih*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...&lt;br /&gt;Amerika berkeras agar Cina mencangkok sistem demokrasi ala Barat tentang keadilan dan moralitas universal. Orang Asia menanggapinya bahwa kepercayaan dan keadilan bukanlah abstraksi, dan hanya tirani dan korupsilah yang absolut. Taiwan menunjukan bagimana pemerintah yang dilindungi dan diperkaya oleh Amerika ternyata tak berbuat apa-apa untuk memajukan demokrasi, sampai proteksi itu dicabut; kini KMT membeli waktu dari regu tembak dengan melimpahi warganya dengan berbagai kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin otoriter seperti Lee Kuan Yew dan Mahatir Mohammad menempatkan reformasi dan kemakmuran di depan libertarianisme politik. Pada saat ini, hal pokok yang dibutuhkan negara Asia, kata mereka, adalah sejenis politik media yang tegar dan tegas, yang sudah lembek di Washington, London, Paris dan Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang Asia sangat miskin dan menderita akibat kekerasan. &lt;u&gt;Orang-orang sengsara akan mendukung siapa pun yang menyatakan punya solusi. Rejim-rejim Asia memanfaatkan dambaan akan kemakmuran ini untuk membangun suatu konsensus tentang kekuasaan otoriter&lt;/u&gt;. Keberhasilan Singapura menunjukan bahwa untuk sampai di sana dengan cepat dan pasti mensyaratkan adanya tangan yang kuat. Ini juga merupakan pelajaran dari Korea Selatan, yang mencapai perbaikan-perbaikan besar kualitas hidup dengan harga kemerdekaan pribadi. Kemakmuran akhirnya menciptakan ruang gerak, ruang gerak memungkinkan kebebasan lebih besar, dan kebebasan dengan sendirinya mendahului demokrasi. Namun, baik Singapura maupun Korea Selatan dicela Barat karena tidak mengikuti model-model demokrasi -model-model yang berulang kali gagal ditempat lain. Ingar bingar di Amerika soal peristiwa pemukulan di Singapura pada 1994 menunjukan bagaimana fantasi tentang jiwa merdeka terkait dengan fantasi makan siang gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tradisi evangelisme mereka, dan keyakinan mengantungi mandat ilahiah, orang Amerika terbiasa memaksakan kesombongan mereka untuk dicekokkan ke tenggorokan orang lain. Banyak nasihat Lee Kuan Yew kepada Barat tentang Cina bernada membiarkan Cina Daratan punya nasionalismenya sendiri, dan agar Barat berhenti menekan Cina supaya berperilaku berdasarkan apa yang dilihat Barat sebagai prinsip-prinsip moral "universal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Suka atau tidak, tradisi Asia menempatkan hak-hak kelompok di atas hak-hak Individu&lt;/u&gt;. Ini penting di Cina, sebuah negara yang selalu berada di ambang kelaparan, selalu cendrung terbelah. Jika individu tidak memenuhi kewajiban mereka kepada kelompok -dalam pertanian, pengendalian banjir, dan sebagainya- kekacauan akan muncul. &lt;u&gt;Ada kewajiban untuk menyumbang, bukan hak untuk membangkang&lt;/u&gt;. Khonghucu adalah satu usaha untuk merasionalisasikan masyarakat Cina, tugas yang hampir mustahil mengingat kesenjangan-kesenjangan di antara keduanya. Gagasan tentang Cina tunggal yang monolitik adalah propaganda elit penguasa, untuk merawat cita-cita keseragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lee Kuan Yew mendesak Amerika Serikat agar menjadi teman Cina, bukan menekannya dengan ancaman-ancaman perang dagang. Apakah barat sunguh-sunguh menginginkan Beijing kehilangan kontrol, Cina terbelah, dan kekacauan seperti masa jagoanisme berulang? Orang Jepang sudah belajar bahwa ada banyak Cina, bukan cuma satu. Selain dampak tragisnya terhadap rakyat Cina, yang kehidupannya belakangan ini menyentuh titik peralihan yang menjanjikan, kekacauan menyebabkan migren berat bagi tetangga-tetangga Cina. Satu Beijing yang disibukan oleh kemakmuran, kecil kemungkinannya menimbulkan kesulitan. Jadi kepentingan terbaik Barat terletak pada usaha mendorong kemakmuran Cina&lt;br /&gt;..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya gue berfikir, sepertinya demokrasi "hanyalah" alat untuk mencapai tujuan bukan tujuan itu sendiri (buat apa mengagung-agungkan demokrasi kalo pada akhirnya hidup rakyat masih tetap melarat! -tenang gue gak lagi frustasi dengan demokrasi kok!). Banyak cara bagi setiap manusia untuk mencapai kemakmuran, kesejahteraan, ketentraman tanpa melulu harus melalui demokrasi, mungkin...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112163464729549836?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112163464729549836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112163464729549836' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112163464729549836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112163464729549836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/07/democrazy.html' title='Democrazy?'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112142303372970038</id><published>2005-07-15T17:21:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T18:15:34.463+07:00</updated><title type='text'>Naming Is Serious Business</title><content type='html'>Kebetulan lagi baca bagian Chapter 3 "Establish Consistent Terminology" dari ebook berjudul "Developing user interfaces for Microsoft Windows" yang isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Naming Is Serious Business&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is important to understand that naming is serious business. You should avoid using joke names or any other kind of name that you wouldn't want the outside world to see, even temporarily. If your product is successful, those "temporary" names might be around for years and might be extremely difficult to change later on. For example, there are many "undocumented" Windows APIs that have unfortunate names, such as Death, Resurrection, TabTheTextOutForWimps, PrestoChangoSelector, BozoLivesHere, and various Bear and Bunny APIs. I'm sure these names have stuck around far longer than their originators expected. Avoid the temptation to use joke names, and use your creativity elsewhere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TIP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Avoid choosing joke names.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:8px;" src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/blog/ebook-ui4mswindows.jpg" border="0" alt="" /&gt;Agree dengan tulisan dari si penulis, emang urusan nama bukan urusan main-main, tapi ada sedikit ironi dari buku ini yang menuliskan tentang pentingnya user interface, buku ini sendiri dari judul covernya sepertinya tidak memahami pentingnya user interface (setidaknya menurut gue lhooo), coba liat tata letak typhografi dari cover judul buku disamping, gue waktu baca bukannya "... for Microsoft Windows" tapi "... Microsoft for Windows" :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin soal 'naming' atau penamaan jadi teringat dengan kerjaan yang emang  berhubungan dengan nama variabel. Nama variabel itu harus unik dan idealnya juga informatif, gue jadi inget jaman kuliah dulu ada temen satu kelompok dengan gue yang ngasih nama variabelnya "jumtung" untuk variabel "Jumlah Tunggakan"... ya elah panjangin dikit jadi "jumlah_tunggakan" atau "jumlahTunggakan" kok males banget sih, padahalkan bisa bikin orang lain yang baca kode lebih enak mempelajari kodingannya (yayaya emang lebih panjang sih! tapi kan lebih informatif!), tapi ya paling gak masih gak parah banget-banget lah. Waktu itu gue sempet rada ngamuk ama temen gue... tapi dia cuek aja, ya udah lah terpaksa juga ngikut cara dia habis udah kebanyakana yang dah dia kerjain, jadi kalo ganti nama entar malah bikin error yang udah bisa jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untunglah temen satu kelompok gue masih mending ngasih nama variabelnya gak jauh-jauh dari singkatannya, eh ada yang ngasih nama nama-nama organ tubuh manusia model-model "paha1, paha2, dada1, dada2" hehehe (masih gak da loe bikin variabel model gini? :p) tapi itu masih agak mendingan, kalo temen gue yang lain mungkin lagi stress waktu pas kodingan bikin nama variabelnya gak jauh-jauh dari kata-kata slang untuk organ atau aktifitas reproduksi. Setelah programnya jadi baru nyadar ternyata nama variabel yang mengandung unsur '17 tahun keatas' belum sempat diganti, padahal tugas udah kepalang dikirim, terpaksa temen gue minta maaf ke sang dosen kalo nama variabelnya sangat eksplisit :) *masih gak ya dia hobi namain variabel kayak gini?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gitu emang perlu dipertanyakan tuh omongannya si Shakespeere (speell?) yang katanya pernah bilang "Apalah arti sebuah nama?" ternyata nama itu penting. Setiap nama umumnya memiliki konotasi tertentu bagi setiap orang. Mungkin juga karena memiliki konotasi yang berbeda, banyak orang-orang Indonesia yang kata suatu koran memiliki kecendrungannya semakin malu untuk menggunakan nama "lokal". Katanya di Jawa sudah semakin berkurang orang tua yang memberikan nama anaknya "Joko", atau nama yang dimulai dengan "Su..." spt "Suharto", "Suyudi", "Suparman" dll diganti dengan nama eropa model2 Steve, George, John, dll (yah kira2 begitulah). Gue sih gak ambil pusing orang mau kasih nama kayak gimana, cuma mungkin (IMHO) nama-nama eropa konotasinya lebih keren daripada nama lokal, maklum orang eropa (atau barat) saat ini kesejahteraannya relatif lebih baik dari orang-orang disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue menduga kalo ada calon orang tua mau kasih nama disuruh pilih mau kasih nama "Olivia" atau "Zaitun" (dua nama tsb adalah nama pohon, keduanya memiliki arti yang sama) pasti mending kasih nama Olivia, keliatannya lebih keren dari pada Zaitun, sebab kalo nanti dipanggil nama panggilannya jadi "Atun", kalo Olivia kan jadi Oliv :) hahaha ya gak papalah salahkan diri sendiri kenapa orang lokal (kita2?) gak jadi negara maju seperti negara lain sampe akhirnya kita jadi memiliki perasaan inferior complex memandang rendah budaya sendiri (ya...ya...ya... gue tau nama zaitun memang bukan asli Indonesia!) sampe nama lokal memiliki konotasi yang lebih rendah daripada nama dari negara yang lebih maju padahal artinya sama.... (kok jadi nyambung dengan nama orang ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon katanya suatu produsen mobil pernah membuat suatu merek, dan di ekspor ke suatu negara, celakanya di negara itu nama merek yang ditawarkan ternyata memiliki konotasi yang kurang OK, kalo gak salah nama merek mobil itu kalo di bahasa lokal berarti "kambing gendut" akhirnya pejualan mobil itu kurang memuaskan... sayang kan produk bagus kalo namanya gak OK? Konon pendiri perusahaan Sony katanya sampe bulak-balik baca kamus berkali-kali sampe bisa memutuskan untuk menggunakan nama Sony... jadi mungkin bener "Naming is Serious Business"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112142303372970038?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112142303372970038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112142303372970038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112142303372970038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112142303372970038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/07/naming-is-serious-business.html' title='Naming Is Serious Business'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112124154393829601</id><published>2005-07-13T14:20:00.000+07:00</published><updated>2005-07-13T15:03:46.466+07:00</updated><title type='text'>Imbas Krisis BBM</title><content type='html'>Krisis BBM yang sudah diberitakan sejak beberapa minggu (atau bulan?) yang lalu sampe sekarang (kayaknya) masih belum menunjukan tanda-tanda kalo kelangkaan BBM bakal segera berakhir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gw bawa motor malem2 dari Depok, ternyata ada stasiun pengisian BBM yang kehabisan premium :( mana waktu itu malem2 lagi, ngeri aja kalo gak bakal bisa nyampe rumah gara2 gak ada bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis, ironis dulu BBM jadi primadona yang membangkitkan perekonomian bangsa ini, sekarang mungkin kebalikannya, BBM dengan subsidinya membangkrutkan uang pemerintah. Sebagai negara penghasil minyak, konon cadangan minyak indonesia hanya sekitar 4% cadangan minyak dunia, bahkan ada yang menyebutkan kalo cuma 1% dari cadangan minyak dunia, padahal jumlah penduduk Indonesia nomor 3 besar di dunia!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu mungkin orang Indonesia masih sedikit yang punya kendaraan, sekarang hampir dimana-mana orang bisa dapat kredit kendaraan dengan lebih mudah, gak heran konsumsi BBM dalam negeri semakin meningkat, sedang jumlah cadangan minyak di Indonesia semakin menipis. Kalo gak salah dulu ada yang memperkirakan kalo dalam waktu 10 tahun mendatang mungkin cadangan minyak di Indonesia bakal habis :(. Beberapa waktu yang lalu saja posisi Indonesia di organisasi OPEC sudah dipertanyakan, alasannya sederhana OPEC adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak, tapi dari tahun ke tahun trend ekspor Indonesia malah berbalik menjadi pengimpor minyak.... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya... sebenernya tidak ada perubahan signifikan terhadap konsumsi dan produksi minyak dunia, yang ada adalah sekarang minyak dilirik sebagai komoditi sehingga harganya melambung tinggi karena permainan pihak-pihak yang mencari keuntungan dari fluktuasi harga minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas dari kelangkaan BBM dan kenaikan harga minyak dunia, pemerintah sampai perlu mencanangkan gerakan pengehematan. Sampe-sampe gerakan penghematan itu berimbas pada bidang-bidang yang lain yang tidak berhubungan langsung dengan minyak, seperti soal penghematan yang dilakukan stasiun televisi untuk mengurangi jam siarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik (jika tidak bisa dikatakan lucu!) membaca Suara Pembaca di harian Koran Tempo edisi Rabu 13 Juli 2005 halaman A15. Judul di suara pembaca itu adalah "Hemat Energi dan Hiburan", sang penulis surat yang merupakan Redaktur Majalah &lt;i&gt;Warta Pertamina&lt;/i&gt; mengkhawatirkan (setidaknya itulah yang gue tangkep) efek lain dari penghematan energi (yang juga sangat berkaitan erat dengan BBM) yang harus dilakukan stasiun televisi untuk mengurangi jam siaran hanya dari jam 5 pagi sampai 1 pagi. Nah si penulis surat itu bilang&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"....Pada pukul 01.00 sampai 05.00 masyarakat tidak bisa menikmati lagi hiburan murah meriah. Akibatnya orang akan mencari alternatif aktifitas. Salah satunya hubungan intim ataupun seks."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, bisa ditebak jika instruksi tersebut berlaku untuk jangka waktu enam bulan kedepan. Kira-kira sekitar satu atau dua tahun berikutnya negara kita akan mengalami ledakan jumlah penduduk yang luar biasa. Apalagi di masyarakat pemakaian alat-alat kontrasepsi seperti kondo masih rendah. Ini memang hanya prediksi. Tetapi tidak ada salahnya kita bersiap menyambut ledakan ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urip Herdiman K.&lt;br /&gt;Redaktur Majalah Warta Pertamina&lt;br /&gt;Jalan Perwira 2-4 Jakarta Pusat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah bapak pembaca ini sepertinya berfikirnya cukup jauh juga.... :p kalo ngomong soal kemungkinan mah semua pasti ada kemungkinannya. Jika krisis BBM (atau kelangkaan BBM) tidak jadi dibereskan yah kemiskinan mungkin aja bisa bertambah. Katanya para ekonom sepakat kemajuan suatu negara sangat berkaitan erat dengan kebutuhan akan energinya (dalam hal ini BBM termasuk sumber energi utama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kata acara di TVRI konon sejak ada undang-undang migas (entah nomor &amp; tahun berapa?) posisi Pertamina semakin lemah dalam dunia perminyakan di Indonesia. Menurut mantan mentri Rizal Ramli yang jadi salah satu nara sumber, memang undang-undang itu terlalu dipaksakan karena memang undang-undang pesanan dari pihak tertentu (barat?). UU itu mensyaratkan kalo suatu saat nanti pemain dalam pasar minyak bukan melulu Pertamina tapi pihak-pihak asing. Katanyanya UU tersebut membuat posisi pertamina secara bertahap semakin lemah, tapi yang juga jadi masalah pihak luar yang ingin berjualan minyak di indonesia juga enggan berjualan soalnya harga pasaran minyak (BBM) di indonesia terlalu rendah sehingga tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran kenapa sih orang-orang pemerintahan dan DPR salah langkah bikin UU migas, kalo kata nara sumber seharusnya yang dilakukan pemerintah adalah menyadarkan pentingnya harga minyak dinaikan, setelah masyarakat bisa maklum akan keharusan kenaikan harga BBM yang mengikuti harga minyak dunia, baru UU tsb diberlakukan sehingga pemain asing bisa bersemangat dijual di Indonesia dan pertamina juga gak kelabakan kayak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah minyak memang masalah vital, kasus terbaru soal saham Unocoal yang akan dijual kepada Chevron dan Perusahaan Minyak asal Cina membuat pemerintahan Amerika perlu turun tangan. Padahal kita tahu, yang namanya Amerika adalah negara yang giat banget mendengungkan pasar bebas, tapi giliran perusahaan dari negerinya akan dibeli sahamnya oleh perusahaan asal negara Cina, pemerintah merasa perlu melindungi kepentingan kebutuhan minyak negerinya. Maka tak heran meski perusahaan minyak asal Cina berani bayar lebih mahal dari saingannya (Chevron) pemerintah Amerika kayaknya musti memaksa agar penjualan sahamnya tetep dijual ke sesama perusahaan asal Amerika. Amerika yang negaranya menganut pasar bebas aja kalo udah menyangkut soal sumber energi (minyak) bagi negerinya bisa jadi gak "bebas" lagi, Indonesia yang mengaku punya UUD 45 pasal 33 malah melakukan langkah yang sebaliknya.... :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112124154393829601?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112124154393829601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112124154393829601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112124154393829601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112124154393829601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/07/imbas-krisis-bbm.html' title='Imbas Krisis BBM'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112046330234352272</id><published>2005-07-04T14:44:00.000+07:00</published><updated>2005-07-06T13:12:02.686+07:00</updated><title type='text'>Borong Buku</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/2005-07-02/bk_mushasi_taiko.jpg" align="right" style="margin:8px;"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 2 Juli kemarin sengaja gw menyempatkan diri dateng kepameran buku di senayan. Lumayan sore gw nyampe sana habis berangkat dari sononya juga siang sih. Dibilang punya duit lebih sebenernya enggak, cuma udah jauh-jauh ke pameran mending beli sekalian aja mumpung lagi pada diskon :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yg gw beli terakhir adalah Taiko &amp; Mushasi habis bukunya berat jadi mending terakhir aja belinya. Gw sebernya dari dulu pengen baca 2 buku ini gara-gara di 'racunin' Adila yang sering banget cerita dua buku ini (Taiko &amp; Mushashi). Pengennya sih minjem, tapi berhubung katanya bagus... sayang kalo buku yang katanya bagus kalo gak dijadiin koleksi :). Dulu si Rhama beli Taiko juga gara-gara Adila terus kata si Rhama lumayan juga isinya tentang model-model cerita warlord lah (dan gue suka cerita model gini meski kalo disuruh mengalami hidup di zaman itu gue ogah banget)... jadi ya udah gw beli aja mumpung diskon, manfaatkan untuk membeli buku mahal ini, meski diskonnya cuma 20% yah lumayan lah harga Mushasi dari 125 rebu turun jadi 100 rebu. Taiko dari 130 jadi 104 rebu. Gak banyak emang turunnya tapi ya daripada beli di toko...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/2005-07-02/bk_mimin.jpg" align="left" style="margin:8px;"&gt; Oh iya gw jg beli komik jaman jebot... gara-garanya dulu mbak tari beli di pameran buku FIB beli Mimin, pas gw iseng baca ternyata lucu juga. Gw beli di stand SH (Sinar Harapan) 10 biji 30 rebu mayan lah... Oh iya sekedar info SH itu juga yang nerbitin komik Asterix.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di stand Sinar Harapan (SH) gw jg beli buku biografi-biografi yang lumayan juga banyak jenisnya. Waktu beli gw sampe iseng ditanya segala "Hobi baca biografi ya?" gw bilang aja "Iseng mas buat baca-baca". terus gue iseng nanya "Ngomong-ngomong kok biografinya banyakan tokoh-tokoh militer sih... emang yang punya orang militer atau yang punyanya deket sama orang militer...?" Ternyata memang katanya yang punyanya punya kenalan deket para perwira, oooh pantes. Bebeberapa biografi memang ada yg bukan tokoh militer spt 100 tahun H Agus Salim, atau Soemitro yg begawan ekonomi sekaligus bokapnya Prabowo mantan Pangkostrad itu. &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/2005-07-02/bk_biografi.jpg" align="right" style="margin:8px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan diskon di stand SH ampe 50% emang buku2 stok lama sih but worthed lah dengan diskonnya. Saking banyakan stok lama, sampe ada pengunjung yang mlesetin kalo SH singkatan dari Sampai Habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu gw jg beli buku yang ada kaitannya dengan agama yang boleh dibilang judulnya cukup "heboh". Kalo buku bahaya JIL &amp; FLA sih gw pengen tau apa pandangan orang tentang "aliran" ini. Dulu gw sempat ikutan milisnya dan gue gak ngarti apa-apa yang diomongin disana... maklum otak gw mungkin emang pas-pasan kalo menelaah masalah begitu :p. Kalo kata buku ini ada pernyataan yang menyesatkan dari salah satu anggota JIL spt yang menyebutkan kalo "Boleh jadi Vodka (minuman keras) itu bisa halal di Rusia karena disana sangat dingin". Di buku itu di komentari (kira-kira pake bhs gw diri) "Kalo itu alasannya, maka lain kali saya juga boleh bilang kalo saya ke puncak saya boleh berzina, karena disana sangat dingin" dan gw belum tau apa tanggapan orang JIL terhadap komentar itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/2005-07-02/bk_uin_fla.jpg" style="margin:8px;" align="left"&gt;Kalo untuk buku yang berjudul "Ada pemurtadan di IAIN/UIN" gw tertarik karena resensi buku di suatu koran. Nah mungkin ada yang pernah denger beberapa kasus ada mahasiswa yang dulu sempat mengucapkan "Anjing hu akbar", gw yang baca tulisan resensi itu geleng-geleng kepala... hebat &amp; berani bener ya orang udah sampe berani mengganti "Allahu Akbar" dengan kata-kata itu. Selain itu, masih menurut resensi yg gw baca, acara penerimaan mahasiswa baru untuk suatu jurusan di IAIN/UIN terbentang kain bertuliskan "Selamat Datang di Kawasan Bebas Tuhan" ck ck ck... gak nyangka kalo orang IAIN/UIN lebih berani untuk membuat tulisan spt itu. Masih di tulisan resensi yang sama di bilang gak usah heran kalo kelakuan mahasiswanya seperti itu, soalnya dosennya aja bangga sudah tiga bulan tidak sholat. Apa itu bener? kalo bener astaghirullah mau jadi apa negara ini nantinya kalo dipimpin oleh intelektual (yang mengaku) muslim seperti itu nantinya... atau emang gue aja yang pikirannya "terlalu kuno" &amp; gak ilmiah atau kurang wawasan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/2005-07-02/resensi_pemurtadan_uin.jpg" align="right" style="margin:8px;"&gt;Yang bikin gw makin penasaran pengen beli buku ini akibat baca resensi tentang buku ini yang ditulis oleh Indra Adil dalam buletin (atau tabloid ya?) Indonesia NewsNet yang dibagikan di Masjid UI saat mau sholat Jum'at. Judul resensinya pun heboh "Anda Ingin Murtad? Masuklah IAIN/UIN!" di resensi itu dia menuliskan ada usaha sistematis di IAIN/UIN untuk mendangkalkan akidah mahasiswanya spt yang ditulis dalam resensinya:&lt;br /&gt;"...terhadap ilmu tafsir, ulumul Qur'an, hadits, mushtolah hadits, fiqh, ushul fiqh, dan ilmu-ilmu syari'ah, yang merupakan nafas ajaran islam, didangkalkan, tidak ada pendalaman sama sekali. Tetapi, yang disempalkan ke dalam otak para mahasiswa/i IAIN/UIN adalah ilmu-ilmu filsafat yang - seandainya kita pelajari dengan kritis Sejarah Islam - justru telah berjasa mengawali keruntuhan peradaban Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi Primadona kurikulum di IAIN/UIN saat ini adalah mata kuliah Sejarah Pemikiran Islam (SPI) dan Sejarah Kebudayaan/Peradaban Islam (SKI). Kedua mata ajaran ini merupakan mata kuliah dasar yang wajib diikuti bagi perguruan tinggi swasta, mahasiswanya harus mengikuti ujian negara. Didalam SPI dijelaskan pemikiran dan sekte-sekte dalam Islam, tetapi dicampuradukan antara 'aliran beneran' dan 'aliran sesat'....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di resensi itu juga menuliskan "Kalo Snouck Hurgronje hanya membuat skenario garis besar untuk mengalahkan Ummat Islam dengan lewat budaya 'pembelandaan' maka kini di IAIN/UIN skenarionya jauh lebih canggih, Mereka merekrut tenaga-tenaga pengajar potensial untuk belajar memperdalam Islam ke Amerika, Kanada, dan Eropa. Ha, ha, ha...., memang lucu, itu sama halnya dengan kita ingin belajar budaya barat dengan sekolah ke Nigeria. Sebenernya lebih lucu lagi, karena kita semua sama mengetahui bahwa telah beratus tahun semua negara Barat tersebut adalah lawan yang nyata bagi Islam. Anda-anda yang cerdas bisa melihat kan? Betapa gamblangnya negara-negara Sekutu Barat meluluh-lantakan negara-negara Islam. Entah kalau anda-anda yang idiot....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provokatif? tentu saja kalo gak mungkin gue belum tentu beli buku ini ("Ada pemurtadan di IAIN/UIN"). Tapi kalo dipikir tulisan sang peresensi ada benarnya juga, suatu kekonyolan memperdalam suatu budaya bukan di tempat budaya itu lahir dan berkembang. Bagaimanapun emang seperti suatu kejanggalan belajar sesuatu supaya ahli tapi bukan sama ahlinya. Misal loe pengen jadi tukang kayu yang ahli, masak loe belajar sama tukang gali sumur? apa bener ini sebuah lelucon? Dan mungkin benar juga kata si peresensi kalo "lebih lucu lagi pihak barat adalah pihak yang sejak dulu benci dengan kebudayaan Islam". Gue gak bisa membayangkan bagaimana tenaga pegajar potensial itu bisa &amp; mau dikirim belajar memperdalam Islam pada dosen-dosen barat yang belum tentu percaya Islam, karena dosen-dosen Barat ini sendiri ada yang belum memeluk agama Islam artinya mereka (para dosen Barat) belum percaya akan manfaat Islam bagi hidupnya sendiri. Kalo gue menganalogikan, gimana loe bisa memperdalam &amp; jadi ahli kalkulus kalo dosen yang ngajarin loe sendiri gak yakin kalo ilmu kalkulus yang diajarkan itu nantinya akan bermanfaat? Atau kalo dianalogikan yang lainnya, bagaimana loe bakal pake barang merek X kalo produsen produk X sendiri pake produk orang lain, loe yang jadi calon pembeli bisa bertanya-tanya jangan-jangan emang produk X yang diproduksinya emang gak layak pakai. Jadi kalo dikembalikan ke para dosen-dosen Barat tadi, gimana loe bisa percaya ilmu-ilmu mereka itu akan bermanfaat bagi para pelajar kalo mereka sendiri yang mengajarkan tidak merasakan manfaat dari ilmunya. Lagipula semua orang tau, meski para pengajar boleh bangga dengan titel S2, S3 atau Professor karena keahlian mereka dalam mempelajari suatu agama, tidak ada yang menjamin kalo mereka jadi orang yang benar-benar paling dekat dengan Tuhan (kasarnya, ya antara ilmu agama yang mereka kuasai belum tentu sesuai dengan tingkah laku keseharian seperti yang disyaratkan oleh agamanya). Tau deh analogi gue pas atau gak yang jelas sih itu yang kepikiran di otak gue yang awam dan kemampuannya emang pas-pasan untuk menelaah masalah seperti itu. Gue masih lebih ngarti urusan koding dah daripada masalah gitu... Kalo contoh yang gue kasih gak sesuai konteks atau ngawur... ya sory aja, gue emang gak sejago loe-loe semua dalam urusan ginian, gue nulis ini hanya sebatas opini aja sebagai orang awam dalam masalah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik, di salah satu buku ini yang sempat gue baca di bagian pendahuluannya yang menyatakan seorang ulama bilang kalo pemikiran nyeleneh/sesat (atau apalah mau disebut ilmiah atau apa kek --ini tambahan dari gue) cuma buat diri sendiri mungkin gak masalah... tapi yang masalah kalo ada orang yang mau memperdalam agama di kacaukan oleh pemikiran-pemikiran ini, bisa meresahkan dan membikin ragu dalam menjalankan agama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...yang jelas kayaknya buku ini perlu segera gue baca biar lebih terang ajaran siapa yang benar, siapa yang mengada-ngada (alias sesat) :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112046330234352272?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112046330234352272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112046330234352272' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112046330234352272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112046330234352272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/07/borong-buku.html' title='Borong Buku'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112020240122094627</id><published>2005-07-01T13:51:00.000+07:00</published><updated>2005-07-01T15:23:24.423+07:00</updated><title type='text'>Awal Juli 2005</title><content type='html'>Koran hari ini sebagian besar memberitakan perihal tingginya tingkat kelulusan di berbagai SMU di seluruh Indonesia, bahkan ada sekolah yang semua siswanya tidak lulus. Ternyata sekarang lulus SMA makin susah, lebih-lebih kalopun udah dengan modal ijazah SMA semakin sulit bersaing dengan para pencari pegawai yang notabene tidak sedikit dari mereka lulusan S1 atau S2. Apa emang parah banget sih kualitas pendidikan di Indonesia? Emang ada yang bilang diantara negara Asia Tenggarapun kualitas pendidikan di Indonesia masih dalam level jongkok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang lainnya apalagi kalo bukan soal KRL di 'cium' KRL, sampe jatuh beberapa korban meninggal. Semenjak tahun 2003, setau gue ini kali kedua KRL jabotabek di sruduk KRL setelah sebelumnya bulan okober 2003 juga kejadian tabrakan di daerah Bondes (Kebon Pedes) Bogor. Semenjak pintu stasiun Bogor yang baru ada ditengah-tengah, gue sekarang lebih sering naik di gerbong tengah, dan kalo gue mengamati dari dua kejadian itu sepertinya emang yang paling beresiko terkena ya di bagian gerbong belakang dan gerbong depan. Lagipula memang sebenernya KRL ini udah gak layak pakai umurnya udah lebih dari 20 tahun (kalo yang nabrak kalo gak salah keluaran tahun 1976 - bisa diliat dari nomor seri gerbong - dan itu berarti hampir 30 tahun umur kereta!). Di jepang kereta yang umurnya udah tua dibuang kalo gak di jual kenegara miskin kayak indonesia, tuh kereta pakuan yang beredar semua kereta bekas, mungkin disana kelasnya ekonomi, tapi kalo disini naik level jadi kelas eksekutif (dengan definisi eksekutif = ada AC, bisnis = ada kipas angin, ekonomi = ada AC alami + bau keringat penumpang :p)... Langkanya mendapatkan keamanan &amp; kenyamanan dari angkutan umum :(&lt;br /&gt;Oh iya gara-gara berita tabrakan itu, sampe-sampe ada sodara gue yang jauh nanyain gue gimana kabarnya, soalnya sodara gue taunya gue sering naik KRL jabotabek... alhamdulilah cobaan berat itu tidak sampe terjadi sama gue (naudzubilah... jangan sampe deh...), tapi buat yang mengalaminya semoga diberikan ketabahan (ucapan yang gampang di keluarkan namun sangat berat untuk dijalankan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita lainnya dari koran hari ini, perihal keprihatinan sebagian anggota masyarakat yang melihat saat ini semakin menurunnya tingkat kesadaran para ibu untuk memberikan asi eksklusif bagi bayinya. Di koran itu disebutkan bahwa mendapatkan ASI adalah hak seorang anak. Kata koran, hal ini sebabkan kurang sadarnya masyarakat akan manfaat ASI bagi perkembangan bayi mereka, ditambah minimnya tenaga kesehatan yang katanya sih juga kurang memahami pentingnya ASI sehingga tidak memberikan penyuluhan bagi warga masyarakat tentang pentingnya ASI. Ditambah lagi, kata koran adalah jor-joran iklan-iklan susu untuk anak yang sering beredar dimasyarakat yang mengesankan bahwa susu mereka (bukan ASI) sama baiknya dengan kandungan gizi dari ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue setuju nih, produsen-produsen kadang kebangetan juga tuh bikin iklan yang mengesankan kalo mengkonsumsi produk susu mereka adalah sangat baik, bahkan terkesan (dlm pandangan gue) lebih bermanfaat ketimbang ASI. Bukan tidak mungkin ini juga akibat saran para tenaga kesehatan... sorry dulu gue pernah denger gosip konon sebagian dokter telah bekerja sama dengan industri farmasi agar memasarkan produk mereka kepada para pasiennya. Menjalankan bisnis farmasi (obat-obatan) pastinya bukan bisnis yang murah, gue yakin tuh bikin riset untuk menemukan suatu formula obat pasti mahal. Sebagai perusahaan, keuntungan harus diperhatikan doong, nah supaya mereka gak rugi ngeluarin duit riset yang gila-gilaan mahalnya pasti mereka akan berharap kelak produkunya bisa laku terjual dalam jumlah tertentu doong, nah kalo pake cara konservatif dengan menjual di apotik atau toko-toko mungkin hasil penjualannya gak bakal sebanyak kalo menjualnya melalui dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kalo yang gue perhatiin sih sebagian besar masyarakat masih menganggap omongan seorang dokter itu seperti fatwa seorang ulama. Kalo kata dokter musti pake obat ini, ya biasanya langsung nurut, lagian emang masyarakat juga tau diri kalo dirinya gak lebih tau dari dokter. Masalahnya kadang janji bagi hasil keuntungan apabila mereka berhasil menjual produk farmasi ke para pasien telah membuat kesan kalo fungsi dokter seperti menjadi ajang bisnis. Pasien yang kesusahan dimanfaatkan ketidaktahuannya untuk membeli sesuatu yang sebenernya tidak diperlukan. Gue pernah diceritaain ada orang yang sakit ke dokter, dokternya bilang perlu minum obat ini-itu, nyatanya kata temennya yang lain yang juga dokter cuma bilang, sebenernya cuma butuh istirahat beberapa hari aja, gak perlu musti beli obat ini itu yang harganya gak bisa dibilang murah, lebih-lebih bagi rakyat kecil. Mungkin dokter-dokter itu lagi ngejar setoran kali ya? habis kuliah kedokteran kan mahal... mungkin mereka harus balik modal, ditambah anggapan kalo jadi dokter bisa jadi orang kaya... mungkin sih tapi kalo sampe memaksa pasien yang kesusahan untuk membeli obat yang seharusnya tidak dibutuhkan... dimana rasa kemanusiaannya? Kalo orang jualan mungkin banyak orang masih bisa maklum, contoh kayak telpon seluler (ponsel), untuk rakyat indonesia kayaknya yang bener-bener dibutuhin dari ponsel sebenernya cuma buat nelpon dan sms aja, tapi rasanya gak mantep aja kalo beli hp bukan seri terbaru yang fasilitasnya lengkap (yah meski gak bakal semua dibutuhin.... tapi itulah hebatnya dunia periklanan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita yang lucu juga soal masalah kebutuhan, gue waktu itu ngeluarin USB Falshdisk buat ngambil data-data/dokumen. Nah ceritanya ada bapak-bapak udah agak tua tapi dia termasuk punya posisi lah. Nah waktu gue ngeluarin Flashdisk dia nanya "Itu kapasitasnya berapa?". "256 Mega pak" kata gue, terus dia bilang "Wah gede juga ya " sambil ngeliatin Flashdisk USB yang dikalungin. Iseng aja gue tanya balik "Kalo punya bapak berapa pak?". "Satu giga.... itu kayak gimana ya" tanya dia. Gue bilang "Wah itu gede banget pak, 1 film VCD muat di taroh di flashdisk bapak...". "Oooo gitu ya? ini kapasitasnya kayak gimana sih?". "Yah kalo disamain dengan kapasitas disket bisa sekitar 700an disket lah pak". "Wah banyak juga ya..." dengan nada bangga. Gue disitu agak geli aja, buat orang seperti dia, buat apa punya USB Flashdisk sampe segede gitu, toh kayaknya jarang-jarang juga dia berhubungan dengan komputer, kalo mau dokumen-dokumen dia bisa nyuruh anak buahnya. Mungkin dia ngeliat anak buahnya pada punya flashdisk, kalo gak punya tengsin juga doong sebagai atasan, mungkin juga sekedar ikut trend masa kini, kesannya punya sekedar punya aja buat keren-keren tanpa tau sebenernya dia butuh apa enggak :p Tapi bagiamanapun itu hak dia... gak ada hak gue buat ikut nyalahin keputusan dia *ya iya lah!*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk yang kasus susu itu takutnya para dokter anak ini spt agen-agen iklan barang-barang "konsumtif" (kalo membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan berarti konsumtif kan...?) model-model "Ponsel", "Flashdisk" dll. Kepentingan utama kalah deh kalo udah urusan gengsi/duit (mgkn gue juga bisa kayak gitu entar... tapi mdh2an sih enggak deh...). Dengan sponsor dari perusahaan susu menyuruh para ibu untuk memberikan susu pabrik padahal untuk umurnya tuh bayi belum wajib/belom bener-bener butuh minum susu selain ASI. Tapi gue yakin pasti gak semua dokter kayak gitu kok, itu cuma ulah segelintir oknum (asal jangan sampe kejadian jumlah oknum lebih banyak dari yang bukan oknum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas-jelas ASI banyak memberi manfaat kenapa pilih yang lain ya? Katanya ASI meningkatkan hubungan batin si Ibu dan Anak, kadar gizinya tinggi, dapat menambah kecerdasaan anak dll. Tapi gue juga pernah denger versi lain manfaat dari ASI dibanding susu dari pabrik, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis, kalo pake ASI para ibu gak perlu repot-repot bawa botol atau alat minum lainnya, gak perlu nyiapin air anget buat nyeduh, jadi kalo bepergian kemana-mana gak perlu bawa susu pabrik sehingga beban perjalanan jadi lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat, kalo udah pake ASI berarti udah penghematan uang yang harusnya di beliin susu bisa di beliin buat yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari jangkauan hewan spt kucing, tikus, kecoa dll. Ya iyalah sebelum mendekat hewan-hewan itu pasti udah digebuk dulu, sehingga ASI bisa lebih higenis daripada susu yang disimpen sembarangan (kecuali kalo ibunya gak pernah menjaga kebersihan kali ya... :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang juga tidak kalah penting, katanya sih kemasan ASI lebih menarik daripada kemasaan susu bubuk/kaleng. Kemasan ASI tidak hanya disuka oleh kalangan bayi/anak-anak saja tapi... *ah terusin diri aja deh :p*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh kok jadi ngomongin ASI sih...&lt;br /&gt;~error-gara2-kehujanan&amp;kebanjiran--sableng!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112020240122094627?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112020240122094627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112020240122094627' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112020240122094627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112020240122094627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/07/awal-juli-2005.html' title='Awal Juli 2005'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-112003641861699146</id><published>2005-06-29T16:07:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T16:21:10.870+07:00</updated><title type='text'>Wonder Why?</title><content type='html'>Wonder why, apa rahasianya sampe beberapa cowok yg ngisi testimonial &lt;a href="http://www.friendster.com/user.php?uid=18178428" target="_blank"&gt;seorang cewek&lt;/a&gt; bilang nih cewek lebih keliatan cantik kalo pake jilbab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw itu foto asli apa palsu ya? maksudnya bener-bener dia, soalnya skrg banyak banget kan yang main tempel2 foto cw kece ke friendsternya dia, seperti ulah beberapa oknum... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~tapiemangkeliatanlebihcantikpaspakejilbabsih,padahalbajunyasama...&lt;br /&gt;~iseng-isengbukafriendstersetelahlamagaklogin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-112003641861699146?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/112003641861699146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=112003641861699146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112003641861699146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/112003641861699146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/wonder-why_29.html' title='Wonder Why?'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111985783444923254</id><published>2005-06-27T14:19:00.000+07:00</published><updated>2005-06-27T15:39:13.476+07:00</updated><title type='text'>23 Juni 2005</title><content type='html'>Kereta telat, sialan ada apa sih ampe ditahan-tahan, terpaksa gue naik ojek untuk ngejar waktu ketemu dengan calon "client". Tiba agak telat dikit, terus mereka memberikan sedikit saran mengenai pengembangan. Dan setelah panjang lebar, mereka menanyakan apa gue sudah menyiapkan daftar penawaran harga, terus gue bilang "disini aja pak?", "ya gak papa disini aja" kata mereka. Dalam hati gue... "buset ngomongin harga didepan orang-orang banyak, gue jadi gak enak gini, soal duitkan masalah private dan sensitif *right?*". tapi udah lah cuek aja, gue langsung sodorin daftar harga yang gue ajuin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka manggut-manggut, terus pak karo bilang "De' apa gak bisa dikurangin nih harganya..." Dengan sok PD gue bilang aja "Waduh pak kayaknya agak susah, soalnya kerjaan ini beratnya hampir 1/2 kerjaan yang dulu, bapak tentu tau kan berapa nilai proyek yang dulu" (dalam hati gue, udah bagus gue nawarinnya segitu... kerjaan 1/2 dari yang dulu, tapi harga gak sampe 1/4 yang dulu). "Masak gak bisa turun sih de'" pak karo masih berniat minta turun harga. "Pak ini tuh seharusnya kerjaan 2-3 orang pak, tapi dikerjaain sama saya sendirian, kalo yang ngerjainnya lebih dari seorang, harganya gak bisa segitu pak, lagipula nanti saya kasih bonus deh pak..." gue sok meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka ngobrol berdua, terus pak karo bilang, "De' semuanya saya serahin ke pak ****** ya?", "Oh iya pak...". Terus pak ****** yang menjabat sebagai kasubag bilang dengan tanpa ekspresi, "Ini saya pelajari dulu ya, saya nanti pengen nego lagi", "Oh ya gak masalah pak....". Terus dia juga menambahkan "Nanti hari sabtu tolong programnya nanti diinstallin di komputer ini ya...", Gue agak keberatan masak harga belum deal minta langsung diinstallin... terus gue bilang "Pak, kalo bisa dijadiin dulu pak" (maksudnya urusan harganya dibikin jelas dulu baru gue mau install). "Jadi, pasti jadi..., cuma saya mau nego dulu....". Yah gak ada salahnya percaya sama orang ini. Terus gue ngomong "Baik pak nanti saya coba installin hari sabtu, tapi saya minta konfirmasi dari bapak sebelumnya". "Oh pasti"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu gak ditelpon sama dia, ah gue pikir gak jadi. ternyata mereka sedang sibuk, tapi hari minggu kasubag itu nelpon, dia nego harganya 90% dari harga yang gue tawarkan, gue gak mau langsung nyerah gue keluarin tuh alasan kerjaannya setengah kerjaan yang dulu, udah gitu harusnya ini kerjaan lebih dari satu orang. Dan gue mau kalo turun harganya 97% dari yang gue tawarkan. Dia masih belum puas, dan dia minta turun jadi 95% harga yang gue tawarkan sebelumnya, sambil menjanjikan habis ini ada kelanjutannya... dan gue langsung OK. Hahahaha ternyata dikit-dikit gue masih bisa meyakinkan orang buat menuruti keinginan gue. Sejak awal gue udah siap worst case-nya dia bakal nawar 95% dari yang gue tawarkan dan memang sudah gue duga. Tapi dengan sedikit omongan mau juga dia menaikan tawaran harganya jadi 97% not bad lah untuk seorang yang gak pernah nanganin masalah nego harga spt gue ini... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dia minta bulan agustus kerjaan gue udah beres semua, gue bilang akhir agustus, atau awal september lah... "ah kelamaan tuh kan kerjaannya udah mulai dari bulan mei", dengan sok meyakinkan gue bilang "tapi pak kan juga mulainya baru pertengahan mei..." terus dia diem, kayaknya sih mikir dan dia bilang "ok deh...", ha jadi juga bisa meyakinkan dia supaya waktunya jadi awal september :) gak nyangka dia mau juga setuju dengan saran-saran &amp; alasan-alasan gue :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jadi negosiator, kalo menguasai apa yang mau dinegosiasikan menjadi pekerjaan yang menarik juga lho, (mungkin lebih menarik) daripada (sekedar) jadi orang teknis mulu seperti gue selama ini... :) Tapi gue akui kerberhasilan nego itu cuma kebetulan, gue belom jago untuk urusan nge-bluff kayak orang-orang marketing (yang sebagian kebangetan kalo nge-bluff-nya, tanpa tau kendala teknis *just joke man!*) hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya kalo masih mau baca, gue juga ada cerita, sehabis nego sebelumnya yang gagal gue lama banget nunggu kereta, menyebalkan... masa dah jam 9 malem, kereta ke bogor masih penuh, apalagi kalo bukan gara-gara kereta telat datanngnya!!! Berdiri ya apalagi yang bisa diarepin kalo naek kereta yang penuh, untung di suatu stasiun ada tiga orang yang duduk mau turun, kebetulan gue didepan mereka jadi gue berharap gue bakal duduk. Ternyata ketiga orang itu belum mau bangkit dari kursi kereta, tapi ada satu orang yang bangkin dan sengaja ngasih tempat duduk ke seorang cewek, waktu itu gue ngeliat mukanya kok kayak temennya temen gue. Pengen juga sih gue sapa, itung-itung kenalan dan sukur-sukur bisa jadi temen ngobrol kebogor... tapi karena gue berdiri dan dia duduk, ya udah deh gue cuekin aja. Ternyata dua orang yang duduk jadi juga turun, langsung deh gue nempatin kursi yang ditinggalin, dan kebetulan duduk disamping si cewek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo gini baru enak buat nanya bener gak dia temennya temen gue si maul. "Mbak temennya maul ya?" tanya gue. "Maul? maul siapa ya?" dalam hati gue "Wah gawat jangan-jangan dia gak kenal dengan si maul lagi... "Itu maul yang anak fisika 98, kenal kan?". "Oh si aul... iya saya kenal...". "Gimana kabarnya dia?" tanya gue basa-basi..., "Baru saya juga mau tanya yang sama..." dst... dst...&lt;br /&gt;Dari tadi ngomongin si maul aja, iseng gue tanya ke dia "Udah beres kuliahnya?" dia diem kayaknya lagi mikirin jawaban yang enak, sebelum dia jawab gue nyeletuk "atau itu pertanyaan yang terlalu sensitif untuk ditanyakan?" kata gue setengah becanda...&lt;br /&gt;Dia senyum, dan dia bilang "masih ngurusin laporan akhir..." kali ini dengan tambahan senyuman dari dia :p. Terus gue iseng tanya kedia "pasti tadi pertanyaan yang sering ditanya orang ya?". "Iya... sih..." kata dia. "Yah saya juga pernah ngalamain, kalo orang belum lulus itu paling males kalo ditanya urusan kapan lulus... :)". terus gue nambahin "Orang udah lulus juga suka males kalo ditanyaain dimana kerjanya atau kapan dia kerjanya, orang yang udah kerja aja paling males kalo ditanya kapan mau kawin, orang yang udah kawin paling males kalo ditanya kapan mau punya anak.... dan orang yang punya anak juga nantinya akan males kalo ditanya kapan mau nikahin anaknya.... :)"... Dia tertawa kecil, dan bilang "Yah kalo gitu sih gak akan pernah beres doong masalah..." Emang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan seru juga gue ngobrol dengan temennya si maul ini, ngobrolnya macem-macem mulai dari nerusin kuliah, friendster, komputer sampe-sampe dia nyeletuk (atau ngeledek ya?) waktu ngomongin hal-hal yang berbau komputer, "Hmmmm ini nih tipikal anak fasilkom yang ngomongnya komputer mulu". Wah iya ya... gue baru sadar gue udah ngomong hal-hal terlalu teknis dengan dia. Kemudian dia iseng kerjaan gue yang sekarang apa? gue bilang dengan bercanda "Yah pokoknya kerja deh... ". "Kok gitu sih" kata si cw agak gak terima gue jawab asal pertanyaan dia. Terus gue nyeletuk "Habis entar kalo diceritain kerjaan gue, nanti dibilang 'bahasanya tipikal anak fasilkom', jadi sebelum dibilang gitu mending sekarang jawabnya pokoknya sekarang ada kerjaan deh :)". Dia ketawa-ketawa aja dengan penjelasan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak kerasa ngobrol dengan dia, perjalanan yang jauh jadi gak kerasa, konyol setelah lama ngobrol gue belum sempet tau siapa nama dia, sebelum masuk ke stasiun bogor iseng aja gue ngomong "Oh iya kita udah ngobrol lama, tapi saya belum tau nih namanya, nama siapa sih...." ***** jawab si cewek, "kamu sendiri?" gue kasih tau deh siapa nama gue.... hihihi lucu ngobrol dah lama tapi gak tau siapa nama masing-masing. Lumayan seru juga ngobrol dengan cewek ini, pas gue berpisah jalur dengan si cw, gue bilang "Kayaknya kita sampe sini nih, saya pulang ke sini dulu ya". Terus dia jawab "Iya, sampe ketemu kapan-kapan... makasih ya...."&lt;br /&gt;Setelah jalan agak lama gue baru mikir, kenapa dia bilang makasih ke gue? gue juga harusnya berterima kasih sama dia, karena dia sudah membunuh waktu perjalanan dengan obrolan yang hangat dan santai :). Jarang gw ketemu orang yang baru dikenal bisa nyambung ngobrol seperti udah kenal lama, lebih-lebih dia cewek... :D hehehehehe yah itung-itung hiburan dari masalah gue yang timbul selama ini akibat kebegoan Windows 2000 yang gak bisa diinstal di HD 200GB!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111985783444923254?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111985783444923254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111985783444923254' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111985783444923254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111985783444923254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/23-juni-2005.html' title='23 Juni 2005'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111951513655044904</id><published>2005-06-24T14:55:00.000+07:00</published><updated>2005-06-23T15:58:28.816+07:00</updated><title type='text'>Gozzip &amp; Omongan :p</title><content type='html'>Waktu itu lagi makan siang, gue ikutan nimbrung berang anak-anak cowok 99 yang masih pada makan. Biasalah sambil makan-makan dibarengin ngobrol, ternyata anak-anak cowok ini sedang ngomongonin gosip seorang artis... Terus gue nyeletuk "Buset dahhh loe kok pada tau sih si artis ini pada gini gitu... loe sering ya nonton acara gosip?" tanya gue setengah becanda.... Mereka cuek aja sih gue ledek pada doyan gosip... hmmmm sebenernya gue juga kadang suka nonton acara itu kok (sebenernya malu juga nih gue mengakui :p) Gue pikir anak-anak cw aja yang doyan gosip, ternyata mereka juga... Mereka sih gak spesifik ngomongin gosip tertentu, malah mereka ngebahas soal bantahan-bantahan yang sering di lontarkan para artis. Sebagian besar (wah gw belum tau presentase pastinya) artis-artis yang nyangkal pasti ujung-ujungnya pasti ngaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, dulu ada artis dangdut dengan goyang andalannya goyang "patah-patah", waktu itu dia dikonfirmasikan kalo dia udah punya anak. Eh artisnya bilangnya belum pernah nikah... udah gitu wartawan gossip berhasil mewawancara orang yang dipercaya sebagai suaminya terus dapet juga foto-foto pas nikah &amp; juga gambar anaknya. Yang konyol waktu pas dikonfirm ke si artis, dia bilang apa itu anaknya...? nih artis dangdut malah membantah, dia bilang itu anaknya itu hasil diperkosa.... buset dah diperkosa sampe punya dua anak mah bukan diperkosa atuh... itu mah doyan... geli gue kalo liat kelakuan artis yang doyan ngeboong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga artis grup beken yang disinyalir membantah kalo dia adalah bapak biologis dari anak yang dikandung seorang cewek, udah gitu si artis bilang kalo dia gak kenal sama tuh cewek... eh lain hari tu orang akhirnya malah kawin juga... ck... ck... artis-artis doyan banget boong....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah yang sekarang lagi di omongin ama anak-anak 99 perihal gosip tentang suaminya artis penyanyi sedih ND. Terus gue iseng nyeletuk... "eh ngomong sebenernya apa sih manfaatnya nonton gosip? jelas gak guna, sampah... tapi kok kita-kita (kita) masih doyan nonton acara begituan?". Pada diem sebentar... terus ada yang bilang... "yah nonton acara gitu buat nambah wawasan... kita jadi bisa lebih tau cara seseorang menghadapi suatu masalah dlllll" hmmm gitu ya? terus ada lagi yang nyeletuk "Yah biar kalo kita ketemu orang ada bahan buat ngobrol" *gubrak* Hmmm jadi nonton gossip biar kalo ketemu atau ngobrol ada bahan pembicaraan ya? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah sekilas gue baca, ada alasannya kenapa manusia sekarang doyan nonton acara "begitu". Katanya sih karena pola pikir manusia primitf masih terbawa hingga kini. Manusia primitif selalu khawatir akan adanya bahaya, seperti binatang buas, bencana alam dll. Nah di jaman modern hal-hal seperti binatang buas, atau apalah diganti dengan segala yang mengancam eksistensi, atau kepentingannya, maka manusia akan menjadi perhatian terhadap masalah itu. Itu sebabnya mungkin kenapa acara kriminal tetep laku untuk ditayangkan, termasuk juga dengan gossip yang isinya gak jauh dengan informasi seputar "masalah seseorang"... yah mungkin manusia memang selalu tertarik dengan informasi yang berkaitan dengan masalah. Bahkan dalam dunia pers konon ada istilah, "Bad News is A Good News"... semakin jelek suatu peristiwa, oplah atau rating suatu media (cetak/elektronik) semakin baik.... mungkin itu sudah bisa dijadikan sebagai alasan kalo manusia pada dasarnya suka banget dengan berita-berita yang tidak baik. IMHO :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ngomongin soal gossip, gue kok jadi kepikiran dengan masa lalu artis yang sedang di gosipin temen makan siang itu... Jadi si ND ini terkenal dulu suka menyanyikan lagu-lagu sedih (kalo gak salah "gelas-gelas kaca" termasuk lagu hitsnya dia ditahun pertengahan 80an), isinya gak jauh-jauh tentang perlakuan suami yang tidak baik atau apalah... ternyata nasib 2 perkawinannya emang cukup ironis (jika memang bisa disebut ironis, tergantung sudut pandang). Adalagi penyanyi BS yang dulu punya suami WD seorang aktor laga, ternyata perkawinannya juga seperti isi lagu-lagu yang dibawakannya (lirik yg gw inget "pulangkan saja aku pada ibuku, atau ayahku...." :p) kejadian sama dia, atau ada juga artis DRS asal sukabumi yang beken dengan lagu "Tenda Biru", ternyata dia masih belum beruntung dalam menjalani 2 pernikahan seperti lagu sedih yang dinyanyikannya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw iseng aja sih kok tiba-tiba kepikiran ke-3 artis itu... dan nasib ketiga artis itu kok mirip yang dengan cerita dari lagu-lagu yang dinyanyikannya. (FYI dulu jaman si mbah harto konon ada mentri yang melarang peredaran musik-musik sedih...) Gue kok jadi teringat dengan suatu tulisan entah dimana... kalo apa yang kita pikirkan itu seringkali terwujud. Misal kalo ada cewek yang suka berfikir cowoknya suka selingkuh padahal jelas-jelas dia gak pernah selingkuh, cuma karena cemburu buta atau apalah... eh malah beneran kejadian cowoknya selingkuh. Nah kalo kasus ketiga artis ini mungkin agak mirip kali ya... mereka itu kan nyanyinya penuh dengan perasaan, penuh penghayatan dan akhirnya kok kejadian (sedih) yang ada di lagu-lagu yang dibawakan ke kehidupannyata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kepercayaan pada orang jaman dulu (mungkin masih berlaku sampe sekarang) yaitu "Kalo ngomong musti ati-ati takut entar keturutan (kejadian)". Yah nyanyikan sama aja dengan ngomong cuma bedanya udah pake nada-nada biar kedengaran lebih indah... Gue pernah baca cerita di 30 kisah teladan entah nomor berapa, jadi ada cerita ada seorang anak yang pandai dan ingin melanjutkan studi agamanya ke tempat orang-orang pintar akan ilmu agama, sang ibu tidak rela kalo anaknya meninggalkan dia sendirian meski itu untuk menuntut ilmu. Si anak gak mau denger omongan ibunya dia tetep nekat juga mau ke negeri lain untuk menuntut ilmu. Si ibu tersinggung karena ucapannya tidak dihiraukan oleh anaknya, dan kemudian dia berdoa secara spontan (kira-kira) "Ya Tuhan, kembalikan anakku di bawah kakiku dengan perasaan dia penuh penyesalan". Nah si anak kan udah pergi jauh... dia tiba di suatu kampung malam hari, kebetulan waktu itu ada maling, nah orang pada triak-tirak "Maling" ternyata orang-orang sekampung pada nyangka si anak yang mau belajar agama ini yang maling. Si anak mau membela tapi gak bisa karena masa udah keburu emosi. Baru pas udah babak belur di hajar masa, si anak ini bisa meyakinkan kalo dia bukan maling. Terus dia cerita kalo kepergian dia untuk belajar agama memang tidak diridhoi ibunya, akhirnya penduduk yang sudah salah mengira itu minta maaf dan mengantarkan anak yang sudah cacat karena di pukul itu ke rumah ibu-nya... dan saat itulah si anak menyesal karena tidak menghiraukan permintaan ibunya, dan si ibu juga menyesal karena berdoa yang "tidak baik" buat anaknya. Tapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur... yah begitulah cerita bagaimana kekuatan ucapan (doa) bisa merubah nasib orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu jaman gue kecil, gue pernah bikin kesel kedua orang tua gue, terus orang tua gue marah besar sambil nasehatin "Kamu jangan suka buat orang tua marah, kalo orang udah marah takutnya keluar omongan-omongan yang gak pentes!, kalo sampe keturutan kamu bisa celaka". Terus bokap gue cerita "Dikampung, dulu ada tetangga yang namanya pak Fulan, kamu inget gak waktu itu bapak-bapak yang matanya pecak (buta) sebelah nah itu yang namanay pak Fulan. Dulunya dia pernah bikin kesel orang tuanya, terus orang tuanya kelepasan bilang 'entar mata kamu pecak' dan bener akhirnya matanya jadi pecak". Wah kalo inget cerita itu gue jadi serem juga kalo sampe kena sumpah omongan orang yang gak baik buat kita (biasanya kalo kita nyakitin hati orang itu kan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue juga baru nyadar kenapa nyokap gue kalo ngeledek gue kadang gak ngomongin hal yang jelek. Misal gue disuruh ngambilin pisau di dapur sama suatu bahan makanan, cuma karena emang beda pikiran kali ya... gue disuruh ngambilin pisau ya pisau aja yang gue ambilin padahal maksudnya nyokap gue sama bahan makanan juga yang ada disampingnya... Dan terus nyokap gue bilang "Aduh pinter amat sih kamu jadi anak" (baca: duh jadi anak loe gak paham amat sih), dasarnya gue lagi mood becanda, gue bales juga "Makasaih bu, emang anak ibu ini pinter :p". Eh nyokap gue malah ketawa ke arah bokap gue, sambil ngomong "Dasar anak sekarang, disindir malah seneng.... :)". Akhir-akhir ini gue baru nangkep mungkin omongan nyokap gue yang berniat ngeledek gue tapi malah dengan kata-kata pujian mungkin masih terpengaruh dengan pemikiran orang tua dulu yang nasehatin kalo ngomong musti ati-ati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya? silahkan disimpulkan masing-masing... cuma gara-gara berita gosip gak enak artis penyanyi spesialis lagu-lagu sedih... gue kok makin yakin... emang kalo ngomong (atau menyanyikan) musti ati-ati. Pun gue jadi teringat dengan nasehat nyokap gue kalo gue mulai kesel dan bersumpah serapah dengan kata-kata yang jelek, nyokap gue paling bakal bilang "Sama-sama ngomongnya, mending ngomong yang baik-baik aja..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111951513655044904?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111951513655044904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111951513655044904' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111951513655044904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111951513655044904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/gozzip-omongan-p.html' title='Gozzip &amp; Omongan :p'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111950666943767506</id><published>2005-06-23T12:36:00.000+07:00</published><updated>2005-06-23T14:48:19.070+07:00</updated><title type='text'>Masalah HD 200GB</title><content type='html'>Setelah beli HD 200GB ternyata gak bisa langsung di pake, gw kudu update BIOS dulu soalnya BIOS Motherboardnya gak dukung hardisk lebih besar dari 130GB. Setelah BIOS di update masalah belom selesai, ternyata bener apa yang dikata si rudi kalo HD 200GB itu gak ngebaca 60GB bagian terakhir sector HD. Mungkin gue salah bikin partisi OS buat WinXP &amp; Win2K di extended partition, seharusnya di primary partition. Gue pertama cabut dulu HD yang lama, install HD baru dengan Win98 dan no problem, install Win2K &amp; WinXP juga OK. Nah itukan nginstallnya waktu gak ada HD yang lama, rencananya gue mau pindahin data-data dari HD yang lama ke HD baru ternyata bermasalah. Waktu mindahin gue gak pake cara "Copy" tapi langsung "Move" dan berhasil tuh sebagian-data-data gue Move ke HD Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan gue ada 2 HD lama, sebagian data di HD udah dipindah, dan gue mau mindah data dari HD satunya lagi.... alamak kebetulan HD yang satu ini ada OS-nya bisa buat boot-lah, ternyata partisi HD yang 200GB ancur gak kebaca tersisa tinggal Primary partition. Udah deh data-data yang gue pindahin ilang semua.... lemes gue data-data yang bertahun-tahun dikumpulin ilang dalam sekejap, dan itu karena kebodohan gue yang langsung main "Move" gak pake di "Copy" dulu. Untung gue ada program &lt;a href="http://www.runtime.org/" target="_blank"&gt;GetDataBack&lt;/a&gt;, alhamdulillah sebagian data yang sudah ke hapus akibat proses move sebelumnya, bisa diselamatkan sebagian. Emang gak semua bisa recover tapi setidaknya yang lebih baik daripada ilang semuanya kan? Mungkin dari 20GB data yang dipindah, yang selamet sekitar 15GB, itupun sebagian struktur direktorinya dah ancur!... tapi mending lah sebagian masih bisa diselamatkan. Data-data yang ilang itu untungnya bukan data-data program kerjaan gue, tapi installer doang. Meski installer tetep aja penting... soalnya ada aplikasi yang dulu pernah kami buat jalannya pake Tomcat versi 4.0 dan hanya mau jalan kalo JDK-nya versi 1.3.1 kalo di install JDK versi 1.4 yang lebih baru malah gak jalan... aneh? Dan kalo sampe installer-installer itu gak ada, sama ajakan gue gak bisa ngejalanin apa-apa kalo perlu installer itu... yah untungnya data-data installer itu sebagian masih bisa di restore....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ngurusin HD ternyata menguras waktu gue selama 2 hari ini, dan karena gue gak mau waktu gue sia-sia lagi... ya udah deh HD 200GB yang baru itu gak akan diisi dengan OS dulu. Gue cuma mempartisi aja... gak sampe install OS, nah kalo gue partisi bagian terakhir dari HD lebih kecil dari 60GB ternyata kalo di Win2000 gak bisa di format. Ah gue pikir kebetulan, akhirnya gue bagi partisi lagi supaya partisi terkahir HD 200GB ada space sekitar 60GB dan ternyata kedetect sama Win20000 fiuh.... selamet... dari Windows XP gue copy lagu-lagu (sekarang gak berani gue mindah data pake "Move") ke sektor terakhir. Kalo dari Windows XP kebaca dengan sangat jelas data-data itu... Gue restart komputer pake Windows 2000 dan 60GB sektor terakhir memang kebaca, gue coba mainin lagu yang dah disimpen, ternyata kok gak muncul suara-suaranya... apa rusak, apa kenapa? tapi kalo dengerin lagu yang disimpin di sektor yang lain anehnya lancar. Berarti bener apa yang dibaca si rudi, kalo 60GB sektor terakhir dari HD 200GB emang gak kebaca, terus gue iseng pengen liat isi directory-directory lagu yang gue simpen di sektor terakhir, dan menarik ternyata isinya direktorinya tak terduga seperti gambar di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/blog/W2KLast60GB.jpg" alt="Directory" style="margin-left:-10px;padding:0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jelas-jelas di direktori itu cuma ada lagu, gak ada direktori di dalamnya... cuma ada beberapa lagu tapi anehnya kok muncul folder-folder dengan nama gak jelas. Lebih-lebih dengan karakter terlarang untuk nama file/directory spt '*', '/', '\', '?' dst disini malah muncul, malah ada tulisan kaya bahasa pemrograman (C/C++) model-model LOWORD, If/Else FALSE:TRUE, udah gitu tertulis partisinya ada 300GB jelas-jelas HD gue cuma 200GB dan partisinya 60GB kok bisa tertulis 300GB aneh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seetlah liat direktory itu waktu pas booting ulang, si komputer ngedetect kalo ada error di HD gue, terus otomatis di 'chkdsk' dan nama-nama folder berubah jadi nama file terus kalo data-datanya di apus ada file-file yang 'orphan' maksudnya dia di HD tersimpan tapi gak bisa diakses karena gak ada reference untuk ngaksesnya spt nama file, nama folder dll. Terpaksa sektor terakhir itu di format ulang, tentu saja formatnya pake Windows XP gak pake Windows 2000 yang jelas2 gak bisa baca sektor terakhir. Beres di format, gue masuk ke Windows 2000 untuk 'unmount' partisi terakhir itu, jadi nantinya si windows 2000 gak bakal ngedetect partisi hardisik sektor terakhir. Itu dilakukan pake Disk Manager (Start &gt; Control Panel &gt; Administrative Tools &gt; Computer Managament &gt;Disk Management).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh... ternyata percuma juga punya HD gede-gede kalo OS-nya gak dukung... yah terpaksa 60GB terakhir cuma bisa di pake di WindowsXP &amp; Windows 98 (kalo di format dengan FAT32). Padahal kalo gue develop kerjaan lebih suka pake Windows 2000 :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111950666943767506?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111950666943767506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111950666943767506' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111950666943767506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111950666943767506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/masalah-hd-200gb.html' title='Masalah HD 200GB'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111900143617677476</id><published>2005-06-17T16:26:00.000+07:00</published><updated>2005-06-17T16:49:51.866+07:00</updated><title type='text'>Old Stuff</title><content type='html'>Dalam dunia komputer, pergantian teknologi datang dan pergi silih berganti dengan sangat cepat. Tapi tetep aja yang namanya teknologi Floppy Disk dan Operating System DOS tetep aja masih belum tamat juga nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget pertama kenal komputer jaman SMP, tahun 1992an. Disketnya masih yang 5 1/4 inc dengan kapasitas cuma 700KB, udah beredar disket yang kecil 3,5 inc dengan kapasitas 1,4MB. Mungkin diantara perkembangan teknologi yang sangat cepat itu, cuma teknologi disket aja yang masih bertahan sampai sekarang. DOS aja waktu itu baru versi 5... dulu sempat ikut ekskul komputer di smp,yang dipelajari cuma program bikin lingkaran, persegi... katro banget deh beda sama sekarang yang dah ada photoshop, flash... mana jaman dulu belum ada yang namanya mouse!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata teknologi yang udah dirasa ketinggalan jaman masih dibutuhkan manfaatnya. Gue tadi update BIOS mobo gue... dari produsennya dikasih file update yang cuma bisa di jalanin di DOS, yah DOS yang katanya sekarang udah sangat kuno itu. Tanpa DOS gak bakalan gue bisa ngupdate BIOS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue gak inget kapan terakhir pake floppy disk di komputer gue. Yang jelas gue baru tau waku pas mau ngupdate bios, kalo sekarang floppy disk gue dah rusak. Repot juga kalo lagi butuh pake floppy dis, taunya gak bisa dipake. Untung sekarang CD yang Bootable udah banyak... jadi meski gak bisa booting via floppy disk gue masih bisa booting via CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat juga teknologi lama ini ternyata masih ada juga peranannya.... Kapan tukang jual komputer gak akan menyertakan floppy disk dari komputernya ya? 10 tahun 20 tahun lagi? lebih-lebih sekarang harga CD blank dah murah (ada yang cuma 1500 perak), USB Flashdisk yang semakin terjangkau (256MB ~200-300rebu)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111900143617677476?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111900143617677476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111900143617677476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111900143617677476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111900143617677476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/old-stuff.html' title='Old Stuff'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111883670141789994</id><published>2005-06-15T18:41:00.000+07:00</published><updated>2005-06-15T19:49:19.836+07:00</updated><title type='text'>Gambir-Baranang Siang</title><content type='html'>Cabut dari gambir jam 9 mau balik ke bogor. Jam segitu mana ada kereta yang kebogor, tau deh kalo kereta hantu :(. Mau naik bis gak tau musti naik kemana-kemana dulu, kepikiran cari bis ke depok, setau gue musti ke terminal bis senen yang image-nya "menyeramkan" dimata gue. Lagian gue sendiri, gak ada temen... lagian iya kalo ada... setau gue bis juga ada jadwal terakhirnya. Dan kalo dah lewat dari jam 9 kayaknya sih bakalan susah, kecuali naik taksi. Naik taksi... satu-satunya alternatif transportasi yang kepikiran paling cepet, karena gak ada acara ngetem-ngeteman. Lebih aman, karena gak usah gonta-ganti kendaraan umum, lagian gonta-ganti naik kendaraan umum juga penuh resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya tarif taksi mahalnya naudzubillah..., tapi gue pikir daripada gue nyasar di tengah malam di daerah yang gue kenal, atau mati konyol gara-gara preman nekat. Biar deh mahal-mahal dikit, sesekali gak papa deh jadiin pengalaman juga naik taksi dari jakarta ke bogor. Perkiraan mungkin sekitar 70-85rebu lah tarifnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue liat dipangkalan banyak sih taksi, tapi berhubung gue belum tau reputasi taksinya gue mending naik taksi yang sering gue naikin. Akhirnya ada taksi yang lewat gue setop, langsung gue tanya. "Mau ke bogor gak?" "Boleh..." kata supir taksinya. Baru buka pintu dah kena 4 rebu, wah iya gue baru inget tarif taksi dah naik. Untung gue bawa duit lebih kalo gak kan bisa tengsin berat kalo gak bisa bayar taksi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama naik yang kepikiran berapa ya ongkosnya sampe di bogor? gue ngeri aja kalo duitnya gak cukup. Maklum gue gak nyangka kalo bakal gini kejadiannya. Untungnya sopirnya asik buat diajak ngobrol, lama-lama gue agak lupa juga dengan urusan tarif argo. Ngobrolnya macem-macem juga dari urusan presiden, pemilu, koruptor, sampe ke cerita keluarganya sama tetangganya. Hampir selama perjalanan diselingin dengan ngobrol lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol ngalor-ngidul bikin lama perjalanan gak terlalu kerasa lama... cuma kalo lagi keingetan berapa argo yang gue kudu bayar agak "pusing" juga gue :) *takut duitnya gak cukup* Gimana gue gak khawatir, dari gambir lewat merdeka utara, merdeka barat, sampe depan BI aja argonya udah sepuluh rebu.... udah gitu ternyata jalannya masih rada-rada merayap gitu padahal dah jam 9-an. Masuk tol dalam kota yang di gatot subroto dah sekitar 40 rebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang taksinya sempet juga ngobrolin masalah nanem bawang, ketemu uler, diisep pacet, ngalor ngidul lah. Ada juga cerita yang menarik, soal tetangganya yang tajir punya lahan luas di kampung. Tanahnya berapa hekatar dijual-jualin buat biaya anak-anaknya. Emang anaknya jadi orang sukses, dia jadi polisi yang punya pangkat. Cuma gara-gara punya kuasa tu polisi lupa diri apa gimana. Waktu malem-malem dia sama ajudannya main ke bar langganannya, kebetulan wanita penghiburnya yang biasa di pake dia pada habis di booking orang lain.... nah dasar lagi mabok juga, dia emosi waktu dibilang kagak ada cewek yang bisa ngelayanin dia... eh langsung aja pistol yang dibawa di tarik sampe bikin mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar bego, kalo dia lagi pake pakaian dinas mungkin dia masih bisa pake dalih membela diri, lah ini lagi bebas dinas jelas gak bisa lolos dari hukuman. Kalo kata tukang supir yang nyeritaain ya mirip-mirip kasusnya si adiguna sutowo lah... Dah karirnya sebagai perwira polisi tamat disitu... orang tua yang udah abis biaya banyak supaya anaknya bisa jadi polisi yang punya pangkat, kaget langsung shock, stroke and langsung mati di tempat akibat terlalu kaget denger anak kebanggaannya bunuh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup menghibur juga supir ini dalam bercerita, meski bukan akhir cerita yang baik. Dasar orang kere, habis denger cerita mata gue malah liat argo yang dah sampe 80 rebu, waktu itu dah sampe daerah sentul, makin gak konsen aja gue ngobrol ama si supir. Argonya cepet banget seperti speedometernya yang ada di mobil F1 (boong banget sih gue... hiperbola...), yah apa yang mo dikata... emang tarif taksi udah naik sejak beberapa waktu yang lalu. Tapi ya udahlah, gue pikir-pikir gak boleh nyesel naik taksi lagi pula mungkin ini memang rezekinya si supir. Waktu pas ngobrol dia bilang dia narik dari jam 9 pagi, dapet penumpangnya dikit, dah gitu jaraknya deket-deket terus dia bilang "Saya berdoa hari ini mudah-mudahan bisa dapet penumpang jarak jauh biar cepet nutup target, eh taunya mas yang naik taksi ini". Hmm kalo gitu bener-bener rezekinya dia kali yaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas mau sampe pintu tol bogor dah 100 rebu tuh argonya... wah caranya gini gue sampe baranang siang aja deh. Bener pas sampe pintu tol dah 110.000, kalo di itung sama bayar tol, 2x masuk di tol dalam kota &amp; jagorawi habis 2x4000=8000 jadi setidaknya hari itu keluar modal 118.000. Wah setelah kejadian ini gue makin yakin aja, kalo gawe di jakarta jangan balik ke bogor malem-malem... mahal cing! (kalo mau rada aman sih...). Wah entar-entar gue gak mau dah gue balik semalem itu.... Berangkat jam 9 nyampe jam 11 malem kurang.... blah pa lagi kalo gak naik taksi bisa jam berapa gue nyampe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111883670141789994?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111883670141789994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111883670141789994' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111883670141789994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111883670141789994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/gambir-baranang-siang.html' title='Gambir-Baranang Siang'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111864689417046346</id><published>2005-06-13T13:56:00.000+07:00</published><updated>2005-06-13T16:08:53.326+07:00</updated><title type='text'>Praktis &amp; Idealisme</title><content type='html'>Gw lagi seneng... ketemu sumber lagu dan berhasil mendonlot sebagian musik-musiknya &gt;:). Gue berhasil dapetin hampir semua lagu dari album "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Giant_Steps" target="_blank"&gt;Giant Steps&lt;/a&gt;" (1959) punyanya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Coltrane" target="_blank"&gt;John Coltrane&lt;/a&gt;. Ada juga musik-musik dari album beken "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kind_of_Blue" target="_blank"&gt;Kind of Blue&lt;/a&gt;" punyanya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Miles_Davis" target="_blank"&gt;Miles Davis&lt;/a&gt;, dan juga musik-musik Miles Davis bersama quintet-nya seperti musik yang berjudul "Airegin", "It never entered my mind". Asik bisa dapetin musik-musik yang katanya fenomenal lebih-lebih album Kind of Blue itu. Katanya sekarang musik-musik itu udah jadi "Jazz Standard", mungkin juga Mainstream. Dapet juga lagu-lagunya Antonio Carlos Jobim yang terkenal sebagai pencetus musik Bossa Nova (New Wave?).... benar-benar hasil downlotan musik yang sangat jarang ditemukan &amp; didapat :) Jarang-jarang gue bisa dapet donlotan seberuntung ini. Oh iya ngomong-ngomong kedua album itu (Kind of Blue &amp; Giant Step) masuk top &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Rolling_Stone%27s_500_Greatest_Albums_of_All_Time" target="_blank"&gt;list 500 list album terbesar sepanjang masa&lt;/a&gt; menurut Rolling Stone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen juga sih gue punya musik-musik itu yang asli... asli bener bukan asli bajakan :p tapi cari album mereka susah untuk dicari (setidaknya di bogor) kalo ada yang kaset pasti harganya lebih murah, pernah gue nemu toko di suatu mall di bogor yang jual CD impor asli album "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Time_Out_%28album%29" target="_blank"&gt;Time Out&lt;/a&gt;"-nya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dave_Brubeck" target="_blank"&gt;Dave Brubeck&lt;/a&gt; Quartet, harganya alamakk... sampe 150 rebu! gimana bazakan gak laris, duit 7-8 rebu bisa dapet satu CD MP3 yang isinya bisa 110+ lagu!. Yah bagaimanapun emang sebaiknya beli yang asli lah... tapi kalo yang asli juga gak ada yang jual kan susah juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini, musiknya coltrane &amp; davis sering menemani gue di tengah malam di saat gue sedang berasik-asikan dalam urusan debug-mendebug kodingan (huuuh emang ngedebug asik ya?). Kalo denger musik-musik yang lembut model "Naima", "To Young to Go Steady", "Dear Loard", atau "It never entered my mind" wah rasanya... seperti terhanyut oleh musiknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya ngomong-ngomong soal ngedebug, gue ada pengalaman nih dengan Java. Kalo yang pernah koding pake Java pasti tau lah kalo hasil query itu disimpan di variabel objek bertipe interface ResultSet. Nah suatu saat gue pengen ngambil nilai bertime date (pake .getDate("nama_kolom"). Karena ngambilnya pake method getDate pasti returnnya bertipe objek Date (ya iyalah). Nah rencananya gue mau manipulasiin data bertipe Date ini untuk dijadiin bahan buat melakukan query. Nah repotnya ternyata waktu pas mau bikin query itu gue kan harus dapetin data 'tahun','bulan', dan 'tanggal'. Masalahnya waktu pas gue baca JavaDoc, ternyata getYear(), getMonth(), dsb adalah method Deprecated yang ada di objek Date. Karena ditulisnya Deprecated ya gue sebisa mungkin menghindari takut-takut method ini gak bakal ada di JDK versi mendatang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah deprecated di kelas Date, harus ada doong alternatifnya, dan emang ada tapi harus melalui beberapa langkah dengan bantuan kelas Calendar. Gue jadi mikir, gila gue mau melakukan langkah yang sederhana aja musti melakukan banyak hal dulu. Contoh misal gue mau bikin query dari result set yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ResultSet rs = smt.executeQuery(...);&lt;br /&gt;Date d = rs.getDate("tgl_lahir");&lt;br /&gt;String sDate = d.getMonth()+"/"+d.getDate()+"/"+d.getYear();&lt;br /&gt;String newQuery = "SELECT * FROM some_table WHERE tanggal LIKE '"+sDate+"'";&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena di kelas Date udah deprecated, langkah memanggil fungsi getMonth(), getYear(), getDate() harus pake kelas Calendar. maka langkah diatas bisa menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ResultSet rs = smt.executeQuery(...);&lt;br /&gt;Date d = rs.getDate("tgl_lahir");&lt;br /&gt;Calendar cal = Calendar.getInstance();&lt;br /&gt;cal.setTime(d);&lt;br /&gt;String sDate = cal.get(Calendar.MONTH)+"/"cal.get(Calendar.DAY_OF_MONTH)+"/"+cal.get(Calendar.YEAR);&lt;br /&gt;String newQuery = "SELECT * FROM some_table WHERE tanggal LIKE '"+sDate+"'";&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mana yang lebih praktis? cari pertama atau kedua? jelas cara pertama lebih praktis! tapi apakah cara kedua yang tidak praktis itu tidak berguna? justru berguna lebih-lebih bagi pengguna yang tidak menganut sistem kalender yang umum seperti masehi sekarang ini. Btw gue agak surprise juga kok Tomcat gak nampilin pesan error, padahal gue import java.util.Date dan java.sql.Date waktu pas declare var obj Date tidak secara lengkap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ngomongin contoh date coba kalo gue hidup di mana sistem penanggalan menggunakan tahun masehi jelas penggunaan fungsi getDate(), getMonth(), getYear() dkk lebih praktis. Tapi bagiamana jika kita hidup di sistem yang tidak menggunakan penanggalan masehi seperti kalender Cina, Jepang, Islam, Jawa cara penggunaan Calendar tentu lebih masuk akal meski tidak praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue kadang jadi kepikiran sebenarnya lebih baik memikirkan Kepraktisan atau Idealisme? Masih berkaitan dengan Java, sepertinya bahasa Java di ciptakan oleh orang yang memegang teguh konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming), setidaknya menurut pendapat gue sih. Bahasa Java dibuat dengan sintaks yang mirip dengan bahasa C,C++ dan menghilangkan beberapa konsep-konsep tertentu. Menghilangkan konsep pointer tentu ide yang baik, lebih-lebih JVM memiliki konsep Garbage Collection yang lebih memudahkan programmer berfokus pada program yang di buatnya daripada memikirkan masalah penanganan memory, hardware dan hal-hal "kasar" lainnya. Tapi disisi yang lain sepertinya konsep yang OOP banget membuat konsep yang bermanfaat tidak ikut dibawa dalam bahasa Java. Contoh, sejak jaman jebot bahasa C,C++ memiliki konsep enumeration, kenapa ini gak diterapkan sejak awal di Java? para programmer dipaksa membuat suatu "konstanta" secara manual seperti dengan mendekalarasikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public static int NAMA_KONSTANTA_1 = 1;&lt;br /&gt;public static int NAMA_KONSTANTA_2 = 2;&lt;br /&gt;dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal kalo dengan enumeration, paling 'cuma' declare nama-nama konstanta saja. Udah gitu java kayaknya gak menyerap konsep template yang sebelumnya udah ada di C++. Berpegang teguh pada konsep OOP dimana suatu superclass selalu bisa menyimpan semua subclass-nya membuat programmer harus selalu melakukan casting setiap mau memanfaatkannya. Contoh Framework Collectionnya si Java model-model HashMap, TreeMap, LinkedList, Vector dsb. Kita buat variabel objek bertipe Object, nanti untuk Subclass itu disimpak ke kelas Object (Di java, semua kelas adalah subclass dari kelas Object). Ketika akan mengakses data-datanya kita harus selalu melakukan casting dengan tipe subclass itu, kadang kerjaan seperti ini bisa menyebalkan lhoo. Kayaknya baru di Java 5 (JDK 1.5) ini pembuatnya 'insyaf' untuk memasukan konsep enumeration dan konsep Template, waktu yang cukup lama mengadopsi teknologi yang jelas-jelas sudah ada puluhan tahun sebelumnya (teknologi tahun70,80,90-an?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya ada juga nih contoh, kalo di php kita mau dapetin suatu digest dengan algoritma MD5 kita cukup panggil fungsi (kalo gak salah) $digest = MD5($str); kalo di Java wah bisa berapa kelas tuh dibutuhin cuma buat dapetin nilai digest. Gak salah sih kalo harus berlangkah-langkah, karena memang pada prinsipnya konsep Object Oriented itu membuat suatu Object sebaiknya berdasarkan "tujuan utama" object... Karena object string berguna untuk memanipulasi string makanya mereka gak memasukan fungsi md5 yang merupakan fungsi yang berkaitan dengan security ke kelas String.... ya emang seharusnya kebisaan make PHP yang serba praktis jangan dibawa ke Java yang serba "Object Oriented" (yang kadang boleh jadi tidak praktis, tapi secara konsep OOP OK punya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue kadang kepikiran hal itu juga terjadi di alam nyata dalam hubungan antar manusia... Apakah memang segala sesuatu harus selalu berpegang teguh pada suatu prinsip atau berpegang teguh pada azas kepraktisan (pragmatisme?). Yah semuanya memang kembali kepada selera dan keyakinan sih... Kalo sekedar urusan bahasa pemrograman itu beda soal kepraktisan &amp; idealisme mah tergantung kebutuhan, tapi kalo urusan keyakinan &amp; prinsip hidup seperti menjalankan ajaran agama sesuai prinsip agama atau pragmatisme dalam beribadah di pertentangkan, gimana jadinya ya? bisa hancur tatanan sosial?, perang? kejahatan merajalela? dll?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gimana ya proporsi antara soal "Prinsip/Idealisme" vs "Kepraktisan"....?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111864689417046346?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111864689417046346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111864689417046346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111864689417046346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111864689417046346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/praktis-idealisme.html' title='Praktis &amp; Idealisme'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111803981454633425</id><published>2005-06-06T13:20:00.000+07:00</published><updated>2005-06-06T18:06:04.546+07:00</updated><title type='text'>HD 200GB &amp; 'Jodoh' AA Navis</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/blog/Seagate200GB.jpg" alt="Seagate 200GB" align="left" style="margin:7px;"&gt;Hari sabtu kemarin gue jadi juga beli HD yang sempat ketunda akibat duitnya udah abis dulu sebelum sempat di beliin HD :). Gila gak tuh gue beli HD yang kapasitasnya gede-gede, buat apa coba? emang sih gue juga belum kepikiran space sebanyak itu buat apa?. Tapi gue pikir-pikir HD yang kapasitasnya gede lebih murah ketimbang yang lebih kecil. Gue kemarin tanya HD yang 160GB harganya bervariasi dari 880rb-980rb. Sedangkan yang 200GB harganya sekitar 1,08jt. Dipikir-pikir harga per GB jauh lebih murah beli yang 200GB kan? soal mau dipake buat apa kapasitas segede itu... itu mah urusan entar aja yang jelas HD gue yang sekarang aja space-nya sudah kritis. segitu HD gue kapasitasnya 120GB sama 40GB (total 160GB) jadi ya kayaknya emang harus beli yang gede sekalian. Ternyata si rudi199 punya cerita lain lagi, dia udah punya 200GB, sekarang mo beli lagi yang segede 200GB maklum diakan bandar anime di kampus yang selalu aktif setiap hari, ternyata 200GB itu kecil bung! gue rasa entar 400GB juga kurang buat dia (kalo dia masih hobi donlot anime :p). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan punya HD yang kapasitasnya gede yang pasti ada lebih banyak ruang buat kita untuk menyimpan file-file. Mulai dari file musik, film, ebook, juga installer-installer yang sekarang ini sangat makan space. Game-game sekarang mah butuh free spacenya udah bukan ratusan MB tapi udah ada yang butuh sampe 1GB lebih... Udah gitu kalo punya HD yang kapasitasnya gede gue bebas buat nginstall Encarta Reference 2005 yang makan space sampe 2-3 GB jadi gue gak perlu repot-repot musti masukin CD itu. Sebenernya kalo Wikipedia ngeluarin CD kayak Microsoft Encarta pasti bakal lebih asik tuh, soalnya isinya Wikipedia lebih banyak, lebih update, kadang lebih detail, cuma memang kalo urusan media dia agak minim, karena gratisan dia gak mau pasang media (photo, musik, video) yang license, beda sama Encarta yang emang modal beli license media. Jadinya medianya lumayan banyak, kita jadi bisa denger excerpt suatu musik, video dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HD 200GB yang gue beli ternyata tidak sepenuhnya bisa langsung pake, ternyata di komputer gue gak kedetect. Konyol!. Gue jadi teringat di suatu milis ada temen yang nyari HD 20GB, orang-orang pada nasehatin ngapain beli HD yang kapasitasnya segitu, lagipula yang kapasitasnya gede udah lebih murah. Ternyata alasannya sederhana, komputernya itu komputer lama, dia gak bisa ngenalin HD yang kapasitasnya lebih dari 20 GB. Dan sepertinya gue mengalami hampir hal yang sama nih, beruntung HD gue masih kedetect, tapi sayangnya cuma kedetect 130GB, Ah tidakk!. (ya setidaknya masih untung kedetect!) Gue disaranin temen buat cari update bios atau pake software tertentu, kalo semua itu gak bisa terpaksa gue harus beli Motherboard baru. Kalo musti ganti motherboard baru mending gue beli PC baru sekalian!. Gue sempet tanya-tanya berapa harga setiap komponen yang gue cari, rata-rata masih mahal. AMD 64 3000+ masih 1,3jt, motherboardnya mungkin sekitar 1,3jt, AGP NVidia 6600 (bukan GT) masih 1,3jt, memori 256MB PC3200 sekitar 400rb. Kalo gue anggap aja komponen itu harganya 1,5 berarti gue musti keluar 3x1,5 = 4,5jt. Terus gue pengen beli Memori 512 (2x256) berarti sekitar 800 rebu total diatas 5jt belum beli casing PC yang baru.... Aduh untuk sekarang mana ada gue alokasi dana segitu :( Semoga update BIOS-nya ada, maklum PC keluaran 2001 mah itungannya udah agak 'tua' :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tadi gue minta bantuan &amp; ngobrol dengan rudi199, ternyata HD dengan kapasitas gede punya konsekuensi tersendiri. Kata dia kalo HD yang berkapasitas diatas 128GB, dalam satu hardisk jika kita partisi lebih dari 128GB sektor selanjutnya gak akan di baca oleh Windows 2000, tapi Windows XP masih tetep bisa baca. Jadi kalo kita nyimpen file atau mau baca file di bagian sector yang belakang gak bisa kebaca (katanya sih... gue sendiri belom nyobain). Hmm... ternyata terlalu banyak seluk beluk yang harus diperhatikan kalo beli HD dengan ukuran extra besar. :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya waktu pas gue beli HD ini kan tadinya mau beli di MP yang jadi langganan gue, cuma kayaknya sekarang MP dah gak jualan komponen secara eceran, maksudnya kalo kaya gue beli HD doang gak akan dilayanin. Dia mau ngelayanin kalo mo beli PC jadi belinya ya gak cuma satu komponen, jadi beli Prosesor, sekaligus Mobo, Graphic Card dll. Sayang juga sih, soalnya si engkohnya lumayan baik (kata temen-temen gue yang jadi langganannya juga). Gue dulu beli HD garansi 2 tahun selama 2 tahun HD gue rusak 2x dan dua kali ganti baru :). Padahal harusnya sih diperbaiki, bukan di ganti. Gitu juga dengan CD-ROM yang ngadat, harusnya cuma di perbaikin, tapi malah di tuker dengan yang baru padahal gue dah make 6 bulan :p. Pokoknya urusan komplain dia gak rese, gak mempersulit (gak tau deh kalo sekarang). Tapi ya itu... dia sekarang dah gak melayani pembelian ketengan, soalnya yang komplain-komplain suka gak jelas. Katanya dia ada yang komplain, bilang komputernya gak idup gara-gara HD-nya rusak pas HDnya di benerin ternyata yang rusak bukan HD-nya tapi memorinya, dan aneka cerita lainnya intinya terlalu banyak kemungkinan yang menyebabkan suatu komputer gak berfungsi dengan normal. Malah ada yang konyol kata si engkoh, ada yang masang pin prosesor ke socket terbalik, akibatnya pin-pin prosesornya pada patah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk... masih sibuk BT gue disuruh bikin dokumentasi manual penggunaan... fuihhh mending gue semaleman ngerjain koding daripada sejam bikin dokumentasi. Males deh. Gara-gara itu gue jadi makin sering tidur malem (diatas jam 2+ AM) :(( mana bentar lagi mo testing, ada juga deadline minggu depan aduh pusing gue urusan partisi HD yang baru belum kelar kerjaan yang lain juga harus dipikirin... tapi sejauh ini gue masih bisa enjoy tau kalo sering-sering kayak gini (moga enggak!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara tadi malem gak bisa tidur cepet (akibat keseringan begadang) gue iseng-iseng baca buku cerpennya AA Navis yang berjudul 'Jodoh' yang ditulis dia tahun 1975. Cuplikan bagian terakhirnya seperti ini (buat yang belum baca 'warning' ini spoiler!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;...&lt;br /&gt; Karena seni hidup bukanlah perhitungan eksak, melainkan dengan upaya penyesuaian diri pada iklim yang membentuk masyarakat. Dan Idealisme masa perjaka ternyata suatu utopia semata, yaitu idealisme yang membius orang-orang yang tidak punya beban hidup keluarga. Idealisme seorang laki-laki yang telah menjadi suami dan menjadi seorang ayah, ialah idealisme yang abadi, yakni bagaimana caranya membahagiakan istri dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan kalau Badri sesekali membaca surat kabar yang mengisahkan perjuangan orang-orang muda dalam mencapai cita-citanya, cepat-cepat ia melipat surat kabar itu dan meletakannya di rak kertas-kertas tua, yang nanti akan diloakkan mertuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang, Agustus 1975&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Cerpen AA Navis yang berjudul 'Jodoh' menurut gue adalah salah satu dari sedikit cerpennya yang berakhir dengan 'bahagia', kebayakan cerpen yang dia buat seringkali tokoh-tokohnya berakhir dengan tragedi (agak males juga sih gue baca yang tragedi-tragedi... hidup gue udah 'susah' kok musti ditambah dengan baca cerita-cerita tragedi). Contoh cerita tragedi yang juga jadi 'masterpiece'-nya AA Navis apalagi kalo bukan cerpen "Robohnya Surau Kami" yang dijadikan bahan pelajaran bahasa indonesia di sekolah menengah dulu... ada yang masih inget? :) Tapi pria asal minang ini cukup enak juga memnuturkan cerita melalui gaya bahasa yang mudah dimengerti, kadang diselingi juga dengan humor... yaaaa meski akhir ceritanya kadang harus berakhir dengan tragedi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener gak tuh apa katanya sastrawan AA Navis itu ya? mungkin itulah misteri hidup yang harus dipecahkan sendiri oleh masing-masing manusia, utamanya kaum lelaki :) Bagaimana dengan bersikap realistis? manusia juga tidak akan pernah bisa lepas dari realita kan? Bersikap realistis gak bisa di bilang salah juga kan? (Seperti gak mau berjodoh dulu sebelum punya penghasilan minimal sekian-sekian, harus jadi pegawai tetap dsb, kalo temen gue bilang nunggu bisa beli Harley dulu (tuh anak masih gak ya mikir kayak gitu?). Mungkin banyak laki-laki yang berfikir 'terlalu realistis' (gue gak tau gue termasuk golongan ini apa enggak? :p) yang akhirnya gak mau menyegerakan untuk berjodoh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni hidup bukanlah perhitungan eksak...?&lt;br /&gt;don't know lah... yang gue pikirin sekarang gimana caranya HD gue bisa kedetect dan bisa berfungsi normal ... mungkin itulah seni hidup dengan perhitungan eksak :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111803981454633425?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111803981454633425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111803981454633425' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111803981454633425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111803981454633425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/06/hd-200gb-jodoh-aa-navis.html' title='HD 200GB &amp; &apos;Jodoh&apos; AA Navis'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111718520991181772</id><published>2005-05-27T13:00:00.000+07:00</published><updated>2005-05-27T16:22:20.036+07:00</updated><title type='text'>K-Lonx</title><content type='html'>Selama seminggu ini hidup gue makin mirip kalong alias kelelawar yang beraktifitas di malam hari dan baru istirahat di siang hari. Beberapa hari terakhir ini gw tidur selalu di atas jam 3 pagi, kemarinnya malah baru jam 7 pagi. Sekarang masih ngantuk nih... *gak nyambung* penurunan level kenyamanan dalam bekerja... biasa pake PHP yang selalu mengubah parameter otomatis menjadi variabel. Sekarang harus memperhatikan tipe variabel dan selalu memanggil request.getParameter("nama_variabel"); masih lebih praktis dengan $_GET["nama_variabel"]. Belum lagi setiap nilai parameter non string harus diubah dulu spt dengan Integer.parseInt(request.getParameter("nama_variabel")); dll. But it's ok.... Jadi pengen bertanya-tanya kenapa teknologi ini cukup populer (padahal level kenyamanannya.. fiuhhh... jauh dari PHP).&lt;br /&gt;Yang jelas bulan depan akan 'sibuk' atau 'sangat tidak' sibuk sekali alias jobless atawa pengangguran... Kedua pilihan itu membuat gue 'mungkin' akan membuat gue membiarkan blog ini mlompong tidak terupdate untuk batas waktu yang tidak bisa di tentukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~masih-ngantuk:(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111718520991181772?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111718520991181772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111718520991181772' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111718520991181772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111718520991181772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/05/k-lonx.html' title='K-Lonx'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111640372149224958</id><published>2005-05-18T14:52:00.000+07:00</published><updated>2005-05-19T10:36:17.613+07:00</updated><title type='text'>Para Perokok</title><content type='html'>Tau gak apa yang nyebelin kalo naik kendaraan umum? Selain pelayanan yang buruk ada yang gak kalah menyebalkan adalah kelakuan sebagian (gak semua) penumpangnya!. Cukup banyak kelakuan para penumpang yang nyebelin penumpang lain seperti meludah sembarangan, kadang juga suka muntah sembarang tapi itu gak terlalu sering gue temui, dan ada hal yang umum tapi cukup menganggu yang asap yang dihasilkan oleh para perokok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian perokok yang seenaknya ngerokok di dalam kendaraan umum model kereta api, bis, atau angkot. Gue gak suka deket-deket dengan mereka bukan gue sebel sama orangnya tapi gue gak tahan dengan asap rokok yang di keluarkan dari hidung dan mulutnya. Gue gak tau mereka itu sadar apa enggak kalo perbuatan mereka merokok di tempat umum seperti di dalam kendaraan umum itu merugikan sebagian orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gue deket-deket dengan orang yang ngerokok gue terpaksa menahan napas lebih lama, soalnya gak mau sering-sering menghirup asap rokok yang gak enak itu. Asap rokok itu kalo kena mata gue bikin mata gue perih, kalo kena kulit gue asapnya bikin kulit terasa kering. Kalo terhirup bikin gue pengen batuk-batuk karena gak tahannya dengan asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue gak tau para perokok itu sebenernya sadar apa enggak kalo aktifitasnya merokok itu telah "mengganggu ketentraman" orang lain yang ada di dekatnya. Memang benar kegiatan merokok itu hak setiap manusia, hak manusia mendapatkan kenikmatan dari asap rokok yang di hisapnya... tapi seringkali hak yang menguntungkan pribadi yang menghisap asap rokok ini tak jarang malah merugikan orang di sekitarnya yang cuma kebagian asapnya doang. Hak adalah hak, namun jika hak itu sampai merugikan manusia di sekitarnya maka sudah sepatutnya para perokok itu tahu diri waktu dan tempat bagi mereka untuk melakukan aktifitas merokoknya supaya tidak menimbulkan kerugian bagi orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada yang ngerokok di deket gue, gue emang gak pernah negur tapi gue biasanya mengibas-ngibaskan tangan gue untuk menghalau asap yang deket-deket gue, yah siapa tau yang ngerokoknya sadar, sayangnya cara ini banyakan gak efektif. Kalo yang ngerokok masih gak sadar biasanya gue pura-pura batuk biasanya sih kalo yang ngerti ya matiin rokoknya, tapi kalo yang enggak ya tetep cuek nerusin ngerokoknya. Kalo gue lagi sebel gue pasang muka sebel sambil ngelirik sinis... siapa tau mereka sadar ternyata emang banyak yang gak sadar, tapi kalo di perhatiin kadang mereka agak ragu juga pengen matiin rokoknya, mungkin pikir dia "tanggung nih rokok kalo gak di abisin jadi ya udah deh terusin aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maunya gue sih gue tegur, tapi gue males kalo yang ditegurnya malah bales lebih galak, gue gak mau ribut-ribut di tempat umum lagi pula sering kali yang ngerokok itu bisa lebih dari satu orang dan tersebar di segala penjuru ruangan (bisa ruangan gerbong, bis atau angkot) jadi kalo gue negur satu orang dan gak negur yang lainnya entar di sangkanya gue sentimen sama satu orang padahal gue males kalo udah ngasih tau musti ngasih tau lagi... melakukan pekerjaan yang berulang-ulang itu membosankan!. Temen gue dulu suka sebel sama angkot soalnya kebanyakan mereka seenaknya sendiri bawa kendaraannya... nah temen gue ini demennya nyela atau adu mulut tiap ketemu supir yang dianggap gak tau diri bawa angkotnya... sekarang gue jarang liat dia suka adu mulut dengan supir, pas gue tanya kenapa alasannya ternyata dia udah bosen berantem dengan supir angkot mulu! jadi ya udah jadi orang masa bodo aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sekarang emang gak suka terlalu deket-deket dengan orang yang ngerokok gue gak suka kalo asap rokoknya itu kena gue. Kalo ada orang mau ngerokok deket gue sih sebenerbya gak papa aja yang penting asepnya di jaga jangan sampe kena gue (masalahnya justru itu, gak mungkin bisa memastikan asapnya gak kena gue!). Ironisnya gue dulu sempet juga lho "belajar" ngerokok. Pengalaman pertama waktu gue masih SD, berhubung gak punya duit yang cukup gue sama temen main gue waktu itu sempet patungan beli Rokok Daun Kaung (atau Kawung?). Harganya jauh banget dengan rokok pabrik, dulu waktu harga satu batangnya masih di bawah 100 perak perbatang, harga rokok daun kaung beberapa batang bisa dapet seplastik kecil yang isinya bisa banyak. Kayaknya sekarang dah gak ada lagi orang yang jual rokok daun kaung, soalnya ini rokok produk jaman jebot, harap maklum besar kemungkinan karena konsumennya yang udah gak ada lagi. Soalnya jaman gue masih kecil yang ngerokok daun kawung ini biasanya aki-aki (aki=kakek-kakek dlm bahasa sunda), yah sama lah kayak kebiasaan nyirih yang gak gue temui di jaman sekarang, karena yang biasanya nyirih ya nenek-nenek, kalo mereka-mereka sudah wafat ya otomatis udah gak ada lagi konsumennya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman SMA pernah juga coba-coba ngerokok, soalnya waktu pas nonton konser sponsornya rokok, jadi setiap yang beli tiket konser dapet bonus rokok, yah dipikir-pikir sayang kalo gak dimanfaatin jadi ya udah di coba aja diisep rokok yang di kasih sponsor. Kebetulan acara konsernya malem-malem, eh pas paginya dada gue sesak kayak gak bisa nafas, mau mati rasanya waktu itu. Gue kira itu ada hubungannya dengan rokok yang gue isep sebelumnya, ah tapi itu mungkin kebetulan. Di lain kesempatan gue juga coba-coba belajar ngerokok lagi dan ternyata paginya gue sesak nafas semenjak itu gue yakin sesak nafasnya kemungkinan besar gara-gara rokok yang gue isep yang bikin gue sesak nafas. Semenjak itu gue berusaha untuk gak coba-coba ngerokok, males banget kalo tiap pagi musti sesak nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman baru ngerasain kerja, temen satu ruangan gue hobinya ngerokok, katanya gak bisa berfikir maksimal kalo gak ngerokok (emang ngaruh ya?)... baru saat itu gue sadar kalo gue ternyata gak suka dengan asap rokok padahal dulunya sempet "belajar" ngerokok, dan semenjak saat itu gue jauh-jauh deh kalo temen gue mulai nyundut rokoknya, males gue kalo asepnya kena badan gue bisa bau baju gue kena asep rokok, mata kering perih, kulit jadi keriput dll, gue benci asap rokok! (asap dari kendaraan, pabrik, atau bakar sampah juga gak gue suka sih :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untunglah sekarang ada Pemda (DKI?) yang sudah menerapkan larangan merokok di tempat publik, dan juga mereka akan menyediakan ruangan khusus buat para perokok, sukurlah... mudah-mudahan Pemda-Pemda yang lain mengikuti langkah ini, tapi yang terpenting sih pelaksanaan peraturan itu sendiri... percuma aja kan bikin peraturan kalo cuma buat dilangar? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pemerintah dan instasi2 sekarang sudah ada yang menyiapkan ruang khusus perokok? soalnya gue udah ngerasain gak enaknya satu ruangan dengan orang yang asep rokoknya kena badan gue. Karena para perokok berhak untuk merokok, maka sebaiknya ya memang dibuatkan ruangan khusus perokok karena mereka juga berhak mendapatkan kenyamanan dari merokok sepertihalnya orang yang tidak merokok mendapatkan kenyamanan dari bebasnya asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah sangka kalo gue bener-bener benci sama para perokok, gue gak benci sama orang-orangnya tapi sama asap-asapnya itu. Temen-temen gue yang ngerokok sejauh ini banyak yang asik-asik aja gak ada yang rese apalagi maksa-maksain gue untuk ngerokok kayak mereka, justru kebanyakan mereka malah melarang gue untuk ngerokok, "jangan ngerokok tar takut ketagihan,loe bakal susah berhentinya kalo udah kecanduan kayak gue ini" begitu kata temen gue yang hobi ngerokok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berhubungan dengan rokok, konon katanya pemerintah akan menambahkan definisi rakyat miskin dengan kemampuan membeli rokok dan berjudi. Logika sederhananya kalo orang bisa merokok masak mereka gak bisa beli beras? jadi nantinya hanya orang-orang yang benar-benar miskin lah yang boleh mendapatkan jatah beras miskin, dan kalo syarat tambahan itu benar maka para perokok &amp; pajudi yang hidup dalam kemiskinan di harapkan bisa menghentikan kebiasannya mereka (tapi siapa sih yang tau?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga kalo melihat hidup ini, yang baru belajar ngerokok biasanya suka bilang kalo rasa rokok itu pahit gak enak, tapi bagi yang sudah ketagihan kalo gak ngerokok sehari katanya mulut terasa pahit gak enak. mana yang bener? :p.&lt;br /&gt;Yang benar adalah merokok bisa menyebabkan gangguan ekonomi (harga rokrok mahal man!), tubuh menjadi tidak sehat (kata pak &amp; bu dokter dan pemerintah lho...) dan yang juga benar adalah para perokok adalah "pahlawan tanpa tanda jasa" lho kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal tau aja cukai (pajak?) rokok di indonesia itu jumlahnya mencapai 40%, jumlah yang tidak sedikit, bandingkan dengan pajak-pajak yang lain yang biasanya sekitar 10% seperti PPN dll. Jadi sebenernya pemerintah menikmati keuntungan yang sangat besar dari industri rokok, tapi gue gak tau kemana tuh duit larinya? nyatanya kalo orang sekolah masih bayar dengan mahal atau kalo sakit tetep aja bayar mahal juga. Sayangnya membeli rokok itu gak ada asuransi kesehatan seperti asuransi perjalana yang di dapet kalo kita beli tiket bis, kereta atau pesawat. Mudah-mudahan jasa para perokok sebagai pembayar pajak (tidak langsung) yang baik ini digunakan untuk pembangunan negara bukan untuk pembangunan kesejahteraan para pejabat korup yang ngembat duit pajak buat menghidupi anak istri dan gundik-gundiknya... (emang sih gue gak punya buktinya, tapi kayaknya udah jadi rahasia umum kan kalo uang pajak di tilep sama orang yang punya kuasa?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung para perokok juga sudah membangun perekonomian bangsa lho, tidak sedikit orang-orang indonesia yang di pekerjakan sebagai buruh pabrik rokok yang jumlahnya bisa mencapai ribuan (atau lebih?). Kalo sampe pabrik rokok di tutup, maka pemerintah tidak akan punya pendapatan dari cukai yang 40% itu dan buruh-buruh pabrik juga akan kehilangan pekerjaan akibatnya akan semakin banyaklah penganggur di negeri ini, kalo banyak orang yang ngaggur maka akan makin banyak orang yang lapar. Kalo kata seorang kandidat capres dalam suatu debat capres tahun lalu yang mengatakan "Hungry Man is Angry Man", kalo para penganggur itu lapar jika mereka marah bisa-bisa mereka nekat jadi penjahat... mau orang indonesia isinya penjahat semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya jangan lupa juga lho banyak acara-acara yang di sponsori oleh produsen rokok. Kalo main ke acara konser (misal konser musik atau apa aja) perhatiin deh sponsornya biasanya gak jauh-jauh dari rokok. Terus acara sepakbola liga indonesia yang sekarang siapa sponsornya? gak dikit dari perusahaan rokok. Malah kalo gue liat banyakan memang produsen rokok yang niat banget mensponsori acara olah raga model-model sepak bola. Katanya nih (gue jg gak tau) kalo loe pencinta acara bola, maka tinggal di Indonesia adalah berkah soalnya liga-liga sepakbola top eropa bisa kita saksiin dengan gratis di TV-TV indonesia. Katanya kalo tinggal di eropa malah gak bisa liat liga-liga negara lainnya selain liga negaranya sendiri, kalo mau liat negara lain musti bayar... di Indonesia kita bebas nonton aneka macam liga mulai dari inggris, itali atau champion dengan gratis!, dan semua itu kebanyakan di sponsori oleh produsen rokok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RCTI merupakan salah satu stasiun TV yang pernah merasakan ruginya nayangin pertandingan sepakbola. Kata temen gue, waktu pas acara piala dunia tahun 2002 RCTI jadi satu-satunya TV yang punya hak nayangin acara ini. Beda waktu Indonesia dengan Jepang-Korea kan paling cuma beberapa jam, nah kalo ada pertandingan langsung bisanya kan malem atau sore. Kalo ada tanding sore hari langsung disana di tayangin di Indonesia sekitar jam 1 siang. Berhubung di Indonesia baru ada peraturan baru kalo iklan rokok hanya boleh tayang kalo udah malem-malem makanya gak ada produsen rokok yang mau sponsorin acara ini, akhirnya yang sponsorin minuman berenergi. Dan gara-gara gak ada sponsor dari produsen rokok RCTI rugi bandar tuh alias tekor beli hak siar eksklusif piala dunia 2002. makan pas sesi kompetisi selanjutnya dia gak sanggup beli hak siar liga itali, akhirnya nayangin liga 'cuma' jerman yang harganya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya gue juga susah kalo mo menyalahkan para perokok yang masih doyan ngerokok... bagaimanapun secara tidak langsung mereka telah berjasa pada bangsa ini (ya... secara tidak langsung...). Jadi mungkin semuanya itu berpulang kembali ke hati nurani para perokok supaya jangan sampai kenikmatan yang mereka dapatkan dari merokok mengganggu orang disekitarnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111640372149224958?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111640372149224958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111640372149224958' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111640372149224958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111640372149224958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/05/para-perokok.html' title='Para Perokok'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111580889665230782</id><published>2005-05-11T17:46:00.000+07:00</published><updated>2005-05-11T17:54:57.140+07:00</updated><title type='text'>Keren!</title><content type='html'>Ini nih baru kamera Digital SLR!, Kayaknya keren...&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/blog/eos350d-allroundview-001.jpg" title="Canon EOS 350D/Digital Rebel XT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pas ke mangdu, gue sempet nanya ke toko yang jual nih barang... dan harganya masih diatas 10jt... so mending gue ngimpi aje deh punya Digital Rebel XT (a.k.a. Canon EOS 350D).... bikin ngiler tapi harganya itu lho yang gak tuuuuuahaaaannn.... :( *kalo gue potograper propesional, mungkin gue bakal bela-belain dah... sayang bukan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;potograper-amatir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111580889665230782?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.dpreview.com/reviews/canoneos350d/' title='Keren!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111580889665230782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111580889665230782' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111580889665230782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111580889665230782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/05/keren.html' title='Keren!'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111571278984776484</id><published>2005-05-10T14:07:00.000+07:00</published><updated>2005-05-10T15:59:28.283+07:00</updated><title type='text'>Cerobohnya Gue....</title><content type='html'>Hari minggu waktu yang tepat untuk bersantai... Minggu siang gue putusin untuk main ke sebuah pusat perbelanjaan di bogor yang di bangun di bekas asrama mahasiswa. Tempat ini sebenernya udah lama berdiri, cuma dasar gue gak terlalu hobi main ke mal *maklum kaum proletar :p*, kalo gak ada perlu ya males main, jadi setelah beberapa tahun berdiri, baru sekarang gue main ke tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat nyokap gue nanya ke gue, "Mau kemana?" seenaknya aja gue bilang, "Biasa mau makan angin...". Perjalanan lancar-lancar aja, tempatnya lumayan menarik... alasan gue main ke tempat ini satu mau liat-liat buku. Wah hampir aja gue keluar duit untuk beli seabrek buku... tapi berhubung gue inget gue mau beli HD jadi dengan terpaksa gue putuskan untuk gak beli sama sekali buku dari toko itu... gue agak gondok waktu liat harga buku "Life of Pi" yang 48 rebu, sedangkan gue beli waktu itu sampe 55 rebu, aneh masak bisa jauh gitu sih bedanya padahal nama tokonya sama-sama gramed, sama-sama di kota bogor dan jaraknya antar kedua toko gak lebih dari 5 kilo kok bisa beda jauh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah sudahlah memang waktunya untuk bersabar untuk gak beli buku, tadinya gue pengen mampir ke toko gramed yang lain, tapi berhubung udah sore dan terlihat mendung... udah mending gue balik aja... dan ternyata mulai rintik hujan turun dari langit, makin lama makin lebat... gue masukin HP dari kantong celana ke tas yang gue bawa. Dan gak tau kenapa waktu itu gue kok males banget ngebungkus HP gue dengan kantong plastik kresek untuk jaga-jaga takutnya kalo air hujan masih rembes ke dalam tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau kenapa kok gue bisa males banget memasukan HP ke dalam plastik, benar-benar suatu kecerobohan. Dasarnya gue males nungguin hujan dan males juga pake jas hujan... gue gak peduli kalo hujan makin deras... gue tembus juga hujan deras dengan motor yang gue pake. Makin lama hujan malah semakin lebat.... dan waktu di tengah jalan gue ngerasa HP gue bergetar tersus kayak ada yang nelpon. Ah peduli amat hujan-hujan gini gue susah kalo musti jawab gue biarin aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibiarin kok getaran dari HP gak berenti-berhenti... wah gawat jangan-jangan HP gue ke masukan air. Setelah sampe rumah HP masih bergetar terus, gue cabut batre HP supaya HP-nya berhenti bergetar. Dan tentu saja HP berhenti bergetar setelah gak ada lagi batere di dalamnya. Parah... air sudah masuk sampe ke batre deket-deket tempat SIM Card, dan gue juga yakin pasti air hujan juga udah masuk lewat tuts nomor-nomor. Duh bego-nya gue akibat ceroboh gini deh... HP jadi korban air hujan... coba kalo gue ngiyup dulu gak maksain bawa motor di tengah hujan lebat, atau sekedar melapisi HP gue dengan plastik, tentu gak bakal deh ada kejadian konyol yang bikin HP   gue mati... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gue sempet nyeletuk... "Kamu sih... ditanya baik-baik mau kemana... jawabnya malah seenaknya... mau cari angin...". "Ya gimana lagi doong... ya emang cuma mau jalan-jalan doang ya gak salah doong kalo bilangnya mau cari angin" kata gue setengah membela diri. "Ternyata jalan-jalan kamu emang mahal harganya...." canda nyokap gue... Yah memang ini jalan-jalan yang mahal... jalan-jalan yang bikin gue harus keluar duit sekitar 300 atau mungkin bisa lebih dari 500 rebu untuk benerin HP atau mungkin harus keluar duit lebih dari itu jika mau beli HP yang baru... :( *aduh ampun dah...*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/blog/m55.jpg" align="right" style="margin:5px;" title="Bukan HP gue sih... tapi punya gue modelnya kayak gini, dan warnanya ijo gak oranye gini..."&gt;HP Siemens M55 gue yang kemasukan air hujan itu gue keringin pake hair dryer.  Pokoknya lumayan lama deh di keringin sambil berharap siapa tau tuh barang masih bisa idup... mungkin lebih dari 10-15 menit di keringin dan di coba lagi ternyata tidak ada tanda-tanda kalo M55 gue mau nyala :(. Wah beneran nih alamat HP musti di benerin atau harus beli yang baru. Sial kenapa sih Siemens sekarang gak bikin HP yang anti air dan anti debu seperti M35. Reputasi ketahanan M35 (waktu itu) bener-bener menakjubkan, gue pernah baca dari suatu review di internet kalo HP loe kecemplung air dan gak bisa idup berarti HP loe bukan M35. Dulu gue pernah pake M35 punya bokap gue... sayang HP itu raib karena di copet waktu kereta api yang gue naikin berhenti di St Depok Baru. HP M35 ini pernah hilang di tempat MK, tapi untungnya masih ketemu dan masih baik-baik aja padahal waktu itu tanah di sana sangat lembab dan berair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya gue pengen memaki Siemens yang sekarang ngeluarin produk lemah kayak M55 gue yang kena air aja udah melempem! Sebenernya Siemens masih ngeluarin HP kuat yang anti air &amp; debu tapi itu untuk seri M65 bukan seri M55 yang gue punya. Sayangnya waktu produk M65 ini keluar gue udah kepalang beli M55, selain itu harganya waktu itu masih kerasa terlalu mahal bagi gue... hiks hiks gue harus keluar biaya ekstra nih gara-gara kemalesan gue untuk memplastikin HP atau sekedar ngiyup dari guyuran hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malemnya gue coba telpon ke temen yang kerja di Si-emen, siapa tau dia bisa kasih tau alamat costumer service untuk HP Si-emen gue... Ternyata dia gak tau, tapi untunglah dia malah punya alamat-alamat costumer service Si-emen, karena dia pernah beli HP dari Dian Graha distributor resmi HP Si-emen. Gue catet alamat &amp; nomor telpon yang ada di depok dan di bogor. Waktu pas gue telpon cost. care yang di bogor ternyata udah pindah ke tempat lain dan di kasih tau udah pindah ke daerah PGB. Sayangnya dia gak punya nomor telponnya... terpaksa gue coba hari seninnya kesana... ternyata kios cost. care itu tutup :( berarti baru besok HP bisa di benerin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya (atau hari selasa ini) gue pergi ke costumer service HP Si-emen yang di bogor... Gue malah udah nyiapin duit takut-takut kalo harus bayar biaya perbaikan di muka sebelum HP M55 gue di perbaiki. Waktu ketemu sama penjaga kiosnya gue tanya "Mbak disini melayani perbaikan HP Siemens kan?". "Iya... apa yang rusak?". "HP saya kena air hujan ya kali aja di sini bisa ngebenerin, bisa kan mbak?". "Bisa... coba liat HPnya" tanya si cost.care. Gue keluarin HP gue gue biarin si mbak-mabka nyobain HP gue... "Setelah kemasukan air HPnya gak bisa idup sama sekali?" tanya si mbak "Nggak mbak saya coba-coba nyalain HP-nya masih tetep mati" jawab gue. Kemudia HP gue di coba diidupin sama dia, tiba-tiba dia ngomong "Mana yang rusak... ini hidup kok lagi cari-cari SIM Card" jawab si mbak. "Ah yang bener mbak, coba saya liat" dan ternyata setelah gue liat bener M55 gue masih bisa idup. "Kok bisa sih mbak... waktu itu saya udah coba beneran gak bisa idup!" kata gue penasaran... "Yah mungkin HP ini mau idup kalo yang ngidupinnya orang Siemens..." kata si mbak cos. service setengah becanda. Ah bisa aja si mbak ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kartu SIM gue, gue cabut dan gak gue bawa makanya gue terus bilang ke si cost. "Mbak boleh pinjem kartunya gak? buat di cobain bener apa enggak HP-nyamasih bisa berfungsi?" gue minta tolong minjem kartu dia.  Akhirnya dia ambilin kartu nomor, dan ternyata bisa!!! Layar HP M55 gue menunjukan IM3 dan itu berarti HP gue masih bisa mencari sinyal dan kesimpulannya HP gue gak rusak. HOREEEEE!!!&lt;br /&gt;"Wah mbak kalo HPnya gak jadi rusak berarti saya gak jadi ngebenerin nih...". "Gak papa kok..." kata si mbak... Beneran gue masih heran kok sekarang HP gue bisa idup ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih layar warna LCD M55 gue gak seperti dulu, ada bercak kumpulan pixel di LCD yang terlihat lebih terang ketimbang pixel-pixel LCD yang lainnya seperti membentuk sebuah pulau di tengah samudra tapi itu gak terlalu signifikan kok... gambar masih terlihat baik, tulisan masih bisa di baca intinya hanya masalah keindahan tampilan yang sangat sedikit berkurang... toh LCD M55 'cuma' ada 4 ribuan warna jadi memang gak seindah LCD warna HP sekarang yang bisa sampe 65 ribu warna. Toh fungsionalitasnya masih berfungsi... i don't care lah meski keliatan sekarang kurang indah dikit... Yang jelas gue sekarang menarik celaan gue yang mengatakan HP M55 hp yang lemah, sebaliknya ternyata M55 (setidaknya punya gue) cuma 'perlu istirahat dan pengeringan aja' untuk bisa kembali lagi berfungsi... Ooooh emang bandel nih HP! Maaf bukan mo promosi nih... tapi gue puas ternyata gue gak perlu keluar biaya perbaikan atau beli HP baru karena M55 gue masih bisa berjaya (semoga).... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111571278984776484?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111571278984776484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111571278984776484' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111571278984776484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111571278984776484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/05/cerobohnya-gue.html' title='Cerobohnya Gue....'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111536129139827393</id><published>2005-05-06T13:01:00.000+07:00</published><updated>2005-05-06T16:45:53.286+07:00</updated><title type='text'>Hari Libur yang Gak Jelas</title><content type='html'>Kemarin siang si ganang tiba-tiba ngirim SMS, nanya gue ada kerjaan apa enggak...? dengan sangat mudah bisa gue tabak dia pasti lagi cari temen buat nemenin dia cari-cari sesuatu atau belanja sesuatu seperti biasanya. Yup... ternyata dia emang mau cari tau harga digicam, tapi dia males kalo cabut sendiri makanya dia cari orang-orang yang mau di jadikan 'tumbal' untuk nemenin dia :p. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran gue... kenapa si ganang kalo loe cari temen ngajaknya gue yang tinggal di bogor yang jelas-jelas lebih jauh dari jakarta? kenapa dia gak ajak temen yang deketan model-model si dani atau temen-temen smanya :). Kalo gue lagi males pasti gue gak mau diajak dia :p tapi berhubung gue juga lagi butuh HD baru ya udah kebetulan gue juga jadi ada temen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ganang mau cari Digicam Canon Powershot (gue gak inget dia mau beli tipe apa?) Tanya setiap toko rata-rata ngasih bandrol harga 2,2 juta. Muter terus dan gak ada satupun toko yang mau jual dengan harga di bawah segitu. Dia bilang kalo ada yang mo jual 2,1 juta pasti bakal di beli, ya elah nang... selisih duit 100 rebu niat banget sih di cari-cari... gue yakin duit 100 rebu gak terlalu signifikan buat loe... tapi kenapa sih loe agak ngotot kayak ibu-ibu ngotot nawar sama tukang sayur minta turun harga. Gak 'worthed' banget deh kayaknya... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gue mo cari HD buat menambah kapasitas HD gue yang semakin 'kritis'. Cari yang 160 GB ternyata kok belum ada yang jual (mungkin lagi habis stok?), ada Maxtor 120 GB harganya sekitar 760 rebu. Daripada gak yakin beli apa enggak, mending entar-entar aja deh beli HD-nya habis barang yang jadi tujuan utama gak ada sih. Begonya lagi gue lupa kenapa gak nanya harga Processor AMD 64, GeForce 6600, Mobo, Memory, Video Card duh... kok gue jadi lupa gak nanyain ya...? My Comp sepertinya sudah terlalu 'loyo' untuk memainkan game-game keluaran tahun 2003 keatas... mungkin emang kudu ganti komputer nih :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kemarin gue cuma cari CD blank yang gak jelas mau gue apain kalo udah di beli. Beli 100 keping CD Blank harganya 160 rebu, karena gue bukan seorang penawar yang baik gue cuma nawar 150 rebu dan tukang jualnya begitu aja setuju... sial harusnya gue nawar lebih murah lagi tuh... ah emang kalo soal tawar-menawar gue gak pernah jago!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah gak penting banget sih gue nulis ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111536129139827393?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111536129139827393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111536129139827393' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111536129139827393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111536129139827393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/05/hari-libur-yang-gak-jelas.html' title='Hari Libur yang Gak Jelas'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111500533016940795</id><published>2005-05-02T10:22:00.000+07:00</published><updated>2005-05-02T13:46:39.030+07:00</updated><title type='text'>Energi Masa Depan</title><content type='html'>Waktu itu sekitar bulan maret atau april tahun 2003, gue ngobrol dengan temen gue soal invasi Amerika ke Irak (Amerika lebih suka menyebut operasinya "Pembebeasan Irak"). Waktu itu ada spekulasi bahwa tujuan utamanya AS kesana bukan untuk menggulingkan si Saddam tapi untuk bisa dapetin minyak bumi, salah satu sumber energi utama manusia modern saat ini (setidaknya menurut gue :p). Lebih-lebih katanya ada perusahaan minyak asal AS yang ikut patungan membiayai perang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi, itulah yang dibutuhkan yang semakin di perlukan manusia saat ini. Diantara energi yang ada, Energi yang berasal dari minyak bumi adalah salah satu yang sangat dibutuhkan saat ini. Bahkan energi listrik yang sangat dibutuhkan manusia, secara tidak langsung (ada) yang membutuhkan minyak untuk dapat menggerakan turbin-turbin pembangkit listrik. Begitu vitalnya minyak bumi sampe-sampe gue gak bisa ngebayangin bagaimana rasanya hidup manusia modern tanpa kehadiran minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara yang menkonsumsi minyak terbesar di dunia (konsumsinya sekitar 19,7 juta barel/hari menurut &lt;a href="http://www.nationmaster.com/graph-T/ene_oil_con" target="_blank"&gt;nationmaster.com&lt;/a&gt;), wajar kalo amerika begitu niat menyerang irak, soalnya cadangan minyak disana masih sangat besar. Tanpa makanan yang merupakan sumber energi manusia, manusia bisa mati. Tanpa sumber energi maka industri-industri pun bisa berhenti berproduksi, jika industri tidak berproduksi maka akan ada pengurangan karyawan, jika ada pengurangan karyawan berarti akan ada lebih banyak pengangguran. Jika pengangguran semakin banyak maka resiko timbulnya keresahan ataupun kejahatan akan semakin meningkat, pada akhirnya kebudayaan manusia semakin mundur. Ketika ada ketegangan antara negara arab-israel terjadi pada tahun 70-an, negara arab melakukan boikot pada dunia barat dengan tidak menjual minyak mereka, akibatnya di amerika minyak menjadi langka, harganya membumbung tinggi, mobil tidak dapat dipakai karena ketiadaan bahan bakar, sebagian pabrik berhenti berproduksi akibat kelangkaan minyak. Akibat kejadian itu manusia semakin sadar bahwa ternyata minyak telah menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi umat manusia. Harga minyak membumbung tinggi, dan karena itu pula produsen minyak seperti Indonesia dengan Pertamina-nya ketiban untung besar, soalnya negara-negara itu (Amerika dkk) jadi membeli minyak dari negara yang gak boikot jual minyak seperti Indonesia. Akibat kelangkaan minyak bumi itu pemerintah amerika serikat perlu mendirikan departemen baru yaitu departemen energi di tahun 70-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue ngomong ke temen ngobrol gue waktu itu, kalo gue ngebayangin kesejahteraan manusia akan mengalami kemunduran ketika minyak bumi habis dari muka bumi. Sebagian sarana transportasi saat ini sangat bergantung pada minyak bumi. Mobil butuh bensin, Truk, Bis, Kapal Laut butuh solar, Pesawat terbang butuh avtur, belum lagi pabrik-pabrik yang juga tidak sedikit membutuhkan bahan-bahan dari minyak. Selain untuk bahan bakar, konon katanya bahan polimer yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik kimia juga membutuhkan hasil olahan dari minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan manusia harus kembali harus hidup seperti di abad 19, dimana untuk pergi ke satu tempat ketempat lain harus kembali naik kendaraan bertenaga kuda, sapi, onta atau tenaga hewan lainnya karena tidak ada lagi minyak yang bisa di dapat untuk menghidupkan mesin mobil, bis, truk, kapal laut, pesawat terbang dll. Boleh jadi taraf kesejahteraan manusia bisa turun lagi seperti abad sebelumnya. Orang di gunung tidak bisa lagi merasakan segarnya ikan laut, karena sebelum sampai di gunung ikannya sudah busuk dulu akibat terlalu lamanya perjalanan dari laut ke gunung. Orang di kota tidak bisa merasakan segarnya sayur-sayuran akibat sayur itu sudah layu sebelum sampai di pasar akibat lamanya waktu tempuh desa ke kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pebisnis yang biasa bolak balik dari satu kota ke kota yang berjauhan (seperti dari jakarta ke new york) membutuhkan waktu beberapa puluh jam mungkin akan kembali seperti abad sebelumnya yaitu membutuhkan waktu berbulan-bulan, karena tidak ada pesawat terbang yang bisa beroperasi akibat ketiadaan bahan bakar, pun kapal laut tidak bisa lebih cepat karena mesinnya tidak bisa dijalankan akibat ketiadaan minyak, akhirnya terpaksa kembali menggunakan perahu layar seperti yang dilakukan oleh manusia jaman jebot. Orang naik haji gak bisa pergi cuma sebulan seperti sekarang tapi musti berbulan-bulan kayak jaman dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu bara mungkin jumlahnya masih mencukupi, tapi mungkin gak seefisien, seefektif, dan sepraktis bensin atau solar. Kereta api uap jaman dulu butuh batu bara dan tentu saja air yang akan didihkan agar uap yang dihasilkan dapat menggerakan roda kereta. Gak bisa ngebayangin kalo nanti mobil harus pake bahan bakar batu bara, bakal segede apa ukuran mobil itu. Mungkin jika saat itu terjadi, maka Kereta Api akan kembali mengalami masa jayanya seperti di abad ke-19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah seperti itu bayangan gue kalo suatu saat nanti tidak ada lagi minyak bumi yang tersisa untuk manusia. Tapi spekulasi gue ini ditentang oleh temen gue, dia bilang gak mungkin manusia akan seperti itu, pasti manusia akan menemukan sumber energi pengganti minyak sebelum sumber energi itu punah. Temen gue bilang, "Lihat kebudayaan manusia dalam abad 20 ini!, begitu banyak sekali penemuan-penemuan baru dibanding abad-abad sebelumnya dengan rentang waktu yang sama". Semoga temen gue itu benar, karena sampe sekarang rasanya belum ada hasil penelitian akan energi alternatif yang cukup praktis, efektif dan seefisien minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi nuklir sepertinya memang akan menjadi andalan manusia masa depan, di Amerika Serikat saja ada sekitar &lt;a href="http://www.iaea.org/cgi-bin/db.page.pl/pris.reaopucct.htm" target="_blank"&gt;104 pembangkit nuklir&lt;/a&gt;. Energi yang dihasilkan sangat menakjubkan, dengan bahan yang hanya relatif sedikit saja bisa untuk menghasilkan energi listrik yang bisa menghidupi lebih dari satu kota untuk jangka waktu yang juga relatif lama. Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat hanya perlu pengisian bahan bakar sekali setahun, benar-benar luar biasa hemat kan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma emang nuklir punya kelemahan, jika tidak hati-hati mungkin peristiwa yang terjadi tanggal 26 April 1987 bisa terulang dimana Reaktor Nuklir Chernobyl-4 meledak, dan limbah radio aktfinya masih terasa sampai radius beberapa km, menjadikan kota Chernobyl menjadi kota mati sampe sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ada resiko, namun tidak sedikit negara yang semakin berminat mendirikan "Nuclear Power Plant", termasuk Indonesia. Katanya Indonesia mulai bersiap-siap membangunnya di sekitar Gunung Muria (CMIIW). Sebenernya udah dari jaman mbah harto masih kuasa gue udah sempat denger berita ini, cuma kenapa gak jadi-jadi juga sampe sekarang gue gak ngerti. Katanya ada yang bilang masyarakat gak pada setuju, takut kalo entar kena limbah radio aktif. Emang wajar sih ketakutan itu, gue juga gak mau kalo reaktor nuklir di bangun di deket tempat tinggal gue. Cuma kalo terus-terusan berpatokan sama alasan itu, bisa-bisa indonesia gak maju-maju karena nuklir adalah energi masa depan, lebih-lebih di masa depan kebutuhan energi manusia Indonesia akan semakin meningkat. Mengandalkan tenaga air terbukti tidak benar-benar aman, di musim panas tahun lalu di Sumatra Barat ada berita tentang pemadaman listrik bergilir, karena listrik yang ada tidak cukup tersedia bagi seluruh warga disektarnya, hal ini disebabkan debit air di bendungan menurun akibat kemarau sehingga otomatis produksi listrik menjadi ikut berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenaga nuklir, mungkin hal seperti itu tidak perlu terjadi karena nuklir relatif irit. Dengan jumlah bahan bakar yang relatif sedikit (biasanya sih Uranium) energi listrik yang dihasilkan cukup besar dan pengisian bahan bakar tidak perlu sering dilakukan seperti pembangkit listrik tenaga diesel. Kelemahannya rektor nuklir selain limbah radio aktif ini mungkin ukurannya yang besar, sehingga kalo mau membuat reaktor nuklir untuk menggerakkan mesin kendaraan seperti mobil atau pesawat kayaknya belum bisa deh *kegedean &amp; berat kali ya...*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan gue baru baca berita di kompas soal &lt;a href="http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0504/29/190536.htm" target="_blank"&gt;reaktor mini penghasil fusi nuklir&lt;/a&gt;, dan karena berita itulah alasan gue nulis blog ini. Nah kalo ini berhasil terwujud tentu berita baik bagi masa depan manusia. Kalo bener suatu saat manusia bisa menciptakan reaktor nuklir yang kecil dan semakin kecil sampai bisa dijadikan sumber penggerak kendaraan seperti mobil atau pesawat tentu ini akan menjadi kabar yang sangat baik. Lebih-lebih jika prosesnya adalah proses Fusi tentu itu lebih baik bagi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisika adalah salah satu pelajaran dari sekian banyak pelajaran yang sangat tidak gue sukai &amp; tidak gue mengerti :), kalo fisika masih sebatas rumus F=ma, mungkin masih agak ngerti, tapi kalo udah menyangkut fisika termodinamika, quantum, atau nuklir wah gue mah gak kebayang sama sekali. Dulu gue aja bingung bedaain reaksi Fisi dengan Fusi, baru pas gue tau ada aliran musik Fusion yang merupakan penggabungan gaya musik Jazz dengan Rock, Funk, dll baru deh gue bisa bedain arti Fisi &amp; Fusi. Reaksi Fisi itu katanya sih memecah atom (biasanya uranium) dengan neutron, ketika neutron berhasil memecah atom maka akan keluar energi yang sangat besar + limbah radio aktif. Kalo Reaksi Fusi biasanya 2 atom hidrogen di gabungkan yang akan menghasilkan energi yang cukup besar (meski tidak sebesar reaksi Fisi) + netron dan gabungan atom Hidrogen yang menjadi Helium. Kabar baik dari reaksi Fusi adalah relatif tidak adanya limbah radio aktif sehingga lebih ramah lingkungan dan jumlah Hidrogen yang sangat banyak, sehingga manusia tidak perlu khawatir akan kehabisan sumber energi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan yah rektor Fusi Nuklir yang kecil benar-benar terwujud dan dapat secara praktis bisa digunakan? Semoga sebelum minyak bumi punah dari muka bumi Reaktor Fusi mini ini sudah berhasil di ciptakan. Kalo manusia bisa menciptakan pembangkit energi seperti yang ada di Kendaraan Mesin Waktu ciptaan Doc Brown dalam Film Back to The Future, tentu akan lebih menyenangkan lagi. Cukup masukan aneka sampah kedalam tabung dan maka kendaraan itu tidak perlu lagi ngantri ke SPBU cukup pungut sampah di jalan-jalan, hemat dan sangat ramah lingkungan :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-111500533016940795?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0504/29/190536.htm' title='Energi Masa Depan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/111500533016940795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=111500533016940795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111500533016940795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/111500533016940795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/05/energi-masa-depan.html' title='Energi Masa Depan'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-111440854024625432</id><published>2005-04-25T12:10:00.000+07:00</published><updated>2005-04-26T17:23:48.536+07:00</updated><title type='text'>Ma buk</title><content type='html'>Gue gak bermaksud ngomongin kalo gue mabuk atau mabok. Ma buk yang di maksud gue adalah My Book alias buku gue... Payah deh betapa ancurnya manajemen pengelolaan uang gue bulan ini. Udah cari duit susah eh seenaknya gue abisin buat beli ini-itu. Tapi diantara ini-itu yang gue abisin, porsi terbesar di sumbang oleh pembelian buku. Jika tidak ada tindakan lanjut untuk melakukan kebijakan pengetatan ikat pinggang, besar kemungkinan "buku" akan menjadi sumber yang menyumbang "kebangkrutan" ekonomi gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak habis pikir... untuk bulan ini aja paling gak gue beli 9 buku, kalo di itung sama buku gambar jadi 10 :). Awal bulan beli buku, tengah bulan beli buku, eh akhir bulan beli buku juga. Paling gak ada dua buku 'yang rada mahal' yang gue beli... harganya sampe 85 rebu... yang lain harganya dalam kisaran 20-55 rebu kalo buku gambar sih 'cuma' 4000 :p. Udah gak pernah nabung, yang ada kartu debit sering di gesek mulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing nih gue... gue khawatir sama gue sendiri jangan-jangan gue mulai jadi orang yang kecanduan buku. Padahal tidak sedikit (alias banyak) dari buku yang gue beli ada yang masih belum tamat, bahkan ada buku yang udah lebih dari setahun gue beli belum di baca sama sekali :(. Mending buku yang gue beli bisa menambah ilmu yang menunjang pekerjaan gue saat ini model-model buku pemrograman atau aneka buku yang berkaitan dengan dunia IT, eh yang gue beli malah buku "Non IT-Related" biasanya ada hubungannya dengan sejarah, biografi, cerita, kadang berhubungan dengan politik. Kadang isi dari buku yang gue beli rada-rada katro tapi lumayan buat hiburan. Sama sekali gue gak pernah beli buku yang berkaitan dengan IT...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget jaman baru pertama gue masuk SMP disuruh isi formulir data diri, salah satunya adalah Hobi, gue inget waktu itu gue nulisnya "Membaca", waktu SMA &amp; Kuliah gue masih teringat dengan "Hobi" yang gue tulis ini dan kalo inget gue cuma bilang "Yeah right...". Setau gue jaman SMA atau kuliah gue jarang baca buku kecuali buku pelajaran (mau gak mau) apalagi beli buku, gak ada dana buat beli buku deh alhasil kayaknya gak pernah beli buku selain buku pelajaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas udah punya penghasilan, sebenernya gue juga jarang beli, baru setahun belakangan ini gue rada-rada getol main ke toko buku &amp; sesekali beli buku yang gue anggap menarik. Cuma bulan ini sepertinya rekor dalam hidup gue. Gue abis duit banyak buat beli buku padahal buku yang gue beli hampir semua adalah buku lokal yang harganya relatif lebih murah ketimbang buku impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v342/alvifauzan/blog/books.jpg" align="right" style="margin:8px;" alt="Buku itu Mahal Jendral!..."&gt;Perilaku gue ini (duh bahasanya...) sedikit banyak akibat prinsip gue beberapa bulan yang lalu "Kalo ke toko buku terus liat buku yang 'keliatannya bagus' beli aja daripada nyesel pas pengen beli buku itu ternyata udah gak ada". Yah itulah prinsip gue sampe sekarang... Kayaknya gue sekarang harus jauh-jauh main dari toko buku. Sabtu kemarin gue mampir ke toko buku tujuan utama cuma mau beli sampul plastik buat buku-buku gue sama buku gambar... yah sesekali pengen nostalgia ke jaman SD dimana gue dulu seneng ngegambar-gambar gak jelas, gak bakal beli buku!. Ternyata niat tinggal niat. Pada akhirnya akhirnya gue malah beli buku dan gak tanggung-tanggung hari itu habis 190 ribu buat beli 3 buku 'doang'... :( *i'm broke*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal sehat gue pengen marah... masak 1 bulan bisa habis duit banyak banget buat beli buku doang!, tapi di sisi lain gue ngerasa lebih baik "kecanduan" beli buku (beli? bukan baca?) ketimbang duit abis buat beli narkoba. Yah udah deh... siapa tau buku yang udah gue beli itu bisa manfaat bagi gua. Soalnya pernah ada tulisan yang bilang "Membeli buku tidak menjamin seseorang untuk mendapatkan ilmu darinya..." (Terang aja... gimana mau jadi ilmu, kalo punya buku
